CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 26


__ADS_3

aulia melirik sebentar suami nya, lalu dia mengambil lauk dan menyimpan di piring nya.


meskipun sedih dan kesal, aulia juga tak ingin cacing di perut nya kelaparan.


"kamu kenapa"?, tanya zen lagi khawatir.


"gapapa", jawab aulia ketus.


zen hanya menghela nafas, kali ini juga dia bingung kenapa istri nya tiba tiba menangis.


"aku akan kembali ke ibu kota malam ini", ucap zen memberitahukan.


aulia diam sesaat, dia kembali melanjutkan menguyah makanan nya.


"apa kamu mau ikut"?, tawar zen pada istri nya.


aulia hanya diam dan mengunyah makanan nya.


zen yang bingung berdiri dan pergi ke ruang keluarga hendak mengambil koper nya, saat zen membuka pintu terdengar suara pecahan piring.


zen berlari kembali ke dapur dan melihat aulia terduduk di lantai dengan lutut di tekut menutup wajah nya.


terdengar suami isakan aulia yang begitu menyayat perasaan zen, zen berjalan pelan karena banyak pecahan piring di lantai.


zen berjongkok dan menarik tubuh aulia ke dalam pelukan nya.


aulia berontak dan memukul zen, bahkan aulia mengusir zen dan memaki nya.


"pergi kau pergi sana bajingan", bentak aulia berontak.


"kamu kenapa sih", bentak zen tak sadar karena aulia marah menangis bahkan jahil tanpa alasan.


aulia langsung diam, dia memundurkan tubuh nya ketakutan saat suami nya membentak nya, ini kali pertama zen bernada tinggi pada nya.


zen yang baru tersadar mengusap wajah nya kasar dan menatap istri nya dalam.


"maaf", ucap zen berusaha meraih tangan istri nya, namun aulia menghempaskan dengan wajah ketakutan.


"pergi pergi", ucap aulia menggeser tubuh nya mundur dengan suara lirih.


zen makin bingung dengan istri nya, zen tau aulia masih remaja, di usia nya aulia masih labih sama seperti nya yang belum terlalu dewasa.


namun zen tau, dia lebih dewasa sementara istri nya masih labil maka zen harus bisa mengalah dan memahami apa kemauan istri nya.


zen membersihkan bekas pecahan piring dan membiarkan istri nya di pojokan, karena kurang hati hati tangan zen sedikit terluka.


aulia melihat suami nya meringis menahan sakit, tapi zen melanjut kan membersihkan pecahan itu dan menyimpan nya di tempat sampah.

__ADS_1


aulia ikut berdiri dan memegang jari zen, lalu membawa zen ke wastafel mencuci jari zen.


zen hanya diam melihat tingkah istri nya dengan tubuh masih sedikit bergetar dan terisak.


zen gemas dan kasihan, namun zen tetap diam ingin tau apa yang akan di lakukan istri nya.


aulia menuju laci dapur lalu mengambilkan plester luka dan menutup bagian luka kecil di jari zen.


zen tak tahan lagi dengan tingkah istri nya, lalu menggendong istri nya berjalan ke ruang keluarga.


aulia berontak dengan memukul mukul dada zen, zen duduk di sopa dengan memeluk aulia yang ada di atas pangkuan nya.


"lepas turunkan aku", bentak aulia berontak.


zen memegang pipi aulia dan mengelus nya.


"kamu ini kenapa sih"?, tanya zen lembut berusaha mengalah.


aulia membuang muka nya ke arah lain.


zen mengecup lembut kedua pipi istri nya lalu menempelkan kening nya di kening istri nya.


"bilang kalau aku buat salah", ucap zen lembut menatap lekat mata istri nya.


aulia mundur dan membuang muka nya kembali.


"kamu ga cinta kan sama aku, jadi pergi sana ga usah peduli padaku", ucap aulia akhir nya sambil terisak.


"aku cinta sama kamu bahkan cinta banget banget", bujuk zen tersenyum tulus.


"bohong", ketus aulia membuat kembali wajah nya.


"ko bohong"?, tanya zen lembut.


"kamu ga mau tidur sama aku, ga mau makan masakan aku, dan sekarang mau pergi ninggalin aku kan", ucap aulia dengan suara lirih menatap ke arah lain.


zen diam sesaat dia teringat kejadian dua minggu lalu dan tersenyum.


"jadi kamu memborgolku karena menidurkan kamu di kamar kamu", tanya zen memastikan.


"tau lah", ketus aulia sambil mengusap pipi nya yang masih di basahi air mata.


zen tersenyum gemas pada istri nya.


"aku ingin masakan kamu bahkan rindu masakan kamu, tapi kamu ga pernah menawarkan makan padaku, ingin juga tidur memeluk kamu setiap malam tapi takut kamu belum siap kalau aku meminta hak aku, dan ingin mengajak kamu ke ibu kota tapi kamu malah menolak", ucap zen menjelaskan dengan perlahan.


aulia menoleh dan menatap suami nya menyelidik, zen mengusap pipi istri nya sambil tersenyum tulus.

__ADS_1


"jadi cinta"?, tanya aulia memastikan.


zen mengangguk sambil tersenyum.


aulia menghapus kembali air mata di pipi nya, lalu merebahkan kepala nya di dada suami nya, zen tersenyum dan mengelus lembut rambut istri nya.


dua jam sudah aulia tertidur, zen mulai mengantuk, dia tak mungkin membangunkan istri nya, pagi saja dia ke ibu kota fikir zen.


aulia menguap menggeser tubuh nya membuat sesuatu yang mengeras bergerak di bawah tubuh nya.


aulia membuka mata nya dan mendongak, melihat zen yang seperti menahan hasrat tersenyum pada nya.


aulia tersenyum dan mengecup lembut bibir suami nya, zen hanya diam dan tersenyum kecil.


"apa boleh aku minta ini", ucap aulia memegang kayu sambil tersenyum menggoda suami nya.


zen mengerang saat istri nya memegang benda itu, zen tersenyum dan menggendong istri nya menuju kamar.


aulia tersenyum di gendongan suami nya.


zen merebahkan tubuh istri nya, aulia membuka kancing baju suami nya.


"kamu yakin"?, tanya zen setelah kedua nya sama sama tak memakai kain sehelai pun.


aulia mengangguk, dia juga sudah tak tahan sebab tadi kedua nya cukup lama melakukan pemanasan, dan aulia sudah dua kali melepaskan cairan kenikmatan.


zen seperti sedang memegang kayu, sementara aulia yang menatap suami nya yang duduk di antara kedua paha nya.


"pelan pelan", pinta aulia memejamkan mata nya saat kayu berusaha masuk ke dalam lembah milik nya.


berkali kali zen mencoba akhir nya tembus juga, zen merasakan ada cairan hangat di bagian kayu nya saat melewati penghalang yang seperti sobek, aulia teriak dan memegang erat punggung zen, bahkan kuku kuku aulia terasa menancap di punggung suami nya.


zen mendiam kan sesaat, zen yakin istri nya saat ini lebih merasakan sakit ketimbang diri nya.


zen mengusap air mata dan keringat aulia di wajah istri nya.


pelahan zen memaju mundurkan, hingga rasa sakit aulia mulai berganti rasa nikmat, gadis yang kini sudah menjadi wanita se utuh nya itu mulai mendesah nikmat, bahkan berkali kali berteriak memanggil nama suami nya.


kini aulia tengkurap, dengan seperti itu zen yang ada di atas tubuh makin merasa gila.


ini kali pertama untuk kedua nya, namun secara naluri kedua nya melakukan dengan berbagai cara hingga posisi dimana zen membawa istri nya ke kamar mandi, lalu dengan air shower yang menyala.


zen berada di belakang tubuh istri nya, berkali kali aulia bergetar hebat namun bukan karena hal lain tapi karena sengatan kenikmatan dari suami nya.


hingga hampir satu jam zen baru bisa mengerang dalam posisi berhadapan dengan istri nya dan saling memeluk.


zen lalu mengecup bibir istri nya dan mulai membersihkan diri masing masing.

__ADS_1


lalu zen memakaikan handuk ke tubuh istri nya dan membawa nya ke dalam kasur kembali setelah tadi zen mengganti seprai.


zen terlelap begitu juga dengan aulia yang sama sama lelah.


__ADS_2