Dahlia Kembang Desa

Dahlia Kembang Desa
PENYELIDIKAN DIMULAI...


__ADS_3

" Nadia..Nadia ..dari kenapa kamu berpikir itu pesangon.. kamu belum membukanya, tapikiran kamu sudah terlalu jauh.... pletak.." ujar Kevin sambil menjentik kan jarinya ke kening Nadia .


" Aduhhhh... kenapa bapak jitak saya?" ujar Nadia kaget sambil meringis menahan sakit.


" Karena kamu bodoh... sekretaris yang ku sangka sangat pintar ternyata ada bodohnya juga..hahhahha" ujar Leon sambil tertawa.


" maksud bapak?" tanya Nadia kebingungan.


" Sekarang kamu buka dulu, kamu baca dan lihat baru berkomentar" perintah Leon sambil menyerahkan amplop itu kepada Nadia.


Nadia mengambil amplop tersebut dan membukanya.. Nadia kaget, mengernyitkan dahinya melihat isi amplop tersebut . ada tiket pesawat ke kampung halamannya beserta uang yang jumlahnya sangat banyak melebihi tiga bulan gajinya. nadia lalu memberanikan diri untuk bertanya...


" Maaf pak, untuk apa tiket pesawat ini? siapa yang mau pulang kampung?" tanya Nadia tidak mengerti.


"Siapa lagi, kalau bukan kamu" jawab Leon ringan.


" Tapi....... saya kan gak ambil cuti pak." jawab Nadia keheranan.


"Siapa bilang kamu cuti? dan siapa yang mengizin kan kamu cuti?? disini pekerjaan mu masih banyak dan belum selesai.. seenaknya aja kamu cuti.." ujar Leon kesal


" Terus... ini maksudnya apa pak? saya gak ngerti" ujar Nadia polos.


"Hahahaha . kamu kangen keluarga mu gak?" tanya Leon.


" Kangen pak.. pake banget.. selama tiga tahun saya kerja disini, sampai saat ini saya belum pernah ketemu keluarga saya.."jawab Nadia sendu.


" Kenapa kamu tidak ambil cuti?" tanya Leon.


" Saya takut ditolak pengajuan cuti saya pak.. saya tau keadaan perusahaan . pak Kevin sedang tidak ditempat.. otomatis pekerjaan bapak menumpuk dan saya harus membantu bapak..itu sudah kewajiban saya. makanya, saya tidak ambil cuti" terang Nadia jujur.


" Terus apa selama ini kamu pernah menghubungi orang tua kamu?" tanya Leon.


" pernah pak. kalau kakak dirumah saya telpon lewat hp kakak.. tapi...." ujar Nadia kembali sendu.


" tapi apa?" tanya Leon kembali.


" rasa rindu saya belum berkurang. karena saya hanya bisa mendengar suara tanpa melihat wajah mereka..." terang Nadia


" Loh kok begitu? bukannya kamu bisa video call?" tanya Leon heran.


" maaf pak.. tapi hp kakak saya jadul gak ada kameranya..jadi gak bisa vcall" jawab Nadia polos.


Ya Tuhan, begitu menderitanya sekertaris cantik q ini..kenapa aku begitu bodoh..seenaknya saja memerintah dia bahkan mau pekerjaan nya sempurna tanpa memperhatikan nya... ujar Leon menyalahkan diri sendiri.


"Berarti kamu sangat rindu dan ingi. bertemu keluargamu" tanya Leon.


" Jika ada kesempatan , saya sangat memimpikan nya pak." jawab Nadia mantap


"Nah sekarang, itu tiket buat kamu pulang kampung, dan uang itu untuk biaya perjalanan dan beli oleh-oleh untuk keluargamu. sekarang kamu saya kasih libur 1 Minggu." ujar Leon membuat Nadia tidak percaya .


"Apa aaaa?? benarkah pak??" tanya Nadia kegirangan..membayangkan hal ini saja dia tidak pernah..dia sangat bahagia..

__ADS_1


" benar " jawab Leon singkat.


" tapi pekerjaan saya banyak , pak" ujar Nadia ragu..


"Tenang, kamu liburan sekalian saya kasih pekerjaan buat kamu. karena pekerjaan ini ada di kampung halaman kamu. itung-itung liburan , melepas rindu sama keluarga sekalian kerja" terang leon.


" Lalu , pekerjaan apa yang akan saya lakukan di sana pak? bukan kah kantor cabang perusahaan kita berada di kota dan jauh dari kampung saya? apa saya harus ngantor ke sana?" tanya Nadia


"tentu saja tidak..saya beri kamu libur bukan untuk pekerjaan berat. saya mau kamu jadi mata-mata menyelidiki seseorang disana" terang leon.


"Menyelidiki seseorang? siapa pak?" tanya Nadia heran..


Leon mengeluar kan hp dari kantong celananya ...lalu menunjukkan foto kepada Nadia. Nadia yang melihatnya tersentak kaget...


" Kenapa foto Dahlia ada sama bapak?" tanya Nadia heran...." atau jangan-jangan Dahlia pacar bapak?"


"sembarangan kamu ngomong... memang kamu kenal gadis ini?"tanya Leon


" kenal lah pak.. dia itu Dahlia anak tetangga Tante saya di kampung xx yang bertetanggaan dengan kampung saya.saya mengenalnya dengan sangat baik..memang kenapa bapak mau saya menyelidiki Dahlia?" tanya Nadia heran.


" Kamu tau semua tentang dia dan keluarganya?" tanya Leon


"Nggak sih pak..saya gak tau keluarganya..yang saya tau dia anak yang baik, Soleha dan sangat pintar..cuma keadaan keluarganya tidak jauh dengan keluarga saya..dan ku rasa Dahlia sekarang sudah sekolah SMA.. tak ku sangka cantik sekali dia.." ujar Nadia setengah menggumam.


" pokoknya kamu harus selidiki dia .. aku minta tolong kamu, karena ini perintah pak CEO langsung dan dia minta informasi 1x24 jam. kalau tidak kita akan dalam masalah."


" haaaa????pak Kevin? darimana pak Kevin kenal Dahlia? dan apa yang terjadi?" teriak Nadia.


" haaaa? benarkah pak?" teriak Nadia lagi.


" kenapa harus teriak sih?? sakit telinga ku tau..."akhirnya sikap asli Leon muncul kembali.


" Saya tidak mau pokoknya kamu harus dapatkan informasi.. kalau tidak, kamu saya pecat" ujar Leon ketus.


" jangan pecat saya pak.. ba..baik akan saya laksanakan." janji Nadia ketakutan membayangkan kalo dia benar-benar dipecat.


" Sekarang kamu bersiap. 2jam lagi penerbangan..jangan sampai kamu ketinggalan pesawat.. nanti di bandara ada supir saya menjemput kamu..kamu bisa gunakan mobil itu untuk keperluan misi kamu" jelas Leon.


" Baik pak.. saya permisi untuk bersiap-siap" ujar Nadia dengan wajah bahagia.akhirnya dia bisa bertemu keluarga yang sangat dirindukannya..


\=\=\=\=\=\=\=\=


Kevin yang sudah ada di ruang aula.. kemudian mendengarkan penjelasan Rangga tentang kegiatan selanjutnya yang berupa permainan sebagai penutup..


sementara itu di ruang UKS.....


" Hai aku Dahlia " ujar Dahlia memperkenalkan diri.


" Aku Dini dan dia Dara" jawab dini.


" makasih ya Dini dan makasih juga Dara.. kalian sudah mau membantu ku hari ini..maaf merepotkan kalian.." ujar Dahlia

__ADS_1


" hmmm...gak apa-apa..kami gak repot kok. santai aja" jawab Dara


"Iya Dahlia , lagian yang bantuin kamu dari gendong kamu pas pingsan dari lapangan ke sini dan membelikan kamu sarapan, semuanya pak Kevin...kami hanya menemani kamu saja" Dini tersenyum


"haaaaa?? benarkah? pak Kevin menggendongku?"teriak Dahlia kaget,wajah nya merah merona.


"nah benar lah masa kami bohong..." jawab dini


Dahlia terdiam , wajah nya makin merah..


" loh kenapa wajahmu kayak kepitung rebus Lia? " tanya dara..


"Aku malu.. baru pertama kali ini aku bersentuhan dengan pria walaupun tidak sengaja.. aku malu.." menutup wajah dengan tangannya.


" kenapa malu? kamu beruntung loh dipeluk pak Kevin..udah ganteng, baik lagi..aku juga mau tuh di peluk" ujar Dara cengengesan.


" aku juga mau" sambung dini genit.


"ihhh kalian ini ada ada saja.." ucap Dahlia.


"Udah gak usah malu.. tar cinta, terus malah malu-maluin lagi". goda dara...


" ehh.. sepertinya kita cocok. gimana kalau kita temenan, kali bisa kita sahabatan selamanya" usul Dini..


"wah benar juga, aku mau kalian jadi sahabat ku" sambut Dara. " gimana menurut kamu Lia?"


"hmmm.. memangnya kalian tidak malu temenan sama orang miskin seperti ku?" tanya Dahlia ragu.


"Hust... gak boleh ngomong gitu.. kaya miskin sama saja di mata Allah.. lagipula kita kan sahabatan bukan mau nyari harta" terang Dara pasti.


" Iya Lia.. kami juga orang biasa kok.. mau ya temenan.. mau ya?" ujar dini sambil mengedipkan mata manja..


" oke deh kalo gitu aku mau..kita sahabatan sekarang dan selamanya" ujar Dahlia.


" Alhamdulillah" sahut Dara


"Hore..." lompat Dini.. " boleh peluk ya.?" ujar nya memelas kepada Dahlia dan Dara.


mereka pun mengangguk sambil tersenyum.


mereka pun berpelukan hangat....


\=\=\=\=\=


"assalamualaikum" terdengar suara dari luar aula.


"waalaikumsalam" jawab semuanya termasuk kevin.


mereka semua menoleh ke arah pintu masuk.


terlihat tiga orang siswa baru yang salah satunya tadi pingsan.

__ADS_1


__ADS_2