
siang hari nya mika dan rio datang ke kampus aulia, ini kali pertama kedua nya bertemu kembali setelah kejadian tempo hari.
mika dan rio putus setelah kejadian itu, dan tujuan kedua nya menemui aulia untuk meminta maaf dan meminta aulia membujuk pacar nya untuk memberikan kembali saham keluarga nya pada keluarga rio serta meminta orang tua mika kembali bisa bekerja di kantor tempat dulu orang tua mika bekerja.
aulia keluar dari kampus bersama rani, namun langkah aulia dan rani terhenti saat mika dan rio berdiri di hadapan mereka.
"apa kita bisa bicara"?, tanya mika menurunkan gengsi nya.
aulia menatap malas sepasang kekasih itu, begitu pula dengan rani.
"mau apa"?, tanya aulia ketus.
"kita bisa bicara di restoran seberang, sebentar saja", kini rio yang berkata dengan nada memohon.
aulia menoleh pada sahabat nya sebentar lalu mengangguk.
kini ke empat nya berada di dalam restoran, rio memesankan makanan dan minuman, namun aulia dan rani menolak makanan mereka dan hanya bersedia di pesankan minuman.
rio dan mika meminta maaf dan meminta aulia membujuk ke kasih nya agar memaafkan keluarga mereka dan mengembalikan saham di perusahaan keluarga rio serta orang tua mika yang di kembalikan pekerjaan nya.
aulia dan rani cukup kaget, kedua nya tidak menyangka tindakan zen sejauh itu dan tak menyangka kekuasaan zen sebesar itu.
"kau sebenarnya siapa zen", batin aulia memikirkan suami nya.
"jadi bagaimana apa kamu memaafkan kami, dan mau membantu kami", tanya mika tak sabaran.
aulia tersadar dan menatap rio dan mika bergantian.
" aku memaafkan kalian, tapi dia bukan kekasihku, aku akan mencoba membujuk nya", ucap aulia akhir nya tanpa mengatakan kalau zen sekarang suami nya.
rio dan mika tersenyum dengan fikiran masing masing.
rio senang karena menganggap aulia masih sendiri, rio sadar aulia jauh segala nya dari mika, cantik pintar bahkan aulia jauh lebih dewasa dari mika.
sementara mika malah berfikir ingin mendapatkan sosok tuan muda pranaja corp.
__ADS_1
sore hari aulia memasak, dia pulang cepat karena akhir akhir ini zidan tidak pernah memberikan tugas banyak pada nya.
aulia sebenar nya heran sejak ke datangan suami nya ke kantor, bos nya seperti berbeda memperlakukan nya namun aulia tak mau ambil pusing.
zen masuk ke dalam apartemen dan melihat istri nya tengah memasak.
zen masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan diri lalu kembali membawa dua kartu, kartu pemberian kedua orang tua nya siang tadi.
zen menyimpan kartu di meja makan, aulia menatap heran suami nya, aulia juga sudah menolak kartu pemberian zen, dia merasa zen sudah cukup baik pada nya.
aulia menganggap pernikahan ini hanya sebatas kerja sama, zen sudah memberikan izin dia tinggal di rumah ini, bahkan menyediakan segala keperluan seperti bahan masakan dan lain lain.
sebagai balasan aulia membersihkan rumah memasak serta mencuci baju zen.
"ini untuk apa"?, tanya aulia duduk di tempat nya dan di depan nya ada dua buah kartu.
"yang hitam dari itu, dan yang silver dari ayah, kau harus terima aku tidak berani mengembalikan kedua kartu itu pada mereka", ucap zen santai.
"ibu dan ayah tadi ke bengkel"?, tanya aulia kaget.
"tadi anak buah nya mengantar itu ke bengkel", jawab zen santai.
aulia memang tidak tau pekerjaan atau usaha keluarga zen, apalagi zen sama sekali tidak pernah bercerita tentang keluarga nya, aulia juga tak ingin bertanya takut zen malah salah paham pada nya.
aulia mengambil kedua kartu itu, dia tak berani menolak kedua mertua nya.
aulia menceritakan semua nya pada zen akan pertemuan nya dengan mika dan rio, zen sebenar nya sudah tau, zen senang aulia mau terbuka pada nya, tapi yang zen kesal karena aulia membantah kalau diri nya bukan kekasih zen.
"kenapa kau mengatakan bukan kekasihku"?, tanya zen sedikit kesal.
aulia terkekeh kecil menatap suami nya.
"kita memang bukan sepasang kekasih zendra al fatih", ucap aulia mengucapkan nama lengkap suami nya sambil terkekeh.
zen menatap malas aulia, dia juga gengsi meminta aulia mengakui suami nya.
__ADS_1
"sebenar nya kamu melakukan apa pada mereka?, dan kenapa kamu bisa melakukan itu"?, tanya aulia yang penasaran tentang suami nya.
"aku hanya kesal kamu di perlakukan itu, aku cuma minta paman jey menghukum mereka", ucap zen apa ada nya.
aulia masih ingat jey dan rey kedua lalaki paruh baya yang mempunyai wajah serupa namun berbeda ekspresi, jey yang dingin sementara rey yang nampak ramah.
aulia mengangguk, dia tak ingin terlalu tau tentang keluarga zen, apalagi pernikahan ini aulia hanya anggap sebuah kerja sama.
zen tak pernah memperlakukan nya seperti istri, tapi seperti teman yang bekerja sama, dan zen tak pernah membahas tentang kelanjutan pernikahan ini, setau aulia zen akan kembali ke ibu kota enam bulan mendatang setelah selesai pendidikan s2 nya, sementara aulia baru semester empat itu arti nya butuh dua tahun lagi menyelesaikak s1 nya.
"jadi bagaimana apa kamu mau memafkan mereka"?, tanya aulia memastikan.
zen hanya menggeleng dan pergi ke ruang keluarga, aulia melanjutkan memasak.
satu bulan berlalu kehidupan aulia dan zen tetap layak nya seperti teman, bahkan sering kedua nya bertemu tidak sengaja di luaran termasuk di kampus.
zen yang memang pendiam, di tambah aulia juga yang merasa pernikahan ini hanya kerja sama membuat kedua nya saling acuh saat bertemu di luaran.
namun malam ini aulia menjadi kesal sebab melihat zen duduk bersama wanita cantik di salah satu restoran, aulia datang bersama rani karena aulia dan rani juga akan makan malam di sini bersama ke kasih rani.
aulia datang untuk merayakan pacar sahabat nya yang sudah di terima bekerja di salah satu perusahaan.
aulia juga sudah meminta izin zen, zen pun sama keluar dari apartemen namun aulia tak tau tujuan laki laki itu yang ternyata kini berada di restoran yang sama dengan nya.
rani berjalan ke meja kekasih nya di ikuti aulia, di sana juga rangga berdiri menyambut kekasih nya di temani teman nya yaitu reza.
di sana ada empat kursi, aulia terpaksa duduk di samping reza karena rani duduk di samping rangga.
ke empat nya mengobrol ringan menunggu pesanan mereka, aulia lebih banyak diam memandang ke arah zen yang duduk tak jauh dari mereka.
rangga memang tak tau pernikahan aulia, jadi dia sengaja membawa teman nya agar aulia mempunyai teman mengobrol.
reza berkali kali berusaha membuat bahan obrolan, namun aulia lebih banyak diam banyak berbicara.
zen sadar akan keberadaan istri nya, namun karena dia masih bersama rekan kerja nya zen memilih tetap membiarkan istri nya duduk bersama lelaki lain.
__ADS_1