
"Apa kamu tahu betapa Mas hidup dengan kesepian selama ini? Kita sudah satu bulan menikah, tapi kamu sama sekali tidak mengizinkan saya untuk menyentuh kamu sedikit pun. Apa kamu tahu bagaimana perasaan saya?"
"Kamu bahkan melupakan tugas kamu sebagai seorang istri, kurang apa lagi saya kepada kamu, sayang? Mas Arka mu ini begitu mencintai kamu, sangat menyayangi kamu. Apa kesabaran saya selama ini tidak bisa menyentuh lubuk hati kamu yang paling dalam?"
"Tak bisakah kamu sedikit saja membuka hatimu untuk saya, Hueuh? Mas cinta kamu Cinta, akan Mas berikan seluruh cinta Mas untuk kamu, karena Cinta yang Mas miliki hanya untuk Cinta!" oceh Arka dengan nada suara meliuk-liuk layaknya orang yang sedang mabuk. Kedua matanya nampak memerah, menatap sayu wajah Cinta menahan kesedihan yang mendalam.
Sedetik kemudian.
Bruk!
Tubuh Arka terkulai lemas tidak sadarkan diri, dia menjatuhkan kepalanya di pundak Cinta sang istri tercinta.
"Mas! Bangun, Mas Arka!" Cinta menggoyangkan tubuh suaminya sedemikian rupa. Namun, suaminya tetap bergeming di tempatnya.
'Ya Tuhan, apa yang telah aku lakukan? Laki-laki ini adalah suamiku, dia tetap saja mengatakan bahwa dia akan memberikan cintanya untukku meskipun aku telah menyakiti hatinya sedemikian rupa. Maafkan aku, Mas. Aku benar-benar minta maaf,' (batin Cinta).
* * *
Keesokan harinya.
__ADS_1
Pagi-pagi sekali, Cinta sudah beranjak dari tempat tidur tidak seperti biasanya. Jika selama satu bulan ini dia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan meringkuk di atas tanjang tanpa melakukan apapun, hal yang berbeda dia lakukan pagi ini.
Istri dari Arka Wijaya itu nampak sedang berjibaku di dapur bersama bibi asisten rumah tangga yang bekerja di sana. Dia spesial menyiapkan sarapan untuk suaminya. Sepertinya, apa yang terjadi dengan Arka semalam sedikit banyak telah menyadarkan Cinta, bahwa dia bukan Cinta yang sama dengan Cinta yang dulu.
Dia sadar bahwa ada Arka, laki-laki yang telah menjadi suaminya. Dia pun sadar bahwa hidupnya milik Arka sekarang. Bahkan tubuhnya pun milik suaminya dan halal untuk sentuhan bahkan hanya untuk di tatap sekali pun.
"Bi, aku bangunkan Mas Arka dulu ya," ucap Cinta tersenyum manis.
"Baik, Nyonya. Sisanya biarkan bibi yang melanjutkan," jawab Bibi yang juga terlihat sedang karena majikannya terlihat lebih ceria dari biasanya.
Cinta berjalan menuju kamar dengan senyuman yang mengembang lebar dari kedua sisi bibirnya kini. Mulai hari ini, dirinya akan menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
Ceklek!
"Maaf, sayang. Mas baru selesai mandi. Kamu bisa keluar dulu sebentar? Atau, Mas yang akan berpakaian di kamar mandi," ujar Arka terlihat gugup tentu saja.
Hal yang berbeda dipelihatkan oleh Cinta. Jika biasanya dia langsung berbalik bahkan segera keluar dari dalam kamar ketika melihat suaminya dalam keadaan seperti itu, dia tidak melakukannya kali ini.
Cinta tersenyum begitu manisnya kini. Dia berjalan menghampiri suaminya tanpa sungkan. Bahkan wajahnya tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Tentu saja hal itu membuat Arka seketika merasa heran.
__ADS_1
"Tak usah melakukan hal itu, Mas. Kita 'kan suami-istri. Mas bisa berpakaian di depan aku sekarang. Atau, kalau Mas mau terus seperti ini juga tak masalah."
Arka mengerutkan kening. Dia menatap wajah istrinya yang saat ini kian mendekati dirinya. Sampai akhirnya Cinta berada tepat di hadapannya kini.
"Aku mau minta maaf, Mas. Maafkan aku karena telah bersikap egois selama ini. Aku lupa bahwa Aku adalah seorang istri, aku juga melupakan bahwa ada kewajiban yang harus aku lakukan sebagai seorang istri. Mas begitu baik padaku, sedangkan aku selalu mengabaikan Mas."
"Aku mengaku salah, aku berjanji akan melakukan tugasku sebagai seorang istri mulai sekarang. Jadi, Mas juga jangan sungkan terhadapku. Tak perlu lagi Mas berpakaian di kamar mandi, tak perlu lagi aku keluar kamar saat Mas baru saja selesai mandi. Kalau mau, Mas tak memakai pakaian pun aku tak akan menolaknya mulai saat ini," jelas Cinta panjang lebar.
"Cinta? Kamu--" Arka tidak mampu mengucapkan sepatah katapun lagi. Dia benar-benar merasa tercengang.
Tiba-tiba saja, Cinta mengusap dada bidang sang suami menggunakan telapak tanganya. Lembut dan penuh kasih sayang membuat Arka seketika memejamkan kedua matanya kini. Ga*rah yang selama ini dia tahan pun seketika naik kepermukaan.
Cup!
Satu kecu*an pun mendarat di bibir Arka kini, hal itu benar-benar sukses membuat has*at di dalam jiwa Arka meronta-ronta menuntut sesuatu yang lain.
"Apa boleh Mas melakukannya sekarang?" tanya Arka menatap sayu wajah istrinya.
"Tentu saja, Mas. Aku serahkan tubuh aku untuk Mas. Tubuhku milik Mas mulai sekarang," jawab Cinta menurunkan handuk yang semula melingkar di pinggang suaminya tanpa sungkan.
__ADS_1
BERSAMBUNG
...****************...