CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 32


__ADS_3

zen dan aulia sama sama kaget dan saling tatap.


"selamat siang nona muda", sapa jesi dan rosi bersamaan.


laura dan cila tersenyum membalas sapaan kedua sekertaris abang nya, sementara aulia tetap menatap suami nya.


entah dari mana zen punya ide yang tiba tiba muncul.


"kalian mau belanja"?, tanya zen pada ketiga nya yang langsung mengangguk.


"ini kalian boleh pakai sesuka kalian", ucap zen memberikan kartu pada adik nya dan menarik pinggang istri nya.


jesi dan rosi menjadi kaget dengan presdir yang menarik wanita yang belum kedua nya kenal.


"tumben abang baik", laura menatap curiga abang nya.


"kalian temani adik saya saja", perintah zen pada kedua sekertaris nya.


"tapi tuan", protes jesi namun ucapan zen membuat kedua nya diam dalam ke terkejutan nya.


"biar istri saya yang menemani saya bertemu clean", ucap zen mengambil berkas di tangan rosi dan memberikan pada istri nya.


"maksud kamu apa sih"?, tanya aulia belum mengerti.


zen menarik tangan aulia dan berjalan meninggalan ke empat gadis itu, sementara aulia hanya pasrah berjalan mengikuti suami nya.


"nona muda, tadi itu istri presdir"?, tanya rosi akhir nya saat berjalan mengikuti cila dan laura.


"ia, kak aulia nama nya", jawab laura memberitahukan.


"kirain presdir belum menikah", ujar jesi dengan wajah kecewa begitu juga dengan rosi.


laura dan cila kompak menghentikan langkah nya dan menatap kedua sekertaris itu.


"kalian akan berhadapan dengan kami kalau berani jadi pelakor", ancam kedua nya yang tau arah ucapan jesi.


"tidak tidak nona muda kami tidak mungkin berani", ucap jesi dan rosi bersamaan.


selesai meeting zen berdiri di dekat loby bersama istri nya, menunggu ke empat gadis yang belum kembali.


hingga beberapa saat, laura dan cila berjalan mendekat, di belakang kedua nya nampak rosi dan jesi berjalan dengan ke sulitan karena membawa banyak papersbag milik kedua nona muda mereka.


"lama sekali", gerutu zen mengambil kartu yang di serahkan adik nya.


aulia menatap kedua wanita di belakang laura dan cila, ada rasa kasihan melihat kedua gadis itu nampak ke repotan membawa banyak papersbag.


"kalian antar jesi dan rosi ke kantor, abang mau pulang sama aulia", ujar zen pada cila dan laura.


"baik baik, makasih traktiran nya abang tampan", ucap cila mengecup pipi abang nya,laura pun melakukan hal yang sama.


aulia hanya menggeleng, andai wanita lain melakukan itu pasti aulia akan membunuh nya.

__ADS_1


zen menghapus bekas kecupan kedua adik nya lalu pergi bersama istri nya.


"nona aulia cantik, pantas presdir menikahi nya", ucap rosi pada jesi karena tadi kedua nya tak memperhatikan aulia.


di kantor rosi dan jesi nampak murung membuat hilda heran.


"kenapa kalian seperti sedang patah hati"?, tanya hilda pada kedua nya.


"memang", jawab kedua nya tak semangat.


di rumah umi aisyah menyambut cucu pertama nya, serta menantu pertama nya yang baru dia temui yaitu aulia.


nampak wanita tua dengan pakaian tertutup memeluk cucu pertama nya.


aulia hanya diam menatap suami nya tengah memeluk wanita tua dengan pakaian serba tertutup.


"apa ini cucu menantu umi"?, tanya umi aisyah pada zen.


"ia umi", jawab zen menarik satu tangan aulia.


"cantik sekali kamu nak", ucap umi aisyah lalu memeluk aulia.


aulia tersenyum canggung dan membalas pelukan umi aisyah.


"kamu pintar cari istri yang sangat anggun, beda sama ayah kamu yang malah cari wanita seperti laki laki", ucap umi aisyah pada cucu pertama nya.


"umi", protes kharisma menatap malas ibu mertua nya.


al hanya diam, kalau sudah umi dan istri nya bertemu pasti berdebat.


aulia hanya diam, dia menelan ludah nya karena umi aisyah menganggap nya wanita anggun.


"istri dan menantuku sama ko umi", ucap al membela istri nya.


kharisma tersenyum senang, suami nya membela diri nya dari ibu mertua nya.


umi aisyah hanya menatap malas putra dan menantu nya, umi aisyah mengenggam tangan cucu menantu nya.


"punya cucu menantu lupa sama menantu sendiri", sindir kharisma pada umi aisyah.


aisyah menatap malas menantu nya, sementara aulia malah merasa tak enak pada mertua nya.


"li masak yu", ajak kharisma pada menantu nya.


aulia berdiri tak enak hati pada umi aisyah, namun umi aisyah ikut berdiri dan berjalan merangkul mertua nya dan berjalan ke arah dapur membuat aulia bingung.


"kamu ga usah bingung, nanti juga terbiasa melihat tingkah aneh ibu dan umi", ucap zen pada istri nya.


aulia tersenyum kecil lalu berjalan mengikuti kedua nya.


zen dan al memilih pergi ke belakang rumah, kedua nya berenang di danau, dulu al selalu mengajari zen, namun sekarang zen sudah bisa mengalahkan ayah nya dalam berenang.

__ADS_1


"cepat orang tua", teriak zen setelah zen meninggalkan ayah nya berjarak puluhan meter.


al berenang dengan cepat mengejar putra nya sudah menunggu di tengah danau.


selesai memasak ketiga wanita berbeda usia menuju halaman belakang, nampak naura tengah menyemangati ayah nya menuju pinggiran danau.


"cepat ayah cepat kalahkan abang", teriak laura sambil bertepuk tangan.


namun laura harus kecewa karena abang nya sampai duluan di pinggir danau, di ikuti ayah nya beberapa detik kemudia.


kharisma mengambil handuk di tangan art dan berjalan ke arah suami nya, aulia sempat diam namun dia segera mengikuti mertua nya setelah mengambil satu handuk untuk suami nya.


"kamu sudah tua, jangan berenang terlalu lama", ucap umi aisyah pada putra nya.


al hanya diam seperti biasa dia tak akan membantah umi aisyah.


zen dan laura terkekeh melihat ayah nya di ceramahi sang nenek, aulia hanya diam dia juga menahan tawa melihat wajah ayah mertua nya.


malam hari semua keluarga pranaja berkumpul di halaman belakang, ada ken jey rey alex dan istri serta putra putri mereka.


suasana sangat ramai, apalagi gadis gadis seperti laura cila dan yang lain nya bernyanyi dengan para pemuda yang menjadi pemain musik.


aulia dan zen duduk di samping umi aisyah menikmati musik yang di nyanyikan cila dan yang lain nya.


umi aisyah paling merasa bahagia, di usia nya sekarang dia bisa melihat kembang tumbuh anak menantu serta cucu cucu nya.


hingga al menghentikan musik membuat suami nya bingung, namun beberapa detik kemudian kharisma muncul dari dalam rumah membawa satu buah kue ulang tahun bertuliskan tujuh puluh tahun.


kharisma berjalan pelan mendekat ke arah umi aisyah.


"selamat ulang tahun, selamat ulang tahun", ucap semua nya kompak.


mata umi aisyah berkaca kaca karena bahagia, umi meniup lilin tersebut dan semua bertepuk tangan.


"potong kue nya potong kue nya", ucap semua kompak sambil menepuk tangan.


setelah memotong satu kue, umi aisyah memanggil aulia untuk mendekat.


dengan ragu aulia berjalan mendekat.


umi menyerahkan satu potong kue itu pada kharisma dengan tersenyum bahagia kharisma mengerti maksud mertua nya.


kharisma mengambil potongan kue lalu mendekatkan pada mulut aulia, aulia membuka mulut nya, dan ibu mertua nya itu menyuapi aulia.


semua bertepuk tangan, lalu memberi selamat dan memeluk bergantian umi aisyah.


semua nya tak ada yang membawa kado karena umi aisyah selalu menolak.


sampai malam hari semua nya baru memasuki kamar masing masing, semua yang hadir menginap di rumah itu tak ada satu pun yang pulang ke rumah mereka.


aulia melihat wajah kesal ayah mertua nya, aulia juga melihat ibu mertua nya dan umi aisyah masuk ke kamar utama.

__ADS_1


"kamu ga usah bingung, ayah sudah biasa tidur sendiri kalau ada umi di sini", ucap zen memberi tahukan istri nya.


aulia hanya mengangguk lalu masuk ke dalam kamar bersama suami nya.


__ADS_2