Cinta Yang Tak Di Inginkan

Cinta Yang Tak Di Inginkan
Part 8


__ADS_3

Bila POV


aku tadi sempat membeli mie instan ke minimarket dekat kos. karena aku sering lapar jika malam hari. anggaplah ini makan malam terakhirku sebelum aku mulai menginap di rumah Zellin. lebih tepatnya aku kerja sih..


begitu masuk kamar, aku memutuskan untuk mandi sebelum memasak mie. rencananya aku akan menghubungi Abian, dan memberitahu tentang kejadian tadi sore.


ku letakkan tas selempangku di ranjang, dan saat aku selesai mandi. sebuah kartu ATM menyembul dari tas itu. aku teringat, saat aku akan pulang. seorang kepercayaan Papa Zellin memberikannya padaku. dia bilang, kartu ATM ini untukku karena sudah mau menjadi pengasuh Zellin. dia juga bilang, sudah bisa dipakai untuk membeli keperluanku.


kini aku meletakkannya di dompet, tak ada keinginan untuk memakainya. dan dua ATM tertata rapi di dompetku, sayangnya keduanya bukan milikku. melainkan milik Abian dan kini bertambah milik Rendra.


akhirnya aku memutuskan untuk memakan mie yang sudah tak begitu mengepul, 2 porsi cukup membuatku kenyang. dulu Abian sempat kaget, ternyata porsi makanku tak sebanding dengan tubuh mungilku.


" hallo" ucap saat panggilan telfon tersambung


" hallo sayang" kata Abian diseberang sana


dan aku mulai bercerita kejadian saat bertemu Zellin sampai sang Papa yang memintaku untuk menjadi pengasuhnya.


dan aku tau, Abian pasti tak rela aku bekerja siang malam. tapi aku yang keras kepala dan dengan tujuan ingin mengganti biaya sekolahku pada orang tuaku. membuat dia hanya mengiyakan keputusanku.


" tenang aja, aku juga sudah bilang setiap malam minggu. aku ijin buat libur. biar kita tetep bisa ketemu" kataku meyakinkan


Rendra POV


ku pandang wajah damai putriku yang begitu pulas, dan aku masih ingat dengan jelas saat dia merengek agar gadis berusia 20 tahunan yang dia ajak kerumah menginap dirumah. gadis yang kata putriku baik dan menolongnya saat tersesat di Mall. sebenarnya aku heran, putriku ini jarang dekat dengan orang lain. selain aku, pengasuhnya yang bernama Ratna dan Asisten rumah tanggaku bernama Bik Sum.


jadi, aku menawari gadia yang bernama Bila agar menjadi pengasuh Zellin dan memberikan gaji 2X lipat di cafe dia bekerja. dan syukurlah, tak sia-sia usahaku meyakinkan gadis itu sehingga mau menjadi pengasuh Zellin.


sebenarnya aku sedang dekat dengan seorang Model bernama Rebecca Witson, dan aku ingin menjalin hubungan serius dengannya. aku ingin Zellin mempunyai sosok ibu baru, dan pilihanku jatuh pada Rebecca yang menurutku dia wanita mandiri dan juga sangat pengertian. karena sudah setahun aku mengenalnya, dan aku mulai nyaman dengannya.


namun, saat aku mengajaknya ke rumah sebulan lalu. terlihat Zellin tak menyukai Rebecca. atau mungkin, Rebecca belum bisa mengambil hati putriku. tapi, aku akan berusaha mendekatkan mereka berdua agar bisa saling menerima.


hubunganku dan Rebecca sudah sangat dekat, karena Rebecca selalu memberi kepuasan saat aku bersamanya. tapi tak sampai ke arah ranjang, karena setiap kami ingin melakukan sesuatu yang lebih wajah mungil putri selalu muncul dan membuatku urung melakukan itu. dan itu lah yang membuat aku dan Rebecca sering bertengkar. tapi tak lama kembali berbaikan.


__ADS_1


Author POV


sebelum pergi ke cafe untuk bekerja, Bila berangkat ke pasar terdekat untuk membeli bahan makanan untuk apartemen Abian. karena jam 7 pagi gak akan buka Mall di daerah sana. meskipun harus berputar arah ke apartemen Abian yang memang cukup jauh dari pasar. setidaknya acara belanjanya ini sudah selesai dan dia bisa melakukan acaranya hari ini dengan lancar.


sore hari, saat sudah bersiap pulang. Lian mengatakan kalau dia akan cuti kerja selama 3 hari karena harus keluar kota urusan keluarga.


ternyata, didepan kosan. mobil yang semalam mengantar Bila sudah terparkir. dan sang supir terlihat keluar,


" mbak, saya disuruh jemput sama Pak Rendra" kata pak supir


" tunggu sebentar ya pak, saya harus siap-siap" kata Bila dan masuk ke kosan


dia sudah mandi dan menyiapkan piyama motif bunga untuk menginap. karena saat ini, seperti biasa dia memakai kaos dan celana jeans dan sandal jepit kesayangannya. janga lupakan rambut panjangnya yang dikuncir kuda.


dia sudah masuk ke mobil, dan menuju rumah besar Rendra. begitu memasuki gerbang besar dan menampakkan rumah bak istana. Bila pun turun, dan langsung disambut gadis riang yang sejak kemarin dia kenal.


" tante Bila..." teriak Zellin sambil berlari ke arah Bila


" jangan lari sayang, nanti jatuh..." kata Bila yang kini menangkap gadis kecil itu dan menggendongnya


dan Mbak Ratna juga Bik Sum ikut tersenyum melihat nona kecil mereka bahagia.


" Papa..." teriak Zellin.


" iya sayang, papa mandi dulu ya?" kata Rendra, dan pandangan Bila bertemu. membuat mereka berdua saling senyum.


setelah acara makan malam, Mbak Ratna pamit pulang sekitar jam 8 malam. biasanya Rendra yang mulai menemani sang putri sampai tertidur. tapi mulai malam ini, ada Bila yang menemani Zellin.


" tidur yuk sayang" ajak Bila yang tadi sudah diberitahu oleh Mbak Ratna jika jam 9 malam, Zellin sudah harus tidur.


" tante Bila temenin aku khan?" kata Zellin


" iya sayang, tante tidur disebelah Zellin" kata Bila yang mulai membelai pelan punggung Zellin


dan tak perlu waktu lama, Zellin sudah pulas. tapi Bila malah merasa lapar, ini karena kebiasaannya selama ini. tapi dia meminum segelas air putih yang tadi sudah dia siapkan. dan perlahan Bila juga terbawa ke alam mimpi.

__ADS_1



Bila yang masih mengantuk mencari keberadaan Zellin yang tak ada disampingnya. jam menunjuk 5 pagi, dia memutuskan hanya mencuci wajah saja dan keluar dari kamar. tepat disamping kamar Zellin adalah kamar Rendra, tapi tak mungkin dia menanyakan pada Rendra. jadi Bila memutuskan turun dan bertanya pada Bik Sum yang sudah sibuk berkutat di dapur.


" maaf Bik, saya ganggu" kata Bila


" iya, kenapa mbak" jawab Bik Sum


" Bik Sum liat Zellin nggak? soalnya saya baru bangun dan gak liat dia disamping saya" kata Bila cemas


" oh...mbak Bila cari non Zellin? maaf saya lupa kasih tau, kebiasaan non Zellin kalo tengah malam selalu pindah ke kamar Papanya. makanya Tuan Rendra gak pernah kunci pintu, biar non Zellin gak usah ketuk pintu dan langsung tidur disebelah Papanya" kata Bik Sum sambil tersenyum


" oh gitu ya Bik..jujur aja, saya takut Zellin kemana-mana.." kata Bila lega



Zellin mengajak Bila sarapan bersama dengannya dan Papanya. tapi Bila menolak beralasan akan sarapan bersama Bik Sum. Bila cukup tau diri, siapa dirinya yang ikut makan di meja majikannya. tapi paksaan dari Rendra membuat Bila akhirnya ikut bergabung. karena jika Bila ikut makan, Zellin akan menambah porsi makannya.


" tante pulang ya sayang? nanti sore tante kesini lagi dan nginep" pamit Zellin yang masih enggan melepas pelukannya pada Bila.


Rendra heran, Zellin begitu lengket pada Bila. dan tak ingin berpisah.


" sayang, tante Bila harus kerja. nanti kesini lagi dijemput sama Pak Tejo" kata Rendra


" janji ya tante, gak boleh telat" kata Zellin dan di angguki oleh Bila


akhirnya Zellin dibawa masuk ke dalam oleh Mbak Ratna yang baru datang.


" mari ikut saya, cafe tempat kamu kerja searah kantor saya" kata Rendra


" nggak usah Tuan, saya naik taksi saja" tolak Bila


" masuk, saya tidak suka penolakan" kata Rendra membuat Bila melongo


" emm, dasar om-om...!" gerutu Bila dan masuk ke mobil Rendra

__ADS_1


wajar Bila mengatakan Rendra om-om, karena usia Bila dan Rendra terpaut 15 tahun. usia Bila yang 20 tahun sedangkan Rendra 35 tahun.


dalam perjalanan, tak ada obrolan sama sekali. karena mereka juga tak ada bahan untuk diperbincangkan. dan tak lama, sampailah di depan kosan Bila. setelah mengucap terima kasih, Bila bergegas masuk ke kosan dan bersiap untuk kerja 1 jam lagi.


__ADS_2