CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 7


__ADS_3

selesai makan zen duduk di sopa ruang keluarga sambil membuka laptop nya, sementara aulia membersihkan bekas makanan mereka dan merapikan dapur serta meja makan.


di loby al berjalan malas mengikuti istri nya, semalam al dan kedua asisten nya yang melaporkan putra nya tiba tiba di kaget kan dengan kemunculan kharisma ke ruang keluarga.


terpaksa al memberitahukan pada istri nya tentang segala sesuatu pada kharisma.


selama ini zen memang dalam pengawasan keluarga nya, tapi satu kali pun mereka tak pernah ikut campur, berbeda dengan kharisma gadis cantik paruh baya itu kukuh meminta suami nya datang ke kota ini, tepat nya ke apartemen putra nya.


"ini apartemen siapa zen"?, tanya aulia duduk di samping zen.


"orang tuaku", jawab zen masih sibuk dengan pekerjaan di laptop nya membuat aulia kesal.


"kamu bukan golongan kami berarti", ucap aulia sedikit sedih.


"apa maksud kamu"? tanya zen menghentikan kegiatan nya.


"keluarga ku dan kak bara orang biasa, melihat apartemen ini seperti nya kamu dari orang terpandang", ucap aulia santai.


zen terkekeh kecil.


"kau menghinaku"?, tanya aulia kesal.


"tidak bukan begitu, bara dan aku berteman baik lantas kenapa harus mempermasalahkan harta", jawab zen menghentika tawa nya.


"bukan begitu, kamu tau sendiri kemarin teman teman aku juga mengusir aku di acara semalam karena kami dari keluarga sederhana, bukan orang kaya seperti mereka", ucap aulia sedih karena ter ingat kejadian semalam.


"mereka sudah jadi gelandangan sekarang", celetuk zen tak sadar.


"maksud kamu"?.


"oh tidak tidak", ucap zen yang baru tersadar ucapan nya.


pintu terbuka zen dan aulia diam mematung karena kaget, al yang hendak masuk namun di dorong tubuh nya oleh istri nya membuat al heran dan diam mematung saat pintu apartemen putra nya di tutup oleh istri nya.


"ibu", ucap zen berdiri hendak memeluk ibu nya namun tatapan tajam ibu nya membuat zen diam.


aulia apa lagi, gadis itu kaget dan takut apalagi wanita di hadapan nya menatap tajam pada kedua nya.


plak.

__ADS_1


tamparan keras mengenai pipi zen, aulia hanya diam dia juga tidak tau siapa wanita yang bisa masuk ke apartemen zen tanpa menekan bell terlebih dahulu.


"jadi ini perilaku kamu di luar rumah hah", bentak kharisma pada putra nya.


"ibu salah paham, zen tak melakukan apa apa dengan gadis rese itu", ucap zen mencoba memberi penjelasan pada ibu nya.


kharisma menatap auli yang duduk di sopa dengan kepala menunduk, gadis itu hanya memakai kaos kebesaran milik putra nya.


kharisma berjalan masuk ke dalam kamar putra nya, lalu mengambil celana zen di dalam lemari, dan kembali ke ruang keluarga dan menyimpan celana zen di samping aulia.


" pakai itu", perintah kharisma membuat aulia segera memakai celana zen yang kebesaran.


kharisma berjalan ke arah pintu dan membuka nya, al masuk dengan wajah dingin nya membuat zen kaget, apalagi aulia makin ketakutan dengan lelaki paruh baya yang nampak begitu dingin.


al duduk berhadapan dengan zen dan aulia, sementara istri nya duduk di samping nya.


selama ini al tau hubungan putra nya dengan keluarga aulia, bahkan al tau segala sesuatu tentang keluarga aulia, dan menurut al tak ada yang salah, alasan aulia menginap di sini pun al mengetahui nya, yang al tidak tau hanya rencana istri nya.


"sejak kapan kalian tinggal bersama"?, tanya kharisma pada terlihat ketus.


al hanya diam sambil menyalakan rokok nya membuat kharisma mendengus karena suami nya menghisap rokok di samping nya.


"hanya malam ini", jawab kedua nya kompak.


aulia mendongak dan membulatkan mata nya, sementara zen hanya diam dia lebih baik berdebat dengan ayah nya ketimbang ibu nya.


sementara al terbatuk batuk karena kaget, beruntung kharisma membuka botol air mineral dan memberikan pada nya.


"makanya jangan merokok mulu", ucap kharisma sewot pada suami nya.


al hanya menatap malas istri nya, dia batuk bukan karena rokok tapi karena ucapan istri nya sendiri.


"kami tak ada hubungan apa apa tante, dan kami juga tidak melakukan apapun", ucap aulia memberanikan diri protes pada keputusan kharisma.


"dengan kamu memakai pakaian anakku, lantas harus percaya kalau kalian tidak melakukan apapun "?, tanya kharisma mencibir aulia dan zen.


aulia dan zen baru sadar kalau aulia memang memakai pakaian zen membuat kedua nya tak bisa mengelak lagi.


al yang malas melihat tingkah istri nya berdiri dan berjalan ke arah dapur.

__ADS_1


"maaf tante saya benar benar tidak melakukan apapun dengan zen", ucap auli lirih .


" zen tak ada hubungan apapun ibu, dia hanya adik dari teman zen", zen pun ikut protes pada keputusan ibu nya.


kharisma nampak acuh, dia berdiri dan berjalan menuju dapur mengikuti suami nya.


nampak al tengah asik memakan makanan di meja makan, hal yang jarang al lakukan adalah sarapan, sementara kharisma juga belum sarapan karena berangkat sejak pagi buta ke kota ini.


kharisma duduk di samping suami nya, al menoleh dan menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut istri nya.


kharisma tersenyum dan membuka mulut nya dan mulai mengunyah.


"enak", ucap kharisma sambil mengunyah.


al hanya mengangguk dan memasukan kembali makanan ke mulut nya.


kedua nya sarapan bersama dengan al yang menyuapi istri nya, sementara aulia dan zen hanya menjadi penonton di sopa ruang keluarga dengan perasaan haru melihat sepasang suami istri yang nampak harmonis.


meskipun kedua nya masih bingung dengan keputusan kharisma, apalagi kedua nya sama sama tidak mempunyai perasaan apapun.


selesai sarapan kharisma dan al meminta ke rumah aulia, meskipun beberapa kali zen dan aulia protes namun keputusan wanita cantik paruh baya itu tidak bisa di bantah.


"ayah apa kita bisa bicara berdua"?, pinta zen apa al yang berdiri di samping istri nya.


al hanya mengangguk dan berjalan menuju balkon apartemen, zen berjalan mengikuti ayah nya.


sementara aulia masih menunduk dengan mata berkaca kaca, dia tak siap menikah apalagi dengan tuduhan seperti ini, lebih parah nya aulia sama sekali tak punya perasaan pada zen.


kharisma menatap aulia yang menunduk, kharisma kasihan namun dia juga tak ingin gadis ini di miliki orang lain, kharisma tau segala nya dari suami nya dan kharisma langsung jatuh cinta pada aulia dan menginginkan aulia menjadi pendamping putra nya.


"ayah tidak marah"?, tanya zen heran.


al hanya diam memandang ke arah gedung lain.


"zen tau ayah selalu mengawasi zen, ayah juga pasti tau kebenaran ini, apa ini semua rencana ibu"?, tanya zen lagi curiga pada ibu nya.


"dia gadis baik baik, ibu mu menginginkan nya", ucap al santai sambil menatap ke arah gedung lain.


"presdir pranaja tapi penakut pada istri", ucap zen kesal lalu berjalan meninggalkan ayah nya.

__ADS_1


al menoleh menatap kesal putra nya yang sudah masuk ke dalam ruangan.


"anak kurang ajar, nanti kau merasakan bagaimana punya istri", gerutu al masuk kembali ke dalam ruang keluarga.


__ADS_2