
aulia menaiki tangga menuju kamar nya, dengan perasaan gugup dan takut.
aulia membuka pintu dan tak ada suami nya, suara gemericik air terdengar di kamar mandi.
aulia memilih duduk di sopa menunggu suami nya selesai mandi, aulia ingin meminta maaf pada suami nya.
beberapa saat kemudian zen keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang di lilitkan di perut nya, tatapan zen tak jauh seperti tatapan ayah mertua nya tadi membuat aulia menunduk takut.
zen berjalan dan duduk di samping istri nya dengan tetap menatap lekat wajah istri nya.
"maaf", ucap aulia gugup.
"kenapa"?, tanya zen lembut.
"aku sudah menghabiskan uang kamu", jawab aulia masih gugup.
zen tersenyum lembut, ini seperti cerita ayah nya waktu pertama kali nenek nya membawa ibu nya berbelanja.
zen merangkul pinggang istri nya dan menarik tubuh nya lalu mengecup pipi istri nya.
"kamu cantik sayang", ucap zen lembut.
"kamu tidak marah"?, tanya aulia memberanikan diri menatap suami nya.
zen menggeleng cepat dan mengecup lembut bibir istri nya.
"aku bekerja untuk kamu dan anak anak kita kelak, jadi jangan merasa bersalah ok", ucap zen agar istri nya tak merasa bersalah.
aulia tersenyum dan mengecup bibir suami nya lembut.
"makasih", ucap aulia dengan senyum menggoda.
zen menurunkan wajah nya di leher istri nya dan mulai mengendus aroma leher aulia yang membangkitkan gairah nya.
"aku pengen", ucap zen dengan suara parau nya.
aulia diam membeku, kini dia mengerti apa yang di maksud ayah mertua nya tadi.
aulia tersenyum dia tak keberatan kalau suami nya meminta hak nya, aulia dengan senang hati akan memberikan untuk suami nya.
aulia memberanikan diri menggigit telinga suami nya pelan, zen langsung memundurkan tubuh nya dan melihat istri nya tersenyum menggoda.
"aku ingin di kamar mandi lagi", ucap aulia malu malu.
zen tersenyum senang dan segera menggendong istri nya menuju kamar mandi.
malam hari selesai makan malam, semua nya berkumpul di ruang keluarga termasuk laura yang sudah pulang di antar cila.
"aulia besok kamu sudah bisa kuliah di kampus bersama cila dan laura", ucap al memberitahukan.
"baik ayah", jawab aulia yang memang sudah setuju akan kuliah bersama adik ipar dan juga sepupu suami nya.
__ADS_1
"kakak ga usah khawatir, di kampus ada kak cila yang akan selalu menjaga kita", ucap laura senang akan satu kampus bersama kakak ipar nya.
laura baru semester satu, sementara cila semester tujuh sama dengan aulia, bahka cila dan aulia satu jurusan dan akan satu ruangan di kampus.
"kakak kamu lebih jago dari kak cila mu itu dek", ucap kharisma memberi tahukan putri nya.
aulia hanya diam, dia bingung kenapa ibu mertua nya tau kalau diri nya wanita barbar, aulia lupa siapa keluarga suami nya.
"ibu tau dari mana"?, tanya laura heran.
"dari ayah lah", jawab kharisma santai.
al hanya diam saat putri nya itu menatap ke arah nya.
"kalian para wanita harus kuat seperti laki laki saat di luar, dan harus lembut dan lemah saat di hadapan suami dan keluarga", ucap al akhir nya bermaksud menasehati putri dan menantu nya.
"maksud ayah kak aulia tomboy"?, tanya lauara polos.
semua orang menatap ke arah al termasuk zen dan aulia, wajah al nampak bingung dan takut menyinggung menantu nya.
"memang kak li harus tomboy di luar, ibu juga sama, tapi saat bersama ayah ibu lemah lembut ya kan yah", ucap kharisma membela suami nya.
al hanya menatap malas istri nya membuat kharisma menatap kesal suami nya.
aulia zen dan laura terkekeh melihat tingkah wanita cantik paruh baya itu.
"kamu jangan mencontoh ibu mertuamu aulia", ucap al menyindir istri nya.
laura tak ingin kalah dia juga memeluk ayah nya di sebelah kiri karena ibu nya sebelah tangan.
aulia merasakan ke hangatan di keluarga ini, di terharu dan salah menilai sosok kedua mertua nya.
zen merangkul dan memeluk istri nya, membuat aulia sedikit malu namun keluarga suami nya nampak santai sama sekali tak seperti keberatan.
pagi hari zen berangkat ke kantor bersama ayah nya, meskipun di kantor belum di umum kan secara resmi sudah banyak gosip beredar kalau presdir akan segera mundur dari jatabatan nya dan akan di gantikan oleh putra mahkota zendra al fatih pranaja.
sementara aulia kini duduk di samping kemudi menuju kampus, dan cila yang menyetir mobil nya, sementara si bungsu laura duduk di belakang sambil memakan cemilan kesukaan nya.
"kamu ga takut gendut dek"?, tanya cila pada si bungsu.
laura hanya mendengus dan makan kembali cemilan nya cuek.
"kak kamu ga malu punya adik ipar seperti karung beras"?, sindir cila pura pura bertanya pada aulia.
aulia hanya terkekeh kecil, sementara laura menghentikan makan nya dan menatap kesal sepupu nya.
"cantik seksi dan kurus juga percuma kalau ga laku", sindir laura membuat aulia kembali terkekeh.
sementara wajah cila yang tadi tertawa menjadi diam dengan wajah kesal.
"ka ilham oh ka ilham dimana kamu ber ada"?, laura pura pura bernyanyi menyebut nama laki laki yang menjadi hayalan sepupu nya.
__ADS_1
wajah cila jadi merah padam menahan kesal pada sepupu bungsu nya, andai dia sedang tak menyetir pasti laura sudah cila beri pelajaran.
"siapa ilham"?, tanya aulia penasaran.
"teman suami kakak", jawab laura santai.
aulia diam sesaat dan mengerti apa yang di katakan adik ipar nya.
mobil sampai di parkiran kampus, aulia di antar cila dan laura ke ruang administrasi.
semua laki laki melihat ke arah ketiga nya namun tak ada satu pun yang berani mendekat membuat aulia sedikit heran.
"kakak jangan heran, semua orang di sini takut sama kak cila", ucap laura membanggakan sepupu nya.
aulia hanya tersenyum kecil mengikuti cila yang berjalan di depan.
aulia sudah selesai administrasi dan akan masuk ke kelas baru nya bersama cila, sementara laura sudah masuk ke kelas nya.
"cil siapa ini"?, tanya raka yang merupakan dosen muda.
"nama nya aulia", jawab cila malas.
raka menyapa aulia dan mengajak berkenalan, aulia pun hanya membalas jabatan raka dan memperkenalkan diri.
terlihat raka seperti mengagumi sosok aulia membuat cila menatap malas raka.
"kalau punya nyawa sepuluh coba saja dekati kakak iparku", ancam cila tak ingin ada laki laki mendekati kakak ipar nya.
aulia dan raka menatap bingung cila.
"apa maksud kamu"?, tanya raka bingung.
"kak aulia istri beruang kutub kalau kamu punya keberanian silahkan saja menggoda kakak iparku", ucap cila yang langsung di mengerti raka.
sementara aulia heran kenapa suami nya di sebut beruang kutub.
"kamu istri zen"?, tanya raka sedikit tak percaya.
aulia mengangguk dengan masih bingung.
"selamat datang di kampus ini, semoga nyaman ya, saya permisi dulu", ucap raka buru buru pergi.
cila terkekeh saat raka sudah pergi.
"kenapa zen kamu sebut beruang kutub"?, tanya aulia heran.
"kak zen dulu juga kuliah di sini, dia sangat dingin dan juga buas seperti beruang, hampir semua laki laki satu kampus pernah kena hajar oleh nya", ucap cila bangga memberitahukan kaka sepupu nya pada kakak ipar nya.
aulia hanya diam, kini dia baru tau sisi lain dari suami nya, selama ini aulia hanya tau zen pendiam bukan pemarah apa lagi kasar.
kedua nya masuk ke dalam kelas, tak ada satu pun pria mengganggu aulia, namun para wanita nampak senang pada aulia.
__ADS_1
mata kuliah pun di mulai setelah dosen masuk dan memulai pelajaran.