
Author POV
Bila mengambil alih piring yang berada di tangan Rendra, dia menolak saat Rendra menawarinya untuk menyuapinya. begitu sesendok nasi masuk ke mulutnya. perutnya kembali terasa diaduk aduk dan mual. akhirnya Bila kembali memuntahkannya.
" saya gak mau makan, perut saya rasanya mual" kata Bila dengan wajah lemahnya dan kembali berbaring diranjangnya
membuat Rendra semakin yakin, kalau Bila sedang hamil. karena dia teringat Diana yang juga begitu saat hamil Zellin. tapi kondisi Bila lebih parah.
tak lama, Casandra pun datang. dia langsung masuk dan memeriksa keadaan Bila. dan sempat berbincang dengan Bila menanyakan keluhan dan beberapa hal. setelah memberikan obat, Cassandra menghampiri Rendra yang sudah menunggu di luar pintu kamar.
" dia hamil..tapi untuk lebih jelasnya loe bawa ke rumah sakit aja" kata Cassandra
" apa itu pasti...jangan PHPin gue san..." kata Rendra
" ngarep banget dia hamil ya? gak usah khawatir, gue yakin dia hamil. mungkin usia kandungannya sekitar 6 minggu. makanya gue saranin buat periksa langsung ke Dokter kandungan" kata Cassandra dan pamit pulang
…
" kita periksa aja ya? biar jelas" kata Rendra yang sudah duduk di tepi ranjangnya.
" khan Dokter Cassandra udah periksa saya tadi" kata Bila
" dia yang suruh. jadi kita berangkat sekarang" kata Rendra mengangkat tubuh istrinya itu.
" Mama kenapa Pa...?" tanya Zellin, karena sang Papa mengendong Mamanya
" Zellin sama Mbak Ratna dulu ya? Papa mau anter Mama periksa ke dokter dulu" kata Rendra
" jadi Zellin gak boleh ikut?" Zellin memasang wajah sedihnya
" kenapa Zellin gak boleh ikut?" kata Bila
" ya udah, Zellin boleh ikut. jadi Mbak Ratna juga ikut ya?" kata Rendra, dan Zellin pun begitu senang.
…
Rendra dan Bila sudah masuk ke ruang dokter, dan Bila mulai mengatakan keluhannya. tapi Bila jadi gugup dan takut. pasalnya dia baru sadar, kalau mereka berada di dokter kandungan. akhirnya setelah melewati beberapa pemeriksaan. Bila kini sudah duduk di tempat sebelah Rendra.
" jadi yang ibu Bila alami itu wajar, karena ibu sedang hamil. dan usia kandungannya sudah 6 minggu" kata Dokter, yang membuat Rendra tersenyum bahagia. sedangkan Bila malah tertegun antara sedih dan senang.
ya, sedih karena Rendra benar-benar mengikatnya dan senang karena dia sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. tak terasa air mata Bila mengalir, karena tak pernah menyangka kalau dalam perutnya sudah ada kehidupan yang harus dia jaga.
" tapi, saya harap 2 minggu lagi. Ibu Bila kesini untuk melakukan USG. agar lebih jelas lagi" kata Dokter
akhirnya mereka keluar dari ruang dokter, dengan Rendra merangkul Billa yang kondisinya masih lemah. Mbak Ratna dan Zellin langsung menghampiri mereka.
__ADS_1
" gimana tuan, apa Non Bila hamil?" tanya Mbak Ratna
" iya Mbak..." Bila yang menjawab dan Rendra hanya mengangguk tapi wajah Rendra terlihat jelas jika dirinya bahagia
" itu berarti Zellin punya adik sayang?" kata Mbak Ratna
" yeeeaayy Zellin punya adiiik...." teriak Zellin senang, dan beberapa orang memperhatikan kegaduhan yang Zellin timbulkan.
" ya sudah, kita pulang. kasihan Mama sayang, biar istirahat" kata Rendra
…
begitu sampai Rumah, Rendra kembali menggendong dan merebahkah tubuh istrinya di atas ranjang. Rendra merasa bersalah, karena membuat Bila sampai seperti ini karena anaknya di rahim Bila. tapi kata dokter hal ini biasa di trimester pertama kehamilan dan lagi ini adalah kehamilan pertama bagi Bila.
" saya ngantuk" kata Bila yang sudah menarik selimutnya
" ya sudah, saya tinggal ke kamar Zellin" kata Rendra yang tak ingin mengganggu Bila.
dikamar Zellin, dia menelfon Vero memberi tau kabar kehamilan Bila. dan tentu saja Vero sangat bahagia karena sang kakak memberinya keponakan lagi.
fyi, sebenarnya orangtua Rendra menetap di luar negeri. Rendra adalah 3 bersaudara. Rendra merupakan kakak tertua, Vero dan Clarisa adalah kedua adik perempuannya yang memilih tinggal di apartemen yang pastinya dalam penjagaan ketat orang suruhan Rendra.
usia Vero 27 tahun, yang memilih bekerja sebagai desainer dan Clarisa yang berusia 23 tahun yang kini disibukkan oleh skripsi di universitas terkemuka dikota ini.
…
" saya suami kamu, bukan tuanmu" geram Rendra karena Bila selalu memanggilnya tuan
" lantas apa?" kata Bila pelan dan menundukkan kepalanya, dan tak lama tubuhnya bergetar
Rendra lupa, kalau orang hamil sangat sensitif. dan dia malah marah pada Bila.
" maaf, saya hanya mau kamu panggil saya apa saja. asal jangan tuan" kata Rendra yang mendekati Bila
" saya juga tidak tau. harus panggil apa?" kata Bila masih terisak
Rendra mulai berfikir, kalau Bila memanggilnya "sayang" itu nggak mungkin, karena mereka bukan pasangan mesra. kalau manggil "mas", Rendra lebih pantas menjadi Om Bila. akhirnya dia menemukan satu panggilan, yang cukup pantas kalau Bila memanggilnya.
" entahlah, saya juga bingung" membuat keduanya saling diam
…
sudah seminggu Bila tetap mengalami morning sick dan benar-benar parah. tubuhnya semakin tak berdaya, obat dari dokter seakan tak mempan. Rendra setia menjaga dan rela melakukan pekerjaannya dari rumah. dia tak ingin meninggalkan Bila yang begitu menyedihkan. Rendra benar-benar bersalah karena kehamilan Bila benar-benar menyiksa Bila.
dan besok Bila harus kembali kontrol sesuai pesan dokter. karena Rendra juga ingin memberi tahukan hal ini pada sang dokter. tapi Rendra juga mensyukuri sesuatu, bahwa hubungannya semakin dekat dengan Bila. Bila tak sungkan meminta tolong pada Rendra jika akan pergi kamar mandi.
__ADS_1
mereka kini sudah dalam perjalanan ke rumah dokter spesialis kandungan. dan pastinya tanpa Zellin, karena Zellin sedang tidur dan dijaga Mbak Ratna.
begitu sampai, mereka langsung masuk ke ruang dokter. dan Bila langsung menjalani pemeriksaan setelah memberitahu keluhannya selama dua minggu.
" saya akan sampaikan sesuatu, setelah mengamati keluhan ibu Bila. saya sebenarnya sudah menyimpulkan sesuatu saat pertemuan pertama kita. tapi hasil USG hari ini membuat saya yakin kalau dalam rahim ibu Bila ada dua janin yang tumbuh" kata dokter membuat Rendra dan Bila kaget
" dengan kata lain, ibu Bila hamil bayi kembar" lanjutnya sambil menyunggingkan senyum
" jadi, anak saya kembar dokter" kata Rendra meyakinkan
" iya pak, selamat ya pak? tapi memang hal yang di alami ibu Bila wajar. dan begitu trimester 2 pasti ibu Bila sudaj mulai normal semuanya. dan yang pasti nafsu makannya meningkat, karena ada dua bayi di dalam perutnya" kata dokter
…
Bila POV
tubuhku lemah dan tak berdaya, karena setiap pagi aku mual muntah karena kehamilan yang ternyata diketahui sudah berusia 6 minggu. aku juga tak nafsu makan dan aku juga mulai dekat dengan suamiku yang memang aku benci. tapi sejak aku tak bertenaga, aku mulai luluh dengan perhatian dan perlakuannya yang begitu telaten merawatku.
kadang aku berpikir, dia baik karena aku hamil anaknya. tapi setiap kami berdua dimalam hari. dan menemaniku yang susah tidur, dia selalu mengatakan. kalau dia sangat mencintaiku dan akan menjagaku.
aku tau dia tulus, dan jujur saja aku sudah mulai memperhatikan wajah tampannya tiap aku bangun tidur. dia pria dewasa yang tampan dan ayah dari anakku. untuk saat ini, aku belum yakin jatuh cinta padanya. karena sesekali sekelebat bayangan Abian hadir dipikiranku.
hari ini, aku dan suamiku ke dokter kandungan. karena usia kandunganku sudah 8 minggu dan dokter menyarankan agar datang kembali untuk melakukan USG. ternyata, didalam perutku ada dua bayi dan itu artinya aku hamil anak kembar. ada rasa haru dalam diriku. aku tak pernah menyangka akan hal ini.
kecupan hangat mendarat dikeningku, saat aku dan suamiku memasuki mobil.
" terima kasih, tolong jaga anak kita" kata suamiku
hal ini membuat debar jantungku semakin cepat. tak mampu berkata, aku hanya mengangguk.
kini tangan kekarnya mengenggam erat tangaku, yang anehnya aku membalas genggamannya. apa mungkin anak dalam perutku yang membuatku begini. entahlah, tapi genggaman ini begitu nyaman.
…
Author POV
" Zellin, papa punya kabar gembira lho.." seloroh Rendra
" apa Pa...?" kata Zellin membuat Mbak Ratna dan Bik Sum juga penasaran. pasalnya Bila juga tersenyum
" Zellin bakal punya adek kembar" kata Rendra mengejutkan semuanya
" beneran Non..." kata Bik Sum
" iya Bik..." jawab Bila
__ADS_1
membuat semua penghuni rumah itu diliputi rasa bahagia yang tersirat jelas.
" kita langsung ke kamar, kamu harus istirahat. dan harus dipaksa makan ya?" kata Rendra pada Bila