Cinta Yang Tak Di Inginkan

Cinta Yang Tak Di Inginkan
Part 21


__ADS_3

setelah memikirkan dengan matang, Rendra memutuskan untuk memindah kamarnya dan Bila di lantai bawah. mengingat keadaan Bila yang seperti itu. dan Bila malah setuju karena memudahkannya untuk keluar jika sudah jenuh dikamar.


kini kandungan Bila sudah memasuki 4 bulan. sudah terlihat perutnya yang tampak besar, wajar saja karena Bila mengandung bayi kembar. tapi jangan tanyakan bobotnya yang semakin bertambah, karena nafsu makannya meningkat.


Rendra mulai tenang, melihat perubahan dari tubuh Bila yang saat awal kehamilan begitu ringkih, kini terlihat berisi dengan pipi yang tembam. dan yang pasti hubungannya yang kian membaik namun Rendra harus menerima kenyataan perlakuan Bila padanya bukan karena mulai mencintainya, bisa jadi karena bawaan bayi. karena kenyataan yang dia dapat, setiap malam Bila masih sering mengigau nama Abian.



" seminggu lagi kita adakan acara 4 bulanan ya?" tanya Rendra pada Bila yang sedang bersandar di sofa depan TV sambil mengemil camilan yang bungkusnya tak terhitung. dan pastinya Bila masukkan pada kresek besar agar tak berserakan.


" baik, tapi kita pesan makanannya lewat cathering khan Pa?" kata Bila, yang sudah membiasakan memanggil Rendra dengan sebutan Papa.


" iya, nanti Vero sama Clarisa kesini ikut bantuin juga. sebenarnya saya sudah menyuruh beberapa orang untuk menangani acara nanti" kata Rendra yang membukakan kembali bungkus cemilan untuk Bila


ya, Bila sangat manja dan tak segan menggelayut mesra. dan jelas membuat Rendra, harus menahan diri. meskipun kadang Bila terlihat menggoda dengan perlakuan yang dilakukan pada Rendra.


mereka bersantai, setelah menemani Zellin dikamar atas sampai tertidur. karena Bila tak di ijinkan naik turun tangga oleh Rendra. apalagi jika sendirian. Rendra sangat protektif sejak Bila hamil.


" udah malem Pa...yuk ke kamar" kata Bila dan Rendra hanya menurut


begitu sampai kamar, Bila sudah membaringkan tubuh gendutnya dengan pelan. dan mulai menarik selimut dan menghadap Rendra yang juga sudah berada disampingnya.


" Papa...ngantuk..?" kata Bila dan Rendra mulai mengelus pelan punggung Bila sampai sang istri tertidur pulas.


dan kegiatan ini sudah berjalan sejak 2 bulan lalu, tapi tak sedikitpun Rendra merasa repot. malah Rendra melakukannya dengan senang hati asal sang istri merasa nyaman.


begitu sudah terdengar nafas Bila yang teratur, Rendra menciun kening dan bibir Bila dengan sangat lama. karena dia hanya bisa melakukan ini jika Bila sudah tertidur pulas.


" kamu semakin membuatku bertambah mencintai kamu setiap harinya Bila" kata Rendra yang mulai memejamkan mata.



acara 4 bulanan sudah berakhir dan berjalan dengan lancar dan khidmat. Vero dan Clarisa datang dan kini sudah berada di ruang tengah berkumpul dengan Rendra dan Bila juga Zellin.


" Kak, aku pamit balik ke apartemen ya? soalnya banyak yang harus aku kerjain" kata Clarisa


" ya udah, hati-hati. jangan lupa, kabari begitu nyampek apartemen" kata Rendra pada Clarisa


" oke.." kata Clarisa


" aku pulang ya Mbak..." pamit Clarisa pada sang kakak ipar, yang sebenarnya masih lebih muda darinya 2 tahunan.


" iya, makasih ya dek...udah dateng" kata Bila dan akhirnya Clarisa pulang.


Akhirnya Vero dan Zellin pamit untuk tidur, karena Vero menginap dan tidur dikamar lama Rendra dilantai atas. dan kedua pasangan suami istri inipun juga sudah berada di dalam kamar.



" Papa..." panggil Bila dan membuat Rendra membuka matanya yang begitu ngantuk


" Pa...." rengek Bila

__ADS_1


" emmm...kenapa sayang..." kata Rendra dengan suara khas bangun tidur, membuat Bila merasa gelayar aneh mendengar Rendra memanggilnya "sayang".


" aku pengen ke pantai sekarang" kata Bila yang malah memainkan jarinya di pipi Rendra


dan Rendra melihat ke arah jam dinding, jam 1 dini hari.


yap, Rendra harus bangun. karena ngidam Bila akan dimulai, karena dia sudah berjanji akan melakukan segalanya asal istrinya senang.


" yuk..." kata Rendra tanpa penolakan dan langsung beranjak dari ranjang


" makasih Pa..." kata Bila yang juga sudah berdiri menahan pinggangnya


" tapi, kamu gak mungkin ke pantai begini" kata Rendra dan melangkah ke arah lemari dimana pakaian Bila berada. Rendra mengambil sweater rajut yang pas ditubuh sang istri yang hanya memakai daster tanpa lengan tadi.


begitu akan masuk mobil, Bila malah tak mau masuk.


" aku juga pengen makan rujak Pa..kita bawa rujak trus makan dipantai ya Pa...?" kata Bila yang membuat Rendra kembali masuk dan menuju dapur.


beruntung, buah dan bumbu rujak selalu ada di kulkas. karena Bila tak pernah luput untuk memakan rujak buah yang lebih banyak mangga kecutnya.


akhirnya, Rendra dan Bila masuk ke mobil dan melajukan kendaraannya hingga sampai ke tempat tujuan.


beruntung suasana pantai tak begitu sepi, karena beberapa pengunjung resort dekat pantai masih berkeliaran.



Rendra POV


" Papa.." panggil Bila membuatku menoleh, dan Bila menyodorkan sesendok mangga yang sudah bercampur dengan bumbunya.


" nggak sayang, kamu aja. biar twin juga puas makannya" kataku sambil mengelus perut buncitnya.


setelah puas makan rujak dan menikmati dinginnya malam di tepi pantai. ternyata Bila malah tertidur dan aku tak tega membangunkannya. akhirnya aku menggendongnya dan membawa masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilku ke arah rumah



Author POV


beberapa hari kemudian di hari minggu yang cerah, Bila menemani Bik Sum yang sejak tadi mengolah makanan yang akan dihidangkan untuk sarapan pagi ini. sedangkan Rendra dan Zellin kini berada di kamar Zellin, karena sejak semalam Zellin merajuk ingin tidur dengan sang Papa.


bell berbunyi berkali-kali, membuat Bik Sum bergegas membersihkan tangannya.


" biar aku aja Bik..bibik terusin aja?" kata Bila yang mulai meninggalkan dapur dan menuju ruang tamu untuk membuka pintu.


begitu pintu terbuka, Bila terkejut dengan sosok wanita yang dulu pernah memenuhi hari sang suami.


" gue nyari Rendra, kemana dia?" kata Rebecca menerobos masuk


dan tak lama menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Bila dan memperhatikan Bila dari atas sampai bawah, dan menatap tajam ke arah perut buncit Bila.


" loe hamil..? dan masih jadi pengasuh Zellin?" tanya Rebecca tapi sebelum Bila menjawab Rebecca kembali bicara,

__ADS_1


" tumben cocok banget sama kamu, sampai hamilpun tetep kerja.oh ya, gue mau ketemu Rendra?" kata Rebecca.


" dia masih tidur" kata Bila pelan, dan Rebecca langsung menaiki tangga tanpa peduli jawaban Bila.


" siapa Non?" tanya Bik Sum yang menghampiri majikannya karena lama tak kembali ke dapur.


" ada mbak Rebecca Bik...cari Papanya Zellin?" kata Bila dengan sedih, serasa Bila tak rela suaminya bertemu wanita lain.


" ngapain sih, wanita itu kemari? belum tau apa, kalo tuan udah nikah sama Nona?" kata Bik Sum


" ya udah lah Bik, mungkin ada yang mau diselesaikan sama mereka berdua. Bibik lanjutin ya, aku ke kamar sebentar" kata Bila


" iya udah, bibik kembali ke dapur?" kata Bik Sum


bohong, Bila ternyata masih berada dibawah di ujung tangga. sambil melihat Rebecca yang masuk ke kamar lama suaminya tanpa segan.



Rebecca tersenyum penuh arti, saat berada didepan kamar Rendra. dia kemari, karena ingin membujuk dan merayu agar Rendra kembali padanya. karena hanya Rendra yang bisa memenuhi semua kebutuhan dan keinginannya. Rendra selalu memberikan sejumlah uang, jika dirinya merengek ingin tas keluaran terbaru yang limited edition.


tapi, sejak hampir 5 bulan dia selalu gonta ganti pasangan. tapi tak seperhatian Rendra. setelah menghabiskan di atas ranjang, sang pria lebih sering meninggalkannya tanpa mengabari lagi.


jadi dia bertekad, hari ini dia akan meluluhkan hati Rendra dan akan berusaha memanjakannya. karena Rebecca merasa Rendra sangat menyukai perlakuan dan sentuhannya.


begitu membuka pintu, kamar terlihat sepi tak berpenghuni. terasa kamar yang lama tak terpakai karena suasana beda. akhirnya pendengaran Rebecca menangkap dengar, suara canda tawa dikamar sebelah yaitu kamar Zellin.


dengan percaya diri, Rebecca membuka pintu dan mendapati Rendra sedang menggelitiki Zellin.


" sayang" panggil Rebecca sehingga suasana menjadi sepi. dan Rendra langsung beranjak, disusul Zellin yang berada di atas ranjang.


" mau apa kamu kesini?" tanya Rendra dingin


" sayang, aku kangen sama kamu. biasanya kamu gak akan tahan jauh sama aku selama ini. bayangin Ren, hampir 5 bulan kita gak ada komunikasi. biasanya sebulan saja kamu akan datang dan mengajak berbaikan" kata Rebecca manja.


" Papa..." kata Zellin membuat Rendra menoleh.


" sayang tunggu disini ya, Papa panggilin Mbak Ratna. palingan juga sudah datang" kata Rendra dan menarik paksa Rebecca yang menggelayut manja


" kita kemana Ren..." Rebecca panik, karena Rendra menyeretnya turun ke lantai bawah. dan disana ada Bila yang memperhatikan, tapi berusaha tak peduli.


" Rendra, kita biasa menyelesaikannya di kamar sayang...kita ke kamar aja ya?" kata Rebecca membuat Bila merasa dihujam jutaan belati dihatinya


" cukup Rebecca, cukup..." kata Rendra marah dan menghempaskan tangan Rebecca tepat diruang tamu


" kenapa kamu semarah ini Rendra, biasanya kamu begitu mudah maafin aku. apa kamu sebenarnya rindu sentuhanku, sampai mehanan nafsu dan melampiaskannya dengan kemarahan" kata Rebecca dengan terkekeh dan mengelus rahang Rendra dengan lembut


" pergi dari sini..." kata Rendra dingin


" aku nggak mau" kata Rebecca yang kini meraba dada Rendra dibalutan kaosnya


" jangan sentuh dan ganggu saya lagi" kata Rendra sambil menepis tangan Rebecca yang tau kelemahannya

__ADS_1


__ADS_2