Cinta Yang Tak Di Inginkan

Cinta Yang Tak Di Inginkan
Part 6


__ADS_3

Reno memasuki kamar setelah menyuruh orang mengantar kotak p3k ke kamar Bila. Reno mendapati Abian yang tidur tengkurap dengan memeluk bantal. akhirnya dia juga memutuskan untuk tidur, karena cukup lelah dengan kegiatan tadi.


pagi hari, Abian sudah bersiap untuk keluar kamar hanya untuk jogging. dia tidak menunggu Reno, karena Reno masih sibuk menelfon pujaan hatinya.


ternyata sudah ada beberapa orang termasuk karyawannya yang juha jogging di sekitar pantai, ada juga yang masih asyik mengobrol. dia mulai melewati dan menyapa semua orang. tapi dia tak melihat gadis mungil yang wajahnya selalu memenuhi pikirannya.


jadi dia memutuskan untuk ke kamar Bila, karena takut terjadi sesuatu.


" boss" kata Lian begitu membuka pintu kamar


" saya mau ketemu Bila" kata Abian


" maaf boss, Bila sedang sakit" kata Lian dan membuat Abian menerobos masuk dan Lian tertegun melihatnya


" sejak kapan dia sakit?" tanya Abian melihat Bila tertidur


" tadi malam boss, waktu acara selesai Bila malah jatuh pingsan" kata Lian


" panasnya udah turun abis minum obat boss" kata Lian


" ya udah, sepertinya dia sudah membaik" kata Abian


" saya keluar dulu" lanjutnya



" dia sakit Ren..." kata Abian saat memasuki kamarnya


" iya, soalnya tadi malam dia pingsan dan gue antar ke kamarnya. sorry, mau ngasih tau loe. loe nya udah nyenyak banget tidurnya" kata Reno


"Ren...kayaknya Bila trauma sama gelap" kata Abian


" maksud loe" kata Reno


dan akhirnya Abian menceritakan kejadian tadi malam pada Reno, dan Reno menanggapi semua ceritanya.


" bisa jadi dia pernah punya masa kelam sampai dia begitu takutnya sama gelap" kata Reno dan diiyakan oleh Abian.


siang harinya, semua sudah harus membereskan barangnya. karena sebentar lagi harus kembali ke kota mereka.


" biar Bila sama saya, kamu bisa langsung ke bus" kata Abian dan Lian hanya mengangguk. Lian sebenarnya mulai curiga, pasti boss nya sudah menaruh hati pada temannya ini. karena dia begitu khawatir melihat keadaan Bila.



" Lian mana, Bian?" tanya Bila


" pulang, dan loe harus sembuh dulu. baru kita bisa pulang juga" kata Abian


" maafin aku, aku malah ngerepotin" kata Bila


" gak ada yang merasa direpotkan" kata Abian


malam harinya, tubuh Bila sudah mulai enakan. dan Bila mulai jenuh didalam kamar. dia ingin keluar kamar, dan menikmati angin pantai yang begitu sejuk.


" mau kemana?" kata Abian yang melihat Bila memakai jaket miliknya yang kemarin malam dipinjamkannya

__ADS_1


" aku pengen keluar Abian, sumpek..." kata Bila


" ya udah, gue temenin" kata Abian yang menggandeng tangan kecil Bila


" indah ya Bian.." kata Bila memandang hamparan bintang dilangit malam, tapi tak ada jawaban dari cowok tampan yang duduk disebelahnya


" kenapa loe takut gelap Bil" kata Abian, dia sangat ingin tau


" emm..takut hantu" kata Bila membuat Abian menoleh


" gue serius" kata Abian dingin


" iya, aku malah dua rius" kata Bila yang sudah mulai menggoda Abian


" loe mau ngerjain gue ya" kata Abian, dan pandangan mereka bertemu


" nggak juga, aku memang takut hantu. karena hantu muncul kalo gelap" kata Bila


" ngaco" kata Abian memalingkan wajahnya, karena jantungnya berdebar melihat senyum Bila


suasana kembali hening,


" masuk yuk, dingin banget. nanti loe masuk angin lagi?" ajak Abian


" aku pengen lebih lama disini Bian" kata Bila pelan


" nggak, loe baru sembuh. gue gak mau loe sakit lagi" kata Abian


tangan Abian menarik pelan tangan Bila, mereka berjalan beriringan memasuki kamar.


" Abian, makasih.. udah jagain aku, udah khawatirin aku, dan udah nolongin aku tadi malam" kata Abian yang sudah mengantar Bila sampai depan pintu kamarnya



Bila tak bisa tidur, wajah Abian begitu menghantuinya. entahlah, dia merasa jatuh cinta pada bossnya yang memang akhir-akhir ini dekat dengannya dan begitu posesif padanya.


tapi dia harus menepisnya, karena itu tak mungkin terjadi. dirinya yang hanya pelayan cafe tak sebanding dengan Abian yang kaya dan pemilik cafe tempatnya bekerja.


dan listrik kembali mengalami gangguan, sehingga listrik padam. membuat Bila kembali takut dan mencoba mencari ponselnya agar bisa menghidupkan senternya.


tak berapa lama, pintu kamar diketuk seseorang.


" Bila...ini gue Abian" kata Abian


" masuk Abian, aku gak bisa nemuin ponselku" kata Bila


dan cahaya senter masuk bersamaan sosok Abian yang berjalan cepat mencari keberadaan Bila yang berada di atas ranjang.


" apa loe takut" kata Abian


" iya Bian" kata Bila yang suaranya bergetar


" gak usah takut, gue ada disini" kata Abian yang langsung memeluk tubuh Bila


sempat kaget dengan perlakuan Abian, tapi rasa nyaman dalam dekapan hangat sang Abian membuat Bila tenang.

__ADS_1


" loe gak ngantuk?" tanya Abian yang sudah menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang. tubuhnya masih memberi ketenangan pada gadia itu.


dan Bila hanya menggeleng,


" gak ngantuk" kata Bila kemudian


cahaya ponsel yang menyala remang-remang hanya bisa menampilkan wajah mereka secara samar.


" loe takut. apa pelukan gue masih bikin loe takut" kata Abian


" gak Abian, ini begitu nyaman" kata Bila jujur


" ya udah, pejamin mata loe. ini udah malam, gue yakin bentar lagi listriknya bakal hidup" kata Abian


Bila mulai merebahkan diri, dan tak melepas tangan kekar Abian. biarlah Abian berpikir apa tentang Bila.


" Bian" kata Bila tapi tak ada jawaban dari Abian


perlahan tangan Bila menyentuh pipi dan hidup mancung Abian...saat akan sampai pada bibir Abian...


" gue udah nyuruh loe tidur Bil...kenapa malah godain gue" kata Abian yang sudah menindih tubuh kecil Bila


" aku khan tadi bilang, kalau aku gak ngantuk" cicit Bila


" oke, gue bikin loe gak tidur semalaman" kata Abian yang sudah menyambar bibir Bila. dan tak ada perlawanan dari Bila, dia hanya mengikuti saja. karena ini pertama kalinya dia berciuman. perlahan, Abian mulai beralih pada leher Bila dan memberi banyak kissmark disana. ******* Bila membuat Abian tak terkendali. tangan Abian mulai membuka satu persatu kancing piyama Bila. tepat dikancing ketiga, akal sehat Abian menyadarkannya.


sontak, dia bangkit dan membelakangi Bila yang juga kaget. karena sentuhan Abian yang begitu melenakan terhenti.


" Abian" kata Bila yang sudah terduduk


" maafin gue Bil..." kata Abian lirih


" gue sayang sama loe, gue gak bisa berhenti mikirin loe. gue yakin gue jatuh cinta sama loe" kata Abian yang memberanikan diri menghadap ke arah Bila dan mulai memasang kembali kancing baju Bila yang sudah tadi dia buka.


" tapi, gue gak akan pernah ngerusak loe" kata Abian yang sudah menyatukan kening keduanya


" Bil, gue pengen jagain loe...apa loe mau jadi pacar gue" kata Abian yang kini sudah menangkup kedua pipi Bila


Bila yang terkejut, karena tak pernah menyangka perasaannya sama dan terbalaskan.


" aku mau Abian, aku mau jadi pacar kamu" kata Bila dan mereka sama-sama tersenyum. dan kembali berciuman tanpa ada tuntutan dari keduanya


" Bila, ingat kata gue.. laki-laki yang mencintai wanitanya, tak akan pernah menodainya hanya untuk pembuktian cinta..karena buat gue, bukti cinta gue ke loe, gue bisa jagain loe.." kata Abian


" terima kasih Abian, terima kasih atas segalanya...terima kasih sudah hadir dalam kehidupannya" kata Bila


dan akhirnya listrik kembali normal, dan Bila tidur dengan nyenyak dalam pelukan Abian. dan Abian tak hentinya memandangi gadis di dekapannanya yang kini sudah menjadi miliknya.


pagi harinya,


Abian tak membangunkan Bila, karena tak tega melihat wajah nyenyak sang kekasih. jadi dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan membersihkan diri. dia juga sudah memesan sarapan agar di antar ke kamar Bila.


" Bila...bangun...?" kata Abian lembut, dan yang dibangunkan hanya menggumam.


" Bangun sayang....kita harus pulang jam 8?" kata Abian yang berbisik pada Bila. membuat Bila geli, karena Abian juga mendusel wajahnya di leher jenjangnya.

__ADS_1


" oke...aku bangun Abian.." kata Bila dengan mengucek kedua matanya, membuat Abian tersenyum dengan tingkah kekasihnya ini.


setelah sarapan, mereka bersiap untuk pulang. setelah mengemasi semua akhirnya mereka meluncur dengan kecepatan sedang, sambil menikmati obrolan yang tak hentinya membuat keduanya tertawa bahagia.


__ADS_2