Cinta Yang Tak Di Inginkan

Cinta Yang Tak Di Inginkan
Part 11


__ADS_3

hari minggupun tiba, Bik Sum sudah menyiapkam semua keperluan juga makanan untuk acara piknik ke pantai. dan Bila juga membawakan keperluan Zellin, sedangkan Mbak Ratna tidak bisa ikut karena ada kepentingan.


semua sudah siap, dan akan berangkat.


" kamu duduk di depan ya Bil..?" kata Vero yang sudah duduk dikursi belakang bersama Zellin.


" iya mbak.." kata Bila canggung


setelah perjalanan satu jam setengah, sampailah mereka dipantai yang cukup ramai pengunjung. kini mereka menempati gazebo yang disediakan untuk pengunjung.


begitu sampai, Bila dan Zellin langsung bermain air dipantai. karena Bila begitu menyukai pantai. tak lama kemudian disusul yang sudah melepas alas kakinya dan ikut bergabung.


" tante, Zellin haus...pengen minum es..?" kata Zellin pada Bila


" gak boleh sayang, tante ambilin air putih saja ya sayang" kata Bila dan Zellin mengangguk pasrah


" sini, sama tante Vero" kata Vero menghampiri keponakan cantiknya


Bila berjalan ke arah gazebo, dilihatnya Rendra sudah bersama Rebecca. dan membuat Bila risih, karena kelakuan dua manusia itu tak pandang tempat jika bermesraan.


" dia ikut juga Ren...?" tanya Rebecca yang bergelayut manja pada Rendra


" iya, Vero yang ajak.." kata Rendra yang melihat sekilas pada Bila


Bila tak menghiraukan keduanya, dia hanya mengambil sebotol air putih yang akan dia berikan pada Zellin. dan kembali ke pantai tanpa berpamitan.



setelah cukup bermain air, dan baju ketiganya sudah basah. mereka memutuskan untuk kembali ke gazebo karena merasa lapar. sebenarnya mereka bisa makan di restaurant, tapi Vero ingin suasana piknik yang sesungguhnya dengan membawa bekal dari rumah.


begitu sampai di gazebo, Bila yang memang tak mengatakan pada Vero kalau ada Rebecca disana. langsung membuat Vero geram, karena ini adalah salah satu idenya agar sang kakak bisa PDKT dengan Bila. tapi malah ada Rebecca, yang sudah jelas ditelfon oleh Rendra.


" hai Vero, apa kabar...?" basa basi Rebecca yang membuat Vero muak


" baik..dan ini acara keluarga kami..kenapa kamu juga ada disini" kata Vero datar


" karena kebetulan tadi gue lewat sini, dan Rendra ngehubungi gue" kata Rebecca santai dan tanpa malu memeluk dada bidang Rendra


" tolong jaga sikap kamu, ada anak kecil yang gak pantas lihat tingkah laku kalian" kata Vero mendekati Rendra dan Rebecca


" yang punya acara itu saya, jadi saya mau kamu pergi darisini" usir Vero yang mendapat tatapan tajam dari sang kakak


Bila membawa Zellin kembali ke pantai, saat diras suasana sudah tak nyaman.


" sebegitunya loe gak suka sama gua. oke gue pergi..." kata Rebecca dan mendekat pada Vero


" tapi kakak loe udah begitu cintanya sama gue" kata Rebecca


" bukan cinta, tapi nafsu" kata Vero lantang


membuat Rendra mengejar Rebecca,


" Becca, mau kemana?" kata Rendra


" pulang, nanti ke apartemenku ya?" kata Rebecca


" kamu nggak marah" kata Rendra

__ADS_1


" nggak, asal temani aku nanti malam" kata Rebecca yang sudah masuk ke dalam mobil dan melajukannya dengan cepat



" kakak nyebelin banget..tau gak?" teriak Vero begitu melihat sang kakak menghampirinya


" aku sengaja bikin acara gini, biar kakak PDKT sama Bila. tapi kakak malah manggil wanita itu" lanjutnya marah


" biar kamu tau, kakak gak setuju sama ide kamu. cuma Rebecca yang kakak suka, Vero" kata Rendra


" up to you" kata Vero meninggalkan Rendra



" mana tante Vero sayang?" tanya Rendra pada Zellin yang di gandeng oleh Bila


" masih disana Pa...katanya belum laper?" kata Zellin sambil menunjuk arah tempatnya bermain tadi


dan Bila mulai mengeluarkan semua makanan dan menyajikannya. dan sudah menyendokkan nasi pada piring Zellin.


" apa tuan juga mau makan?" tanya Bila


" iya, saya mau nemenin Zellin" kata Rendra yang duduk disamping Zellin


" tante gak makan" tanya Zellin


" makan sayang, tante nunggu tante Vero aja" kata Bila


" makanlah juga, Vero gak akan kalau sedang marah" kata Rendra membuat Bila mengangguk dan ikut makan bersama Rendra dan Zellin.



2 minggu kemudian,


Bila bertemu dengan Abian setelah lama tak saling jumpa, seperti biasa mereka menginap bersama di apartemen Abian.


" Bila sayang" kata Abian saat mengeratkan pelukannya pada sang kekasih


" kenapa Abian?" tanya Bila sambil mendongakkan wajahnya ingin melihat wajah Abian


" tunggu aku ya, soalnya sebulan ke depan. aku harus bolak balik keluar kota untuk melakukan kunjungan ke perusahaan keluarga" kata Abian


" dan kita gak bisa ketemu juga, tapi akan ada kabar baik setelah itu. makanya tunggu aku ya sayang? dan doain juga semoga kuliahku yang tinggal beberapa bulan lancar" lanjutnya yang kini sudah menyamakan wajah keduanya


" iya pasti aku doain kok sayang" kata Bila yang merekahkan senyum manisnya


" sebenarnya aku gak mau jauh begini Bila, tapi ini salah satu cara agar kita bisa bersama nanti" kata Abian dalam hati



Bila tersenyum setelah menelfon Della, sahabat baiknya di kampung. karena Bila sudah mentransfer uang ke rekening Della agar diberikan pada orang tuanya. setelah menabung berbulan-bulan. akhirnya Bila bisa mengirim jumlah uang yang cukup besar, dan pasti orang tuanya tak akan mengungkit masalah biaya sekolahnya lagi.


tapi beberapa hari kemudian, Della mengabarinya kalau orang tuanya meminta sejumlah uang lagi. ya, kedua orang tuanya memang orang yang sangat boros. dan kali ini dengan alasan kalau mereka akan membeli sebuah motor untuk adik laki-lakinya yang sangat kedua orang tuanya sayangi. sebenarnya Bila tak ingin menggubrisnya, tapi mengingat Dio memang anak yang suka memaksa. jadi dia mengiyakan dan berjanji akan mengiriminya 2 bulan lagi. terlebih Bila tak enak pada Della, yang pasti akan diteror juga oleh orang tuanya.


kepala Bila berdenyut nyeri, 2 bulan harus bisa mengirim uang agar sang adik memiliki motor.


" harus kerja apa lagi aku?" gumam Bila sambil merebahkan diri di ranjang kosannya

__ADS_1


ternyata, mengirimi uang orang tuanya untuk ganti biaya sekolah. malah dimanfaatkan orang tuanya yang malah memeras dirinya perlahan.


jam menunjuk 5 sore, Bila akhirnya bersiap untuk berangkat ke rumah Zellin. dan ternyata sudah ada supir yang menunggunya.



" kenapa ngelamun Bil?" tanya Vero yang memperhatikan Bila sejak datang sering melamun


" nggak apa mbak" sanggah Bila


" oh ya Bil, saya mau ke rumah temen. palingan juga nginep 3 hari" kata Vero


" iya mbak.." kata Bila dan mereka berdua kembali menemani Zellin.


jam 7 malam, Rendra sudah datang bersamaan dengan Vero yang pamit ke rumah temannya.


" ada yang akan saya bicarakan, jadi kalau Zellin sudah tidur. saya tunggu diruang tengah" kata Rendra dan Bila mengiyakannya.



" 1 minggu lagi, saya akan pergi ke kota R. saya akan mengajak Zellin, dan juga harap kamu bisa menemani Zellin. karena kita akan menginap disana sekitar 3 hari. saya ada acara disebuah anak perusahaan. dan sekaligus mendekatkan Rebecca dengan Zellin" kata Rendra


" dan tenang saja, gaji kamu akan saya tambah. asal kamu juga bisa membujuk Zellin agar mau bertemu sama Rebecca" kata Rendra lagi.


Bila melihat ke arah Rendra, dia merasa senang karena gajinya akan ditambah. yang dia pusing, harus membujuk Zellin yang memang tak suka pada Rebecca. tapi mengingat dia butuh uang untuk 2 bulan kedepan. maka dia mengangguk setuju pada Rendra.


dia akan ijin pada Mas Romi, untuk cuti dulu. karena akan ikut dan menemani Zellin ke kota R.



3 hari kemudian, dia datang agak malam ke rumah Rendra. karena Lian ulang tahun dan di ajak ke Mall untuk sekedar mentraktir Bila.


Bila masuk ke rumah Rendra, karena biasanya Zellin selalu bermain di ruang tengah. akhirnya dia memutuskan ke dapur, untuk menemui Bik Sum.


" Zellin kemana Bik..?" tanya Bila


" oh...lagi di kamar papanya mbak? sejak tadi pagi Tuan Rendra demam" kata Bik Sum


" ini saya bikinin bubur mbak, soalnya daritadi agak sulit disuruh makan" lanjut Bik Sum


" mbak Vero nggak dateng Bik?" kata Bila karena merasa prihatin dengan keadaan Rendra yang hanya berdua dengan Zellin.


" nggak mbak, mungkin masih besok" kata Bik Sum


" nih mbak, sekalian bawain buburnya ke atas ya mbak..?" lanjutnya


" iya Bik..saya ke atas dulu ya" kata Bila


begitu masuk ke dalam kamar Rendra, yang memang hanya sekarang Bila memasukinya.


" tante.." kata Zellin saat melihat Bila masuk dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air putih.


" iya sayang, tante bawa bubur dari Bik Sum buat Papa" kata Bila yang meletakkan di atas nakas. Bila melihat Rendra yang memejamkan mata.


" apa Papa tidur, sayang?" kata Bila


" emm...nggak kok tante, kepala Papa pusing..keningnya panas" kata Zellin

__ADS_1


__ADS_2