Cinta Yang Tak Di Inginkan

Cinta Yang Tak Di Inginkan
Part 17


__ADS_3

Author POV


" Bila...tunggu...aku bisa jelasin" kata Abian yang keluar dari kamar mandi dengan memakai celana pendek dan telanjang dada, juga rambut basahnya habis keramas


Abian mengejar Bila yang sudah keluar dari apartemennya. saat masuk ke dalam lift, Abian menahan pintu dan ikut masuk bersama Bila. beruntung tak ada orang lain, kini mereka saling diam.


" maaf, aku lancang masuk ke apartemen kamu" kata Bila sambil menunduk menahan tangis


" nggak Bil...kamu gak salah. tolong dengerin penjelasanku" kata Abian yang memegang bahu Bila agar melihat ke arahnya.


" yang kamu liat itu gak seperti yang kamu bayangkan, aku menolong Bianca yang semalam mabuk dan di beri obat perangsang sama temennya. aku terpaksa bawa kesini karena dia udah gak terkendali" kata Abian


" dan semua terjadi...aku tau Abian, kamu kecewa sama aku. karena aku menikah dengan pria lain. dan melampiaskannya bersama Mbak Bianca khan...?" kata Bila yang mulai menangis


" nggak Bila, aku gak sentuh Bianca seperti yang kamu kira. aku tidur di sofa ruang tamu. dan aku biarin dia di kamar sendirian" kata Abian


" iya, aku percaya" kata Bila walau hatinya tak menerima alasan Abian


" dan kenapa kamu berada disini Bil..bukankah kamu hari ini menikah" kata Abian dengan wajah sedih


" maafin aku Bila, andai aku lebih cepat melamar kamu. tapi dia lebih dulu mengatakan kalau hari ini kalian akan menikah. sedangkan aku, masih nanti sore melamar kamu" kata Abian membuat Bila memandang Abian


" jadi, kamu mau melamar aku Bian" kata Bila tak percaya


" iya, kemarin aku mengabari lewat WA. kalau aku akan melamar kamu, dan mengirimi foto cincin yang akan aku berikan ke kamu Bila. tapi tengah malam, aku mendapat pesan kalau kamu dan dia akan menikah pagi tadi" kata Abian


" tapi aku dari kemarin gak megang ponselku Abian, aku kira hilang. ternyata pria itu yang mengambilnya" kata Bila kesal


" dia suami kamu sekarang Bila, mungkin ini takdir tuhan. kita dipisahkan seperti ini. belajarlah mencintainya Bila" kata Abian sok tegar, padahal dirinya semalaman menangis dan memilih ke club malam untuk menghilangkan kesedihannya. tapi malah bertemu dengan Bianca yang mabuk dan terus menggodanya.


" aku gak cinta sama dia, aku cintanya sama kamu Abian. kenapa kamu seolah merelakan aku sama dia. kenapa tidak kamu perjuangkan cinta kita Bian" kata Bila kembali menangis


" bukan gak mau berjuang Bila, tapi bisa jadi ini yang terbaik untuk kita. aku gak mungkin semudah itu melupakan cinta kita. tapi aku sudah tidak bisa merusak hubungan yang suci dimata Tuhan" kata Abian dan Bila terdiam mendengar ucapan Abian


Bila menatap lekat wajah mantan kekasihnya itu, dengan air mata yang kembali mengalir.


" aku gak akan bisa bahagia tanpa kamu Abian. aku gak akan bisa lupain kamu" kata Bila


dan Abian ikut meneteskan air mata saat mendengar tangisan rapuh Bila. ingin sekali Abian memeluk tubuh mungil Bila, apa daya itu tak akan pernah terjadi. karena Abian sadar, Bila milik suaminya sekarang.


kini Bila bersimpuh didepan Abian,

__ADS_1


" setidaknya bawa aku pergi darisini Abian. aku cuma punya kamu, dan kalau kamu juga pergi ninggalin aku. lebih baik aku mati saja" kata Bila membuat Abian kaget dan memeluk erat tubuh Bila


" jangan pernah bicara seperti itu lagi Bila, aku juga gak mau semua ini terjadi. berhenti menangis, aku akan menjemputmu nanti malam. kita bisa pergi darisini" kata Abian karena tak tega pada Bila


" janji ya Abian, aku akan keluar dari rumah itu jam 10 malam" kata Bila sambil tersenyum


" iya, aku tunggu di cafe" kata Abian yang merasa senang melihat senyum Bila


...…...



Author POV


Rendra sore itu sudah berada di rumah, dia juga sudah tau. kalau sang istri keluar dan menemui mantan kekasihnya. dia gak akan semudah itu membiarkan istrinya keluar begitu saja. dia menyuruh orang untuk mengikutinya. tapi, soal rencana kaburnya Bila dari rumahnya dia tidak tau.


wajah Bila kembali ceria, dan membuat Rendra heran. padahal dia berharap wajah sedih istrinya terpasang jelas, karena bertemu dengan mantan kekasihnya. yang jelas-jelas harus berpisah karena dia.


setelah makan malam, dan cukup bermain. Zellin menguap beberapa kali di ruang tengah. disana ada Rendra, Bila, Zellin dan Bik Sum.


" kita bobok ya sayang, khan besok harus sekolah?" kata Bila


" iya sayang, Mama juga bawakan bekal besok" kata Bila, membuat Rendra yang mendengar percakapan itu tersenyum


" tapi, Zellin mulai malam ini mau tidur sendiri" kata Zellin mengagetkan semua yang ada disana


" soalnya Zellin mau Papa sama Mama bikinin adek buat Zellin" kata Zellin membuat Bila maupun Rendra memerah sedangkan Bik Sum menggelengkan kepala


" siapa yang bilang begitu Zellin" kata Rendra


" tante Vero" kata Zellin jujur


Rendra merasa kesal tapi juga merasa senang, kalau benar Zellin tidur sendirian. jelas Bila harus tidur dengannya dikamar miliknya.


" yuk Ma, anter Zellin. Papa juga...trus Zellin juga janji, gak akan ke kamar Papa tengah malam" kata Zellin membuat kedua orang dewasa itu diam.



" kenapa tidur di sofa? kita sudah sah menjadi suami istri. dan harus tidur seranjang" kata Rendra saat Bila merebahkan tubuhnya disofa kamar


" mana ponsel saya" kata Bila

__ADS_1


" akan saya kasih, kalau kamu tidur di ranjang" ancam Rendra


Bila mengumpat dalam hati, kesal dengan kelicikan Rendra yang selama ini Bila kira pria ini pria yang sangat baik. karena dia sangat butuh ponselnya untuk menghubungi Abian, diapun menuruti kemauan Rendra.


" mana ponselnya?" kata Bila setelah duduk ditepian ranjang dan menjulurkan tangannya dan Rendra memberikan ponselnya pada Bila.


dengan semangat Bila menghidupkan ponselnya tapi tak bisa.


" maaf mungkin baterainya habis" kata Rendra dengan santainya membuat Bila kesal


" saya mau charger dulu" kata Bila saat hendak bangun. tapi Rendra menarik tangan Bila sampai tubuh Bila jatuh ke ranjang.


" nanti saja, bukankah ini malam pertaman kita?" kata Rendra yang sudah menindih tubuh kecil Bila. membuat Bila takut dengan keadaan ini.


" jangan tuan, lepaskan saya" kata Bila mulai memberontak, dia harus pergi darisini. dia tak ingin Rendra sampai nekat memaksanya untuk melakukan hubungan intim yang tak didasari cinta.


" kenapa? kita sudah menikah, dan kita halal melakukannya" kata Rendra yang mulai memandang wajah cantik istrinya diremangnya lampu kamar


" nggak tuan, kita gak saling cinta. sedangkan pernikahan kita tak dilandasi cinta" kata Bila tetap berontak tapi suaranya mulai bergetar


" jangan panggil tuan, sekarang saya adalah suami kamu. dan aku meminta hakku. asal kamu tau, saya sudah jatuh cinta sama kamu" dan Rendra menyambar bibir ranum Bila dengan nafsu.


Bila terus menolak, dia tak ingin Rendra melakukan hal lebih. tapi kekuatan Bila tak sepadan dengan Bila. kini ciuman Rendra turun ke leher jenjang Bila, dan sekali tarikan baju tidur Bila sudah berantakan dan menyisakan tubuj polos Bila.


Bila menangis dan terus berteriak menolak perlakuan Rendra, tapi Rendra seolah menulikan telinganya. karena dia sudah tau rencana Bila yang akan kabur dari rumahnya. dia akan mengambil keperwananan Bila, karena Rendra yakin itulah hal yang bisa mengikat Bila dan tak akan berani keluar dari rumahnya.


" jangan lakukan tuan, jangan..." Bila terus berontak dan berteriak. dan tak kan ada yang mendengarnya karena kamar Rendra kedap suara.


Rendra terus menelusuri tubuh istrinya yang ternyata cukup sintal, kini dia sudah berada di bagian inti sang istri.


" Jangan....!!!!" teriakan Bila saat benda pusaka milik Rendra menerobos selaput darah inti milik Bila. terasa darah segar mengalir.


Bila benar-benar merasa hidupnya hancur, karena Pria di atasnya sudah merusak segalanya. rencananya untuk kabur juga gagal. Pria ini sudah merenggut keperawanannya dengan paksa. Bila tak pernah menganggapnya Suami. tapi menganggap Rendra seorang pemerkosa.


Rendra terus melakukan kegiatannya, walau sebenarnya dia mengucap maaf berkali- kali karena melakukannya dengan kasar dan memaksa. dilihatnya wajah hancur sang istri, tapi dia tak ingin Bila pergi meninggalkan dia dan Zellin.



Rendra masih terjaga, setelah menggempur Bila selama lebih 2 jam dan menebar benihnya berkali-kali. dia memeluk erat tubuh tak berdaya itu kedalam pelukannya. dan tak ada perlawanan, karena begitu lelahnya Bila menghadapi Rendra. perlahan, dia juga tertidur karena tak mampu menahan kantuk.


Rendra bangun, saat mendengar ponselnya bergetar. waktu menunjuk 6 pagi, tapi istrinya tetap menunjukkan wajah nyenyaknya. akhirnya dia memilih untuk bangun dan membersihkan diri. tak ada niatan membangunkan istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2