
"aku ga mau pulang", ucap aulia setelah zen duduk di kursi kemudi.
zen menoleh dan menatap malas gadis di samping nya.
"lalu kau mau kemana"?.
"ke rumahmu lah", jawab aulia enteng.
"kau itu gadis apa kamu tak takut kalau aku macam macam padamu"?, ucap zen mencoba menakut nakuti gadis rese di samping nya.
"coba saja kalau mau batang milik mu patah, bahkan aku bisa memotong nya", jawab aulia tersenyum iblis pada lelaki di samping nya.
niat hati ingin menakut nakuti gadis di samping nya malah zen sendiri yang bergidik, dia lupa gadis di samping nya adalah aulia gadis tomboy dan rese, meskipun aulia kini memakai gaun, namun bagi zen aulia tetap gadis tomboy dan rese.
mobil pun melaju meninggalkan area danau.
aulia sudah menghubungi kakak nya, dia mengatakan akan menginap di rumah sahabat nya agar keluarga nya tidak khawatir.
"kamu ga di marahi pakai mobil pelanggan"?, tanya aulia sambil mengagumi isi mobil mewah tersebut, sedari tadi aulia menangis dan tak menyadari mobil apa yang dia naiki.
zen hanya diam acuh, dia malas meladeni gadis rese di samping nya.
aulia mendengus kesal sebab di kacangin zen.
mobil masuk area apartemen mewah, aulia kagum juga heran kenapa zen malah masuk ke area apartemen.
"diam atau aku akan mengusirmu", ucap zen tegas saat aulia ingin berkata sesuatu.
aulia hanya menatap malas, dia kesal pada zen tapi kali ini dia juga takut zen akan benar benar mengusir nya dan tak boleh ikut bersama zen.
Mobil sampai di loby apartemen, zen turun dari mobil lalu memberikan kunci pada petugas yang menunggu nya, aulia hanya berjalan mengikuti zen dengan kebingungan nya.
zen masuk ke dalam lip di ikuti aulia, zen menekan tombol lantai tiga puluh gedung tersebut, aulia lagi lagi hanya diam, dia takut zen marah dan mengusir nya malam ini juga.
zen keluar di ikuti aulia yang terus berada di belakang zen, zen menempelkan sidik jari di salah satu pintu dan masuk di ikuti aulia.
"kamu tidur di kamarku, kamar lain tak ada ranjang nya", ucap zen yang langsung merebahkan tubuh nya di sopa panjang ruang keluarga masih memakai jaket dan sepatu nya.
__ADS_1
aulia hanya menggeleng dengan salah satu kelakuan zen yang baru dia ketahui, selain pendiam lelaki itu juga pemalas dan jorok.
aulia masuk ke dalam kamar yang tadi di tunjuk zen, aulia masuk ke dalam kamar mandi.
sekitar dua puluh menit kemudian dia keluar hanya memakai handuk, aulia baru kembali sadar dia ada di tempat zen bukan di rumah nya.
aulia membuka lemari zen, dia mengacak acak pakaian zen, akhir nya aulia memutuskan memakai kaos zen yang kebesaran di tubuh nya.
aulia mencoba celana zen, tapi aulia menggeleng dan menyimpan kembali celana zen di dalam lemari.
"selain tinggi tubuh dia besar seperti gorila", ucap aulia bicara pada diri nya sendiri sambil terkekeh.
aulia akhir nya memutuskan memakai kaos zen yang kebesaran saja di tubuh nya, sedangkan dalaman aulia masih memakai milik nya.
aulia kembali keluar membawa satu selimut dari dalam lemari zen, aulia tersenyum jahil saat melihat laki laki tampan yang terlelap dengan satu tangan menutup kedua mata nya.
aulia menyatukan kedua tali sepatu zen, lalu menyelimuti tubuh zen, aulia mengecup kening zen lalu mengusap kening zen dengan tangan nya sambil tersenyum jahil.
"aku baik malam ini menyelimuti kamu, bahkan aku beri bonus ikat sepatu itu", ucap aulia terkekeh kecil dan pergi masuk kembali ke dalam kamar zen.
pagi hari zen mencium aroma masakan, dia membuka mata nya dan langsung membulat saat melihat paha mulus yang bergerak kanan kiri kecil, aulia tengah asik bernyanyi kecil sambil memasak di dapur yang memang ter arah langsung ke sopa yang kini zen tiduri.
zen masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri, namun tiba tiba.
bruak....
zen terjatuh di lantai dengan posisi tengkurap.
aulia yang masih membalakangi zen menahan tawa sebab tau itu pasti akibat ulah nya, aulia tetap memasak seperti tak mendengar suara jatuh nya zen.
zen mendengus kesal saat tau kalau tali sepatu nya terikat satu sama lain, zen tau itu pasti ulah gadis rese.
zen masuk ke dalam kamar, dan terdengar suara aulia yang terbahak bahak.
setengah jam kemudian zen keluar kamar dengan pakain rumahan, dia hanya memakai kaos poloh hitam ketat yang membentuk tubuh atletis nya, dengan celana training panjang berwarna putih, hingga menambah kadar ketampanan zen.
zen duduk di meja makan menatap malas masakan aulia, zen ragu pada masakan aulia, berbeda dengan andini kakak dari aulia zen sudah tau masakan andini dan cocok di lidah zen.
__ADS_1
aulia membalikkan tubuh nya setelah mengambil air dari kulkas, mata aulia langsung membulat, kini diri nya yang di buat terpana oleh tubuh zen, terutama bagian dada dan perut zen yang nampak seksi bagi aulia.
sementara yang di tatap masih diam setelah mencicipi makanan aulia dengan wajah menatap ke arah piring milik nya.
aulia berjalan gugup dan duduk di depan zen.
"apa ini masakanmu"?, tanya zen memastikan.
aulia hanya mengangguk dengan wajah gugup nya karena takut zen menyadari kalau diri tergoda oleh tubuh zen.
melihat aulia gugup membuat zen curiga dan yakin kalau aulia berbohong, zen menatap aulia sinis.
"kau pesan dari mana ? .biar aku bisa berlangganan makanan ini juga", ucap zen menyangka makanan tersebut aulia beli online dari restoran.
aulia yang tadi gugup berubah menjadi kesal.
"aku yang masak, apa kau tak lihat tadi aku memasak bodoh", ketus aulia kesal.
zen hanya menatap malas aulia dan menikmati masakan yang zen anggap hasil koki restoran.
aulia mengambil piring zen menarik nya dan menatap tajam zen.
" kau beli saja masakan restoran, tak usah makan masakanku",ucap aulia sewot pada zen yang dalam posisi menyedihkan.
sendok di tangan zen tengah berada di dalam mulut zen dan belum juga mengunyah, zen hanya bengong menatap aulia pasrah.
zen mengunyah makan tersebut dengan menatap sedih piring yang berada di dekat aulia.
"itu juga bahan makanan punyaku", ucap zen menatap sedih makanan yang berada di piring dekat aulia.
"nanti aku ganti, sudah kau pergi dari sini", usir aulia ketus.
"ini juga apartemenku", jawab zen masih menatap piring nya.
aulia baru sadar, dia tersenyum malu dan mendorong piring tersebut ke hadapan zen.
zen tersenyum bahagia dan melahap makanan nya tanpa peduli lagi pada aulia.
__ADS_1
aulia menggeleng kecil.
"dia bisa lupa diri saat makan makanan yang dia sukai", batin aulia heran sekaligus bahagia karena masakan nya di sukai zen meskipun laki laki itu gengsi mengakui nya.