Cinta Untuk Cinta

Cinta Untuk Cinta
Cemburu


__ADS_3

Arka benar-benar ikut dengan Cinta ke acara yang diadakan teman-temannya di sebuah bar. Dia yang selama ini disibukan dengan segudang pekerjaanya di kantor tentu saja tidak menyangka bahwa, seperti ini ternyata pergaulan sang Istri di luaran sana.


Musik terdengar memekikkan telinga, lampu remang-remang membuat mata merasa tidak nyaman bagi mereka ynag tidak terbiasa. Belum lagi, beberapa orang teman pria nampak sudah duduk menanti kedatangan mereka di dalam sana.


Sebenarnya, ini adalah pertama kalinya Cinta menghadiri acara seperti ini. Acara yang sengaja di adakan oleh teman-teman kampusnya setelah menjalani ujian semester.


"Selamat datang Cinta. Tumben sekali kamu datang? biasanya kamu selalu menolak setiap kali kami ajak kumpul-kumpul seperti ini," ujar salah satu teman wanita, memakai pakaian seksi membuat Arka seketika merasa ilfil saat pertama kali melihatnya.


"Iya, kebetulan malam ini di temani suami aku. Makannya datang kemari, biasalah namanya juga ibu rumah tangga, hehehehe!" jawab Cinta tersenyum cengengesan.


"Ini suami kamu?" tanya lebih dari 5 orang yang berada di sana, membulatkan bola matanya merasa tidak percaya.


"Iya, kenalkan dia Mas Arka, suami aku."


"Wah! Jadi kamu beneran serius, ketika kamu mengatakan bahwa kamu sudah menikah?"


"Tentu saja serius. Mas, kenalan sama mereka dong, ko diam aja?"


Arka yang semula mengalihkan padanagnya seketika menoleh dan menatap mereka semua.


"Kenalkan, saya Arka. Suaminya Cinta," ucapnya kemudian, mengenalkan diri dengan mengulurkan telapak tangannya untuk bersalaman.


Dina, Soni, Andre, Liona, hanya nama itu yang Arka ingat. Sementara yang lain, suaranya tertelan oleh alunan musik yang terdengar memekikkan telinga.

__ADS_1


"Wah, suami kamu tampan juga, pantas saja si Soni kamu tolak," celetuk Dina membuat Arka seketika membulatkan bola matanya, merasa terkejut tentu saja.


'Menolak? Apa laki-laki bernama Soni ini sempat menyatakan perasaanya kepada Cinta? Astaga, jadi seperti ini pergaulan istriku di kampus?' (batin Arka).


"Stt! Apaan sih, berisik banget sih!"


"Kenapa? Om Arka sepertinya laki-laki yang sabar dan pengertian ko, dia gak mungkin merasa cemburu hanya karena mendengar hal yang seperti itu, iya 'kan Om?"


Arka seketika mengepalkan kedua tangannya. Dugaan mereka salah, ternyata dia tidak sesabar itu. Sesuatu yang panas terasa membakar organ di dalam tubuhnya kini. Rasa cemburu itu benar-benar mengusik hatinya, ini adalah pertama kalinya dia merasakan betapa tersiksanya menahan rasa cemburu.


"Jangan panggil Om juga kali, emangnya suamiku ini udah Om-om apa?" celetuk Cinta merasa tidak nyaman sebenarnya.


"Sayang, bisa kita pulang sekarang? Mas mendadak tidak enak badan," pinta Arka secara tiba-tiba.


"Baru juga mau mulai, udah pulang aja." Tanya Soni, menatap tajam wajah Arka kini.


"Maaf ya semuanya, sebenarnya aku masih ingin berada di sini, tapi apalah daya, kesehatan suamiku lebih penting. Kami pulang dulu ya."


"Ya sudah, kalian hati-hati di jalan ya."


Cinta menganggukkan kepala, tapi tidak dengan Arka. Laki-laki itu nampak menahan rasa yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata.


Antara cemburu, kesal, juga dengan pikiran kotor yang seketika memenuhi otaknya kini. Terlitas di dalam otak kecilnya, apa jadinya jika dia tidak ikut ke sana? Apakah istrinya itu akan bersenang-senang dengan laki-laki bernama Soni, yang konon katanya telah menyatakan perasaannya kepada sang istri?

__ADS_1


Dengan hanya membayangkannya saja, telah membuat hati seorang Arka benar-benar merasa terbakar. Wajah Arka bahkan terlihat datar, tatapan matanya kosong menatap ke depan dengan tangan yang menggenggam kuat jemari istrinya. Keduanya pun berjalan keluar dari dalam bar tersebut sampai akhirnya tiba di parkiran.


Keduanya nampak segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu seketika itu juga. Sepanjang perjalanan, Arka sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun. Dia bahkan tidak menoleh untuk hanya sekedar melirik wajah istrinya. Tatapan matanya benar-benar lurus menatap ke depan, pokus dalam menyetir mobil.


Mobil yang dikendarai oleh Arka pun tiba di tempat tujuan. Rumah dengan halaman luas membentang yang menjadi tempat tinggal mereka selama ini. Keduanya pun keluar dari dalam mobil secara bersamaan.


Tanpa sepatah katapun lagi, Arka segera masuk ke dalam rumah. Meninggalkan istrinya yang berjalan di belakangnya kini. Tentu saja, hal itu membuat Cinta merasa heran. Ini adalah pertama kalinya dia melihat wajah suaminya muram dan masam seperti ini.


"Tunggu aku, Mas! Mas kenapa?" tanya Cinta berlari mengejar.


Arka diam tidak menanggapi. Dia semakin mempercepat langkah kakinya dan segera masuk ke dalam kamar. Di bukalah jas hitam yang dia kenakan, dirinya pun melonggarkan kancing kemeja yang membuat lehernya merasa tercekik.


"Mas Arka! Mas kenapa? Kenapa Mas ninggalin aku? Mas juga gak ngomong sepatah katapun saat kita di perjalanan tadi? Ada apa sebenarnya?" tanya Cinta sesaat setelah dirinya masuk ke dalam kamar.


"Kenapa? Ada apa? Kamu masih bertanya kenapa dan ada apa?"


Cinta seketika mengerutkan kening tentu saja.


"Kenapa kamu gak bilang kalau laki-laki bernama Soni itu sempat menyatakan cintanya sama kamu? Kalau saja Mas gak ikut dengan kamu tadi, mungkin kamu sudah bersenang-senang dengan laki-laki itu 'kan? Kamu benar-benar keterlaluan Cinta. Istri macam apa kamu ini!" teriak Arka dengan emosi yang tiba-tiba saja meledak-ledak.


BERSAMBUNG


...****************...

__ADS_1


__ADS_2