Dahlia Kembang Desa

Dahlia Kembang Desa
RINDU NADIA


__ADS_3

" kamu sudah baikan?" tanya Rangga kepada Dahlia .


"sudah" jawab Dahlia singkat.tanpa mengalihkan pandangannya ke pada Kevin yang juga memandangnya.


" baiklah silahkan masuk dan duduk.kita akan mulai kegiatannya"ujar Rangga mempersilahkan.


" Terimakasih kak" jawab mereka bertiga sambil berjalan menuju tempat duduk yang kosong.


Dahlia yang masih melihat kearah Kevin, tanpa sengaja menginjak air bekas minuman tumpah dilantai dan terpeleset.


"aaahhhh" teriak Dahlia sambil memejamkan mata membayangkan sakit tubuhnya yang akan terkena lantai.


sesaat kemudian Dahlia membuka matanya, setelah merasa bahwa dia tidak terjatuh ke lantai tapi ada di pangkuan seseorang dan tangannya dipengang seseorang.dahlia melihat Rangga memegang tangannya dan buru-buru melepas pegangan Rangga..


"makasih kak" ujar Dahlia.


" sama-sama" jawab Rangga singkat.


Dahlia merasa ada hawa aneh dari tatapan semua orang di ruangan itu, termasuk trio cabe rawit pedas yang mulutnya pedas kalo lagi ngomong. Shinta, Sherly dan shera melotot melihat pemandangan itu..terlihat wajah kesal Shinta.


" uhhhh modus" ujar Shinta..


Dahlia kaget dan melihat ke belakang.. ternyata dia sedang dipangku seseorang. yang membuatnya tidak jadi terjatuh ke lantai.


"deg.deg.deg" jantungnya berdegup kencang melihat siapa yang memangkunya.. begitu pula halnya dengan Kevin.


"M...MMM...mmmaaaf pak" ujar Nadia dengan wajah merah menahan malu, lalu segera berdiri.


"hmmmm... iya tidak apa.. sekarang kamu duduk.."jawab Kevin malu.


"Terimakasih, pak" ujar Dahlia berlalu ketempat duduk sambil menunduk kan kepalanya.


" sama-sama" jawab Kevin singkat.


Setelah semua tenang, Rangga kembali melanjutkan..sedangkan Kevin hanya duduk memperhatikan.. sesekali dia melirik Dahlia yang masih menunduk malu.


Setelah beberapa saat , permainan pun selesai.tinggal satu permainan yang akan dilakukan. yaitu memberikan bunga kepada orang spesial, yang dilakukan oleh siswa baru kepada seniornya..


siswa baru sangat senang..begitupun senior mereka..diantara senior yang ada hanya dua orang yang terlihat sibuk menerima bunga.. yaitu Rangga dan Shinta.. siswa cowok rebutan memberikan bunga ke Shinta dengan berbagai rayuan modus yang mereka berikan demi menarik perhatian Shinta.. begitupun Rangga, kelihatan sangat cuek..karena merasa sudah terbiasa akan hal itu.


sedangkan Kevin hanya tersenyum melihat tingkah siswanya...

__ADS_1


Tiba-tiba keadaan hening..semua mata tertuju pada sosok gadis yang tak lain adalah Dahlia.. yang dari tadi sibuk termenung, sambil memegang setangkai bunga Dahlia yang sama persis dengan namanya.. Dahlia bingung mau memberikan bunga itu kepada siapa.. sementara para senior cowok sudah bersiap dan saling menduga siapa kira-kira orang spesial yang akan mendapatkan bunga dari gadis cantik itu...termasuk Rangga yang sangat mengharapkan diberi bunga oleh Dahlia.. karena diam-diam Rangga sudah menaruh hati kepada Dahlia..


sementara Dahlia memejamkan matanya..sesaat kemudian dia bangkit berjalan ke depan mengikuti kata hatinya..


sementara Rangga sudah sangat bahagia terlihat dari senyum diwajahnya..Rangga yakin bahwa Dahlia akan memberikan bunga itu kepadanya..apalagi Dahlia mengarah kepadanya.


"Ini untuk bapak..terimakasih atas semuanya." ujar Dahlia memberikan bunga tersebut kepada Kevin yang sedang menunduk melihat buku yang dari tadi di bawanya. mendengar itu semua, Kevin kaget dan melihat ke arah suara..


" te.. terimakasih" ujar Kevin gugup sambil mengambil bunga tersebut..Kevin tersenyum manis kepada Dahlia membuat Dahlia malu dan wajahnya merah.. segera Dahlia berbalik ke tempat duduknya.


akhirnya tepuk tangan seluruh siswa terdengar melihat adegan romantis tersebut..Rangga memasang wajah lesu dan tidak percaya. sedangkan Shinta wajah nya merah padam menahan kesal atas tingkah Dahlia..


setelah itu penutupan OSB diresmikan dan seluruh siswa beserta guru dan staf pulang ke rumah masing-masing.


\=\=\=\=\=\=


Sementara itu, Nadia sudah tiba di bandara, dan dia mencari supir yang disebut kan oleh Leon tadi sebelum berangkat.


" Non Nadia?" sapa seeorang bertubuh kekar dan berpakaian safari hitam .


" ehhh.. iya saya Nadia...bapak siapa?" tanya Nadia heran.


"Saya Bram pengawal pribadi sekaligus supir yang diperintah pak Leon untuk menjemput nona" jawab Bram menerangkan.


"Mari non kita kemobil di depan.. biar saya bawakan koper non Nadia " pinta Bram.


" baik pak. terimakasih" jawab Nadia.


Nadia pun mengikuti Bram menuju parkiran mobil.. sesampainya disana Nadia mendelik kaget..melotot melihat mobil yang ada didepannya.. ya mobil mewah milik asisten CEO perusahaan Mega Bintang Sentosa Leon. Nadia tidak menyangka bahwa dia akan dijemput oleh mobil mewah tersebut.. yang ada dipikirannya adalah mobil taksi yang menjemput. Nadia terkejut bercampur bahagia..membayangkan apa yang akan terjadi jika tetangga yang dulu sering menghina keluarganya melihat itu semua..entah hinaan dan makian apa lagi yang akan mereka lontarkan.


" Silahkan non, kita berangkat" ujar Bram sambil membuka pintu belakang mobil, mempersilahkan Nadia masuk..


tak lupa Nadia mengucapkan terimakasih kepada Bram.. lalu mereka pun berangkat.. jarak tempuh dari bandara ke rumah Nadia sekitar 1 jam.. karena orang tua Nadia memang berada di perkampungan.. jalan nya belum mulus seperti di kota..dan agak kecil.. jadi mobil melaju perlahan dengan kecepatan sedang.


" Pak Bram..kenapa ada yang mengikuti kita?" tanya Nadia ketakutan melihat sebuah mobil berisi empat orang berbadan kekar seperti Bram mengikuti mobil mereka.


Bram tersenyum.


"Jangan takut nona, mereka adalah pengawal pribadi pak Kevin. mereka bertugas melindungi nona selama disiini..karena nona adalah sekretaris pak Leon asisten pak Kevin .. mereka dan saya bertugas menjaga nona dari hal yang tidak diinginkan.. karena nona juga termasuk orang penting di perusahaan MBS grup."jelas Bram.


" OOO.. begitu ya pak.. terimakasih ya" ujar Nadia sopan.. Nadia tidak habis pikir ternyata dia akan mendapat perlakuan spesial seperti itu dari atasannya.. dan Nadia pun tidak pernah berfikir kalau dia adalah bagian penting dari perusahaan..

__ADS_1


Setelah satu jam berlalu sampai lah Nadia di rumahnya.. iringan mobil itu pun bergerak pelan karena jalan menuju rumah Nadia berupa jalan gang yang cukup sempit. para tetangga mulai berkicau.. mereka kaget dan antusias melihat mobil mewah masuk ke kampung mereka.. mereka bertanya-tanya siapa gerangan yang ada didalam mobil tersebut..dan lebih kagetnya lagi mobil itu berhenti di pekarangan rumah orang tua Nadia..mereka semakin berspekulasi..mereka berbondong-bondong melihat dari luar pagar rumah..mau tau siapa yang ada di dalam mobil itu..


"Ayah,kaka,... ibu dengar suara mobil masuk pekarangan kita" ujar ibu hartati, ibu Nadia kepada pak Soleh dan kakak Frans..


" iya Bu..Frans juga dengar" sahut Frans ..


" ayah juga dengar Bu...ayo kita kedepan".. sambung pak Soleh sambil membuka pintu diikuti Bu Hartati dan Frans.


Sesampainya di teras mereka terkejut melihat dua mobil mewah terparkir di pekarangan rumah sederhana mereka..dan yang tak kalah terkejut, mereka melihat tetangga sudah ramai di depan rumah mereka.


melihat keadaan yang ramai dan mencegah hal yang tidak diinginkan ke empat pengawal berbadan kekar dan tinggi di mobil belakang, keluar dengan mengguna kan kacamata hitam dan berdiri membuat barisan di pintu pagar pekarangan rumah Nadia.


hal itu membuat warga dan keluarga Nadia terkagum-kagum..


sesaat kemudian Bram membuka pintu mobil.. mempersilahkan Nadia keluar..


" silahkan non" ujar Bram sopan.


semua tersentak kaget melihat sosok gadis cantik yang turun dari mobil mewah tersebut.. melihat banyak warga, Nadia pun menyapa mereka.


"Assalamualaikum semuanya" ucap Nadia.


" Waalaikumsalam" .." Nadia"... seru mereka serempak kaget.. Nadia tersenyum ramah..dan melangkah ke arah orang tua dan kakaknya yang masih bengong serta bingung dengan apa yang terjadi.


"Assalamualaikum, ayah, ibu dan kak Frans" ujar Nadia membuyarkan mereka yang masih bengong .


"Na..Nadia???" seru Bu Hartati... berlari ke arah Nadia ..


" Ini benar kamu nak, kamu putri ibu?" tanya Bu Hartati sambil memegang pipi Nadia.. melihat Nadia yang berbeda.. sekarang lebih cantik dan anggun.


"Iya Bu..ini Nadia anak ibu" ujar Nadia ..air mata rindu dan bahagia langsung tumpah di pipi nya...


"Ibu.... Nadia kangen..." seru Nadia sambil memeluk erat ibunya yang masih terdiam melihat nya...


" Nadia.... ibu juga kangen banget nak sama kamu..." akhirnya Bu Hartati sadar dan yakin kalau itu benar Nadia.. Bu Hartati langsung histeris dan memeluk erat anak bungsu yang sangat dicintai nya itu.. setelah lama berpelukan Bu Hartati menoleh ke belakang..


" pak.. ini Nadia anak kita"


" Frans ini adik kamu nak.." seru Bu Hartati membuat pak Soleh dan Frans segera beranjak dari tempat mereka berdiri dan segera memeluk erat Nadia...mereka berempat berpelukan melepas rindu.......


,...................

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2