CIO Pelindung Gadis Rese

CIO Pelindung Gadis Rese
bab 9


__ADS_3

melihat abang nya, laura berlari memeluk zen manja.


"dimana kakak ipar"?, tanya laura pada abang nya.


sekarang bara percaya ucapan calon adik ipar nya, al duduk di sopa lain sementara arya duduk di samping bara menantu pertama nya.


zen tak menjawab dia hanya membalas pelukan adik satu satu nya.


kharisma dan nisa pun kembali ke ruang keluarga dan duduk di samping suami mereka.


kharisma hanya menatap putri nya heran, usia nya kini sudah enam tujuh belas tahun, bahkan sudah mulai masuk kuliah namun sifat manja nya masih seperti anak kecil.


setelah lama di bujuk akhir nya aulia keluar bersama andini masuk ke ruang keluarga.


aulia diam sesaat, ada prasaan kesal dan sedih saat melihat calon suami yang dia tak cintai tengan di peluk gadis lain.


aulia duduk di samping ibu nya, sementara andini duduk di samping kharisma.


kharisma mengelus perut andini yang mulai membuncit.


aulia melirik sekilah calon ibu mertua nya, wajah kharisma nampak begitu lembut dan hangat pada kakak nya, berbeda saat tadi berbicara bersama nya nampak dingin seperti caloh ayah mertua nya.


"dua kepribadian", batin aulia menatap calon ibu mertua nya.


sore hari nya zen dan aulia di nikah kan secara mendadak hanya di hadiri para tetangga serta beberapa anak buah al yang sama sekali tidak di kenal oleh keluarga aulia.


keluarga aulia berasal dari keluarga sederhana jadi tak ada yang mengenal orang orang penting di dunia bisnis, jey dan rey pun ikut hadir bersama istri dan anak anak mereka.


jey dan rey adalah dua orang kepercayaan al yang di segani para pembisnis.


dengan lancar zen mengucapkan ijab kabul, kini aulia resmi menjadi istri zen, aulia menunduk sedih, di samping nya rani mengelus pahu sahabat nya, rani tak tau siapa keluarga zen namun kini yang rani tau sahabat nya menikah dengan zen karena ke salah pahaman karena aulia tadi menceritakan semua nya pada rani.


"selamat kakak ipar", ucap laura memeluk aulia.


aulia hanya diam saat laura memeluk nya, ya aulia sudah tau kalau laura adik dari zen yang sekarang menjadi suami nya.


malam hari nya al dan rombongan kembali ke ibu kota, zen pun kembali ke apartemen dengan membawa aulia yang menjadi istri dadakan nya.

__ADS_1


sesampai nya di loby zen membuka bagasi dan membawa koper milik istri nya, kedua nya berjalan menuju lip.


zen merebahkan tubuh nya di sopa, hari ini hari yang sangat melelahkan bagi zen meskipun hanya berdiam diri.


"kamu tidur di kamar saja, besok aku beli ranjang baru agar kamu punya kamar sendiri", ucap zen pada aulia yang masih berdiri di dekat nya.


aulia membawa koper nya masuk ke dalam kamar tanpa berkata apapun.


"gadis rese dan cerewet itu kenapa jadi pendiam", gerutu zen setelah pintu kamar tertutup.


satu minggu berlalu zen dan aulia bekerja dan belajar seperti biasa nya, aulia sudah memiliki kamar pribadi di apartemen zen, kedua nya tak pernah saling sapa, zen yang pendiam di tambah aulia yang kini menjadi pendiam saat bertemu dengan zen.


kini aulia tengah bekerja di kantor nya, sekilas aulia melihat suami nya masuk ke ruang direktur.


ruangan aulia memang di batasi kaca, jadi aulia bisa melihat orang orang yang melewati lorong menuju ruang direktur.


"ngapain dia ke ruangan direktur", batin aulia heran.


di ruang direktur, zen duduk santai di sopa panjang, dia ke sini atas permintaan salah satu assisten ayah nya yang tak bisa datang.


"tuan muda ini berkas laporan proyek bulan ini", ucap zidan pada zen.


usia zidan dua puluh delapan tahun, namun dia belum menikah karena fokus dalam karir nya.


"kapan kau akan menikah"?, tanya zen pada zidan yang duduk di hadapan nya.


zidan hanya terkekeh kecil, tuan muda nya selalu bertanya itu saat bertemu dengan nya.


"saya belum menemukan yang tepat tuan muda", selalu itu jawaban dari zidan.


zen hanya mendengus dan menatap serius zidan.


aulia masuk ke dalam ruangan zidan menyerahkan berkas, sepasang suami istri itu nampak seperti tak saling mengenal.


aulia kembali ke ruangan nya, zidan masih menatap ke arah pintu membuat zen sedikit kesal.


"jangan bilang kau menyukai nya", ketus zen menatap kesal zidan.

__ADS_1


zidan menjadi salah tingkah dengan tersenyum kecil.


"dia gadis pintar, dia masih muda dan berbakat", ucap zidan memuji anak buah nya.


"kau jangan macam macam, dia istriku", ucap zen tak ingin orang lain mencoba mendekati istri rese nya.


zidan terkekeh kecil menganggap ucapan tuan muda nya bercanda, namun setelah beberapa saat melihat tatapan tajam tuan muda nya zidan menghentikan kekekahan nya.


"bercanda tuan muda lucu sekali", ucap zidan masih menahan tawa.


"kapan saya bercanda"?, tanya zen tak suka ucapan nya di anggap candaan.


zidan langsung diam menatap tuan muda nya serius, zidan tau aulia adik dari teman tuan muda nya, bahkan aulia di terima di kantor ini atas permintaan zen pada zidan.


"bukanya gadis itu masih kuliah, apa anda menghamili nya "?, tanya zidan polos.


zen menggebrak meja menatap kesal zidan.


zidan langsung gugup dan takut, baru kali ini tingkah bos muda nya seperti tuan besar.


"intinya kau jangan macam macam pada istriku, dan jangan sampai para pria di kantor ini mendekati aulia atau saya akan memberi pelajaran padamu", ancam zen pada zidan membuat direktur itu percaya akan ucapan tuan muda nya.


zen pergi membawa berkas yang tadi zidan serahkan pada nya.


zidan memang mengagumi aulia, beruntung dia belum menyukai atau mencintai aulia, zidan menghubungi rey, kini zidan percaya setelah rey mengatakan kalau aulia adalah nona muda keluarga pranaja dan rey juga berpesan agar zidan tidak memberitahukan pada yang lain atas permintaan tuan besar.


malam hari nya aulia baru pulang dari pekerjaan nya, nampak zen tengah asik menonton di ruang keluarga.


zen menoleh sebentar pada istri nya, lalu kembali fokus menonton televisi.


aulia duduk di samping zen sambil menghela nafas panjang, hari ini dia sangat lelah setelah kuliah dia bekerja dan harus lembur.


"kamu tadi ngapain bertemu pak zidan"?, tanya aulia penasaran.


"dia kakak tingkat aku saat s1", jawab zen santai.


aulia pergi masuk ke dalam kamar nya lalu kembali menuju dapur untuk memasak.

__ADS_1


setiap hari aulia memasak pagi dan malam hari, karena siang hari baik zen ataupun aulia selalu makan siang di luar karena ke sibukan masing masing.


__ADS_2