CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 21


__ADS_3

aulia membuka pintu dan menutup nya kembali, suami sudah membaringkan tubuh nya namun mata nya masih terbuka.


aulia berjalan cepat dan naik ke atas perut suami nya, lalu mengecup pipi suami nya dan tersenyum lembut.


"kenapa"?, tanya zen heran.


"makasih buat semua nya", ucap aulia tulus.


zen hanya membalas dengan senyuman.


"kamu cinta ga sama aku"?, tanya aulia tiba tiba.


zen kembali menatap heran istri nya.


"sudah kita tidur", ucap zen yang sudah mengantuk.


wajah aulia menjadi sedih dengan mata yang berkaca kaca, aulia turun dari perut suami nya dan tidur membalakangi suami nya.


zen sudah memejamkan mata, namun suara isakan di samping nya membuat zen kembali membuka mata nya.


zen menarik tubuh aulia agar menghadap nya.


aulia menunduk dengan wajah yang di tutupi kedua tangan nya.


"kamu kenapa"?, tanya zen khawatir dan berusaha menarik telapak tangan aulia agar bisa melihat wajah istri nya.


aulia mendorong kasar tangan zen, dan menutup kembali wajah nya dengan suara terisak.


"ayo cerita kenapa"?, tanya zen masih tak mengerti.


aulia membuka telapak tangan nya dengan pipi yang sudah di basahi air mata serta kelopak mata yang sedikit membengkak membuat zen kaget.


"kamu ga cinta kan sama aku? ga sayang? ga suka? kenapa kamu masih pertahanin pernikahan ini hah? kita bisa cerai dan hidup masing masing", ucap aulia menggebu dan mulai mendudukan tubuh nya.


zen kaget tak percaya apa yang di katakan istri nya, zen duduk dan menarik tubuh aulia lalu memeluk nya erat.


"lepas kau tak cinta padaku kan lepas", teriak aulia berontak, namun zen tetap memeluk nya erat.


"kita akan selalu bersama, jangan katakan hal hal buruk lagi ok", ucap zen memeluk erat istri nya.


"tapi aku ga mau kita menikah tanpa cinta", teriak aulia masih berontak.


zen mengenggam kedua pipi aulia dan menatap lekat istri nya itu, aulia pun menatap lekat suami nya dengan masih berlinang air mata.


"aku ga mau kehilangan kamu, aku ga mau kita pisah, aku mau kita selalu bersama, aku mau kamu selalu berada di sisiku, aku mau kita bahagia bersama, apa itu cinta"?, ungkap zen namun ujung nya dia bertanya.


aulia menatap kesal suami nya yang mau menyelesaikan s2 tapi masih bodoh dalam perasaan.

__ADS_1


aulia memukul dada suami nya menatap tajam suami nya yang masih bingung.


"kamu cinta ga sama aku", tanya aulia gemas sendiri.


zen hanya menggaruk kepala nya yang tak gatal.


"kau bodoh sekali, memang ga pernah pacaran"?, tanya aulia memukul dada suami nya.


zen hanya menggeleng kepala nya, aulia cukup kaget lelaki setampan zen tapi belum pernah pacaran.


"pernah jatuh cinta"?, tanya aulia lagi.


zen kembali menggeleng.


"lalu sama ibu sama naura"?, tanya aulia lagi.


"sayang, sama kamu perasaan nya beda", ucap zen apa yang dia rasakan.


"memang apa beda nya"?, tanya aulia penasaran.


"sama kamu aku sayang, tapi sama kamu aku pengen tubuh kamu juga jadi ga tau itu sayang atau apa", jawab zen polos.


wajah aulia menjadi merah merona, kata kata nya yang vulgar membuat aulia malu, aulia memukul kembali keras dada suami nya.


"itu kamu mesum zendra al fatih", kesal aulia menatap suami nya.


"tau ah kamu ga peka", kesal aulia lalu merebahkan kembali tubuh nya.


zen tersenyum lalu ikut merebahkan tubuh nya dan memeluk posesif istri nya.


"awas kamu kan ga cinta sama aku jangan peluk peluk", ketus aulia namun tidak berontak.


"ya tadi aku sudah bilang beda nya sayang dan cinta bagi aku beda nya dengan sayang ya itu kali, pengen tubuh kamu", goda zen sambil mengendus dan mencium leher istri nya.


"kata nya kamu ga pernah pacaran, tapi mesum", sindir aulia menahan erangan karena ulah suami nya.


"aku ga pacaran bukan berarti aku ga normal sayang", ucap zen dengan suara menahan hasrat.


aulia bisa merasakan nafas suami nya yang sudah tak ber aturan.


"bilang sayang pas mesum kamu kumat doang, awas aku sedang datang bulan", ucap aulia takut suami nya tak bisa mengontrol diri.


zen mendengus dan merebahkan tubuh nya, lalu memejamkan mata nya.


aulia hendak menyelimuti kedua nya, namun terhenti saat menatap batang kayu suami nya yang menonjol keras di balik kain penutup nya.


aulia bukan gadis belia, dia tau kalau laki laki dalam posisi ini pasti tersiksa, beruntung aulia tak polos polos amat dan pernah menonton cara cara memuaskan lelaki dalam ke adaan datang bulan.

__ADS_1


aulia memegang kayu itu dengan sedikit bergetar, ini kali pertama dia melakukan.


zen hanya diam dengan tetap memajamkan mata nya.


aulia membuka penghalang kayu itu dan mulai mempraktekkan apa yang dia pernah pelajar, zen mengerang dan membuka mata nya.


cukup lama aulia melakukan itu namun kayu itu tak kunjung layu.


"ko lama sih", keluh aulia pada suami nya.


zen terkekeh lalu meminta istri nya merebahkan tubuh nya, karena sedari tadi aulia duduk.


aulia menuruti suami nya, zen langsung mengangkat kaos kebesaran yang di pakai istri nya itu, dua gundukan yang tidak terhalang apapun dan besar nya yang pas di tangan zen.


zen langsung melahap nya dan kini aulia yang mengerang, beberapa titik inti aulia sudah zen sentuh membuat aulia ingin pipis.


"aku mau pipis kak", ucap aulia tak tahan dan tubuh nya bergetar, zen tersenyum puas.


lalu zen kembali melancarkan aksi nya, aulia pun melakukan hal yang sama hingga beberapa saat zen mengerang panjang dan aulia hampir muntah, dia lari ke kamar mandi untuk memuntahkan apa yang barusan masuk ke dalam mulut nya.


zen terkekeh kecil, lalu berjalan mengikuti istri nya sama sama hanya memakai atasan.


aulia memicingkan mata nya menatap kesal suami nya, zen hanya terkekeh dan mulai membersihkan batang kayu nya.


zen sudah di atas ranjang dan sudah memakai pakain lengkap kembali, aulia pun sama dia sudah mengganti sayap terbang nya dan sudah membersihkan tubuh nya.


"sini", pinta zen karena istri memberi jarak.


"ogah, masih pahit tau", kesal aulia teringat tadi zen tak memberitahukan saat cairan itu hendak keluar.


zen manarik tubuh aulia dan memeluk nya.


"nanti juga suka", goda zen membuat aulia memukul dada nya kembali.


"kamu janji kan ga tinggalin aku"?, tanya aulia takut kalau suami nya akan pergi meninggalkan nya.


zen menunduk dan menatap lekat istri nya.


"aku sudah jadi suami kamu sayang, bukan pacar yang minta jatah", ucap zen sambil mengelus lembut pipi aulia.


aulia tersenyum malu.


"tapi kamu kaya sedangkan", ucapan aulia terpotong zen menghentikan nya.


"yang kaya orang tua aku, orang tua kita, dan apapun itu aku cinta sama kamu", ucap zen tulus.


aulia senang akhir nya zen mau mengatakan cinta meskipun menurut suami nya cinta itu ingin tubuh nya, aulia memeluk suami nya dan mulai memejam kan mata nya, dada suami nya itu selalu membuat dia nyaman dan mudah terlelap.

__ADS_1


zen pun ikut memejamkan mata nya, kedua nya terlelap dalam posisi saling memeluk.


__ADS_2