CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 14


__ADS_3

"kak zen", panggil aulia sedikit canggung.


zen menoleh menatap istri nya aneh.


"aku di suruh ibu panggil kamu kakak karena lebih tua",ucap aulia yang tau maksud tatapan zen.


"kenapa"?.


"aku mau berhenti bekerja dari sekarang boleh"?, pinta aulia takut suami nya tak mengizinkan.


zen tersenyum kecil, memang bukan hanya keluarga nya, zen pun tak ingin istri nya bekerja.


"ia boleh", jawab zen akhir nya.


aulia mengenggam tangan kiri suami nya sambil tersenyum senang.


"makasih", ucap aulia tulus.


deg.


jantung zen berdetak lebih cepat hingga membuat nya gugup.


"aku sedang menyetir", ucap zen menggeser kan tangan nya.


zen dan aulia pun sampai di apartemen, zen langsung merebahkan tubuh nya di sopa.


aulia bergegas membersihkan diri, lalu menuju dapur memasak.


zen melihat tingkah istri nya, aulia tengah memasak memakai kaos kebesaran zen.


berkali kali zen melarang nya, tapi bukan aulia jika langsung menurut, gadis itu tetap menggunakan pakaian nya.


zen melarang bukan tanpa alasan, dia takut diri nya tak bisa menahan diri pada istri rese nya.


"mandi sana, aku tau kalau aku cantik dan seksi", teriak aulia dari dapur karena menyadari suami nya menatap nya dari ruang keluarga.


zen langsung sadar dan pergi menuju kamar nya karena malu, aulia terkekeh melihat tingkah suami nya.


malam hari kedua nya makan malam bersama, dengan berbincang ringan, namun zen selalu mengalihkan pandangan ke arah lain, jujur zen laki laki normal.


jika terus di suguhkan pemandangan seperti itu, maka besar kemungkinan zen pun akan hilang kendali.


aulia yang sadar akan gerak gerik suami nya, malah terus sengaja menggoda nya.


selesai makan zen kembali ke ruang keluarga, zen menonton berita bisnis untuk mengalihkan fikiran kotor nya.


selesai membersihkan bekas makanan, aulia duduk di samping zen sambil menyandarkan kepala nya di bahu zen.


zen menoleh ke bawah dan langsung memejamkan mata nya, paha mulus aulia membuat zen kembali gugup dan fikiran kotor nya kembali berkelana.


"besok aku mau antar surat pengunduran diri ke perusahaan", ucap aulia memberitahukan.


"hem ia ia", jawab zen sedikit terbata.


aulia mendongak menatap wajah suami nya yang memerah.


"kamu kenapa"?, tanya aulia heran.

__ADS_1


zen menatap wajah aulia, bibir aulia benar benar menggoda, mata bulat aulia yang menatap nya heran membuat zen makin tak tahan akan tatapan itu.


zen mendekatkan wajah nya menunduk, bibir zen menyentuh bibir aulia, gadis itu langsung membulatkan mata nya karena kaget.


melihat aulia yang hanya diam, zen mulai mengecup lembut bibir istri nya, perlahan zen ******* lembut menikmati bibir manis aulia.


tak sengaja tangan aulia menyentuh kayu milik zen membuat aulia terlonjak kaget dan berdiri hendak berlari.


zen segera menarik tangan istri nya hingga aulia terduduk di pangkuan zen.


aulia merasa ada benda keras di bawah paha nya, namun saat aulia hendak kembali berdiri zen sudah mengurung nya dan ******* kembali bibir manis aulia.


aulia sedikit berontak membuat zen ******* bibir aulia sedikit kasar.


aulia berdiri.


plak.


aulia menampar pipi suami nya dan lari pergi menuju kamar nya.


zen tersadar dari tindakan gegabah nya, dia terdiam sesaat, lalu berjalan menuju kamar nya dengan entah perasaan apa.


di dalam kamar aulia memegang satu tangan yang tadi dia gunakan untuk menampar suami nya.


aulia sadar kalau diri nya keterlaluan sudah mengerjai zen, apalagi menampar suami nya.


zen laki laki normal, sudah sewajar nya dia terpancing oleh ke usilan aulia, aulia memang sedari tadi sengaja menggoda suami nya dari pakaian hingga perlakuan.


aulia fikir zen tak akan terpancing oleh nya, sebab tadi laki laki itu sendiri yang mengatakan kalau sudah terbiasa di goda para wanita.


"apa aku keterlaluan", batin aulia menatap telapak tangan nya.


aulia heran, biasa nya suami nya akan keluar kamar pukul enam pagi untuk ber olah raga.


namun kini sudah jam tujuh lebih zen tak kunjung keluar kamar.


aulia berjalan menuju pintu kamar suami nya dan mengetuk ber ulang kali.


zen tak kunjung membuka pintu.


dengan ragu aulia membuka hendel pintu yang kebetulan tak di kunci.


aulia melihat ke sekeliling ruangan yang sudah rapih, itu arti nya zen memang semalam tak tidur di ranjang sebab biasa nya aulia yang merapikan ranjang suami nya.


"dia kemana", batin aulia sedikit cemas.


aulia masuk ke kamar nya mengambil handphone.


rupa nya ada pesan dari suami nya sekitar pukul lima pagi.


"aku ada pekerjaan ke luar kota untuk beberapa hari, jika kamu bosan di rumah kamu bisa pergi belanja menggunakan kartu dariku, atau kamu juga bisa menginap di rumah kakak kamu, jaga diri baik baik selama aku belum kembali".


isi pesan dari suami nya membuat aulia makin cemas dengan perasaan campur aduk, antara merasa bersalah dan juga khawatir.


satu minggu sudah zen meninggalkan aulia, aulia memilih tinggal di rumah kakak nya karena merasa kesepian saat pulang ke apartemen.


aulia baru pulang dari kampus, dia memang tak bisa memakai motor apalagi mobil, jadi aulia menggunakan kendaraan online meskipun di apartemen ada motor dan mobil suami nya.

__ADS_1


suami nya itu entah pergi memakai apa, berkali kali aulia menghubungi suami nya, namun zen tak pernah mengangkat telepon dari nya, pesan pun tak pernah zen baca membuat aulia makin merasa bersalah dan khawatir.


"li kamu pulang sama siapa"?, tanya rio yang tiba tiba muncul di depan gerbang kampus.


aulia hanya menatap malas laki laki di hadapan nya.


rani muncul membawa mobil nya, aulia menoleh ke arah mobil rani dan tersenyum.


segera aulia lari dan masuk ke dalam mobil rani, lalu mobil melaju ke jalanan.


"kau bisa manghancurkan perusahaan ayahku, maka aku akan menghancurkan rumah tangga kamu zendra al fatih", batin rio menatap kepergian mobil rani dengan tersenyum jahat.


kini rani dan aulia berada di dalam sebuah mall, mereka berniat untuk berbelanja serta makan siang.


kedua nya keluar masuk outlet, setelah di tangan kedua nya cukup banyak barang belanjaan, kedua nya memutuskan masuk ke salah satu restauran.


tak sengaja aulia melihat wanita yang pernah dia temui.


wina berjalan hendak keluar restoran bersama laki laki tampan, kedua nya cukup kaget saat melihat aulia dan langsung menunduk memberi hormat.


"selamat siang nona muda", ucap kedua nya kompak.


rani heran dengan dua orang di hadapan sahabat nya, rani pun lupa sosok wina yang pernah bertemu.


aulia hanya tersenyum canggung saat kedua nya seperti begitu menghormati nya.


"kalian sudah selesai makan"?, tanya aulia pada kedua nya.


"kami selesai meeting nona muda, oh ya apa anda tidak datang ke ibu kota bersama tuan muda"?, tanya wina dengan ramah.


nampak wajah aulia seperti kebingungan.


"tidak", jawab aulia sedikit sedih.


wina dan teman nya saling menoleh seolah saling memberi kode.


"sebentar nona muda", wina segera pergi dari sana lalu menghubungi seseorang.


"antarkan saja dia ke sini", perintah seseorang di seberang telepon.


"baik baik tuan besar", jawab wina sambil berjalan kembali ke arah aulia.


"apa anda bisa ikut kami ke ibu kota"?, pinta wina dengan ramah.


"memang ada apa"?, tanya aulia heran.


"saya tidak bisa mengatakan sekarang, tapi yang meminta anda datang tuan besar nona", ucap wina apa ada nya.


"maksud kamu ayah al"?, tanya aulia memastikan.


wina dan teman nya hanya mengangguk.


"baik tapi apa boleh kita ke rumah orang tuaku terlebih dahulu"?, tanya aulia lagi meminta.


"tentu nona muda", jawab wina tidak keberatan.


aulia menoleh pada sahabat nya.

__ADS_1


"sudah mungkin ada hal penting, aku gapapa pulang sendiri", ucap rani mengerti.


aulia memeluk sahabat nya lalu pergi bersama wina dan teman nya.


__ADS_2