
8 bulan sudah Bila dan Abian berpacaran, tapi Bila meminta agar merasahiakan hubungan mereka. karena tak ingin membuat teman kerjanya malah menyangka dirinya yang menggoda Abian. karena sekelompok teman Rosa memang ada yang meyukai dan sangat mengidolakan Abian. dan Abian mengiyakannya, meskipun sebenarnya sahabat Abianmengetahuinya.
Abian dan Bila tak selalu bertemu, karena Abian mulai disibukkan dengan berbagai kegiatan dan jadwal kuliahnya yang makin padat memasuki semester akhir. jadi seminggu sekali, tepatnya malam minggu. mereka akan bertemu dan menginap di apartemen Abian.
maka sejak bertemu sampai keesokan harinya mereka akan bercerita semua kejadian selama seminggu yang mereka lalui. dan Abian juga sudah tau semua tentang Bila, yang diusir oleh orang tuanya dan keinginan Bila yang ingin memberikan uang kepada orang tuanya untuk mengganti biaya sekolahnya selama ini.
miris, Abian ingin sekali membantu sang kekasih. saat mengatakan akan mencari pekerjaan sambilan setelah bekerja di cafe. tapi Bila dengan gigih menolak dan memilih mencari uang dari hasil keringatnya sendiri.
gadis yang malang itu, juga menceritakan pada Abian. bahwa setiap dia melakukan kesalahan jika apa yang disuruh orang tuanya tak sesuai, dengan tega mereka memgunci Bila di gudang dalam keadaan gelap. jadi, Abian sudah tau kenapa Bila begitu takut diruangan gelap.
selama 8 bulan ini juga, mereka sudah saling mengerti dan memahami satu sama lain. tak jarang, sekalipun bertengkar karena sesuatu hal. Abian yang akan mengalah karena ternyata Bila cukup keras kepala.
Bila memutuskan untuk ke Mall setelah pulang kerja sore ini. dia ingin membeli bahan makanan yang habis di apartemen Abian minggu lalu. karena Abian akan ke apartemen jika sudah waktunya bertemu dengan Bila. Abian juga sudah kembali ke rumahnya, setelah kedua orang tuanya merayu dan Abian mau mengurus perusahaan baru orang tuanya.
bukannya kenapa, Abian ingin sukses dan melamar Bila. agar bisa menjadikan Bila istrinya kelak. dia begitu semangat sejak beberapa bulan ini.
begitu sampai di Mall, Bila berjalan ke atar supermarket. tapi, tangisan gadis kecil di sudut pintu masuk. membuatnya kasihan dan akhirnya menghampirinya. memang kebetulan Mall tak begitu ramai.
" adik kenapa sayang?" tanya Bila menghampiri dan mengelus rambut sebahu anak berusia 5 tahun ini.
" Zellin ditinggal.." tangis anak itu dan langsung memeluk Bila
" emm, ikut tante yuk...kita ke tempat pemberitahuan aja..dan kita tunggu disana" kata Bila dan diangguki oleh Zellin
gadis cantik dengan tubuh yang berisi ini, begitu erat memeluk leher Bila. begitu sampai ditempat yang dituju. akhirnya Bila memberi tahukan pada petugas dan satpam disana.
setelah sang petugas menginformasikan anak hilang, tak berapa lam seorang wanita berpakaian seperti pengasuh anak dan pria berbadan besar bersamanya.
" non Zellin..." teriak sang pengasuh pada gadis kecil itu
" mbak Ratna bingung nyariinnya" lanjutnya dengan wajah khawatir
" ayo pulang non, soalnya Papa sudah menelfon tadi" kata pria yang diyakini Bila adalah seorang bodyguard
" iya sayang, pulang dulu ya? kasihan Papa nanti malah bingung nyariin Zellinnya" kata Bila ikut membujuk
" Zellin nggak mau mbak...Zellin pengen tante ini ikut pulang ke rumah" kata Zellin yang masih dalam pelukan Bila
" oh ya tante, siapa namanya?" tanya gadis bersuara menggemaskan itu
" tante Bila sayang.." kata Bila
" oh...iya deh.. aku maunya tante Bila ikut juga" kata Zellin semangat
membuat kedua orang itu saling bertatapan, dan tak lama kemudian saling mengangguk
" emm...saya mohon mbak, ikut kami ya?"kata Ratna dengan wajah memelas
__ADS_1
" iya mbak, aku ikut. ayo sayang, tante ikut kamu pulang ya?" kata Bila membuat Zellin kegirangan
Bila akan berbelanja besok pagi saja, daripada Zellin tidak mau pulang. Bila merasa kasihan dengan gadis kecil itu.
mereka memasuki mobil yang menurut Bila sangat mewah, dia terus mengobrol dengan Zellin yang tak pernah lelah berceloteh. hingga sampailah mereka di sebuah rumah yang sangat besar. bagi Bila lebih mirip istana yang sering ada di kartun yang pernah dia lihat. Bila yakin, kalau Papa Zellin orang yang sangat kaya.
" gendong tante" kata Zellin manja, dan Bila menurutinya
mereka memasuki rumah dan membuat Bila tercengang melihat seluruh ruangan dirumah ini, entahlah dia tak mampu berkata-kata saking mewahnya.
Mbak Ratna mengajaknya masuk ke kamar Zellin yang sangat luas, apalah kosannya yang sangat sempit dibanding kamar yang pasti 4X lipat dari kosannya.
" sayang, tante pamit pulang ya? khan udah tante antar.." kata Bila begitu melihat jam dinding berbentuk hello kitty yang sangat besar menunjuk jam 7 malam.
" mbak, sekalian nunggu tuan ya?" kata Mbak Ratna membuat Bila mengernyit heran. tapi dia memilih mengangguk, pikir Bila mungkin takut sang Tuan memarahi mereka yang teledor menjaga anaknya.
Bila menemani Zellin bermain dikamarnya, dan tak berapa lama pintu kamar terbuka.
" Zellin...?" panggil seorang pria yang membuat Bila menoleh ke arah suara
Pria tinggi besar, dengan wajah tampan yang tampak segar dan rambut yang tertata rapi dengan pakaian formal.
" Papa...." teriak Zellin dengan berlari dan berhambur ke arah pria tampan dan gagah itu
" Papa...aku kenalin sama tante" kata Zellin antusias menyeret tangan sang Papa ke arah Bila yang kini sudah berdiri.
" ayo Pa...kenalan...?" kata Zellin menarik tangan Bila juga tangan sang Papa
" saya Rendra, Papa Zellin. maaf sudah merepotkanmu Nona" kata Rendra
Nama lengkapnya Narendrea Wijaya Kusuma, salah satu pengusaha yang sukses di bidang property. dia adalah pria yang sangat ramah, dan sangat menyayangi anak perempuan satu-satunya.
" Bila" kata Bila memperkenalkan diri, dan mereka melepas jabatan tangan mereka.
" ya sudah, Papa ke kamar dulu ya sayang. abis mandi, kita makan malam dibawah. oke..." kata Rendra
" oke Pa.." kata Zellin
dan Rendra pun keluat dari kamar sang putri.
…
" Tante, duduk disebelah Zellin ya? kita makan bareng" kata Zellin
" iya nona, mari makan bersama kami" kata Rendra, dan Bila hanya mengangguk.
sebenarnya Bila cukup penasaran, karena sejak menginjakkan kaki dirumah besar ini. tak melihat sosok ibu dari Zellin.
__ADS_1
setelah makan malam, Bila berpamit pulang.
" Papa...aku mau tante Bila nginep disini" Zellin merengek
membuat Rendra menghela nafas kasar. karena permintaan putrinya harus dituruti.
" sayang, tante Bila harus pulang. khan sudah puas mainnya sama tante" kata Rendra membujuk Zellin
" nggak mau Pa...Zellin pengen tante Bila disini" tangis Zellin pecah.
" Zellin sama mbak Ratna dulu ya? Papa mau ngomong sama tante Bila" kata Rendra dan mbak Ratna langsung membawa Zellin ke kamarnya
" bisa kita bicara sebentar nona, kita ke teras saja" kata Rendra dan di ikuti Bila dibelakangnya.
begitu mereka berdua duduk, Rendra langsung memulai pembicaraannya.
" Mama Zellin adalah seorang dokter, dia meninggal karena kecelakaan saat mendapat telfon dari rumah sakit tengah malam 3 tahun lalu" kata Rendra dengan wajah tenangnya, membuat Bila tau alasan tak adanya sosok ibu dirumah itu.
" dia sangat butuh kasih sayang, saya sebagai Papanya akan melakukan apa saja yang dia mau. karena saya ingin menjadi orang tua tunggal yang bisa memberi kebahagiaan untuk Zellin" kata Rendra
" jadi, maukah nona menjadi pengasuh Zellin. sepertinya dia menyukai nona. jarang sekali dia mau dekat dengan orang baru. wajahnya begitu bahagia saat memperkenalkan nona pada saya" kata Rendra, membuat Bila melihat ke arah Rendra
" saya akan memberi gaji besar, asal nona mau menemani Zellin" kata Rendra yang membuat Bila mulai berpikir
ini adalah penawaran bagus, karena dia memang membutuhkan uang lebih banyak agar bisa mengirimkan uang kepada kedua orang tuanya agar biaya sekolah yang dikeluarkan orang tuanya bisa dia ganti.
" maaf tuan, tapi saya sudah bekerja di sebuah cafe" kata Bila jujur
" tapi part time khan? dan nona bisa kesini setelah bekerja. saya akan memberi 2X lipat dari gaji di cafe" Rendra memberi tawaran yang cukup menggiurkan
" begitu juga jika nona kerja di jam malam, paginya nona kesini. saya harap nona bisa memikirkannya dengan baik. dan menjaga Zellin sangat menyenangkan, dia hanya butuh ditemani saja" kata Rendra membuat Bila semakin ingin menyetujui penawaran Rendra
" kenapa lama ngobrolnya Pa...?" suara mungil itu membuat keduanya menoleh dan berdiri bersamaan.
" tante Bila jadi khan nginep disini?" tanya Zellin
Bila menghampiri Zellin dan mensejajarkan posisinya dengan Zellin.
" sayang, tante gak bisa nginep. soalnya masih ada kepentingan" kata Bila, membuat Zellin ingin menangis
" tapi...tante janji, mulai besok tante bakal nginep disini dan bermain sama Zellin sepuasnya" kata Bila dengan semangat, membuat Zellin mengangguk senang dan Rendra yang tersenyum, karena Bila menerima tawarannya.
" janji ya Tante..." kata Zellin
" iya sayang, tante janji...ya sudah, tante pulang dulu ya?" kata Bila pamit
" biar supir saya yang antar" kata Rendra dan Bila hanya mengangguk
__ADS_1