CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 19


__ADS_3

rani duduk di samping kemudi, di belakang nya ada aulia yang terlelap di bahu suami nya, rani menunduk karena masih merasa bersalah pada aulia dan juga takut pada suami aulia.


sementara kekasih rani dan teman teman nya di bawa anak buah zen entah kemana.


zen menatap lurus ke depan dan sesekali membetulkan kepala aulia agar merasa nyaman.


satu jam kemudian mobil berhenti di depan apartemen mewah, rani pun baru tau kalau sahabat nya selama ini tinggal di sini.


"aulia bangun", ucap zen mengelus pipi istri nya.


hem, aulia hanya bergumam dan makin erat memeluk pergelangan tangan suami nya.


zen tersenyum lembut pada istri nya dan itu di saksi kan rani yang melihat dari kaca spion mobil.


zen menggeser pelan tubuh nya lalu menggendong istri nya keluar mobil, aulia menyembunyikan kepala nya di dada zen.


zen menggendong masuk ke dalam loby, di ikuti rani yang berjalan menunduk, sementara anak buah zen pergi entah kemana.


lip terbuka masuk zen bersama rani, rani hanya menunduk karena takut.


"tolong tekan lantai dua tujuh", ucap zen pelan namun tegas.


rani segera menekan lantai itu dan kembali mundur agar tak bersitatap dengan zen.


"saya tak suka kasar pada perempuan, tapi jika ada yang coba coba menyakiti aulia, jangankan hanya menampar, membunuh pun akan saya lakukan", ucap zen membuat rani makin ketakutan.


rani baru tau sisi lain dari kak zen, rani takut sekaligus senang, kini rani tau kalau sahabat nya benar benar di cintai suami nya.


pintu lip terbuka, zen berjalan di ikuti rani sesampai nya di depan salah satu pintu zen menempelkan satu jari nya di handle pintu, meskipun sedikit kesusahaan karena menggendong aulia.


zen masuk lalu berjalan ke kamar aulia dan merebahkan istri nya di ranjang, zen melepas sepatu aulia dan menggeleng melihat pakaian istri nya.


aulia memakai celana levis serta sweater dan juga sepatu sporty, zen yakin istri nya tidak berniat datang ke club tersebut.


zen menyelimuti istri nya dan keluar kamar, nampak rani masih berdiri mematung di ruang keluarga.


"masuk lah, ada pakaian ganti di lemari", ucap zen lalu masuk ke kamar lain.


rani mendongak setelah pintu kamar zen tertutup, rani heran kenapa zen tak tidur bersama aulia.


rani masuk ke dalam kamar aulia, rani yakin memang ini kamar aulia karena banyak barang barang yang biasa di pakai sahabat nya itu.


rani membuka lemari dan mengambil pakaian tidur aulia, lalu masuk ke dalam kamar mandi.


suara percikan air membuat aulia terbangun dan mendudukan tubuh nya, dia baru setengah sadar mengingat apa yang terjadi sebelum ter tidur.


tubuh aulia kembali bergetar, dia kembali merasa takut, namun dia ter ingat suami nya yang sudah menolong nya.


aulia tersenyum meskipun sedikit takut, tapi senyum aulia hilang saat pintu kamar mandi terbuka.


"li kamu bangun", ucap rani berjalan mendekat.

__ADS_1


aulia mengangguk dengan wajah kecewa.


rani makin merasa bersalah, rani sangka aulia marah atau kecewa pada nya karena terlihat wajah kecewa aulia.


"zen mana"?, tanya aulia kesal.


"kak zen masuk ke kamar sebelah", jawab rani apa ada nya.


wajah aulia kembali ceria dan turun dari ranjang membuat rani heran.


"kamu tidur di sini ya, aku mau tidur di kamar suamiku", ucap aulia berlari keluar kamar nya.


rani hanya menggeleng dan tersenyum, lalu naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuh nya.


aulia membuka pintu kamar zen karena kamar zen memang jarang terkunci, aulia tersenyum saat melihat suami nya sudah terlelap.


aulia menutup pintu perlahan lalu berjalan ke arah ranjang, aulia baru sadar dia belum berganti pakaian.


dia berjalan ke arah lemari zen, lalu mengambil satu kaos zen dan masuk ke dalam kamar mandi.


aulia keluar dengan pakaian tidur kesukaan nya setelah menikah, yaitu kaos milik suami nya.


aulia naik ke atas ranjang dan naik ke atas tubuh zen lalu tidur tengkurap menindih tubuh suami nya yang tidak memakai selimut.


zen membuka mata nya karena tidur nya terganggu oleh benda yang menindih tubuh nya.


"ko bangun lagi", ucap aulia tersenyum lembut sambil mengusap rambut suami nya.


bukan nya menurut, aulia malah mengecup bibir zen lalu tersenyum menggoda suami nya.


zen membulatkan mata nya, bahkan hanya dengan kecupan batang kayu milik nya sudah terasa keras, aulia juga seperti sengaja menggesek bagian batang kayu suami nya dengan lembah yang terasa hangat meski masih terhalang kain masing masing membuat zen mengerang pelan.


"aku ini istri kamu, apa salah seorang istri menggoda suami sendiri"?, tanya aulia tersenyum menggoda.


"kamu yakin"?, tanya zen memastikan.


aulia mengangguk yakin tersenyum menggoda.


namun zen merasakan hal aneh di bagian lembah yang menyentuh batang kayu milik nya.


" kamu lagi datang bulan"?, tanya zen memastikan kecurigaan nya.


seketika aulia tertawa dan mendudukan tubuh nya masih di atas tubuh zen.


zen mendengus segera menarik pinggang aulia ke samping, kini zen yang menindih tubuh istri rese nya.


tawa aulia langsung hilang, aulia menjadi gugup saat zen menatap nya sambil tersenyum yang tak bisa di artikan.


zen mendekat kan wajah nya dan ******* bibir ranum aulia, gadis itu hanya diam membeku namun juga tidak berontak.


zen menghentikan ******* nya dan tersenyum menatap istri rese nya.

__ADS_1


"aku aku sedang datang bulan, apa kamu mau melakukan nya sekarang", ucap auli terbata.


melihat ke gugupan di tambah tubuh aulia bergetar karena mungkin akibat kejadian tadi membuat zen sadar kalau istri nya dalam ke takutan.


zen mengelus lembut kepala istri nya dan mengecup kening istri nya membuat aulia memejamkan mata nya saat zen mengecup kening nya.


zen merebahkan tubuh nya ke samping lalu menarik pinggang istri nya agar aulia menyandar di dada bidang nya.


"apa kamu lapar"?, tanya zen lembut.


aulia mengangguk dengan cepat lalu menggeleng.


"kenapa"?, tanya zen heran.


"aku malas masak", jawab aulia karena dia merasa lelah.


zen tersenyum lalu mendudukan tubuh nya membuat aulia juga ikut duduk dan menatap suami nya bingung.


"biar aku yang masak", ucap zen duduk di pinggir ranjang.


aulia kaget, namun dia segera tersenyum dan naik ke atas punggung suami nya.


zen menggendong istri nya keluar kamar dan mendudukan istri nya di kursi dapur.


"steak mau"?, tawar zen pada istri nya.


aulia mengangguk sambil tersenyum lucu.


zen segera mengambil daging dari pfizer lalu mulai memanggang steak tersebut.


selesai menghidangkan zen duduk di kursi meja makan, namun istri nya masih diam di kursi dapur dengan wajah cemberut.


zen menoleh dan menatap bingung.


"ayo", ucap zen agar istri nya turun dan duduk di samping nya.


aulia merentangkan tangan nya seperti anak kecil.


"gendong", ucap aulia manja.


zen tersenyum kecil lalu menggedong istri nya dan mendudukan tubuh istri nya samping nya.


aulia kembali berdiri dan naik ke atas pangkuan suami nya dan melahap steak milik suami nya.


"orang manja itu lagi ngidam, bukan lagi datang bulan", gerutu zen menatap malas istri nya.


aulia menoleh dan menatap suami nya, daging steak yang belum seluruh nya masuk ke mulut aulia, aulia dekat kan ke mulut suami nya.


zen segera menggigit daging tersebut, kedua nya mengunyah setelah bibir kedua nya menyatu.


aulia kembali memeluk zen, zen pun membiarkan istri nya seperti itu, zen melahap kembali steak nya dan mengunyah nya.

__ADS_1


__ADS_2