CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 16


__ADS_3

zen merebahkan tubuh istri nya di atas ranjang, lalu dia ikut naik ke atas ranjang dan memeluk gemas istri nya.


aulia menatap suami nya sambil mengelus wajah suami yang yang di penuhi bulu halus.


"kamu tak mencukurnya"?, tanya aulia sambil mengelus rahang suami nya.


zen hanya menggeleng sambil tersenyum lembut menatap istri nya yang terlihat imut dan menggemaskan, wanita rese di hadapan nya berubah bak kucing manis.


"apa kau merindukanku"?, tanya zen berharap istri nya akan menjawab ia.


aulia mengangguk, dia tak ingin memungkiri apa yang dia rasakan, selama satu minggu tanpa suami nya, aulia merasa kesepian dan hampa, entah karena terbiasa bersama atau bagaimana yang jelas kini aulia ingin selalu berada di samping suami nya.


"apa boleh aku meminta ini"?, tanya zen lagi sambil mengusap bibir manis istri nya.


wajah aulia kembali merona,aulia memalingkan wajah nya ke samping dengan detak jantung tak ber aturan.


zen memegang wajah satu pipi aulia dan menggeserkan pelan agar wajah aulia kembali menghadap nya.


aulia memejamkan mata nya saat wajah zen makin mendekat.


zen mengecup lembut bibir manis aulia, lalu mulai menghisap nya, aulia hanya diam dia memang sama sekali tak berpengalaman.


tubuh aulia masih menegang namun karena perlakuan lembut suami nya membuat aulia lebih tenang dan santai.


aulia membuka sedikit mulut nya saat lidah zen berusaha masuk.


sensasi aneh mulai menjalar di tubuh aulia, gadis itu memegang pundak suami nya.


zen tersenyum, lalu melanjutkan kegiatan nya ******* isi mulut istri nya bermain di area sana.


aulia mulai mengikuti pergerakan lidah suami nya meskipun kaku.


aulia membuka mata nya dan tersenyum, entah perasaan apa ini yang jelas aulia tak merasa terpaksa apalagi dia melakukan ini dengan suami nya.


zen menghentikan kegiatan nya saat kedua napas mereka hampir ke habisan, zen tersenyum dan mengelus lembut bibir basah aulia.


"kamu tidak akan menamparku lagi kan"?, ucap zen menggoda istri nya.


wajah aulia kembali merona dan menyembunyikan wajah nya di dada bidang suami nya.


zen tersenyum dan memeluk istri nya.


pintu terbuka, zen menatap malas adik nya yang rese, sementara aulia menjadi malu karena kini posisi nya masih di pelukan suami nya.


"kakak ipar kita makan malam dulu", ucap laura tanpa canggung naik ke atas tubuh zen memeluk abang nya.

__ADS_1


aulia sedikit kaget dengan tingkah adik ipar nya pada suami nya.


"lola kamu ini sudah besar, menyingkir lah", kesal zen pada adik nya.


"laura cantik, buka lola abang", dengus laura sambil menarik tangan kakak ipar nya.


aulia hanya ikut turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar bersama adik ipar nya.


zen mendengus kesal berjalan mengikuti kedua nya.


ketiga orang itu menuruni tangga, nampak di meja makan ada bara al dan juga kharisma.


di sana juga ada sepasang suami istri dan satu gadis yang mungkin se usia dengan aulia.


gadis itu berlari memeluk zen manja seperti laura, lagi dan lagi aulia di buat kaget dan kesal saat suami nya di peluk wanita lain, namun aulia hanya diam.


"hey kakak ipar", ucap cila melepas pelukan dari zen dan memeluk aulia.


"kak cila sepupu kita", ucap laura memberitahukan pada aulia.


aulia hanya tersenyum dan mengangguk.


aulia juga di perkenalkan oleh ibu kharisma pada paman ken dan tante tasya adik dari ayah al.


kini aulia duduk di tengah tengah antara cila dan laura membuat zen kesel.


zen hanya diam dia segera mengambil lauk pauk nya sendiri, aulia ingin melayani suami nya namun cila dan laura melarang nya.


"sudah abang sudah besar biarkan saja dia mengambil sendiri", ucap cila tanpa merasa bersalah.


bara hanya jadi penonton, dia baru tau sisi lain keluarga zen.


"nak bara ayo tambah makanan nya", ucap tante tasya sambil menyimpan lauk pauk di piring bara.


"makasih tante", ucap bara tak enak hati.


selesai makan semua berkumpul di ruang keluarga.


zen duduk di samping istri nya, tanpa rasa malu dia merangkul dan memeluk aulia, mambuat aulia malu.


"bara kamu lulusan marketing, kenapa malah bekerja di bengkel zen"?, tanya ken pada bara.


"dulu saya sempat bekerja di salah satu perusahaan jasa om, cuma waktu itu ada pengurangan karyawan dan saya salah satu nya, dan saya tidak masalah apapun pekerjaan nya om asal anak istri saya bisa hidup layak", ucap bara tanpa merasa rendah diri.


ken memang ramah tidak seperti kakak nya yaitu al.

__ADS_1


semua orang terharu akan ucapan bara termasuk aulia sang adik ipar bangga pada kakak ipar nya.


"apa kamu tau perusahaan ZK"?, tanya ken lagi pada bara.


bara langsung mengangguk, ZK perusahaan terbesar di bidang jasa di kota tempat bara tinggal.


"kebetulan direktur di sana dia akan pensiun lusa, jika kamu berminat kamu bisa menggantikan nya, om juga akan ke sana besok pagi", ucap ken serius.


bara dan aulia kaget dengan tawaran ken, kedua nya tak menyangka.


"maaf om bukan lancang saya menolak tawaran om, tapi saya tidak layak di posisi itu", jawab bara yakin.


ken hanya menghela nafas dia juga tak bisa memaksa bara.


"ken bukan memberi jabatan karena nepotisme, kau punya kemampuan itu, hanya laki laki pengecut yang tidak percaya kemampuannya sendiri", ucap al tiba tiba dengan suara datar nya.


tujuan al memang baik, tapi memang cara nya saja yang berbeda.


bara langsung gugup, al mempunyai aura yang sangat kuat, tapi bara juga membenarkan ucapan al.


"sudah kamu pertimbangkan dulu, kalau kamu siap kabari saja om", ucap ken agar bara tak terpaksa menerima karena ucapan abang nya.


"saya siap om", jawab bara yakin.


al tersenyum kecil dan hanya di sadari istri nya.


"baik kalau begitu kamu bisa pulang bersama om besok", ucap ken senang karena bara mau menerima tawaran jabatan dari nya.


"kau kapan siap, jangan pura pura lupa janji kamu", sindir al pada putra nya yang asik bersama istri nya menganggap tidak ada keberadaan orang lain.


kharisma mencubit pinggang suami nya karena menggoda putra nya.


aulia menjadi malu karena semua orang menatap ke arah nya, sementara zen nampak santai.


"kuliahku dua bulan lagi", jawab zen malas.


"aulia akan pindah kampus mulai besok, rey akan mengurus semua nya", ucap al tak ingin di bantah.


aulia dan zen nampak kaget dengan keputusan sepihak al.


al juga sudah membicarakan ini dengan istri nya hingga kharisma nampak santai saat al membuat keputusan.


"aulia bisa tinggal bersama ibu di sini, biarkan zen di sana sementara waktu", tambah ibu kharisma membuat zen makin kesal.


sementara aulia hanya diam pasrah.

__ADS_1


entah bagaimana bisa zen harus jauh dengan istri nya, satu minggu saja tersiksa apalagi harus terpisah dua bulan, meskipun zen bisa sesuka hati bolak balik ke kota ini.


__ADS_2