
tak lama Rendra membuka matanya,
" tuan, tolong makan buburnya. dan minum obat, biar cepet membaik" kata Bila
" Zellin yang suapin ya Pa?" kata Zellin
" nggak usah sayang, Papa bisa sendiri" kata Rendra membuat Zellin megerucutkan bibirnya
" ya sudah, suapin Papa" kata Rendra yang tak ingin putrinya cemberut
sesuap demi sesuap tak terasa bubur sudah habis, karena Rendra juga tak suka dengan keadaan badannya yang seperti ini. dia juga ingin cepat sembuh, dia seperti ini gara-gara semalam menunggu Rebecca di tempat pemotretan di luar ruangan. dan sempat kehujanan karena Rebecca malah marah gara-gara salah satu teman modelnya menggoda Rendra dan meninggalkan Rendra disana.
" minum obatnya tuan?" kata Bila menyerahkan beberapa obat
" terima kasih" kata Rendra
akhirnya Bila membawa Zellin ke kamarnya setelah menguap berkali-kali. dan setelah Zellin tertidur, Bila pergi ke dapur karena dia selalu menyiapkan air minum dikamar.
sebelum turun, kamar Rendra terbuka. dan menampakkan Rendra yang akan keluar dari kamarnya.
" tuan mau kemana?" tanya Bila
" mau minum" kata Rendra
" biar saya yang ambilkan tuan, saya juga akan ke dapur" kata Bila dan Rendra hanya mengangguk
…
" panggil saya kalau butuh sesuatu tuan" kata Bila begitu meletakkan segelas air putih di gelasnya
" atau telfon saya, saya pasti langsung kemari" lanjutnya
" iya" kata Rendra yang fokus pada baju tidur Bila yang tak seperti biasanya. kali ini tanpa lengan tapi menggunakan cardigan, dan celana selutut. menampakkan leher jenjang dan dada yang begitu putih. biasanya pengasuh putrinya ini memakai piyama motif hello kitty dengan lengan dan celana panjang.
kali ini, penampilan Bila tampak dewasa. ditambah rambut yang di ikat asal. membuat Rendra menahan rasa yang biasanya hadir saat berdua dengan Rebecca.
" apa tuan butuh sesuatu lagi, tapi sekali lagi saya bilang. tuan bisa menelfon saya" kata Bila
" udah, kamu bisa kembali ke kamar Zellin" kata Rendra
begitu Bila keluar, Rendra malah sekali gelisah. mengingat Bila dengan penampilan yang cukup menggodanya. dia hanya tak menyangka, Bila yang katanya bukan tipenya sudah bisa membuatnya seperti ini.
…
keesokan harinya Rebecca datang untuk menjenguk Rendra yang sebenarnya cukup baik dan sudah berkumpul di meja makan.
__ADS_1
" hai sayang, maaf aku tadi malam ada acara. jadi baru bisa kesini hari ini" kata Rebecca yang sudah duduk disebelah Rendra.
" nggak apa-apa kok Rebecca..aku sudah sembuh, ayo sarapan bersama" ajak Rendra, tapi Rebecca menolak sambil menunjuk rasa tak sukanya pada Bila yang sudah biasa makan bersama di meja makan.
" kita keluar abis ini ya Ren, aku pengen makan di restauran aja" kata Rebecca membuat Bik Sum dan Bila geram. pasalnya sang tuan baru sembuh, tapi sudah diajak keluar.
" iya, tunggu sebentar lagi" kata Rendra
dan benar saja, Rendra menuruti kemauan Rebecca. tapi Rendra mengajak Zellin sambil mengantar pulang Bila.
namun, Zellin tetap menunjukkan rasa tak sukanya pada Rebecca. membuat Rendra mulai berpikir, kalau acara ke kota R akan menjadi keputusan akhirnya dalam mempertahankan Rebecca atau tidak. karena Rebecca juga mulai tak ada usaha untuk meluluhkan anak semata wayangnya itu.
…
Kota R
penerbangan selama 2 jam cukup membuat Rendra lelah, dia sudah memesan 2 kamar di hotel yang cukup terkenal dikota R. dan lokasi hotel cukup dekat dengan acara yang akan dia hadiri. tak lupa juga, taman hiburan yang Rendra pilih untuk mengajak Zellin bersenang-senang sekaligus mendekatkan Rebecca dengan Zellin. jika usahanya tak membuahkan hasil, maka Rendra akan menyerah. karena seolah dia berjuang sendiri.
Rendra memang memilih kamar yang bersebelahan dengan sang putri yang ditemani Bila. dan kini dia harus bersiap untuk acara yang harus dihadirinya. jam sudah menunjuk pukul 10 pagi.
Rendra menghampiri kamar Zellin, dan mengetuk pintu.
" ya tuan" kata Bila begitu tau kalau sang majikan yang mengetuk pintu
" iya tuan, terima kasih. dan hati-hati ya tuan" kata Bila
" iya" jawab Rendra, tapi begitu mulai melangkahkan kakinya hati Rendra menghangat mendengar perkataan Bila tadi. merasa di perhatikan.
Bila masuk dan mengunci pintunya. dia menghampiri Zellin yang tertidur sejak perjalanan ke hotel. dan ikut tidur disebelah Zellin setelah mengabari Abian lewat pesan singkat kalau dirinya sudah sampai di tempat tujuan.
…
kota R adalah kota dimana tempat ayah Rebecca tinggal, dan sejak kemarin Rebecca sudah berada dirumah sang ayah. karena sang ayah merindukannya. maklum, orang tua Rebecca berpisah sejak dia masih kecil. dan bersamaan dengan itu. Rendra juga hari ini juga ke kota R, dan rencananya besok Rendra mengajak Rebecca pergi bersama ke taman hiburan untuk bermain Zellin dengan tujuan tetap merayu sang anak agar mau menerima Rebecca sebagai sosok ibu.
" Papa..." teriak Zellin setelah seharian dikurung di dalam kamar.
" iya sayang, kita makan di bawah yuk...Papa beliin es krim ya? soalnya udah nurut gak ngajak tante Bila keluar" kata Rendra
" asyiiiik...yuk Pa" kata Zellin sambil menyeret tangan Rendra dan juga tangan Bila
malam ini, Bila memakai mini dress pemberian Vero. yang katanya harus dia pakai selama di kota R. karena semua yang dia bawa, adalah baju-baju yang Vero beri.
mereka sudah sampai di restauran, dan segera memesan makanan juga minuman. tak ketinggalan es krim yang khusus buat Zellin.
Zellin begitu bahagia, karena jarang-jarang dia di perbolehkan makan es krim oleh sang Papa. sedangkan penampilan Bila, kembali menarik perhatian Rendra. cantik dan sangat natural. itulah Bila yang dia lihat.
__ADS_1
setelah menyelesaikan makan malamnya, mereka kembali ke kamar.
" sayang, kalo mau ke kamar Papa tolong minta anter tante Bila ya? soalnya ini hotel, gak boleh keluar sendirian. bisa bahaya kalau sendirian terus ketemu orang jahat" kata Rendra mengingatkan sang putri yang memiliki kebiasaan akan pindah tidur dengannya jika tengah malam.
" Papa gak akan kunci pintunya, jadi tinggal masuk aja. inget, bangunin tante Bila, minta anter ya?" kata Rendra
" oke Papa...Zellin inget kok" kata Zellin yang akan menutup pintu. karena Bila sedang berada di kamar mandi.
" ya udah, kunci pintunya ya sayang? selamat tidur.." kata Rendra mengecup puncak kepala Zellin
…
Bila berdiri di depan kamarnya, saat tadi Rendra menelfon dan mengajaknya bertemu. karena ada hal yang ingin dibicarakan.
" kita bicara disini saja, sebentar" kata Rendra
" silahkan tuan" kata Bila
" besok, saya akan mengajak Zellin bermain ke taman hiburan dekat sini. saya akan mempertemukan Zellin dengan Rebecca. jadi saya harap, kamu bujuk Zellin agar besok mau ikut saya. karena untuk besok, kamu bisa istirahat tanpa harus ikut dengan kami" kata Rendra
" baik tuan, saya pasti bujuk Zellin" kata Bila
begitu masuk ke kamar, Bila langsung merebahkan diri disamping Zellin.
" besok aku mau tidur sepuasnya..hehe..." kata Bila pada dirinya sendiri
dan akhirnya Bila tertidur dengan mudahnya.
…
jam setengah 1 dini hari, Zellin bangun. karena ini merupakan kebiasaannya. tapi dia ingat pesan Papa nya, untuk minta antar ke kamar Papa nya pada Bila meskipun hanya disebelah kamarnya.
" tante, anter Zellin ke kamar Papa ya?" kata Zellin sambil membangunkan Bila
" emm..sayang, tante ngantuk banget" kata Bila, tapi badannya sudah terduduk di atas ranjang.
" iya tante, cuma anterin aja kok" kata Zellin yang sudah menggandeng tangan Bila dan menariknya.
Bila masih setengah sadar, saat Zellin bilang sudah sampai di kamar sang Papa.
" kasihan tante Bila, tidur sendirian di kamar. mana nggak di kunci lagi. ini khan hotel, kata Papa bahaya sendirian. Zellin ajak aja sekalian tante Bila tidur dikamar Papa" kata Zellin sambil menarik tangan Bila dan menyuruhnya tidur. dan Bila tak sadar, bahwa dirinya tidur diranjang yang sama dengan Rendra.
setelah mengunci pintu kamar Papanya. Zellin tidur diantara Rendra dan Bila. kedua orang dewasa itu sama-sama tak tau. semakin lama, Zellin merasa semakin sesak, karena kedua orang dewasa itu menghimpit tubuh kecilnya.
" Papa sama tante Bila bikin Zellin sesak aja. ya udah deh, Zellin tidur di sofa sambil nonton TV saja" gerutu Zellin, karena merasa tak akan bisa tidur. dia tak ada niatan untuk membangunkan keduanya, karena merasa kasihan melihat wajah Papa maupun Tante Bila yang begitu pulas
__ADS_1