CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 23


__ADS_3

zen dan aulia masuk ke dalam salah satu toko perhiasan, zen dan aulia duduk di salah satu sopa ruangan.


pelayan memberikan tab dan zen memilih milih perhiasan tersebut di layar tab, sementara aulia hanya diam, dia juga heran untuk apa suami nya mencari perhiasan.


"apa kamu suka ini"?, tunjuk zen pada istri nya.


aulia hanya mengangguk, dia suka model dan bentuk liontin yang di tunjukan suami nya, tapi aulia tak berharap zen memberikan nya karena yakin harga perhiasan tersebut sangat mahal.


"aku ingin ini bisa memesan nya sekarang", ucap zen memberi tahukan pada pelayan toko perhiasan tersebut.


pelayan toko cukup kaget dengan apa yang di tunjuk pemuda itu, pasal nya liontin yang di tunjuk zen merupakan barang langka dan di bandrol sangat tinggi.


"apa anda yakin tuan, harga nya dua ratus limah puluh ribu dolar", ucap pelayan memberitahukan.


aulia kaget, itu sama saperti harga mobil sport.


"maaf mbak suami saya bercanda", ucap aulia mengambil kembali tab tersebut.


pelayan hanya diam dengan wajah mulai curiga, sementara zen hanya menatap istri nya malas.


"kamu bisa pilih yang lain, tapi aku mau beli yang tadi untuk kamu", ucap zen meminta pelayan menyiapkan barang serta pembayaran nya.


"zendra al fatih itu mahal", bisik aulia pada suami nya.


zen hanya diam menunggu barang pesanan nya di siapkan.


pelayan dengan ragu memberitahukan pada manager, manager cukup kaget, selama ini perhiasan semahal itu rata rata di beli orang orang penting, bahkan bisa di bilang belum pernah ada sepasang anak muda membeli perhiasan semahal itu.


manager dari kejauhan melihat penampilan sepasang suami istri menurut pelayan, aulia yang memakai almamater kampus, serta zen berpakaian formal namun melihat usia kedua nya manager ragu.


manager menghampiri zen, aulia menatap kesal suami nya, aulia tau zen mampu apalagi kedua orang tua nya, tapi aulia sayang dengan uang yang akan di keluarkan suami nya hanya untuk sebuah kalung.


"tuan maaf apa benar anda memesan liontin ini"?, tanya manager menunjuk gambar di tab yang dia pegang.


zen hanya mengangguk malas, ini sudah terlalu banyak drama menurut nya.


"maaf tuan barang ini sudah terjual, anda bisa memesan yang lain nya", ucap manager dengan wajah seperti merendahkan.


"apa kamu serius?, bukan nya kalau barang sudah terjual tidak ada di list penjualan"?, tanya zen mulai kesal.


manager cukup kaget, kenapa lelaki muda itu tau sistem penjualan di toko nya.


"maaf tuan saya belum menghapus list nya", jawab manager mulai kesal.


zen terkekeh kecil, lalu merogoh handphone nya dan menghubungi seseorang melalui vidio call.


aulia manager dan pelayan hanya diam.

__ADS_1


"ada apa bocah nakal", ucap wanita paruh baya di seberang telepon.


"apa istriku tak boleh membeli perhiasan dari toko nyonya tasya pranaja", ucap zen tersenyum ke layar handphone nya.


manager toko langsung gugup saat zen menyebut nama pemilik toko tersebut.


"apa sih ga jelas, mana istri kamu"?, tanya wanita itu di seberang telepon.


zen mengarah kan layar pada istri nya.


"li kamu mau perhiasan seperti apa biar tante siapkan"?, tawar tasya pada istri keponakan nya.


aulia hanya menggeleng sambil tersenyum malu.


"aku di mall xx, aku mau beli tapi ga jadi ga ada yang bagus barang di sini perhiasan nya", ucap zen memberitahukan.


" di sana ada stok bagus bagus kok, apa mau tante siapkan aja", tawar tasya pada ponakan nya.


"aku mau ini tapi barang nya ga ada", ucap zen lagi sambil menunjukan gambar liontin di tab.


sementara manager sudah berwajah pucat, tanpa melihat dia sudah tau suara siapa itu.


"itu list nya ada, berarti barang nya ada", ucap wanita di seberang telepon itu.


"ya sudah kamu ambil saja, itu hadiah dari tante buat menantu cantik tante", lanjut tasya lagi.


"aku masih sanggup membayar nya tante", ketus zen malas.


zen menyerahkan handphone itu pada manager yang sudah ketakutan.


aulia menjadi kasihan, dia tau apa yang sekarang terjadi.


"tolong layani keponakan dan menantu saya dengan baik, nanti pembayaran nya biar masuk ke nama saya saja", ucap tasya tanpa basa basi.


"baik baik nyonya", jawab manager gugup, tasya pun langsung mematikan telepon nya.


manager menyerahkan kembali handphone zen dengan gugup.


"maaf tuan biar saya ambilkan liontin yang anda pesan", ucap manager gugup.


zen hanya diam dia kesal pelayanan toko milik tante nya.


"kamu ember juga ya", sindir aulia pada suami yang biasa nya pendiam.


"aku ingin liontin itu", jawab zen tak merasa bersalah sudah membuat manager dan pegawai ketakutan.


aulia hanya menggeleng menatap suami nya yang acuh.

__ADS_1


manager kembali membawa pesanan zen.


"ini tuan", ucap manager menyerahkan benda mewah itu di hadapan zen.


zen mengambil liontin dari tempat nya dan memakaikan di leher istri nya.


aulia hanya diam gugup, apalagi zen menyentuh leher nya karena menggeser rambut membuat aulia bergidik.


"cocok", ucap zen tersenyum puas.


manager dan pelayan pun tersenyum karena memang liontin tersebut sangat cocok di pakai aulia meskipun wanita itu memakai almamater kampus.


"ini", ucap zen menyimpan kartu nya di atas bekas tempat perhiasan tadi.


"nyonya tasya bilang anda tidak perlu membayarnya tuan", tolak manager ragu.


zen menoleh menatap malas wanita yang se usia tante nya itu.


"cepat atau saya akan beri tahukan perlakuanmu tadi", ancam zen kesal.


manager bergegas mengambil mesin eds untuk menggesek kartu milik zen.


zen menekan pin setelah manager memasukan nominal pembayaran, pembayaran selesai.


lalu zen mengeluarkan uang pecahan seratus dolar dan menyimpan di atas meja.


"bagikan dengan yang lain", ucap zen lalu menarik istri nya dan menggandeng nya keluar toko.


para pekerja juga manager menghela nafas lega, beruntung zen tak melaporkan apa yang sebenar nya terjadi pada bos besar mereka.


mereka langsung tau siapa zen, sebab keponakan laki laki bos besar mereka hanya satu yaitu zendra al fatih calon presdir pranaja corp.


"kamu ga sayang beliin ini", ucap aulia masih tak percaya.


"aku sayang kamu makanya beliin ini", goda zen terkekeh.


aulia mencubit pinggang suami nya.


"tapi sayang mahal banget tau", ucap aulia masih menyayangkan uang yang harus di keluarkan suami nya.


"cincin ini sudah cukup padahal", lanjut aulia memperlihatkan cincin pernikahan di jari tangan nya.


"itu ibu yang beli, aku juga mau beliin kamu perhiasan", ucap zen memberitahukan.


aulia mendongak menatap suami nya.


"kenapa ibu? kenapa bukan kamu"?, tanya aulia sebab setau dia cincin itu dari suami nya.

__ADS_1


"kamu tau awal pernikahan kita bagaimana", jawab zen menggandeng istri nya.


aulia mengangguk dan berjalan bergandengan tangan dengan suami nya.


__ADS_2