
" karena saya sudah menikah" kata Rendra menegaskan
Rebecca tertawa keras, seolah perkataan Rendra hanya guyonan.
" apa nggak ada alasan lain, agar aku percaya sama kamu Ren. karena alasan yang kamu ucapkan alasan konyol" kata Rebecca
" tapi itu kenyataannya, saya sudah menikah. dan kamu harus pergi dan jangan pernah datang lagi" kata Rendra yang sudah membukakan pintu agar Rebecca keluar
" oke.. tapi aku pengen tau siapa wanita beruntung yang menikah dengan Narendra Wijaya Kusuma ini?" kata Rebecca
" pastinya yang menyayangi Zellin dan saya sangat mencintainya" kata Rendra
" tunggu Rendra, kenapa pernikahan kalian tak terdengar media? pasti ini akalan kamu khan?" kata Rebecca tetap tak percaya
" karena saya tak mau, istri saya terekspos kamera. dan silahkan pergi" kata Rendra
membuat Rebecca geram dan menghampiri Rendra,
" kenalin aku sama istrimu Ren, baru aku percaya" kata Rebecca
" kamu kenal sama istri saya, karena istri saya adalah Salsabila Fahriza" kata Rendra
" maksud kamu, pengasuh Zellin. tolong jangan permainkan aku Ren" kata Rebecca
" iya, Bila adalah istriku dan dia sedang mengandung anakku" kata Rendra yang membuat Rebecca semakin geram
" atau, jangan-jangan dia jebak kamu Ren. dia pasti bilang, kalau bayi dalam perutnya anak kamu. dan kamu harus tanggung jawab. padahal dia hamil sama lelaki lain yang sudah dia goda. dia cuma wanita udik yang sok polos, padahal sebenarnya binal" kata Rebecca
" jaga bicaramu Becca. Bila bukan wanita seperti itu, dia memang hamil anakku" kata Rendra meninggikan suaranya
" maaf, kalau aku gak percaya. karena dulu kamu pernah bilang. saat aku takut kamu suka sama dia. kamu bilang, kalau dia bukan tipe kamu. dan seperti akulah wanita yang bisa membuat bahagia dan memuaskan kamu" kata Rebecca dan bersamaan dengan tamparan dari Rendra
" sudah saya bilang, jaga bicaramu. dan aku anggap kita tak pernah kenal. silahkan pergi" kata Rendra bersamaan dengan larinya Rebecca sambil memegang pipi kirinya yang tadi telah ditampar Rendra
Rendra menghela nafas panjang, dan berharap Bila tak mendengar pertengkarannya dengan Rebecca. pahadal kini Bila berlari ke kamarnya karena terlalu sakit mendengar semua itu.
…
malam harinya, Bila memilih kembali ke kamar lebih dulu. padahal Rendra dan Zellin masih dimeja makan. dan Rendra menangkap gelagat aneh sang istri. yang lebih banyak diam, dan terlihat tidak sabar.
__ADS_1
Rendra memasuki kamar, setelah menemani Zellin dikamarnya. terlihat Bila yang langsung memalingkan wajahnya saat Rendra ikut berbaring disampingnya.
" kamu kenapa sayang...? seharian ini mendiamkanku" sambil mencoba mendekap sang istri, tapi Bila mencegah dan mendorong pelan dada Rendra.
" nggak usah mendekat. apa keuntungan anda mendekati wanita yang bukan tipe anda" kata Bila
Rendra merasa, bila mendengar pertengkarannya dengan Rebecca. tapi yang dia tangkap, sepertinya Bila cemburu.
" aku udah tak peduli tipe, karena kamu segalanya buat aku. ibu dari anak-anakku" kata Rendra yang menyergap tubuh istrinya dan menghadapkan wajah mereka berdua sehingga terlihat jelas wajah sendu sang istri
" sudahlah, lupakan pertengkaranku dengan wanita itu. aku mohon..." sambil mencium tengkuk leher Bila dengan sesekali menghirup aroma yang cukup membuatnya bergairah
" tapi, saya tidak akan bisa seperti yang wanita itu bilang. saya nggak bisa membahagiakan anda dan yang pasti saya tidak bisa...." kata Bila tertahan karena Rendra sudah membungkam bibir ranum itu dengan ciuman yang cukup lembut.
dengan perlahan Rendra merebahkan tubuh Bila ke atas ranjang dan melanjutkan ciumannya yang mendapat respon dari Bila. Bila mulai melingkarkan tangannya dileher Rendra. suasana kamar terasa panas, yang membuat Bila terbuai.
Rendra menuruni ciumannya dan memberi bekas merah di leher jenjang Bila. dan Bila terlepas mendesah karena hal yang begitu melenakan. kini Rendra turun di dada yang masih terhalang kain tipis, dan disaat itu. ******* Bila berubah dengan suara ketakutan. tangan yang tadinya melingkar dileher Rendra kini menjadi dorongan pelan di dada bidang Rendra yang mulai dikuasai nafsu.
" jangan....aku mohon...." suara Bila bergetar bersamaan dengan air mata yang mengalir dengan bebas.
membuat Rendra tersadar dan menyudahi perlakuanya. dia sadar, kalau Bila tak mudah melakukannya karena kesan pertamanya sangat buruk dimata Bila.
" maafin aku...maaf.." kata Rendra yang memalingkan wajah, karena merasa bersalah pada Bila
" sekali lagi, maafin aku. kamu tidur ya?" kata Rendra menutup selimut setinggi dada Bila dan berlalu pergi meninggalkan Bila.
…
Rendra POV
aku memasuki sebuah cafe yang lumayan ramai, meskipun waktu menunjuk pukul 10 malam. dan aku menghampiri salah satu meja yang sudah ada dua orang tampak mengobrol dengan asyiknya.
" hai.." sapaku pada Rayyan dan Cassandra
" hai Ren...duduk" kata Rayyan
" dasar pengganggu" gerutu Cassandra yang kini berhadapan denganku
" emang gue ganggu ya? ya udah, gue ke tempat lain aja" kataku sok ngambek
__ADS_1
" eh jangan Ren, loe belum tentu balik ke rumah kalau ke tempat lain" kata Rayyan yang merupakan sahabatku sejak SMP
" gara-gara loe kencan kita terganggu. tapi ya udahlah, kita siap dengerin curhatan loe" kata Cassandra yang tau, kalau aku lagi sumpek
" lagian, kalian di usia udah pada kepala 3 masih betah pacarannya. nikah dong...?" kata ku
" iya, biar ribet kayak loe. tiap nahan hasrat, larinya ke kita. asal loe tau, kita nggak terima curhatan. dasar suami lembek..." kata Cassandra yang masih kesal padaku.
" udah, gak usah dengerin dia. cewek kalo udah buka mulut, gak akan ada remnya buat berhenti" kata Rayyan
" kenapa lagi?" kata Rayyan yang suasananya sudah serius
" sebenarnya gue tadi siang berantem sama Rebecca dirumah" kataku memulai cerita
" lho, kenapa tuh cewek datang lagi. khan loe bilang, kalian udah end.." Cassandra emosi tapi tatapan Rayyan menghentikannya
" entahlah, dia minta balikan. jadi gue bilang kalo gue udah nikah sama Bila. dan Rebecca menghina Bila" kataku
" tapi poin utamanya bukan itu...? emang Bila yang emang kesal karena dibandingin ma Rebecca, kalau Rebecca bisa bahagiain gue dan bisa memuaskan gue. akhirnya kami mulai berciuman, dan gue udah gak bisa nahan lagi. karena Bila juga pasrah sama gue. tapi...Bila tiba-tiba berontak dan menolak gue" kataku lesu
" bisa jadi, dia masih trauma sama malam pertama kalian" kata Rayyan
" betul, perlakuan loe ke dia kelewat kasar. mungkin dia takut loe gitu lagi" kata Cassandra
" gimana caranya ya? masak kami gak akan bisa kayak pasangan lain" membuat Rayyan dan Cassandra saling pandang.
" udah ah,kok loe makin lama makin lembek sih? tenang... ada dokter Cassandra yang paling cantik yang bakal bantu loe" kata Cassandra membuatku dan Rayyan menatap ngeri
…
Bila POV
aku belum bisa menerimanya sepenuhnya, aku kira tadi malam akan membuatku bisa menerima perlakuannya. tapi kejadian malam pertama itu ternyata cukup membuatku trauma.
sejak pagi, aku lihat Rendra begitu dingin dan terkesan menjauh. tak seperti biasanya yang akan memulai perbincangan denganku saat bangun tidur sampai berangkat ke kantor.
aku sadar, aku membuatnya kecewa karena kejadian tadi malam. dan aku ingin minta maaf akan hal itu.
malam harinya, saat aku sudah dikamar dan bersiap tidur. dia baru pulang dan kembali tak ada percakapan diantara kami. aku semakin merasa bersalah, karena sebenarnya aku ingin menjadi istri yang sesungguhnya.
__ADS_1
tengah malam aku terbangun, dan tak mendapati Rendra disampingku. akupun keluar dan melihat ke kamar Zellin, dan dia juga tak ada disana. akhirnya aku memberanikan diri untuk masuk ke kamar lama Rendra. ternyata benar, dia tidur disana.
aku menghela nafas panjang, dan kembali turun ke kamarku dengan hati sedih. aku sadar ini salahku, aku akan coba bicara dengannya besok pagi.