CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 8


__ADS_3

kini al dan kharisma mengikuti mobil putra nya menuju rumah aulia.


" sayang apa aku jahat ?, tapi aku suka gadis itu dan ga mau dia jadi milik orang lain", tanya kharisma pada al yang duduk di samping nya.


al tersenyum kecil mengelus kepala istri nya.


" kamu ingin putra kita bernasib sepertiku kan"?, tanya balik al mengelus kepala istri nya.


"maksud kamu bagaimana"?, tanya kharisma belum mengerti.


"hanya gadis itu yang membuat zen tak berkutik, gadis itu sama sepertimu yang membuatku tak bisa berkutik", jawab al santai.


kharisma mendengus kesal, dia tau maksud suami nya, kharisma menyingkirkan lengan suami nya dengan wajah cemberut.


al terkekeh dan memeluk paksa istri nya yang terus menggerutu.


sang sopir hanya tersenyum melihat ke romantisan majikan nya di usia pernikahan yang sangat matang, dia bersyukur sebab semasa muda sopir itu menjadi saksi bisu bagaimana ujian dan terpaan dalam pernikahan majikan nya.


"kita harus bagaimana"?, tanya aulia dengan perasaan cemas.


"sudah ikuti kemauan ibuku", jawab zen santai.


aulia menoleh menatap malas zen.


"aku tak mencintaimu", ketus aulia kesal.


"kau kira aku suka pada gadis rese sepertimu", kesal zen tak kalah kesal.


aulia hanya menatap ke depan, dia bingung harus bagaimana agar terhindar dari pernikahan yang tidak dia inginkan.


"ini semua gara gara kamu yang meminta menginap", kesal zen kembali bicara.


aulia kembali menoleh menatap zen kesal, tapi memang dia akui ini kesalahan nya.


kini kedua mobil masuk ke halaman rumah sederhana milik bara, laki laki itu menatap heran, kalau mobil yang satu nya bara tau itu milik zen bos sekaligus teman nya.


bara kaget saat keluar aulia dari mobil zen, di samping mobil zen juga keluar lelaki parah baya dan wanita paruh baya yang di buka kan oleh sopir.


andini yang keluar rumah hendak memberikan kopi pada suami nya kaget saat melihat beberapa orang yang ada di dekat nya, apalagi ada adik nya yang memakain pakaian serba kebesaran.

__ADS_1


aulia seperti itu karena kharisma tak mengizinkan diri nya berganti pakaian.


aulia menunduk malu dan takut saat kakak nya menatap nya.


bara mempersilahkan semua nya masuk ke dalam rumah.


pak arya dan ibu nisa juga kaget akan kedatangan putri nya dengan zen, dan ada sepasang suami istri paruh baya juga yang terlihat bukan dari kalangan orang biasa.


al menyalami kedua nya dengan sedikit tersenyum, ini adalah ajaran dan permintaan kharisma pada suami nya agar jangan selalu kaku pada orang lain.


kharisma mulai menceritakan kejadian zen dan aulia versi nya, membuat al hanya menatap malas istri nya yang men dramatis cerita yang sebenar nya.


zen dan aulia hanya menunduk, sementara keluarga aulia nampak kaget, sebab setau mereka aulia menginap di rumah sahabat nya yaitu rani.


"apa itu benar nak"?, tanya ibu nisa kecewa pada putri bungsu nya.


bara nampak menatap marah bos nya, meskipun dia hanya kakak ipar, dia tak terima adik ipar nya di perlakukan seperti itu oleh zen.


aulia hanya mengangguk dan berlari ke dalam kamar nya.


"saya tidak melakukan apapun pada putri anda tante", ucap zen membela diri agar tidak di salah kan oleh keluarga aulia.


semua menatap zen dengan tatapan berbeda.


pak arya menatap kharisma heran, tak ada rasa kecewa atau marah seperti istri nya, yang ada hanya wajah senang dan berharap dari wanita cantik paruh baya itu.


al yang merasa istri nya di tatap pak arya balik menatap dingin pak arya membuat pak arya salah tingkah melihat tatapan dingin al.


ibu nisa hanya diam dengan wajah kecewa dan sedih nya.


"apa kita bisa bicara berdua tuan"?, pinta pak arya pada al yang masih menatap dingin pada nya.


al mengangguk dan berjalan keluar rumah di ikuti pak arya.


sesampai nya di luar al duduk di kursi di ikuti pak arya di samping nya.


"maaf tuan saya tidak bermaksud macam macam pada istri anda", ucap pak arya tak enak hati karena tadi al menyadari tatapan nya pada kharisma.


al hanya diam menunggu lelaki yang mungkin usia nya di atas diri nya beberapa tahun melanjutkan ucapan nya.

__ADS_1


"saya hanya heran dengan istri anda yang terlihat malah senang dan bahagia akan kejadian ini", lanjut pak arya mengatakan apa yang dia rasakan.


al masih diam, namun perasaan nya sedikit tenang karena salah mengira tatapan lelaki di samping nya pada istri nya.


" tuan arya, istri saya mengharapkan putri anda menjadi menantu kami, kami juga tau aulia gadis baik baik", ucap al mengatakan semua nya termasuk alasan aulia menginap di apartemen zen serta meyakinkan pak arya kalau zen tak berbuat macam macam pada putri nya.


pak arya kini merasa lega dan percaya ucapan al.


"dari mana anda tau nama saya tuan", tanya pak arya heran.


al hanya tersenyum kecil.


"saya tau semua nya tentang orang orang yang bersangkutan dengan putra saya tuan arya", jawab al santai.


"anda bukan dari kalangan biasa, lantas kenapa anda dan istri anda berharap menantu aulia yang dari kalangan biasa"?, tanya pak arya lagi penasaran dan heran.


"saya tak pernah memandang status seseorang tuan, kita semua sama dan yang utama aulia gadis baik baik itu cukup bagi saya dan istri merestui aulia dan zen", jawab al tulus.


pak arya tersentuh dengan ucapan lelaki dingin yang penuh wibawa namun juga sangat bijak dalam keputusan.


kedua nya berbincang hangat dan kedua nya saling memanggil nama atas permintaan al karena akan menjadi besan.


di dalam kamar ibu nisa, kharisma juga menceritakan semua nya agar ibu nisa tidak kecewa pada putri nya dan tidak membenci putra nya.


ibu nisa awal nya tak percaya namun kharisma menunjukan semua bukti termasuk rekaman cctv di apartemen zen, kedua nya malah tertawa melihat tingkah jahil aulia pada zen yang membuat pemuda itu terjatuh di lantai.


ibu nisa dan kharisma nampak begitu akrab dan hangat, sama dengan suami nya, ibu nisa tak menyangka kharisma yang bukan wanita biasa menerima keluarga nya dengan terbuka tanpa memandang status.


di ruang keluarga zen masih di cecar pertanyaan oleh bara, pasal nya yang bara tau zen juga dekat dengan gadis cantik yang beberapa kali bara temui, andini kini berada di dalam kamar adik nya menenangkan adik nya yang terus menangis karena tak terima di nikahkan paksa dengan zen.


"lalu wanita muda tempo hari itu siapa"?, tanya bara menyelidik zen.


zen nampak berfikir sejenak, namun karena dia memang tak pernah dekat dengan wanita lain zen tau yang di maksud bara adalah laura.


"dia adikku", jawab zen setelah mengingat ingat.


"kau tidak berbohong padaku"?, curiga bara pada calon adik ipar nya.


zen hanya mendengus dan teringat sesuatu.

__ADS_1


"apa kau tidak menyadari wajah ibuku tadi hah?, dia sangat mirip dengan adikku", jawab zen kesal.


laura masuk sambil bergelayut manja di tangan ayah nya, dia menyusul setelah di beri tahu ibu nya kalau abang nya akan menikah.


__ADS_2