Cinta Yang Tak Di Inginkan

Cinta Yang Tak Di Inginkan
Part 15


__ADS_3

Rendra POV


aku mulai mengotak atik ponsel Bila yang tak berpola. katakan saja aku lancang, tapi aku ingin tau tentang dia. lagipula aku majikannya. aku memilih WA karena terdapat beberapa panggilan, dan ternyata semua dari Abian kekasih Bila.


lalu aku melihat pesan dari Della, yang mengatakan kalau orang tua Bila ingin Bila secepatnya mengirimi uang. karena sang adik sudah tak mau menunggu lama, dan selalu di hina teman-temannya karena motornya yang butut. aku mulai merasa, kalau orang tua Bila memaksakan kehendak dengan memeras Bila yang hanya bekerja sebagai pelayan cafe dan pengasuh anak.


akupun tertarik dengan pesan dari Abian, entahlah aku merasa benci dengan nama ini. karena pria bernama Abian ini sudah memikat hati Bila yang kini mulai mengganggu pikirannya.


tiga pesan Abian cukup membuatku kesal dan marah. pasalnya Abian mengatakan akan melamar Bila besok sore. dan ingin secepatnya mendapat jawaban dari Bila. akupun memegang erat serasa ingin menghancurkan ponsel ini.


akupun berfikir, kalau Bila menerima lamaran Abian. maka Bila akan menikah dengan Abian. dan pasti Bila akan berhenti menjadi pengasuh Zellin.


aku sudah memgakhiri hubunganku dengan Rebecca, karena jelas tak menyukai Zellin. sedangkan Zellin setiap hari merengek padaku agar Bila menjadi Mama nya. seringaian muncul di sudut bibirku, aku seolah menemukan ide. dimana Zellin akan bahagia karena aku akan mewujudkan permintaannya.


akupun menghubungi seseorang dan mengatakan semua yang ada di otakku, dan akupun menutup telfonnya. dan berharap ada kabar baik dari orang itu.


akupun menyembunyikan ponsel Bila yang sudah aku nonaktifkan di laci, dan aku akan ke kamar Zellin karena aku yakin pesanan makanan kami sudah datang.



Author POV


Bila membuka matanya, tubuhnya sudah membaik dan tenang.


" tante Bila udah bangun? maafin Zellin tante, Zellin janji gak akan nakal dan gak akan ajak ke tempat gelap?" kata Zellin dengan wajah sedih


" enggak sayang, kamu gak salah. udah, khan tante udah baik-baik aja nih..? tante mau mandi dulu ya sayang" kata Bila dan dibalas anggukan oleh Zellin


Bila ingin membersihkan dirinya agar lebih segar, dia langsung memasuki kamar mandi. sedangkan Zellin masih sibuk bermain boneka yang tadi sempat di beli ditaman hiburan.


Rendra masuk ke kamar Zellin, tapi tak melihat sosok Bila.


" tante Bila mana sayang?" tanya Rendra menghampiri Zellin


" mandi Pa..terus tante Bila gak marah sama Zellin lho Pa.." kata Zellin


" iya sayang..ya udah, kita nunggu tante Bila terus makan berang ya?" kata Rendra bersamaan pesanannya yang sudah datang


akhirnya Bila keluar dengan keadaan segar dan rambut basah karena habis keramas. pandangan Rendra langsung tertuju pada pintu kamar mandi yang terbuka. bertemu pandang dengan Bila.


" ayo kita makan" kata Rendra yang mengalihkan pandangannya


" baik tuan" kata Bila dan meletakkan handuknya di gantungan yang tersedia.

__ADS_1


suasana hening, tapi beberapa saat kemudian Zellin mulai berceloteh.


" tante, Zellin seneng banget. tau nggak kenapa?" kata Zellin


" seneng kenapa sayang? kasih tau tante donk.." kata Bila sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya


" soalnya Papa udah janji gak akan ketemu tante jahat, terus gak maksa tante jahat jadi Mama Zellin" kata Zellin membuat Bila menghentikan makannya karena terkejut, matanya melihat sekilas ke arah Rendra yang masih sibuk mengunyah


" soalnya, Zellin maunya tante Bila yang jadi Mama Zellin sekarang. iya khan Pa.." kata Zelline membuat Bila tersedak. dan reflek Rendra memberinya segelas air putih


" hati-hati" kata Rendra, dan Bila hanya mengangguk


" iya khan Pa...Papa janji mau nurutin semua maunya Zellin khan?" kata Zellin


" iya sayang, Papa turutin" kata Rendra, membuat Bila kembali tersedak karena tak percaya perkataan Rendra


" yeayyyy...." kata Zellin girang


dan setelah makan malam, Rendra kembali ke kamar karena seseorang mengabarinya bahwa semua sudah beres, sesuai keinginan Rendra.


Rendra mengambil ponsel Bila dan mengaktifkannya, dia menekan ikon WA dan mengetikkan sesuatu saat memilih salah satu kontak disana. dia kembali menyeringai, dan berharap besok berjalan lancar



jam setengah 12 malam, Zellin mengajak Bila ke kamar sang Papa. karena dia tak bisa tidur, karena perbincangan makan malam tadi dan sikap Rendra yang mulai aneh.


" gak sayang, tante antar sampai pintu" kata Bila


" Papa gak tidur?" kata Zellin saat Rendra menghampiri keduanya


" nggak sayang, ada kerjaan yang baru selesai. ayo masuk dan tidur sayang" kata Rendra mengelus pelan rambut sang anak


" tante Bila gak mau aku ajak masuk Pa..padahal aku pengen kayak tadi malam, bisa tidur bertiga" kata Zellin membuat Rendra maupun Bila kikuk.


" emm...saya kembali ke kamar dulu" kata Bila yang tak ingin mendengar lagi celotehan Zellin


" ayo sayang, kita masuk" kata Rendra yang sudah salah tingkah



setelah dirasa Zellin tertidur, Rendra keluar kamar dan mengetuk pintu kamar Zellin dimana disana Bila tidur.


" ada apa tuan?" tanya Bila gelisah, karena dalam pikiran Bila kalau Rendra akan memecatnya karena kecerobohannya dan merepotkan Rendra.

__ADS_1


" boleh saya masuk, ada yang mau saya katakan" kata Rendra dan Bila mempersilahkan masuk


" tuan, maafkan saya jika saya punya salah" kata Bila karena dalam pikirannya dia akan dipecat.


" kita besok pulang jam 5 pagi, jadi istirahatlah" kata Rendra yang malah berlalu pergi, membuat Bila keheranan dengan sikap sang tuan.


" aneh...cuma ngomong mau pulang aja, seserius itu. tapi untung juga gak di pecat" Bila terkekeh


Rendra memasuki kamarnya, dia sebenarnya ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting pada Bila. tapi dia urungkan, biar menjadi kejutan saja besok.



" tante, kita pulang hari ini ya? Zellin males banget, gak pengen sekolah" kata Zellin dengan memeluk Bila didalam mobil menuju bandara


Rendra yang mendengar pembicaraan Zellin ikut angkat bicara.


" Zellin masuknya besok sayang, hari ini libur dulu ya" kata Rendra


" yeeayyy asyik..." kata Zellin girang, membuat Bila gemas


jujur, sejak semalam Bila tak bisa tidur. dia merasa ada sesuatu yang begitu mengganggu pikirannya. terlebih dia begitu sedih, ponselnya tak ditemukan. Bila berpikir, pasti hilang saat di taman hiburan. Bila begitu gelisah, karena 3 hari sebelum ikut Rendra. Abian mengatakan akan pulang dihari yang sama dengan Bila dari luar kota. dan akan mengajaknya bertemu, tapi belum tau kapan. Bila takut Abian menghubunginya, tapi kini ponselnya menghilang.


jadi, rencana Bila begitu sampai di kotanya. dia akan langsung pergi ke cafe atau apartemen Abian. menanyakan maksud dari Abian yang mengajaknya bertemu. sekalian mengobati rindu diantara mereka berdua yang berpisah hampir 1 bulan.



Zellin tertidur begitu memasuki mobil setelah turun dari pesawat, Bila tetap terjaga karena perasaannya begitu tak enak. seperti akan terjadi sesuatu padanya.


sesekali dia bertemu tatap dengan Rendra saat keduanya meliat kaca mobil. tapi entah mengapa, keadaan itu membuat Bila semakin canggung.


kini mobil sudah memasuki gerbang yang telah terbuka. Bila mengernyitkan keningnya melihat beberapa mobil terparkir di halaman rumah Rendra. Bila menebak-nebak ada apa sebenarnya, karena sang Tuan tak mengatakan apapun padanya.


begitu mobil berhenti, Rendra keluar terlebih dahulu dan masuk ke rumah diikuti seseorang yang Bila tau, adalah asisten pribadi Rendra.


" biar saya yang bawa Zellin" kata Mbak Ratna mengambil alih Zellin yang tertidur


" terima kasih mbak.." kata Bila


" Mbak Bila masuk aja, sudah ditunggu di dalam" kata Bik Sum membuat Bila kebingungan


akhirnya Bila masuk ke dalam rumah Rendra, ternyata ada sekitar 10 orang didalam dan beberapa juga sedang terlihat berbincang dengan Rendra.


" Bila..." panggil seorang wanita yang suaranya cukup familiar di telinga Bila

__ADS_1


betapa terkejutnya Bila saat sosok yang kini mendekat ke arah Bila, tersenyum memeluk Bila. tak ada reaksi lain, karena Bila masih menegang. karena dia juga melihat sososk pria yang memang sudah lama tidak dia temui.


" ayah dan ibu kenapa ada disini?" tanya Bila beberapa saat kemudian


__ADS_2