
Abian memasuki cafe sendirian, karena hari ini tidak ada jadwal kuliah. dan ingin mengetahui apakah Bila masuk shift pagi. matanya beredar mencari keberadaan gadis mungil yang semalaman cukup membuatnya tak nyenyak tidur.
mengerjai gadis itu dengan menggantungkan perminta maafannya, malah berakibatkan menyiksa dirinya.
" mas, Bila hari ini masuk pagi gak?" tanya Abian pada Romi yang sedang duduk di sebelah Rangga.
" dia shift sore Bian" jawab Rangga karena Romi malah ikut mencari keberadaan Bila
" oh..ya udah, gue cabut ya." pamit Abian
membuat kedua manusia yang ditinggal saling berpandangan.
" tumben dia hafal nama orang" kata Romi
" jangan-jangan Bila bikin masalah mas" kata Rangga
" ah gak mungkin Ga, Bila khan polos banget. mau bikin kesalahan apa anak sekecil dia" kata Romi
dan benar saja, sekitar jam 7 malam. Abian kembali ke cafe, sekarang lengkap bersama sahabatnya.
" gue ke atas dulu ya?" pamit Abian
" oke, biar gue pesenin minuman loe.." kata Reno
tapi mata Abian malah menelusuri seluruh cafe, membuat Reno yang melihatnya ikut menelusuri arah pandang sahabatnya.
pandangan Abian menangkap sosok Bila yang sedang menghampiri salah satu pengunjung, setelah mencatat Bila meninggalkan meja tersebut dan memberikan pada sang barista. untuk makanannya akan di berikan pada bagian dapur.
Bila terkejut, saat boss nya berada di depannya.
" ikut gue.." kata Abian
dan di jawab anggukan dari Bila.
beberapa teman kerjanya memperhatikan Bila yang mengekori sang boss ke lantai atas.
Bila POV
tamat sudah aku sekarang, boss Abian mendatangiku dan menyuruhku ikut ke lantai atas. yang merupakan ruang kerjanya. aku sudah pasrah, jika malam ini aku dipecat. karena aku karyawanya yang begitu tidak sopan padanya.
" duduk" kata si bos
dia menatapku sangat tajam, aku takut sekali.
" maafin saya boss...saya terima kalau boss memecat saya" aku pun menangis
" eh, kenapa malah nangis sih" katanya sambil mengacak rambutnya
" saya tau, bos mau memecat saya khan" ucapku
" siapa bilang?" katanya geram
" ngapain bos ngajak saya kesini, kalau bukan untuk memecat saya" kataku polos
" dengerin ya, gue manggil loe soalnya gue mau maafin loe. puas..!" katanya
" jadi boss maafin saya" aku memakai wajah melasku bercampur senang
" iya" katanya singkat
" makasih ya Bos.." ucapku semangat
" oh ya, gue minta nomer ponsel loe..soalnya loe harus siap kalau gue telfon sewaktu-waktu" katanya
" gak semudah itu gue maafin loe" lanjutnya
" eh gak apa-apa boss..saya siap asal jangan dipecat aja bos" kataku
aku merogoh hp jadulku, dan aku sebutkan nomernya.
Abian POV
__ADS_1
gue gak nyangka, jaman sekarang masih ada yang punya hp jadul. ya, cewek mungil didepan gue ini selalu punya kejutan. waktu gue minta nomer hp nya, tangan kecil itu mengeluarkan hp jadul yang udah ketinggalan jaman banget. hati gue rasanya ngilu, tapi si empunya fine aja.
" besok siang, ikut gue"
" besok...iya boss" sanggupnya tanpa berpikir
mungkin dia gak akan pernah nolak setiap yang gue bilang, karena dia rela ngapain aja. asal di maafin dan gak dipecat sama gue.
Author POV
" Bian..loe kayak sibuk banget sama tuh anak" kata Reno saat berpapasan dengan Bila keluar dari ruangan Abian
" gak ada, gue cuma kasihan sama dia. dari kemarin minta maaf, tapi gue gantungin. jadi, gue bilang aja kalau gue maafin dia. soalnya kayak beban gitu ke dia" kata Abian
" oohh...kirain loe mulai suka sama dia" kata Reno membuat Abian tersedak air putih yang dia minum
" jangan bilang tebakan gue bener ya?" kata Reno yang kini berada di kursi seberang meja kerja Abian.
" bukan tipe gue, dia masih anak-anak banget" kata Abian asal
" sedangkan Bianca, terlalu dewasa..." kata Reno
" udah lah Ren, gue gak mau punya ikatan sama siapa pun" kata Abian
setelah mendapat telfon dari Abian, Bila langsung bersiap. memang dasarnya Bila sudah cantik, dan memang gak suka make up. jadi memakai bedak tipis dan lip blam untuk bibir pink nya membuat dia terlihat cukup segar.
Bila memilih dress tanggung warna hijau tosca dan sandal santai andalannya, dengan rambut di kuncir kuda. tampilannya cukup rapi, dan dia sudah menunggu Abian menjemputnya.
Bila kaget, karena Abian memakai motor sport. karena Abian gak mau orang cafe tau, jadi dia memakai motor saja.
" wah boss, saya ganti baju dulu ya? mau pakek celana aja" kata Bila
" kelamaan Bil..buruan naik" kata Abian tegas sambil menyerahkan helm pada Bila
" oke..." kata Bila ragu
dia naik dengan hati-hati, karena takut dressnya tersingkap. begitu posisi sudah nyaman, Abian mulai mengendarai motornya dengan kecepatan sedang
" pelan-pelan boss..nanti saya jatuh" teriak Bila
" oke.." kata Bila sambil meremas kuat jaket Abian yang bisa dijangkau
15 menit perjalanan, mereka sudah sampai ditempat tujuan. Bila yang masih shock karena Abian tak sekalipun mengurangi kecepatannya. begitu turun, Bila merapikan penampilannya yang sudah acak-acakan.
" ngapaian boss" tanya Bila, saat memasuki sebuah counter hp.
Abian tak menjawab, maka Bila tetap mengikuti sang boss.
terlihat Abian memilih beberapa ponsel, dan memeriksanya. membuat Bila memperhatikan wajah bossnya yang begitu tampan. Bila mulai memperhatikan satu per satu bagian wajah sang boss, hingga tak terasa senyumnya terukir begitu saja.
saat pandangan mereka bertemu, Bila langsung salah tingkah.
" mana hp nya?" tanya Abian
" hp saya boss" tanya Bila meyakinkan
dan Abian malah menghembus nafas berat
dan Bila yang mengerti langsung mengeluarkan hp jadulnya.
" pasangin ya mbak.." kata Abian membuat Bila melongo
" loh boss, kenapa ditaruh di ponsel mahal" kata Bila panik
" iya, itu buat loe" kata Abian
bukannya senang, Bila malah sedih dan menahan tangis.
" jangan boss...nanti pasti dipotong gaji khan.? bulan ini saya harus bayar kosan..malah gak ada sisa donk" kata Bila
Abian mulai bingung, dia akan beralasan apa pada Bila.
__ADS_1
" emang loe gak tau, kalau setiap karyawan masuk grup WA. makanya gue beliin loe ponsel. biar loe gak kudet" kata Abian
" tau boss, saya nebeng ke Lian. soalnya Lian selalu ngabarin kok" kata Bila
" gak..harus punya sendiri-sendiri. intinya ponsel ini untuk kepentingan cafe" kata Abian yang malah meninggalkannya karena ponselnya sudah selesai di setting oleh pelayan toko tersebut.
" boss..makasih ya? saya bakal jaga ponselnya" kata Bila
dan pandangan Bila tertuju pada tangan kiri Abian yang memakai Jam Tangan yang sangat dia kenal.
" terima kasih ya boss" kata Bila lagi
" gak usah sampai 2 kali bilangnya, gue denger" kata Abian yang sudah memakai jaketnya
" udah makek jam tangan dari saya sam Lian" lanjut Bila, membuat Abian terdiam
" kirain bakal gatal kalo harganya murah" ucap Bila yang kini sudah memakai helm
bukannya menjawab, Abian malah menghidupkan motornya.
" naik, dan ingat panggil nama saja kalau sedang diluar. gak usah panggil bos" kata Abian tegas
Bila memilih tak menjawab, tapi hanya mengangguk tanda mengerti. akhirnya dia naik dengan pelan, dan Abian melajukan dengan kecepatan lebih lambat dibanding saat berangkat.
begitu sampai di depan kosan Bila, Abian langsung pulang. dan Bila masuk ke dalam kosannya. dia ingin beristirahat, sebelum nanti berangkat kerja.
4 hari kemudian
ternyata acara ke liburan ke pantai dimajukan hari sabtu, agar minggu sore mereka sudah kemballi ke kota. jadi semua sudah berkumpul didepan cafe menunggu minibus saat jam menunjuk 9 pagi. jumlah semua karyawan cafe ada 20 orang. sedangkan Romi lebih memilih naik mobil.
Bila cukup bersemangat, sepanjang perjalanan dia tak hentinya tersenyum. Lian disampingnya merasa kasihan, karena mendengar dari Bila. jika ini adalah liburan pertamanya seumur hidup.
sedangkan Abian dan Reno bersama 1 mobil, sedangkan yang lain juga memakai mobil masing-masing. karena mereka membawa pasangan.
perjalanan selama 3 jam berlalu, mereka semua turun tepat di depan resort yang berhadapan langsung dengan pantai. semua berdecak kagum dengan pemandangan yang ada di hadapan mereka.
jangan tanyakan Bila, dia pamit pada Lian untuk melihat-lihat pantai terlebih dahulu. meskipun beberapa temannya menganggap Bila kampungan. dia cuek saja, yang penting dia senang.
begitu Abian dan para sahabatnya datang, semua langsung berkumpul. untuk mendapatkan kunci kamar yang akan mereka tempati.
" Lian, Bila mana?" tanya Mas Romi
" lagi ke pantai mas, kelewat seneng dia" kata Lian
" dasar tuh anak, ya udah...kalian di kamar no.36 ya? nih kuncinya.." kata Mas Romi sambil menyerahkan kunci pada Lian
dan semua sudah masuk ke kamar masing-masing, melepas penat selama perjalanan. agar nanti bisa puas bersantai di pantai.
" Abian, kamu mau kemana?" tanya Bianca yang baru memasuki resort bersamaan dengan Abian yang menuju pintu keluar.
" ada urusan" kata Abian singkat. padahal sebenarnya Abian akan ke pantai, karena dia begitu menyukai pantai. tanpa Abian tau, kalau Bila juga ada disana.
begitu melihat pantai, ponselnya langsung Abian masukkan ke dalam saku celananya. dia ingin menenangkan diri barang sejenak. tapi pandangannya teralih, saat mendapati Bila yang masih lengkap dengan tas ransel dipunggungnya dan ditangannya menggantung sepatu yang di lepas.
gadis itu bermain air dan sesekali mengejar ombak, membuat Abian tak terasa tersenyum melihat tingkah gadis itu.
Abian mulai menghampiri Bila, dan Bila gak sadar akan kedatangan Abian.
" boss" kata Bila terkejut, pasalnya pria tampan tiba-tiba berada didepannya saat Bila membalikkan badannya karena merasa ada orang di belakangnya.
" loe lupa, kalau diluar cafe panggil nama saja" kata Abian datar
" iya, saya lupa" kata Bila menunduk
" loe belum masuk ke kamar ya? masih lengkap gini" kata Abian
" iya, saking senengnya liat pantai" kata Bila yang masih menunduk
" duduk" kata Abian bersamaan dirinya mendudukkan diri di atas pasir di bawah rindangnya pohon.
dan Bila hanya menurut.
__ADS_1
" loe suka pantai?" tanya Abian, padahal biasanya dia irit bicara
" suka banget, soalnya baru pertama kali liat pantai. ternyata begitu menyenangkan dan membuat tenang ya?" kata Bila yang arah pandangnya tertuju pantai