
" aduh...kuncinya mana ya?" kata Bila merogoh saku celananya. kemudian beralih ke dalam tas selemoangnya
" gawat nih, gak bisa masuk kamar kalo gini" gumamnya resah
" atau jangan-jangan jatuh di cafe lagi" kata Bila sambil keluar dari kosannya
Bila berlari saat melihat Rangga sang barista menutup pintu Cafe. karena Rangga baru saja selesai membersihkan peralatannya.
" Mas Rangga" teriak Bila
" ih, ngagetin aja kamu Bil..ini udah malam Bil.." kata Rangga
" hehe...maaf mas, kunciku hilang mas..aku mau coba cari di dalam, mungkin terjatuh mas" kata Bila
" kenapa gak minta kunci cadangannya aja ke bu kos Bil" kata Rangga
" aku takut dimarahin mas, masak jam setengah 12 malam. mau gedorin pintu orang yang lagi tidur" kata Bila
" ya udah, saya tunggu disini ya? carinya jangan lama-lama" kata Rangga yang duduk di tangga depan pintu.
" oke mas..." kata Bila dan masuk dengan cepat
beberapa saat kemudian, mobil hitam berhenti di depan cafe.
" loh, kok belum pulang?" tanya Abian pada Rangga
" iya, nungguin Bila. katanya kuncinya hilang, jadi dia coba cariin disini" kata Rangga sambil menguap
" udah loe balik aja, mana kuncinya. biar gue yang jagain, kayaknya loe udah ngantuk banget" kata Abian
" wah, beneran nih..ya udah gue cabut ya?" kata Rangga senang
begitu Rangga pergi dengan sepeda maticnya, Abian memutuskan untuk masuk ke cafe. karena hawa cukup dingin. perhatiaannya tertuju di dapur cafe yang lampunya menyala. dia juga mendengar gumaman dari sana.
dia akhirnya memilih ke arah dapur, karena merasa penasaran dengan karyawannya yang ceroboh itu.
" nah...akhirnya ketemu juga kamu ya?" teriak Bila girang, karena kuncinya jatuh di bawa loker
saat akan berbalik, Bila langsung terjingkat.
" hantu..." teriak Bila dan kuncinya kembali jatuh, karena sosok cowok tinggi berada dibelakangnya
" loe bilang, gue hantu.." kata cowok itu
" kalo bukan hantu, terus apa..? tiba-tiba muncul gak bersuara..." kata Bila nyolot
membuat Abian melotot sebal, karena baru kali ini. ada yang menganggapnya hantu.
" tunggu..." kata Bila sambil melihat ke arah kaki Abian
" oh..ternyata kamu manusia ya?" kata Bila terkekeh
" soalnya kakinya nyentuh lantai" lanjutnya tanpa dosa
__ADS_1
" dasar cewek gila" kata Abian meninggalkan Bila sendiri
dan Bila kembali mencari kuncinya yang terjatuh, beruntung cepat ditemukan. akhirnya dia keluar dari tempat loker. dan masih menemukan sosom cowok yang dia kira hantu.
" maaf ya, cafenya udah tutup" kata Bila, karena dia sampai sekarang tidak tau wajah pemilik cafe itu.
membuat Abian mengerutkan keningnya, tapi dia akhirnya menyeringai.
" gue pelanggan, dan pelanggan adalah Raja" kata Abian
" iya tau, tapi ini udah tutup. loh...mana Mas Rangga" kata Bila panik
" udah pulang, dia bilang loe yang di suruh ngelayanin gue. dan ini kuncinya...loe disuruh ngunci nanti kalo pulanh" kata Abian sambil melempar kunci, beruntung tertangkap oleh Bila
"gue pesan kopi, jangan terlalu manis" kata Abian
" eh, tapi..." kata Bila
" gak ada tapi-tapian...atau gue telfon boss loe biar besok loe dipecat" kata Abian mulai senang melihat wajah Bila yang sebal
" oke...oke...saya buatin" kata Bila sambil berlalu ke dalam dapur, dia memilih membuatkan kopi bubuk kemasan karena dia tidak tau cara membuat dengan mesin.
dan tak berapa lama, Bila membawa secangkir kopi yang masih mengepul di atas nampannya.
" silahkan diminum tuan..." kata Bila dengan memasang wajah sok ramah
dan duduk di meja lain, karena harus menunggu cowok itu pulang. dan harus menutup pintu cafe. sebenarnya Bila tau, cowok itu adalah salah satu keenam cowok tampan teman bossnya. berhubung dia terlalu cuek, jadi tidak tau dengan jelas orangnya satu per satu.
padahal, Abian punya kunci cadangan cafe. agar sewaktu-waktu bisa masuk ke cafe saat cafe tutup.
" kok gak pulang" kata Bila melihat Abian yang masih menyender di mobilnya.
" nunggu temen" kata Abian
" oh...saya tau, mas ini temennya bos Abian khan?" tebak Bila sok tau, padahal boss nya memang sudah didepan matanya
" ternyata cewek ini, gak tau kalo gue boss nya" kata Abian dalam hati
" bukan urusan loe, cepet pulang gih" usir Abian, karena mulai kembali dingin. dia ingin cepat masuk dan tidur di kamarnya yang hangat.
" iya deh, saya pulang dulu. dan maaf, kalau saya tadi gak sopan". kata Bila dan berpamit pergi. dia berharap cowok yang dia kira temn bossnya tak melapor karena Bila sempat mengiranya hantu.
begitu Bila tak terlihat, dengan cepat Abian membuka pintu cafe dan masuk. tak lupa mematikan lampu dapur, karena Bila pasti lupa mematikannya.
pagi harinya,
alarm milik Bila tak hentinya berbunyi, menunjuk jam 7 pagi. sebenarnya mata Bila masih tak kuat untuk membuka matanya. tapi teringat dengan kunci toko yang dititipkan padanya membuat dia terpaksa bergegas ke kamar mandi.
" ah segeeer..." kata Bila sambil mengeringkan rambut panjangnya
" entar abis ngasih kunci, langsung ke minimarket aja kali ya?" kata Bila sambil berpikir
karena stok makanannya yang rata-rata cuma mie instan miliknya sudah habis. kadang juga Bila membeli nasi bungkus kalu udah eneg sama mie instan.
__ADS_1
sesuai rencana, setelah menunggu salah satu temannya di depan cafe. dan memberikan kuncinya pada orang yang paling cepat datang. akhirnya dia pergi ke minimarket yang agak jauh dari kosannya. hanya saja, sekalian jalan-jalan.
begitu sampai di minimarket, dia langsung memilih mie instan favoritnya dan beberapa mie dengan varian rasa baru yang membuatnya penasaran. dan membeli roti dan selai jika sedang gak mood buat masak.
suka-suka dia, yang penting hati senang. untuk ukuran Bila yang memang gak suka ribet.
1 bulan kemudian,
Bila yang terlalu cuek, sampai sekarang belum juga tau wajah bossnya. karena memang Abian akhir - akhir ini memang tak pernah ke cafe. hanya teman-temannya saja yang datang untuk sekedar melepas penat setelah pulang kuliah.
" eh, besok ultahnya mas Abian lho...?" celetuk Rosa pada teman-temannya. karena Bila dan Lian, tak pernah ikut nimbrung dengan kelompoknya Rosa
" wih...tau dari siapa Ros..?" tanya Melisa
" tau dari ayang Ibet lah..." kata Rosa sok bangga, karena katanya sudah seminggu Gilbert mengajaknya ke apartemennya.
" wah, kita ngasih kado apa ya?" kata Fika yang ikut nimbrung
" tau, katanya nanti Mas Romi mau ngadain rapat kecil-kecilan" kata Rosa
dan benar saja, saat akan pulang kerja. Mas Romi mengumpulkan kami semua di dapur. dan membicarakan acara yang akan dilaksanakan di cafe untuk merayakan ultah bossnya yang ke 22. da selain Mas Romi, ada seorang wanita cantik bak model kelas dunia ikut berbincang dengan Mas Romi. dari kasak kusuk, katanya wanita yang berusia lebih dewasa dari bossnya ini, adalah wanita yang begitu menyukai sang boss. hanya saja, boss nya lebih menganggap Wanita yang bernama Bianca ini sebagai kakaknya.
setelah membicarakan dengan seksama, akhirnya rapat pun berakhir.
" kita kasih kado apa sama boss, Li..?" kata Bila
" gak tau juga, kita patungan yuk" kata Lian
" boleh, Li...tapi ngasihnya apa?" tanya Bila bingung
" gimana kalo kita langsung ke Mall, kebetulan aku bawa uang nih" kata Lian
" bener juga, ya udah...lets go..." kata Bila
di Mall mereka masih bingung,
" kalo orang kaya yang ulang tahun. kadonya harus mahal Bil.." kata Lian
" gak peduli, yang penting ngasih kado Li. urusan dibuang, terserah dia" kata Bila karena belum menemukan barang yang pas untuk sang boss
mereka berhenti disebuah toko, dan membuat mata mereka berbinar. akhirnya mereka masuk dengan mantap ke dalam toko itu.
" pilih sesuai budget kita Li...?" kata Bila mengingatkan
" iya..nih masih nyari..." kata Lian
" mbak, liat yang ini.." kata Lian begitu melihat harga yang sesuai dengan budget mereka
" Bil...yang ini aja ya?" kata Lian
" terserah Li..jujur, aku gak pernah dapat undangan ultah waktu di des dulu" kata Bila
" ya udah mbak, sekalian dibungkus yang mbak..." kata Lian
__ADS_1
dan mereka keluar dengan wajah lebih fresh, karena yakin dengan pilihan kadonya untuk sang boss.