Cinta Yang Tak Di Inginkan

Cinta Yang Tak Di Inginkan
Part 25


__ADS_3

Abian memasuki minimarket, tapi matanya menangkap sosok wanita yang begitu dia kenal. bukan hanya kenal, tapi pernah menguasai hatinya. ya, wanita itu adalah Bila.


Bila yang terlihat sangat cantik, dengan dress maroon panjang tak lupa rambut yang dicepol membuat penampilan Bila begitu menarik. meskipun perutnya yang buncit begitu terlihat, tapi aura Bila begitu terpancar.


Abian yang awalnya ingin membeli rokok, dia urungkan. dia memilih memperhatikan wanita hamil itu yang sedang sibuk memilih susu hamil dan memasukkannya ke dalam troli. kini Bila menuju ke rak berisi cemilan, tak butuh lama beberapa camilan dia masukkan tanpa memilih. membuat Abian tersenyum sendiri melihatnya.


sebenarnya, Abian pernah membayangkan Bila yang sedang hamil begini. tak menyangka dia benar-benar melihat hal itu, tapi sayang senyum miris terbit diwajah Abian. karena semua itu berbeda dengan bayangannya. Bila hamil dengan pria lain.


karena larut dalam pikirannya, Abian tersadar kalau Bila sudah menuju kasir. maka dia membuka lemari pendingin dengan asal dia mengambil minuman dingin darisana.


begitu kasir menyebutkan nominal yang harus Bila bayar, tangan Abian terulur memberikan ATM kepada kasir.


" jadiin satu sama ini mbak...?" kata Abian sambil memberikan sebotol minuman dingin. dan kemudian Abian menekan pin yang bisa Bila lihat kalau itu tanggal ulang tahun Bila.


begitu selesai, Abian terus memperhatikan Bila yang terlihat menghindari pandangannya.


" biar aku bawain" kata Abian sambil merebut 2 kantong belanjaan Bila yang tak begitu besar.


" nggak usah, aku panggilin supir aja" kata Bila


" dan...aku kembaliin uang kamu" lanjut Bila sambil memberikan uang tunai pada Abian


" nggak usah, sebagai gantinya. kita ke cafe, ada yang mau aku omongin" kata Abian membuat Bila menatap Abian


" bisa khan?" kata Abian memastikan


" oke... aku panggil pak Tejo dulu. biar bawa belanjaanku" kata Bila


terlihat pak Tejo menghampiri Bila dan Abian. dan Abian memberikan kantung belanjaan milik Bila pada pak Tejo.


" pak, saya ke cafenya jalan kaki aja ya? nanti pak Tejo nyusul ya?" kata Bila yang diiyakan oleh Pak Tejo



" gimana kabar kamu, baik..?" tanya Bila untuk menghilangkan rasa canggung selama menuju cafe


" baik..kalo kamu,kayaknya baik banget ya..?" kata Abian


" ya gitu lah...bumil gak boleh stress..." kata Bila


" jujur, tapi aku gak bisa buat gak ngomong?" kata Abian


" apa...?" kata Bila menoleh pria yang merupakan mantan kekasihnya itu


" kamu makin cantik" kata Abian membuat Bila merona, tapi bila menaggapinya dengan tersenyum. Bila tau, Abian bukan tipe cowok yang suka menggombal


" emm...kandungan kamu, berapa bulan?" tanya Abian dengan gestur tangan yang mengarah pada perutnya


" hampir 7 bulan...?" jawab Bila


" tapi kok kayaknya besar banget ya?" kata Abian melihat ukuran perut Bila

__ADS_1


" twin" jawab Bila, bersamaan mereka yang sudah didepan cafe


" oh ya, jadi twin..." kata Abian terkejut, karena dia hanya sekedar tau kalau Bila hamil.


" kita diluar aja ya? kamu tunggu disini, aku pesan minum" kata Abian


" nggak usah Abian, kita khan cuma bentar. lagian aku abis ini mau beliin pak Tejo juga" kata Bila


" ya udah, kita duduk yuk?" kata Abian


suasana sejenak hening, karena mereka berdua saling diam. akhirnya dia memulai pembicaraannya.


" aku minta maaf Bila, waktu itu aku gak bisa jemput kamu" kata Abian


" emm, gak usah ngomongin itu ya? kita lupain aja" kata Bila, membuat Abian melihat mata indah Bila


" apa kamu sudah mencintainya..?" tanya Abian


" entahlah..." kata Bila menghindari tatapan Abian


" aku harap, kalian menjadi pasangan yang bahagia. karena aku sudah merelakan kamu untuknya" kata Abian


" apa kesibukan kamu sekarang Abian?" tanya Bila yang terlihat sekali mengalihkan pembicaraan.


Abian yang tau hal itu, mengerti kalau Bila tak ingin membicarakannya. tapi Abian yakin, ini waktu yang tepat karena bisa bertemu dengan Bila.


" aku meneruskan perusahaan Papa...? aku ingin menjadi pengusaha muda yang sukses. seperti keinginan dan harapan kamu" kata Abian, dan Bila memandang Abian. tak menyangka Abian mengingatnya.


" maka dari itu, relakan aku juga ya?" kata Abian, yang membuat mata Bila memanas. seakan dia egois, tak rela melepas Abian.


" nggak Bila...aku hanya ingin kamu merelakanku, biar aku juga bisa lepas dari bayangan kamu" kata Abian.


" jangan nangis please, karena aku nggak bisa hapus air mata kamu" kata Abian dan memberikan sapu tangan yang dia ambil dari sakunya


" maafin aku, udah bikin kamu nangis" katanya lagi


" aku relain kamu, sejak aku nggak bisa menjemputmu dimalam pertama pernikahan kamu. maka sekarang aku minta, relakan aku juga. bukan karena aku menemukan wanita penggantimu. tapi karena aku ingin lepas dari masa lalu kita. please...ini yang terbaik Bila...." kata Abian menjelaskan


sejenak keduanya diam, Bila memahami maksud Abian. saat akan bicara, Abian mendapat telfon dan mengangkatnya.


" hallo..." kata Abian


"................"


" oke, saya berangkat sekarang"


".............."


begitu ponsel Abian letakkan di meja,


" aku relain kamu Abian, aku rela..." kata Bila karena Abian sepertinya harus pergi sekarang juga

__ADS_1


" terima kasih Bila...aku hanya ingin menggapai impianku tanpa ada bayangan masa lalu lagi...terima kasih, aku pergi sekarang ya Bila, selamat tinggal...terima kasih udah melepas dan merelakanku..dan kamu, semoga lancar sampai hari kelahirannya" kata Abian yang mengelus lembut lengan Bila.


ingin memeluk, tapi Abian sadar itu tak pantas dia lakukan. akhirnya Abian pergi dan masuk ke dalam mobil. melaju dengan kecepatan sedang.


setelah Abian pergi, Bila masuk ke cafe memesan 3 es capucino.


" apa sudah benar-benar beres..?" tanya Rangga


" iya mas, setidaknya aku nggak akan membebani pikirannya lagi" kata Bila



sesampainya di rumah, Bila masuk ke dalam rumah dan Pak Tejo mengikutinya dibelakang sambil membawa 2 kantung belanjaan milik Bila.


" udah pulang Non...?" tanya Bik Sum yang langsung mengambil alih kantung belanjaan dari pak Tejo


" iya Bik...nih, es capucino dari aku...diminum ya Bik..? oh ya, aku hampir lupa, mau nelfon papanya Zellin" kata Bila bersamaan tangannya terulur memberikan es capucino


tapi, ponselnya berdering lebih dulu sebelum Bila menelfon Rendra. Bila masih berdiri, di ruang tamu dan mengangkat telfon dari seseorang.


" hallo...." kata Bila


"..............."


" nggak mungkin...." kata Bila dengan suara bergetar dan airmatanya luruh


"....................."


" bohong itu....aku gak percaya..." kata Bila menangis, membuat Bik Sum menghampiri Bila


"..............................."


" nggak.......!!!!" teriak Bila bersamaan dengan tumbangnya Bila yang beruntung ditahan Bik Sum.


" tolong pak Tejo...." teriak Bik Sum agar pak Tejo mendengarnya


terlihat Pak Tejo masuk bersama satpam yang biasa menjaga gerbang


" Non Bila kenapa Bik Sum....?" tanya Pak Tejo kaget, karena sang majikan pingsan


" nggak tau Pak, bawa ke kamar aja...? saya mau nelfon Tuan Rendra dulu..." kata Bik Sum


Pak Tejo dibantu satpam membopong Bila ke dalam kamarnya. kemudian merebahkan Bila di atas ranjangnya.


Bik Sum mencoba menelfon Rendra dengan panik, ada apa sebenarnya? apa terjadi sesuatu pada Rendra, atau siapa? karena Bila begitu histeris saat menerima telfon tadi.


kini Bik Sum bertambah panik, karena Rendra tak kunjung menerima telfon darinya.


" gimana, apa sudah memberitahu Tuan soal Non Bila?" tanya Pak Tejo


" belum Pak, ini masih belum diangkat saya nelfon" kata Bik Sum

__ADS_1


" biar saya yang telfon Bik Sum, tolong jaga Non Bila aja dikamar?" kata Pak Tejo dan satpam kembali ke gerbang


Bik Sum masuk ke kamar Bila, dia mengusap minyak kayu putih pada beberapa bagian tubuh Bila. agar bisa memulihkan kesadaran Bila. sesekali air mata mengalir dipelupuk mata Bila. Bik Sum masih tak mengerti apa yang terjadi. dia takut sang Tuan mengalami hal buruk.


__ADS_2