
selesai makan malam, mira berpamitan karena dia sedikit pusing dan mengantuk.
kini ke empat orang itu bersantai di halaman depan rumah rani.
zen duduk di pinggir kolam dengan aulia menyandar di bahu nya.
sementara rani duduk dengan yusuf dengan jarak tak terlalu dekat.
"kita seperti nyamuk", ucap rani melihat ke depan dimana aulia bersandar di bahu suami nya.
"kamu nyamuk"?, tanya yusuf tak paham.
rani hanya mendengus, dia salah berbicara dengan beruang satu ini yang tak peka.
"jangan bilang kamu juga belum pernah pacaran", ketus rani menatap curiga yusuf.
yusuf hanya menggeleng.
rani menghela nafas kasar.
"ayo kita pulang", ucap zen yang sudah berdiri dan bersiap pulang.
yusuf ikut berdiri dan bersiap.
"salam sama tante ya, gue dah pengen bobo cantik peluk cuami", bisik aulia terkekeh pada rani.
rani hanya mendengus, dia jadi membayangkan yang tidak tidak.
di dalam perjalanan pulang aulia sudah terlelap di bahu suami nya, kebiasaan baru aulia yang membuat zen gemas pada istri nya.
zen mengobrol ringan dengan yusuf, salah satu nya membahas kepindahan yusuf yang akan melanjutkan s2 di kota ini, yusuf pemuda cerdas hingga di usia yang baru dua puluh satu sudah mau menyelesaikan s1 nya.
zen menggendong istri nya dan merebahkan di kasur, lalu dia menuju ruang keluarga karena belum mengantuk.
aulia tidur di kamar nya, memang zen yang tidak peka itu belum sadar kalau istri nya sekarang nyaman tidur di pelukan nya.
pagi hari aulia bangun membuka mata nya, dia kesal karena tidur di kamar nya, bukan kamar suami nya.
aulia segera membersihkan diri bersiap berangkat ke kampus.
aulia sengaja tak memasak karena kesal pada suami nya.
dia membuka pintu kamar suami nya dan menatap kesal zen yang masih memejamkan mata nya.
tak sengaja di atas nakal aulia melihat dua borgol beserta kunci nya.
"dia punya ini untuk apa"?, batin aulia berfikir.
__ADS_1
aulia langsung tersenyum jahil, lalu memasukan kunci borgol ke dalam tas nya.
aulia memakaikan borgol di kaki dan tangan suami nya lalu terkekeh kecil dan duduk di sopa kamar sambil memainkan handphone nya menunggu yusuf menjemput nya.
yusuf sudah menunggu di loby karena permintaan aulia.
aulia berjalan ke arah ranjang membangunkan suami nya.
zen membuka mata nya dan kaget saat tangan dan kaki di borgol.
"apa apaan ini"?, kesal zen manatap istri nya yang malah terkekeh dan bernyanyi asal.
"aulia mana kunci nya", kesal zen berusaha duduk namun tak bisa.
aulia bernyanyi asal sambil terkekeh meninggalkan suami nya begitu saja.
zen sama sekali tak bisa mengejar istri nya.
hingga beberapa saat zen merogoh handphone nya dan menghubungi yusuf, namun tak kunjung di angkat, zen yakin pasti ulah istri nya sampai yusuf tak mengangkat telepon nya.
Zen mendengus kesal, kini dia menghubungi bara, kakak ipar nya sendiri.
"dimana kau"?. ketus zen pada bara.
"ada apa? ini masih pagi hari kau mengganggu tidurku", kesal bara pada adik ipar nya.
cukup lama zen menunggu kakak ipar nya, setelah beberapa saat bara masuk ke dalam kamar nya karena zen sudah memberi tahukan paswod pintu apartemen nya pada bara.
bara cukup kaget, lalu terkekeh kecil.
"cepat buka bukan tertawa", kesal zen pada kakak ipar nya.
bara menghentikan tawa nya, lalu merogoh kunci borgol dari saku celana nya, beruntung tadi zen memberitahukan jadi dia meminjam pada penjaga di rumah nya kunci tersebut.
zen duduk di ranjang dengan wajah kesal, pagi pagi buta sudah di kerjai istri rese nya.
"kamu buat salah apa sama dia"?, tanya bara penasaran.
"adikmu lagi kumat, aku ga buat salah apapun", kesal zen karena memang tak merasa berbuat salah pada istri nya.
kedua nya sarapan bersama setelah zen memasak untuk kakak ipar nya juga.
"dia ga masak"?, tanya bara heran.
"biasa nya masak", jawab zen apa ada nya.
bara nampak berfikir sejekan.
__ADS_1
"kamu pasti buat salah, ga mungkin dia cari gara gara", ucap bara yakin.
zen nampak berfikir namun dia sama sekali tak merasa berbuat salah.
"sudah lah aku harus bekerja", ucap bara meninggalkan apartemen adik ipar nya.
zen pun pergi ke kampus, seharian dia kesal pada istri nya, zen masih memikirkan kesalahan nya namun tak kunjung mengingat kesalahan nya.
malam hari zen masuk ke dalam kamar dia kesal pada istri nya yang sama sekali tak menawarkan dia makan malam.
dua minggu sudah zen tak saling sapa dengan istri nya, sibuk menyelesaikan kuliah nya, kini dia sudah selesai dan bisa kembali ke ibu kota.
namun hubungan yang tidak baik membuat aulia tidak tau kalau zen malam ini akan kembali ke ibu kota.
sore hari zen duduk di sopa ruang keluarga, aulia masuk setelah seharian sibuk di kampus, aulia heran koper yang ada di samping sopa ruang keluarga.
tapi aulia gengsi bertanya, dia masuk ke dalam kamar nya untuk berganti pakaian.
aulia memasak, sudah dua minggu ini zen tak pernah makan masakan aulia.
aulia ber anggapan zen tak mau makan masalakan nya, sementara zen gengsi karena tak pernah di tawari makan oleh istri nya.
selesai masak aulia membuka pintu karena bunyi bell, nampak nya kurir makanan berupa pizza.
aulia menatap kesal suami nya yang acuh di sopa ruang keluarga.
aulia menyimpan makanan itu di hadapan zen, lalu masuk ke dalam kamar nya.
entah kenapa kali ini aulia merasa sakit hati, zen secara terang terangan menolak masakan nya, biasa nya zen memang dua minggu ini makan di luar rumah, tapi tak pernah zen memesan makanan saat istri nya sedang memasak.
aulia menangis di atas kasur nya sambil memaki maki suami nya.
zen memakan pizza itu, setelah cukup lama dia bermain game, zen masuk ke kamar nya bersiap untuk kembali ke ibu kota.
hampir tiga puluh menit zen berada di kamar nya, lalu keluar dan melihat sekitar.
istri nya tak kunjung keluar kamar, makanan pun seperti nya mulai dingin, zen mengetuk pintu kamar istri nya, bagaimana pun dia harus berpamitan pada istri nya.
pintu di buka dengan wajah aulia nampak bengkak karena lama menangis.
"apa"?, ketus aulia sambil mengusap pipi nya yang masih di basahi air mata.
"kamu kenapa"?, tanya zen khawatir.
aulia tak menjawab dia melewati zen begitu saja, lalu berjalan ke dapur dan duduk di meja makan.
zen berjalan dengan khawatir mengikuti istri nya dan ikut duduk di samping istri nya.
__ADS_1