Cinta Yang Tak Di Inginkan

Cinta Yang Tak Di Inginkan
Part 18


__ADS_3

" Mama mana Pa...?" tanya Zellin yang sudah menunggunya dimeja makan.


" belum bangun sayang" kata Rendra dengan penampilan yang sudah rapi dan sangat tampan


" Zellin bangunin ya Pa..." kata Zellin dengan semangat turun dari kursi


" jangan sayang, biarin Mama tidur" kata Rendra yang sudah mulai menyendokkan nasi ke piringnya


" kenapa Pa...apa Mama gak enak badan lagi, seperti waktu di hotel. soalnya Mama waktu itu juga gak bangun pagi" kata Zellin mengingat kejadian di hotel


" emm..iya sayang. udah kita mulai sarapannya" kata Rendra yang tak ingin samg putri terus berceloteh karena ada Bik Sum dan Ratna yang menunduk


" padahal Mama bilang mau antar Zellin, kenapa malah gak enak badan" gerutu Zellin


" non Zellin, sama Mbak Ratna dulu. besok pasti Mama ikut anterin Non ke sekolah" rayu Mbak Ratna yang diangguki Zellin


setelah sarapan, akhirnya dengan lesu Zellin berangkat sekolah bersama Mbak Ratna yang di antar oleh Pak Tejo.


" Bik, kalau Bila bangun. tolong antar makanannya ke kamar, sekalian buatkan susu" kata Rendra pada Bik Sum


" iya Tuan" kata Bik Sum


" ya sudah, saya berangkat ke kantor" kata Rendra yang berjalan ke arah mobilnya dan masuk kedalam mobil tak lama mobilpun keluat dari halaman Rumah



Bila POV


aku membuka mata, dan mendapati kamar yang tadi malam menjadi saksi bisu saat Rendra memaksanya melakukan malam pertama. kamar ini begitu luas, dan gorden kamar yang masih tertutup. juga lampu yang masih menyala seolah dibiarkan begini agar aku merasa tetap nyaman.


aku melihat jam dinding menunjuk pukul setengan 9. membuatku terperanjat dan langsung terduduk. aku mendesis, ternyata bagian bawahku begitu nyeri. ini ulah Rendra yang melakukanbya dengan kasar dan memaksa.


dengan pelan, aku mulai menyandarkan punggungku di sandaran ranjang. aku tak melihat baju yang semalam aku pakai, walau sebenarnya aku tau. bajub itu sudah tak layak pakai. mungkin Rendra sudah membuangnya.


aku mencoba berdiri dengan memegang tepian ranjang, ternyata sakitnya semakin terasa. tapi aku harus ke kamar mandi untuk membersihkan diri. aku pun melepas paksa sprei yang terdapat bercak darah perawan milikku. dengan tertatih ke kamar mandi.


tubuhku dipenuhi bekas merah ulah Rendra, aku hanya tersenyum miris. aku juga sudah tak menangis, mungkin air mataku sudah habis karena sejak kemarin aku tak hentinya menangis.


dengan pelan aku keluar dari kamar mandi, dan akan ke kamar Zellin untuk mengambil pakaianku. aku mengawasi sekeliling, karena aku hanya memakai handuk yang menutupi dada sampai lutut.


begitu sampai kamar Zellin, aku mulai memakai baju yang sangat tertutup. karena tak ingin terlihat jelas bekas merah itu. dibagian leherku, aku menggunakan bedak agar tak terlihat. aku menatap wajah lesuku. pikiranku terbang memikirkan Abian yang semalam menungguku


" kenapa turun Non, saya antar saja makanannya ke kamar" kata Bik Sum yang melihatku turun dengan sangat pelan saat aku menapaki tangga kedua dari atas


" gak apa Bik, saya makan di bawah saja" kataku sambil menutupi rasa nyeri di bagian bawah yang tak kunjung membaik


" ya sudah, Bibik siapin dulu ya Non" kata Bik Sum yang bergegas ke dapur.


" di habisin Non...ini susunya juga" kata Bik Sum


" saya nggak suka susu Bik...eneg rasanya..biar abis ini, saya bikin teh anget sendiri" kata Bila yang menyantap makanannya


" biar Bibik aja ya Non yang buatin" kata Bik Sum yang sudah menghidupkan kompornya



Author POV


" saya mau ikut jemput Zellin ya pak..?" kata Bila pada pak Tejo

__ADS_1


" boleh Non, nunggu jam 11 ya Non" kata pak Tejo


Bila melihat jam di Arlojinya, yang menunjuk jam 10.


" berangkat sekarang pak, saya mau mampir ke suatu tempat" kata Bila dan Pak Tejo pun mengiyakannya


setelah mengambil tas selempang andalannya, Bila masuk ke mobil.


" mampir ke Cafe depan sini pak?" kata Bila begitu cafe Abian terlihat. dan Pak Tejo sudah mematikan mobilnya begitu sampai didepan cafe.


" tunggu sebentar ya Pak...saya beli minuman dulu" kata Bila yang menutup pintunya


dengan pelan berjalan, akhirnya Bila masuk ke cafe milik mantan kekasihnya itu. dia kemari memang ingin cari tau tentang Abian. begitu masuk, ternyata ini sudah bukan shift Lian. Bila langsung menghampiri Rangga, yang terlihat santai.


" Mas, pesan es capucinonya ya?" kata Bila tersenyum


" dua ya mas" lanjutnya


" ya udah, tunggu bentar ya? aku kasih tau Haikal" kata Rangga, karena Rangga tau Bila ada kepentingan dengannya


" ada apa?" kata Rangga


" Abian ada gak mas?" kata Bila


" kalian udah putus, tapi masih saling tanya?" kata Rangga


" bukan cuma putus mas, tapi aku nya udah nikah" kata Bila sedih


" aku kasih tau, tapi kamu gak boleh sedih. Abian tadi pagi udah berangkat ke luar kota tempat perusahaan barunya. dia kemungkinan menetap disana" kata Rangga membuat Bila terkejut


" aku nggak tau masalah kalian, tapi yang aku liat. kalian sama-sama tersiksa" kata Rangga


" ini buat Pak Tejo" kata Bila menyerahkan segelas es capucino


" terima kasih Non" kata Pak Tejo


" habisin disini pak, Zellin gak boleh minum kayak ginian" kata Bila yang sudah meminum minumannya. sebenarnya dadanya sesak, ingin menangis. karena Abian benar-benar meninggalkannya. tapi Bila cukup tau diri, karena masih ada Pak Tejo.


begitu minuman habis, mereka melaju ke sekolah Zellin yang ternyata sudah jam pulang sekolah. Zellin bahagia melihat Bila menjemputnya.


" Mama sudah sembuh" kata Zellin di perjalan ke rumah


" emm...iya sayang" jawab Bila yang tak mengerti maksud Zellin


" besok anter Zellin ya Ma...jangan gak enak badan lagi?" kata Zellin membuat Bila gemas.


setidaknya dia masih punya Zellin yang selalu mebuat hatinya membaik dan merasa disayangi.


" kalau gitu Mama tidur sama Zellin aja ya?" kata Bila membuat Mbak Ratna di sebelah Pak Tejo menoleh


" jangan Ma, gak boleh sama tante Vero" kata Zellin yang ingat perkataan sang tante


" semalam aja sayang, cuma nanti malam" kata Bila nego


" iya udah , semalam aja. terus Zellin udah dibuatin adik belum?" kata Zellin yang membuat Bila malu setengah mati


" Non, sudah sampai rumah. ingat khan, kalau tadi dapat PR" kata Mbak Ratna menyelamatkan Bila


" oh iya, yuk buruan. Mama temenin Zellin ya?" kata Zellin yang keluar dari mobil

__ADS_1


dan disusul Bila dan mbak Ratna


" makasih ya Mbak..." kata Bila


" iya Non..." kata Mbak Ratna



setelah mengerjakan PR, Zellin tidur siang dan Bila membereskan semua mainan yang juga berantakan. karena Zellin mengerjakan PRnya sambil bermain.


begitu malam tiba, setelah Mbak Ratna pulang. Bila membantu Bik Sum di dapur.


" saya bantu ya Bik...mau bikin apa?" kata Bila


" duh Non, gak usah. Bik Sum bisa sendiri" kata Bik Sum


" jangan gitu Bik, kebetulan Zellin sedang bersama Papa nya" kata Bila, karena dia menghindari Rendra


setelah ikut membantu Bik Sum, mereka langsung makan malam bersama. dan tak ada perbincangan disana.


" Papa..Mama tidur sama Zellin ya?" kata Zellin


" emm...boleh.." kata Rendra melirik Bila dan Bila tak diperhatikan


" tapi cuma malam ini ya sayang?" kata Rendra membuat Bila menoleh ke arah Rendra


" iya kok Pa..soalnya Mama yang pengen tidur sama Zellin" perkataan Zellin membuat wajah Bila memerah menahan malu


" emm...jadi Mama yang pengen tidur sama Zellin ya sayang?" kata Rendra dengan nada menggoda membuat Bila geram


" iya Pa..kata Mama biar.." kata Zellin terpotong


" ayo tidur sekarang Zellin" kata Bila yang tak ingin Zellin meneruskan kata-katanya


" iya Ma.." kata Zellin menurut dan masuk ke dalam kamar



" Ma, Zellin pengen tidur sama Papa?" kata Zellin sambil menggoyangkan tubuh Bila yang begitu mengantuk


" khan sudah tidur sama Mama sayang, jadi gak usah ke Papa" kata Bila membuka mata dan mendudukkan diri.


" sebenernya dari semalem Zellin pengen ke kamar Papa. Zellin gak bisa bobok kalo gak deket Papa" kata Zellin membuat Bila tersenyum. Bila senang kalau Zellin tidur di kamar Rendra, it artinya Bila tak perlu tidur seranjang dengan Rendra.


" ya udah, kita ke kamar Papa sekarang?" kata Bila


Zellin membuka pintu kamar Rendra dengan pelan. ternyata sang Papa masih fokus dengan laptop dipangkuannya dia atas ranjang.


" Papa belum tidur?" tanya Zellin


" belum sayang, sebentar lagi selesai" kata Rendra yang pandangannya tertuju pada istrinya yang sudah duduk di tepi ranjang dengan Zellin.


" Zellin pengen tidur sama Papa, boleh ya Pa?" tanya Zellin


" boleh dong, kita tidur bertiga ya?" kata Rendra yang membuat Bila menatap sinis


" iya Pa..seperti waktu di hotel khan Pa?" kata Zellin membuat Bila penasaran


" tapi Zellin jangan dihimpit lagi lho ya?" lanjut Zellin membuat Bila semakin penasaran, ingin bertanya tapi pada siapa. sedangkan melihat seringaian Rendra membuat Bila yakin kalau waktu dihotel ada yang tak dia ketahui.

__ADS_1


__ADS_2