
dua hari sudah, Rendra tetap menghindari Bila. sebenarnya Rendra malu pada Bila sejak kejadian malam itu, tapi berbeda dengan Bila yang menganggap Rendra kecewa padanya.
Bila juga tak sempat bicara, karena Rendra memilih pulang malam. dan lebih memilih tidur bersama Zellin dengan alasan kangen.
keesokan harinya, Bila memasuki kamar lama Rendra. karena setelah dari kamar Zellin dia akan kembali tidur dikamar lamanya.
" pagi...?" sapa Bila dengan membawakan secangkir kopi yang masih mengepul tak lupa senyum indah yang sebenarnya dirindukan Rendra
" pagi..." jawab Rendra yang sudah tampan dan segar, juga rapi dengan pakaian berbalut jas.
Rendra mengikuti gerak Bila yang meletakkan secangkir kopinya di atas meja.
" kenapa harus menyusul kesini, bukannya kamu nggak boleh ke atas" kata Rendra dengan lembut
" aku harus melayani suamiku, jadi aku harus ke atas karena suamiku ada dikamar lamanya" kata Bila yang mulai mendekati Rendra
Bila sudah tak bisa menahan lagi, 3 malam dia merasa kesepian dan ingin memeluk pria tampan didepannya ini.
" aku..." kata Bila tergantung bersamaan ponsel Rendra yang berbunyi membuat Bila mengalah dan menyuruh Rendra mengangkatnya.
beberapa menit menunggu Rendra menelfon, kini suaminya itu mendekat.
" maaf, aku harus ke kantor. aku akan pulang cepat" kata Rendra mengecup kening Bila sebentar.
Bila hanya mampu terdiam menatap punggung suaminya yang keluar dari kamarnya.
" aku kangen banget pa...kangen banget" kata Bila dengan mengusap air matanya yang mulai mengalir
…
sore harinya, Rendra pulang sesuai janjinya. tapi bersamaan dengan kedatangannya, ada Cassandra dan Rayyan juga datang kerumahnya.
Rendra pamit untuk membersihkan dirinya, dan meninggalkan Bila bersama dengan Cassandra juga Rayyan. lama mengobrol, akhirnya Rendra ikut bergabung dengan mereka.
" Papa...temenin Zellin main di teras yuk...?" ajak Zellin
" boleh deh...sekalian Papa ajak Om Rayyan ya? yuk yan, ke teras aja" kata Rendra
dan akhirnya mereka bertiga keluar, sekarang tinggal Cassandra dan Bila.
" kita ngobrol disini dulu ya?" kata Cassandra pada Bila
" oh ya dok...tapi saya ke dapur dulu ya? mau kasih tau Bik Sum buatin minum" kata Bila berlalu ke dapur
" jangan panggil dokter deh, panggil Mbak aja" kata Cassandra begitu Bila sudah duduk di sebelahnya, dan Bila hanya mengangguk
" gimana kandungannya, udah gak rewel?" kata Cassandra
" iya mbak, udah gak rewel. terus aktif banget mereka gerak-geraknya" kata Bila yang antusias menceritakannya
" kamu seneng nggak, sama kehamilan kamu" tanya Cassandra
" seneng mbak, apalagi dikasih 2. terus Papanya perhatian banget sama perkembangan mereka" kata Bila, Cassandra menangkap kalau Bila sudah menerima Rendra
" emm...boleh tanya hal yang lebih intim nggak?" kata Cassandra
" apa mbak...?" kata Bila
" apa kalian sering berhubungan...?" tanya Cassandra
__ADS_1
" maksudnya...itu.." kata Bila dengan wajah memerah menahan malu
" iya, hubungan suami istri. karena diusia kehamilan kamu yang udah masuk trimester 3 perlu banget lho..." Cassandra mulai meluncurkan jurusnya
" apa nggak bahaya...? dengan perut segini" kata Bila dengan mengelus perut buncitnya
" nggak akan bahaya dong Bil...Rendra pasti tau cara yang aman buat itu" kata Cassandra
" gitu ya mbak...perlu banget ya mbak...?" kata Bila ragu
" nggak percaya, karena aku bukan dokter kandungan..? ya udah browsing aja biar kamu percaya" kata Cassandra
" nggak mbak, aku percaya kok..." kata Bila
" emmm...aku pamit dulu ya?" kata Cassandra setelah membaca pesan yang barusan masuk di ponselnya
" loh...khan baru juga ngobrol mbak...?" kata Bila yang sebenarnya ingin tanya banyak hal pada Cassandra
" tiba-tiba harus ke rumah sakit soalnya" kata Cassandra
" oh ya, ini aku kasih vitamin. diminum ya? biar kamu makin seger. nanti abis makan malam langsung minum. oke..." kata Cassandra sambil menyerahkan Vitamin yang dimaksud
" beb, antar aku ke rumah sakit sekarang ya...?tadi Hera telfon aku,suruh cepet kesana" kata Cassandra tergesa pada Rayyan
" ya udah, kita lanjut ngobrolnya lain kali ya Ren...gue anter Cassandra dulu" kata Rayyan
sambil mendekat ke arah Rendra, Cassandra berbisik " bakal menang banyak loe nanti, inget posisinya cari yang aman ya?"
membuat Rendra bingung, karena gak paham arah pembicaraan Cassandra. dan akhirnya merekapun pulang.
…
mereka sudah di meja makan dan menikmati makan malamnya. dan begitu selesai, Rendra dan Zellin bergegas naik tangga akan menuju kamarnya.
" Mama boleh ikut khan...?" kata Bila dan di angguki oleh Zellin
kini pandangannya tertuju pada tangan Rendra yang terulur ke arahnya, membuat Bila tersenyum senang.
didalam kamar Zellin, Bila begitu mengantuk karena memang selama Rendra yang mengajak belajar Zellin. Bila langsung dikamarnya karena Rendra tak ingin Bila kecapekan.
" udah tidur ya Pa.." kata Bila saat Rendra menyelimuti Zellin
" iya...yuk, kamu juga kayaknya ngantuk juga..." kata Rendra
begitu sampai kamar, Bila langsung memeluk suaminya dari belakang. karena takut meninggalkannya sendiri.
" jangan pergi Pa...tidurlah disini..." kata Bila menenggelamkan kepalanya untuk menutupi kalau dirinya menangis
" aku tau, kamu kecewa sama aku Pa...maafin aku" kata Bila yang sudah terdengar suaranya yang bergetar
hal ini membuat Rendra membalikkan badannya dan mengusap airmata sang istri yang mengalir.
" kamu nggak salah sayang...? aku yang salah..." kata Rendra menangkup kedua pipi Bila
" maafin aku, bukannya aku ngejauhin kamu sayang...? cuma aku terlalu malu untuk ketemu dan berhadapan sama kamu" kata Rendra membuat Bila berani menatap mata Rendra.
dan Bila memeluk erat sang suami, dan kembali menangis.
" pokoknya jangan begitu lagi...aku kesepian tiap malam tanpa kamu disampingku...aku kangen pelukan kamu Pa...tetap disini..." kata Bila
__ADS_1
" apa cuma kangen pelukanku..?" tanya Rendra
" semuanya..." kata Bila dengan wajah merah karena malu
" ya udah, yuk kita tidur. udah malem...tapi aku ambil ponsel.dulu ya sayang, ketinggalan dikamar Zellin" kata Rendra
" jangan lama ya Pa..." kata Bila
disepanjang jalan ke kamar Zellin, Rendra tak hentinya tersenyum. merasa gemas dengan istrinya barusan. juga ada rasa bersalah karena menghindarinya sejak 3hari lalu.
…
" Pa...aku pengen memperbaiki semuanya" kata Bila saat dia dalam pelukan sang suami
"maksud kamu apa sayang, bukannya masalah kita udah selesai" kata Rendra sesekali mencium puncak kepala Bila dan membelai lembut surai panjang itu
" emm..ayo kita lakukan sekarang...bimbing aku pelan-pelan.." kata Bila membuat Rendra seolah tak yakin dengan pendengarannya
Bila mendongak, karena aktifitas sang suami yang dari tadi mengelus rambutnya terhenti.
" kenapa Pa...?" tanya Bila
" emm...gak usah mikirin masalah itu dulu. aku juga gak apa kok sayang?" kata Rendra
" tapi aku mau kita coba melakukannya sekarang? dan lagi aku pengen hubungan kita seperti suami istri sewajarnya" kata Bila
" dan...ada lagi...?" kata Bila
" apa sayang...?" tanya Rendra
" aku tadi ngobrol sama Mbak Cassandra, katanya usia kehamilan kayak aku gini. emang perlu ngelakauin itu...emmm...entahlah, menurutku itu sebuah masukan. jadi kita bisa coba pelan-pelan" kata Bila menahan malu
senyum Rendra merekah, ternyata Cassandra benar-benar membantunya. sebenarnya, saat mengambil ponsel di kamar Zellin. Cassandra sudah mengiriminya pesan, kalau dia sudah membantunya. dia juga bilang sudah memberi obat yang bisa membuat Bila meminta melakukan itu. juga memberikan saran dan cara yang aman dalam melakukannya mengingat kandungan Bila yang sudah besar. dengan syarat, kalau berhasil jangan pernah mengganggu Cassandra dan Rayyan lagi.
" kamu benar-benar siap sayang..." bisik Rendra mencium tengkuk sang istri dan Bila hanya mengangguk karena gelayar aneh itu kembali hadir.
setelah memandang lama mata indah Bila, tatapan Bila cukup membuat Rendra yakin kalau sang istri sudah pasrah.
" aku akan melakukannya pelan-pelan...i love you..." kata Rendra yang langsung meraup bibir ranum Bila yang merekah.
dengan pelan, sesuai perkataan Rendra. dia mengabsen setiap inchi tubuh sang istri dengan penuh kelembutan walaupun sebenarnya gemuruh menahan hasrat tak kuasa ditahan.
begitu sampai di perut buncit Bila, Rendra menciumnya berkali-kali.
" hai anak-anak...papa jenguk kalian ya sayang?" bisik Rendra yang mendapat respon dari si kembar dengan bergerak-gerak, membuat Rendra tertawa geli. karena merasa si kembar menerimanya.
akhirnya dengan posisi yang dirasa sudah pas, Rendra dengan pelan memasuki sang istri. sempat meringis, karena memang mereka tak pernah melakukannya sejak malam pertama dulu.
" apa sakit sayang?" tanya Rendra panik
" nggak apa Pa...mungkin memang begini" kata Bila karena cengkraman tangannya sangat erat
" apa sudahi saja sayang, aku nggak mau nyakitin kamu" kata Rendra
" nggak Pa...ayo, aku siap kok...lakukan Pa..." kata Bila mehanan lengan Rendra yang seolah akan menyudahinya
keduanya saling senyum, dan Bila mengangguk agar suaminya tetap melakukannya. akhirnya Rendra terus memasuki hingga masuk sepenuhnya. dirasa Bila mulai tenang, maka terjadilah pertempuran yang begitu didamba Rendra berbulan-bulan lagi.
Rendra terus menghujam dengan penuh kelembutan, dan Bila begitu agresif saat Rendra menempatkannya di atas. tapi Rendra sadar keagresifan Bila karena obat yang Cassandra beri. mereka melakukannya cukup lama, saling menghangatkan dengan beberapa gaya yang aman untuk Bila.
__ADS_1