
mereka bertiga mulai membahas pekerjaan karena satu minggu lagi zen akan resmi menggantikan ayah nya.
sementara rey masing berada di luar negeri karena urusan kantor, serta alex berada di luar kota.
ken, adik dari al itu memilih mengurus kantor peninggalan orang tua nya karena al merintis pranaja corp dan menyerahkan perusahaan ZK pada nya.
siang hari zen mendapat notif di handphone nya, benar saja limit hari ini sudah habis, ibu nya benar benar memakai kartu aulia pemberian nya.
sementara al sama menatap layar handphone nya dan mengerutkan kening nya.
"berapa"?, tanya jey pada bos nya yang tau itu notif pembayaran.
al menggeser handphone nya agar jey bisa melihat nya.
zen dan jey membulatkan mata nya tak percaya.
"istriku berubah sejak banyak bergaul dengan istrimu", cibir al pada asisten nya.
jey hanya diam, jey merasa bersalah dan menganggap ucapan bos nya itu benar.
"hey kenapa kau anggap serius", ucap al lagi menepuk pundak assisten nya.
"tapi ini hampir delapan milyar tuan", jawab jey merasa bersalah.
" kita bekerja untuk anak istri serta keluarga, lantas dimana salah nya", ucap al santai.
"lagian ngapain ngerasa bersalah emang ibu yang boros ko bukan tante mika", ucap zen agar paman jey tak merasa bersalah.
"bilang langsung depan ibumu", sindir al pada putra nya.
zen terkekeh.
"cari mati", jawab zen masih terkekeh.
"apa yusuf jadi kuliah di sana"?, tanya al pada jey.
"jadi tuan", jawab jey mulai santai kembali.
"padahal aku berharap kita bisa pensiun sama sama dan biarkan zen dan yusuf mengurus kantor ini", ucap al sedikit kecewa.
"ayah saja butuh tiga assisten masa aku sama yusuf doang", protes zen kesal.
ketiga orang itu berbincang sebentar lalu makan siang bersama karena hilda sudah membawakan makan siang untuk ketiga nya.
rosi dan jesi pun membantu membawakan makanan, padahal biasa nya kedua gadis itu akan cepat pergi ke kantin saat jam makan siang dan biasa nya hilda akan di bantu ob saat menghidangkan makan siang untuk presdir.
"tumben kalian mau bantu senior kalian", sindir jey pada kedua gadis cantik itu.
__ADS_1
rosi dan jesi jadi gelagapan sendiri, sementara hilda nampak acuh dan ikut duduk di samping zen karena hilda terbiasa makan siang bersama al dan para assisten di ruang kerja al.
rosi dan jesi curi curi pandang pada zen yang nampak acuh dan malah asik berbincang ringan dengan hilda.
"kalian duduk dan makan bersama", perintah al dingin.
dengan ragu rosi dan jesi ikut duduk meskipun gugup kedua nya senang, ini kali pertama presdir mereka menawarkan makan bersama apalagi ada zen membuat kedua nya senang dalam ke gugupan nya.
selesai makan siang zen pamit karena ingin segera bertemu istri nya, sementara al melanjutkan pekerjaan nya.
zen mengecup pipi tante hilda lalu pergi, rosi dan jesi berharap di perlakukan sama namun itu hanya angan angan kedua nya.
kedua gadis itu sudah tau tentang zen dari hilda namun hilda tak tau kalau zen sudah menikah.
di loby lagi lagi orang orang terpana dengan sosok laki laki muda dingin yang keluar dari lip petinggi perusahaan.
zen berjalan cepat keluar gedung lalu masuk ke dalam mobil nya yang sudah di siapkan oleh petugas dan melaju keluar area perkantoran.
sesampai nya di rumah zen harus kecewa, dia lupa kalau istri nya sedang di bawa oleh ibu nya.
zen masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuh nya di ranjang, hanya hitungan menit zen mulai terlelap.
di mall hanya aulia yang nampak cemar, berbeda dengan kharisma dan yang lain nya nampak sibuk berbelanja juga perawatan diri.
di dalam salon kharisma tengah melakukan perawatan wajah bersama putri dan menantu nya, sementara yang lain masih sibuk berbelanja.
selesai perawatan kharisma langsung memboking satu restoran full untuk pasukan nya.
"ibu sengaja mengosongkan tempat ini", jawab laura santai sambil memakan es cream yang tadi dia beli.
semua wanita pranaja corp sudah berkumpul di restoran tersebut, semua memesan makanan pilihan mereka masing masing.
"li kamu mau apa"?,tanya kharisma pada menantu nya.
"apa aja bu", jawab aulia seperti kurang semangat.
selesai makan siang mereka melajutkan berbelanja hingga sore hari.
"li kamu kenal sama rani",? tanya mika pada aulia.
"rani teman kuliah aku tante"?, tanya aulia memastikan.
mika mengangguk, sementara kharisma hanya diam meskipun penasaran siapa yang bernama rani itu.
"memang kenapa tante"?, tanya aulia penasaran.
"tadi tante vidio call putra tante, dia sedang bersama teman kamu yang nama nya rani", ujar mika memberi tahukan.
__ADS_1
aulia diam sesaat, ini baru satu haru aulia tak bertemu sahabat nya, lalu kenapa tiba tiba sahabat nya sedang bersama yusuf.
"sudah biarkan yusuf mencari pasangan nya sendiri, kamu jangan memaksa mencari pasangan buat putramu itu", kharisma memperingati mika karena tau mika selalu mencarikan pasangan buat putra nya.
"ia kak aku ga akan maksa, aku cuma pengen tau wanita yang sedang dekat dengan yusuf", bantah mika tak ingin di salahkan kharisma.
aulia menceritakan sedikit tentang sahabat nya pada mika dan yang lain nya.
dalam perjalanan pulang aulia duduk bersama ibu mertua nya, sementara laura bersama cila yang mengendarai mobil nya sendiri.
dalam perjalanan pulang aulia terlihat gugup, bagaimana tidak dua kartu dari ayah mertua dan suami nya di gunakan sampai habis limit.
itu karena perintah ibu mertua nya, aulia belanja banyak sekali dari mulai pakaian tas dan sebagainya.
semua itu ibu mertua nya yang memilih dan memaksa membeli nya, aulia hanya pasrah kalau sampai suami nya akan marah.
aulia juga tak nyaman dengan penampilan nya sekarang, aulia memakai gaun yang sangat mahal serta riasan yang juga sangat mentereng.
mobil wanita pranaja corp berpencar menuju rumah mereka masing masing.
kini mobil masuk ke gerbang utama dan berhenti di depan rumah utama, aulia turun dengan gugup.
kharisma yang di sambut suami nya langsung memeluk al dan merangkul pergelangan tangan nya.
laki laki dingin itu hanya diam menatap menantu nya membuat aulia makin gugup.
aulia segera mencium punggung telapak tangan ayah mertua nya.
"kamu jangan menatap menantu kita seperti itu", ucap kharisma yang tau aulia gugup di hadapan suami nya.
al sebenar nya sama sekali tidak marah, dia hanya heran, kenapa sekarang menantu nya jadi cantik dan anggun, meskipun menurut al tetap cantik istri nya.
"maaf ayah, aulia lancang memakai kartu pemberian ayah", ucap aulia merasa bersalah.
"ayah tak marah, ayah cuma heran menantu ayah jadi cantik, meskipun masih cantik istri ayah", ucap al santai membuat aulia kaget dengan ucapan ayah mertua nya.
sementara kharisma merasa senang di puji suami nya.
"terimakasih ayah", jawab kharisma masih gugup.
"kamu sudah makan", tanya al pada menantu nya membuat aulia da istri nya heran.
"sudah ayah", jawab kharisma sedikit tenang.
"ya sudah temui suami kamu di kamar, dan siapkan fisik agar tak kelelahan", celetuk al membuat kharisma langsung menepuk pundak suami nya.
sementara aulia jadi bingung sendiri, dia akhir nya berpamitan pada mertua nya menuju kamar.
__ADS_1
"kamu pintar buat bahagia putra kita", puji al pada istri nya.
kharisma terkekeh dan merangkul tangan suami nya masuk ke dalam rumah.