CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 18


__ADS_3

semakin malam suasana di ruangan itu makin membuat aulia tak nyaman, selain mata nya ternodai, aulia juga mulai risih dengan reza yang berkali kali mencoba memeluk nya namun aulia selalu menghindar.


alunan musik yang makin malam makin keras membuat orang orang sibuk dengan dunia nya sendiri.


bahkan rani pun sama, wanita itu sudah mulai tak bisa mengontrol diri, dalam keadaan setengah sadar rani berjoget sambil berpelukan dengan rangga bahkan gadis lugu yang aulia lihat kini berbeda.


rani seperti menjadi wanita liar, dia bahkan sangat agresif pada kekasih nya, pemandangan itu membuat aulia sedih.


aulia akui dia gadis tomboy, tapi dia bukan gadis malam seperti saat ini.


reza yang mulai kesal pada aulia karena selalu di tolak menarik pinggangnya aulia dan berusaha mencium nya.


aulia yang kaget refleks menghindar dan menampar reza karena bersikap kurang ajar.


ruangan yang tadi asik dengan percumbuan masing masing pasangan kaget saat reza menggulingkan meja hingga botol botol minuman pecah di lantai.


reza mencengkram tangan aulia kuat dan menatap tajam aulia.


"lepas", bentak aulia sambil berusaha melepaskan pergelangan tangan nya.


reza tersenyum dan mencengkram leher aulia.


"wanita ******, kau kira aku tak tau kau menikahi laki laki itu karena uang, aku tau kau hanya wanita miskin, aku akan memberikanmu uang asal melayaniku malam ini", ucap reza lalu menarik aulia keluar ruangan.


aulia berontak namun tenaga nya kalah jauh dari lelaki yang tengah menyeret nya.


rani hendak membantu teman nya, namun dengan cepat rangga menarik tangan kekasih nya.


"aulia ga aulia", ucap rani khawatir.


"sudah biarkan temanmu bersenang senang", ucap rangga santai lalu memeluk kembali kekasih nya.


rani yang memang setengah sadar hanya diam dan kembali terbuai sentuhan laki laki yang menjadi kekasih nya.


di kamar hotel tepat nya di lantai atas club tersebut reza hendak mengunci pintu, namun pintu terdorong keras membuat laki laki setengah sadar itu terpelanting dan jatuh ke lantai.


aulia masih terduduk di lantai, sebab tadi reza menyeret nya dan mendorong nya saat masuk ke dalam kamar.


aulia menangis terisak sambil menunduk, langkah kaki makin mendekat ke arah nya.

__ADS_1


"tolong jangan sentuh aku, aku sudah bersuami tolong lepaskan aku", ucap aulia terisak dengan masih menunduk dalam duduk nya.


pundak aulia di genggam laki laki tersebut, tubuh aulia bergetar hebat, aulia hendak menyingkirkan lengan laki laki itu, namun suara yang aulia harap kan terdengar di telinga nya.


"apa kamu baik baik saja", tanya zen membuat aulia mendongak dan menatap nya dengan wajah berlinang air mata.


zen tersenyum lembut lalu membantu aulia berdiri, aulia langsung memeluk zen dengan tubuh yang masih bergetar.


"sudah sekarang kamu aman", ucap zen mengelus kepala aulia yang berada di dada bidang nya.


wajah lembut zen berubah menjadi aura dingin dengan mata yang merah saat menengok ke arah reza yang terkapar dan sedang di ikat anak buah nya.


aulia memundurkan tubuh nya dan melihat ke arah reza yang sedang di ikat oleh dua orang berpakaian serba hitam.


tadi aulia tak menyadari ke hadiran dua laki laki itu, zen melepas pelan pelukan aulia lalu berjalan santai mendekat pada reza.


bruk.


reza meringis kesakitan saat zen menendang tempat di wajah nya, darah keluar dari hidung dan mulut reza karena tendangan zen yang begitu kuat.


zen hendak kembali menendang namun dengan cepat aulia memeluk suami nya dari belakang.


kini zen di dalam lip sambil menggendong istri nya, aulia tadi menolak namun zen kukuh, aulia pun pasrah apalagi memang tubuh nya masih lemas karena ketakutan.


saat di loby gedung aulia heran karena sepi, padahal tadi sangat ramai.


dan saat keluar gedung aulia makin heran karena banyak nya orang orang yang seperti pasukan terlatih berjaga di luar gedung.


aulia juga melihat sahabat nya yang di masukan ke dalam mobil besar bersama kekasih dan juga teman teman reza tadi.


"aku ingin bicara sama rani", pinta aulia agar zen menurunkan dari gendongan nya.


zen berjalan ke arah rani tanpa menurunkan istri nya, setelah sampai di hadapan rani dan teman teman reza, zen menurunkan tubuh aulia perlahan.


aulia melihat sahabat nya basah kuyup, bahkan semua orang yang akan di masukan ke dalam mobil itu dalam ke adaan basah termasuk rangga.


rupa nya anak buah zen tadi merendam mereka di kolam renang yang ber ada di belakang gedung.


"li maafin gue", ucap rani yang sadar akan kesalahan nya.

__ADS_1


rani hendak mendekat namun dengan cepat zen menarik tubuh istri nya agar berdiri di belakang nya.


plak.


tamparan cukup keras mengenai pipi rani membuat wanita itu hampir terjatuh andai tak di pegang salah satu anak buah zen.


"berani kau minta maaf setelah apa yang kau perbuat pada istriku hah", bentak zen menatap tajam rani membuat wanita itu menunduk takut.


aulia juga tak bisa berbuat apa apa untuk membela sahabat nya dalam posisi ke marahan suami nya.


aulia kini sadar ke kuasaan suami nya, gedung yang langsung sepi, orang orang seperti sebuah pasukan, mengetahui keberadaan nya dan menolong nya tanpa memberitahukan, aulia kini tau kalau suami nya memang orang berkuasa meskipun aulia tak tau pasti seberapa kekuasaan suami nya.


"maaf kak zen", ucap rani terisak.


zen hanya diam dia tak ingin kembali emosi nya terpancing apalagi pada seorang wanita.


"kita pulang", ucap zen kembali menggendong aulia menuju mobil.


"mereka mau di bawa ke mana"?, tanya aulia pada suami nya.


"kantor", ucap zen dan aulia menyangka kantor yang di maksud suami nya kantor polisi.


"kamu jangan bawa rani, dia tak bersalah", ucap aulia hendak turun dari mobil namun tangan nya di tahan suami nya.


"aku mohon lepaskan dia", pinta aulia lagi menatap suami nya memohon.


zen tak tahan, meskipun dia kesal pada istri nya, namun dia tak akan tahan membiarkan istri nya memohon seperti ini pada nya.


zen mengangguk dan meminta anak buah nya agar melepaskan rani.


"izinkan dia menginap di apartemen kita malam ini saja ya", pinta aulia lagi membuat zen menatap malas istri nya.


"di kasi hati minta jantung", kesal zen menatap malas istri nya.


aulia tersenyum menggoda menatap wajah kesal suami nya.


"bener hati kamu buat aku ?, boleh ya rani menginap di apartemen kita malam ini saja, kasian dia pasti di marahi orang tua nya kalau pulang dalam mabuk dan baju basah". pinta aulia mengedip ngedipkan satu mata nya.


zen yang kesal menahan senyum nya dan menoleh ke arah lain.

__ADS_1


"baik tapi malam ini saja", ucap zen dan langsung mendapat pelukan dari istri nya sambil mengucapkan terimakasih.


__ADS_2