Cinta Yang Tak Di Inginkan

Cinta Yang Tak Di Inginkan
Part 9


__ADS_3

setelah 3 hari bekerja menjaga Zellin, sekarang waktu cuti untuk Bila. karena Bila selalu menghabiskan waktu bersama Abian di sabtu malam sampai minggu siang. karena sorenya sudah harus bekerja di cafe.


Bila masuk ke apartemen Abian, ternyata Abian belum datang. karena dia memang sengaja tak menguhubungi kekasihnya itu. dia memilih membersihkan semua ruangan, dan setelah selesai. tak sempat mandi, Bila malah tertidur disofa karena lelah.



Abian tersenyum, melihat Bila yang begitu pulas tertidur di sofa. jadi diapun mengangkat pelan tubuh ramping Bila ke kamar. tapi belum sampai merebahkan tubuh Bila, mata indah itu sudah terbuka.


" Abian" kata Bila dengan suara khas bangun tidur


" udah, bobok lagi aja ya sayang?" kata Abian


" nggak ah, aku mau mandi dulu. tadi abis beberes malah ketiduran" kata Bila yang malah menyandarkan wajahnya didada bidang sang kekasih.


" ya udah, abis itu kita masak trus makan" kata Abian


" oke pak Boss..." kata Bila yang sudah menegakkan badannya dan berjalan ke arah kamar mandi.


setelah memasak dan makan malam, mereka berdua sudah berada didepan TV untuk menonton acara secara acak. sebenarnya mereka malah asyik mengobrol.


" gimana rasanya jadi pengasuh anak, sayang?" tanya Abian


" menyenangkan, soalnya Zellin usianya sudah 5 tahun. jadi gak begitu merepotkan, cuma aku ajak main dan menemenin dia tidur" kata Bila sambil memasukkan camilan ke dalam mulutnya.


" dia unyu banget lho Bian, gemesin banget. jadi gak ada capeknya nemenin dia" lanjutnya, membuat Abian yang mendengarnya sedikit lega. karena yang dia tau, yang namanya mengasuh anak cukup melelahkan. dia takut Bila kecapekan karena siang malam bekerja.


" terus, Papanya duda. aku takut nanti kamu malah jatuh cinta sama dia, sayang?" kata Abian dengan wajah sendu


" hahaha...Abian sayang?" tawa Bila


" aku tuh gak mungkin jatuh cinta sama om-om..lagian aku khan cintanya sama kamu" dan raut wajah Bila berubah serius


" gak akan pernah, cinta aku ke kamu berubah Abian. gak akan ada yang mengubah posisi kamu di hati aku" kata Bila memandang wajah tampan sang kekasih


membuat Abian memeluk erat Bila, dan seolah tak ingin dilepasnya.


" terima kasih sayang, aku percaya sama kamu. aku juga cinta banget sama kamu" kata Abian dan mencium lama kening Bila


dan mereka mengobrol hal lain, setelah cukup malam. mereka memutuskan untuk tidur. dan ingat, Abian tak pernah melupakan janjinya untuk menjaga Bila. sekalipun mereka tidur seranjang, tak ada kegiatan apapun.



1 bulan kemudian,


karena kesibukan Abian yang makin padat membuat intensitas pertemuan Bila dan Abian semakin kurang. terbukti selama sebulan, mereka hanya bertemu 1 kali dan tak sampai menginap. tapi mereka tetap berkomunikasi setiap hari dengan melakukan video call ataupun telfon untuk menanyakan kabar.


begitu juga kegiatan Bila menjaga Zellin juga makin menyenangkan, gadis kecil itu malah sering memaksanya agar menjadi mamanya. membuat Bila kadang pusing.

__ADS_1


pernah suatu malam, Rendra membawa wanita cantik yang kata bik Sum adalah seorang Model yang memang dekat dan ingin menjadikan pengganti sosok mama Zellin.


mereka makan malam bersama, tapi Bila memilih makan bersama Bik Sum. padahal Zellin merengek ingin Bila ikut makan bersama. tapi karena itu memang usaha Rendra untuk mendekatkan Zellin dengan Rebecca. jadi Bila tak mau ikut campur.


" sayang, tante bawa mainan yang banyaaaak banget. Zellin pasti suka" kata Rebecca menghampiri Zellin yang kini sudah berada dipangkuan sang Papa


" Zellin gak mau..." teriak Zellin


" Zellin gak suka sama Tante jahat" tambahnya


" sayang, gak boleh ngomong gitu. tante Rebecca baik sama Zellin, buktinya tiap kesini dibawain mainan bagus-bagus" rayu Rendra


" yang baik itu tante Bila, Pa..." kata Zellin


" Zellin mau tante Bila..." dan tangis Zellin pun pecah


" maaf ya Bec, aku bawa Zellin ke kamarnya" kata Rendra dan Rebecca mendengus kesal



" Rendra, mau sampai kapan kita seperti ini" kata Rebecca frustasi


" sampai Zellin mau nerima kamu jadi mamanya" kata Rendra yang menutup pintu ruang kerjanya


" tapi anak kamu sejak pertama, emang udah gak suka sama aku" kata Rebecca


dan Rebecca langsung menyambar bibir Rendra, dan mereka sudah saling membalas ciuman yang cukup menuntut. perlahan Rendra mendorong pelan tubuh seksi Rebecca, sampai menabrak meja kerjanya. Rendra mengangkat pantat Rebecca agar duduk di atas meja dengan keadaan keduanya masih saling *******.


perlahan, Rebecca mengelus dada bidang Rendra dibalik kaosnya. menimbulkan sensasi yang aneh dan membuat Rendra mendesah. Rebecca memang pintar memanjakan dan memuaskan Rendra.


" kali ini, aku akan membuat kamu terlena. dan mau tidur denganku Rendra" kata Rebecca dalam hatinya disertai seringaian


dan Rendra juga sudah memberikan bekas merah disetiap jengkal tubuh Rebecca. dan Rebecca semakin mengarahkan tangan Rendra pada area sensitifnya, dan Rendra melakukannya dengan sangat baik. keduanya sudah berantakan, meja kerja Rendra hanya dikuasai tubuh seksi Rebecca yang kini hanya terbalut kain dibagian intinya. dan Rendra masih memainkan kedua benda kenyal milik Rebecca.


" ayo Rendra, lakukan..." kata Rebecca yang menggoda Rendra


dan kini Rendra siap untuk mengarahkan benda pusakanya.


" Papa..." teriak Zellin menggedor pintu ruang kerjanya.


membuat kedua insan yang sudah berantakan terkejut, sedangkan Rebecca mengumpat dalam hatinya. karena gagal membuat Rendra menidurinya.


" Papa...." teriak Zellin lagi karena tak ada sahutan


" mungkin Papa gak ada didalam sayang. yuk kita ke kamar saja, biar tante buatin susu dulu ya?" kata Bila dan Zellin pun menurut


__ADS_1


Bila ke dapur untuk mengambil air putih yang akan dia bawa ke kamar. bersamaan denga turunnya Rebecca setelah keluar dari ruang kerja Rendra dengan keadaan yang agak berantakan.


pandangan mereka bertemu, tapi Bila lebih memilih menundukkan wajahnya.


" kamu yang namanya Bila?" tanya Rebecca


" ya mbak...saya Bila" kata Bila


" saya ingetin ya? kamu jangan coba-coba goda Rendra. karena dia milik saya. dan sebentar lagi kita mau menikah" kata Rebecca


" tenang aja mbak, om-om seperti dia bukan tipe saya. jadi saya gak minat buat godain. saya sudah punya pacar yang lebih muda dan tampan dari om-om yang mbak anggap calon suami mbak" kata Bila yang meninggalkan Rebecca yang kini sudah geram


" dasar bocah kurang ajar" teriak Rebecca tapi tak dihiraukan olej Bila


" kenapa Rebecca?" tanya Rendra yang menyusul Rebecca turun


" aku mau pulang" kata Rebecca berlalu pergi dan Rendra hanya memandangi wanita seksi yang sudah masuk kedalam mobilnya. dan Rebecca pun sudah keluar dari halaman rumah Rendra



" apa dia sudah tidur daritadi?" tanya Rendra yang memasuki kamar Zellin


Bila langsung meletakkan ponselnya diatas nakas,


" baru 15 menit yang lalu" kata Bila


" Rebecca adalah wanita yang ingin saya nikahi untuk menjadi mama Zellin" kata Rendra


" tapi, Zellin gak mau menerima Rebecca. dia selalu bilang, biar kamu saja yang jadi mamanya" kata Rendra yang mulai memandang gadis yang kini duduk di atas ranjang sambil mengelus punggung Zellin.


" namanya juga anak-anak, gak usah tuan pikirkan. yang penting usaha tuan dan mbak Rebecca yang semakin gigih, pasti Zellin mau lama kelamaan" kata Bila



Rendra POV


kegiatanku dan Rebecca benar-benar membuat ruangan acak-acakan. tapi seperti yang sudah-sudah, Zellin selalu membuat kami berdua tak pernah jadi untuk melakukan hubungan intim.


ku lihat Rebecca begitu kesal, mungkin karena Zellin kembali menggangunya, dan memilih pulang dengan keadaan yang masih berantakan.


saat aku masuk ke kamar Zellin, memastikan putriku itu sudah tidur atau belum. ku lihat, Bila memainkan ponselnya, dan Zellin sudah tertidur disampingnya.


setelah basa basi bertanya, aku memutuskan untuk ke kamar dan tidur. tapi wajah Bila yang begitu natural dengan balutan piyama lengan pendek berwarna pink. membuat gadis itu begitu manis dilihat.


ku rebahkan tubuhku, ku ingat Zellin sejak seminggu yang lalu selalu mengatakan agar Bila menjadi Mamanya. dia tak ingin aku bersama dengan Rebecca yang katanya jahat. padahal Rebecca wanita yang baik.


aku tersenyum, Bila memang gadis yang cantik dengan tubuh yang mungil. tapi bukan tipeku yang menyukai wanita yang tinggi dan tubuh yang proporsional. jadi, tak ada bayangan buatku menyukai Bila.

__ADS_1


aku pun memutuskan untuk memejamkan mata yang sebenarnya sudaj sangat mengantuk


__ADS_2