CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 17


__ADS_3

kini zen dan aulia sudah kembali ke dalam kamar zen, sementara bara tidur di kamar tamu.


"kamu jangan pakai motor lagi", gerutu aulia sambil mengobati luka zen yang belum kering.


zen hanya tersenyum dia merasa senang saat aulia peduli pada nya.


"ya sudah ayo tidur", ucap aulia sambil naik ke atas ranjang di samping zen.


kedua nya merebahkan tubuh nya di ranjang, zen memeluk istri nya seperti gulung dan aulia hanya pasrah.


"ayah serius mau memindahkan kuliah aku"?, tanya aulia masih tidak percaya.


"hem, dia tak bisa di bantah, tapi tenang saja kita akan sering bersama", ucap zen santai.


"maksud nya bagaimana"?,tanya aulia belum mengerti.


"nanti pagi kita kabur saja", jawab zen santai.


"kamu yakin?, nanti ayah marah", ucap aulia takut mertua nya marah.


zen mengangguk yakin, kedua nya terlelap dengan posisi saling memeluk.


meskipun kedua nya belum menyatakan perasaan namun kedua nya sudah bisa merasakan perasaan masing masing.


pagi hari al kesal, putra nya itu sudah kabur bersama menantu nya.


"anak kurang ajar", kesal al setelah tau dari art kalau zen dan aulia pergi pagi pagi buta.


"sudah biarkan mereka di sana beberapa bulan", ucap kharisma menenangkan suami nya.


al sebetulnya bukan niat memisahkan kedua nya, al ingin putra nya peka akan perasaan pada istri nya, dan salah satu cara memisahkan jarak sementara waktu.


bara pun merasa tidak enak hati oleh al karena ulah adik ipar nya.


selesai sarapan bara bersama ken pamit untuk ke kota bara.


sementara al bersama ke empat wanita yaitu kharisma tasya cila dan laura menuju desa asal al untuk bertemu umi aisyah, ibu dari al pranaja.


dalam perjalan bara banyak menceritakan tentang hubungan antara zen dan aulia pada ken, keluarga ken memang baru kembali dari luar negeri jadi mereka tak hadir di acara pernikahan zen dan aulia.


"om yakin itu ulah kakak ipar", ucap ken mengomentari cerita bara.

__ADS_1


"tapi waktu itu terlihat ibu kharisma justru seperti tak menyukai aulia", ucap bara menimpali.


"semalam kamu bisa lihat bagaimana aulia di perlakukan ibu mertua nya"?, ken balik bertanya.


bara mengangguk, memang benar kalau ibu kharisma justru memperlakukan baik aulia bahkan saat mereka berkunjung menjenguk putri bara.


"abang dan kakak ipar om sayang sama adik ipar kamu, cuma cara nya saja yang kadang tidak masuk akan di kita", lanjut ken terkekeh.


bara ikut terkekeh meskipun dia belum terlalu mengenal keluarga adik ipar nya.


bara dan ken sampai di kantor ZK di kota bara di siang hari, semua orang menyambut kedatangan pemilik ZK tersebut.


direktur pun ikut menyambut, ketiga nya berjalan menuju ruang direktur.


ken memperkenalkan bara dan memberitahukan kalau bara akan menggantikan posisi direktur.


hampir dua jam ketiga nya berbincang membahas tugas bara ke depan nya.


lalu bara pamit, dan akan datang besok pagi untuk pergantian kepemimpinan.


bara di antar oleh sopir ken sebab lelaki paruh baya itu masih akan di kantor untuk membahas pensiun direktur lama nya.


andini melihat mobil mewah tak di kenal masuk ke halaman pekarangan rumah.


"masih kecil aja sudah rebut perhatian ayah", ucap andini pura pura merajuk.


bara tersenyum dan mengecup pipi istri nya membuat andini merah merona karena malu.


bara dan andini masuk ke dalam rumah, lalu menceritakan semua nya dari mulai tingkah aulia yang kabur sampai diri nya yang sekarang akan bekerja di perusahaan ZK dan menjabat sebagai direktur.


"keluarga zen sangat baik pada kita", komentar pak arya merasa tak enak hati apalagi tingkah putri nya yang kabur dari rumah besan nya.


semua nya mengangguk membenarkan ucapan pak arya.


jauh di lubuk hati terdalam, ada rasa rindu pada keluarga nya, namun bara tak tau dimana keluarga nya, sejak kecil dia di buang ke panti asuhan.


andini menoleh ke arah suami nya dan tau apa yang sedang di fikirkan suami nya.


andini memeluk pundak suami nya agar suami nya tak sedih.


bara tersadar dari lamunan nya dan tersenyum hangat merangkul istri nya.

__ADS_1


pak arya dan ibu nisa terharu, kedua nya bahagia melihat hubungan bara dan andini, kedua nya juga yakin kalau putri satu nya akan bahagia bersama suami nya yaitu zen.


di apartemen zen dan aulia masih terlelap kedua tidur setelah sampai di apartemen.


sore hari aulia terbangun dan memasak karena perut nya terasa lapar.


selesai memasak aulia mengetuk pintu kamar zen dan kembali ke meja makan.


zen keluar setelah membersihkan diri dan makan bersama aulia, kedua nya nampak berbincang hangat layak nya seorang teman.


kedua nya bersikap seperti biasa, zen yang pendiam serta aulia yang rese selalu menggoda suami nya kesal.


malam hari nya aulia meminta izin pada zen untuk pergi bersama rani, zen yang masih belum pulih hanya berdiam diri di ruang keluarga sambil memainkan handphone nya.


pesan masuk, zen langsung membuka nya.


zen bergegas menuju kamar nya untuk berganti pakaian, rupa nya pesan tadi dari salah satu anak buah nya yang memberitahukan keberadaan istri nya.


di club aulia duduk dengan tak nyaman, ini kali pertama dia datang ke tempat seperti ini, namun karena ajakan rani, aulia tak bisa menolak nya.


"kita ngapain ke sini"?, teriak aulia karena suara musik yang sangat keras.


"gue juga ga tau, katanya temen dia ulang tahun ga mungkin kan gue datang sendiri", jawab rani kencang.


aulia hanya mengangguk, dia benar benar tak nyaman di tempat seperti ini.


rangga datang menyapa kedua nya dan mengajak pacar nya dan aulia menuju ruang private.


aulia sedikit kaget setelah tau kalau teman rangga yang ber ulang tahun adalah reza, lelaki yang sempat membuat suami nya cemburu menurut rani.


reza menyapa rani juga aulia, di sana juga ada beberapa teman reza yang semua nya berpasangan.


karena kursi yang kosong hanya di samping reza aulia terpaksa duduk di sana dan aga berjauhan dengan rani.


"mau minum"?, tawar reza sambil meyodorkan satu gelas minuman ber alkohol.


aulia langsung menggeleng.


"saya ga minum minuman ber alkohol", tolak aulia cepat.


reza tersenyum dan menyimpan kembali gelas tersebut di atas meja.

__ADS_1


aulia melihat ke arah rani, teman nya itu tengah asik berbincang bersama kekasih nya sambil sekali kali menenggak minuman haram menurut aulia.


bahkan beberapa teman reza asik berciuman tanpa rasa malu di hadapan semua nya, membuat aulia makin tak nyaman dan ingin segera pulang.


__ADS_2