
Setelah sekitar 20 menit melakukan perjalanan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, serta larut dalam lamunan masing-masing, akhirnya mobil Leon memasuki gerbang menuju sebuah danau yang indah..pemandangan serta udara yang segar membuat tempat tersebut sungguh sangat sempurna dan romantis bagi pasangan yang sedang di mabuk cinta..
Setelah memarkirkan mobil mewahnya, Leon pun melirik gadis cantik di sampingnya yang masih larut dalam lamunan..entah apa yang sedang dipikirkannya, hanya dia dan Tuhan yang tau..
"Nad..." panggil Leon dari luar mobil..yang tanpa disadari oleh Nadia , bahwa Leon sudah keluar dari mobil tersebut.
karena tidak ada jawaban, Leon pun kembali memanggil..
"nad,,.. Nadia..." panggil Leon. tapi, gadis itu tetap tidak bergeming, seolah masih berkutat dengan lamunannya.
Leon akhirnya memutuskan untuk berjalan mengelilingi mobil dan mengetuk kaca mobil tersebut.
"Nadia....Nadia..." seru Leon sambil mengetuk cukup keras. hal itu membuat Nadia terkejut , dan sadar dari lamunannya.
" eh..eh.. ada apa tuan?" tanya Nadia.
" kamu ini, apa yang kamu pikirkan? dari tadi saya panggil, tapi kamu malah bengong" ujar Leon mengerucutkan bibirnya kesal.
"eh .. iya..maaf tuan.. apa kita sudah sampai? tapi, ini bukan rumah Nadia tuan." protes Nadia bingung.
" Aduh... siapa bilang ini rumah kamu? kamu lihat, ini tempat apa?"
" danau..." jawab Nadia singkat..
" tuh tau.."
" tapi, kenapa danau tuan? mau apa kesini?"tanya Nadia
" aduhhhhhhhh...." ujar Leon kesal seraya menjambak rambutnya sendiri..
" kenapa tuan? ada yang sakit? atau kepala tuan pusing?? ayo ke rumah Nadia nanti Nadia obatin" ujar Nadia khawatir..
"Nadiaaaaaaaaaaa...." teriak Leon frustasi..
" iii.. iii.. iya tuan..kenapa tuan teriak? Nadia salah apa tuan?" tanya Nadia ketakutan..
" Ya Allah.. Nadia, saya akui kalau kamu sangat pintar selama ini.. tapi, hari ini saya tidak mengakui lagi kalau kamu pintar.. saya lebih tau kamu sangat bodoh..." umpat leon..
" hei tuan, kalau saya bodoh, mana mungkin saya bisa menyelesaikan masalah perusahaan. dan tolong camkan Nadia paling tidak suka di bentak apalagi di bilang bodoh..jangan hanya karena saya miskin dan saya adalah bawahan tuan, sehingga tuan seenaknya saja membentak dan menyebut saya bodoh. .." jawab Nadia ,sambil keluar mobil.. Nadia berdiri sambil berkacak pinggang dengan tatapan mata membunuh. membuat Leon sedikit menciut, lalu menggeleng kan kepalanya..
" dasar gadis aneh" gumam Leon.
" tuan yang aneh..." teriak Nadia tidak kalah kerasnya, membuat Leon semakin kaget. selama ini tidak ada yang berani bicara keras apalagi berteriak kepadanya kecuali Kevin.
"maksud kamu? kenapa bilang saya aneh? mau kamu saya pecat sekarang juga?" teriak Leon marah...
"haaaaa????" Nadia kaget dan mundur..
" ja ..jangan pecat saya tuan, saya minta maaf..saya mohon" ujar Nadia memelas,..
"saya tanya sama kamu.. saya siapa ?"
" tuan Leon"
__ADS_1
" kamu siapa?"
" saya Nadia tuan.."
" saya siapanya kamu?"
" atasan saya tuan.."
" terus, kamu siapanya saya?"
" sekretaris tuan Leon" jawab Nadia
" kenapa tadi kamu bentak saya dan berkacak pinggang di depan saya?"
"mm.mm..maaf tuan, saya salah. habisnya tuan bentak saya duluan.." ujar Nadia membela diri ..
" tuan.."
"hmmmm" jawab Leon kembali ke mode asli, dingin dan menyeramkan.
" kenapa tuan marah dan membentak saya? apa salah saya?" tanya Nadia pelan.
" tadi di restoran saya bilang apa? " tanya Leon kesal
" haaaa???saya ingat tuan.. tuan mau bicara dengan saya secara pribadi dan di suatu tempat, benarkan tuan?" tanya Nadia yakin.
" kalau sudah ingat, kenapa dari tadi kamu dipanggil malah bengong?" tanya Leon masih kesal.
" eh.. maaf tuan. sa.. sa.."
" kita mau kemana tuan?"
" tidak usah banyak tanya, cukup diam dan ikuti" perintah Leon..
Nadia pun diam dan mengikuti langkah Leon..seteleh beberapa saat, mereka akhirnya sampai di tepi danau yang indah dan duduk di sebuah bangku yang menghadap ke danau tersebut..
Nadia semakin heran dengan itu semua..dia senang karena ini adalah tempat favorit nya semasa sekolah dulu.. tempat yang indah dan sangat sejuk
" t .. tuan... kenapa kita disini?"tanya Nadia memberanikan diri.
" kenapa kamu tidak suka?" ujar Leon menyelidiki..
"suka..sangat suka tuan.." ujar Nadia gugup
" ini adalah tempat favorit kamu sewaktu masih sekolah bukan? tempat ini memiliki banyak kenangan dan bangku ini adalah tempat favorit kamu untuk menyendiri bukan?" tanya Leon.
" ke..ke.. kenapa tuan bisa tau semuanya?tuan menyelidiki saya ya?" tanya Nadia balik
" kamu lupa siapa saya Nadia? ini sangat mudah bagi saya untuk mengetahui nya.."
"iya ..iya.. Nadia tau tuan Leon adalah asisten pak Kevin CEO perusahaan terbesar di negara ini..dan tuan bisa melakukan apa pun"..jawab Nadia memotong pembicaraan Leon..
" bagus... kalau sudah tau, kenapa bertanya?" ujar Leon ketus..
__ADS_1
" tapi, apa maksud tuan mengajak saya ke sini?" tanya Nadia heran.
" ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada mu.. dan saya harap kamu mau mendengarkan dan tidak marah kepada saya..." Leon berhenti sejenak melirik ke arah Nadia melihat reaksi gadis tersebut...
" Nadia... aku mencintai mu.. mau kah kamu jadi pacar ku?" ujar Leon... membuat Nadia kaget setengah mati.. dan wajahnya merah padam.
"apa????? tuan jangan bercanda.. jangan membuat saya berpikiran macam-macam dan jangan membuat saya malu..." ujar Nadia tidak percaya..
"hmmm"..Leon turun dari tempat duduk dan berjongkok di depan Nadia.. lalu, menggenggam erat kedua tangan Nadia..membuat Nadia kikuk dan tidak bergeming hanya diam dengan berjuta rasa dan debaran jantung yang sudah diluar kontrol.
" semenjak kita bertemu, disaat hari pertama kamu bekerja sebagai sekretaris saya, saya sudah menaruh hati padamu.. saya kagum atas kegigihan kamu, saya sangat senang dengan kinerja kamu membantu meringan kan pekerjaan saya..seiring berjalannya waktu dan lamanya kita bersama.. maka tumbuhlah rasa yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata...saya tidak bisa berada jauh dari kamu...saya selalu ingin dekat dengan mu.. puncak nya kemarin.. setelah kamu beberapa hari menjalankan tugas yang saya berikan..saya merasa ada sesuatu yang hilang..saya merasa kesepian tanpa kamu..dan setelah saya sadari, bahwa perasaan itu adalah rindu..saya rindu jika jauh dari mu..dan saya yakin bahwa saya sangat mencintai kamu Nadia.. dan hari ini saya memberanikan diri..saya ingin mengungkapkan isi hati yang telah lama saya pendam.. saya mencintai mu Nadia Az-Zahra..."
" B...b... benarkah tuan?"
" saya bukan type orang yang suka mempermainkan perasaan..dan saya bukan tipe lelaki yang hanya membuang waktu dengan hal yang tidak berguna..apalagi masalah hati dan perasaan...apa menurut kamu, saya sedang berbohong?" tanya Leon sambil tetap menggenggam tangan Nadia..
"ta..ta.. tapi tuan..."
" tapi, apa Nadia? apa kamu masih meragukan ku?"
"B.. B.. bukan tuan.."
"terus apa?"
" jujur Nadia akui.. Nadia juga suka tuan.. dan Nadia kaget dengan semua ini.. tapi, Nadia sadar Nadia hanya orang rendahan, keluarga Nadia pun bukan keluarga bangsawan.. berbeda dengan tuan...nadia, hanya takut jika nanti tuan akan kecewa dengan Nadia... dan Nadia merasa tidak pantas mendampingi tuan....."
" kita sama Nadia... kamu masih beruntung punya orang tua dan saudara.. sedangkan saya hanya anak angkat dari tuan besar Michael Sanjaya yang dipungut dari jalanan setelah ditinggal kedua orang tua saya meninggal karena kecelakaan..saya seorang yatim piatu yang diselamat kan oleh orang tua Kevin..jadi, kamu tidak usah takut..saya tulus mencintai kamu...apa sekarang kamu percaya? dan bersedia menjadi pacar saya?"
"sa..sa...saya bersedia tuan.." jawab Nadia.
" benar kah??" tanya Leon dan dijawab anggukan pelan serta senyum dari Nadia..
" arrrrggggggghhhhhh.... senang nya...... Alhamdulillah ya Allah......" teriak Leon menghadap ke danau..membuat pengunjung lain kaget dan menatap ke arah mereka...
Nadia yang tidak kalah bahagia melihat kelakuan Leon mencurahkan kebahagiaannya, tanpa sadar bulir bening mengalir di pipinya..Leon yang melihat tangis Nadia segera menghampiri dan duduk disamping Nadia lalu memeluk gadis yang sangat dicintainya dan sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya .
" kamu kenapa menangis? kamu menyesal.....???"
"tidak tuan saya tidak menyesal" jawab Nadia memotong pembicaraan Leon.
Leon melepas pelukannya dan memengang mesra pipi Nadia lalu menghapus air mata Nadia dengan jarinya..
"jangan panggil saya tuan lagi..saya kekasih kamu.. "
" iya mas..." jawab Nadia malu
"lalu kenapa kamu menangis sayang?" tanya Leon
" Nadia menangis bahagia mas.. ternyata perasaan cinta Nadia kepada mas Leon tidak bertepuk sebelah tangan.. Nadia sangat bahagia..sampai air mata ini turun sendiri...hiks.. hiks..."
Leon kembali memeluk Nadia...
" sudah ya..jangan menangis lagi.. mulai sekarang aku janji akan selalu buat kamu bahagia selamanya.. " janji Leon
__ADS_1
" terima kasih mas.. Nadia sayang mas Leon" ujar Nadia mempererat pelukannya..
"ehmm...ehmmm...." terdengar suara seseorang menghentikan aktivitas kebahagiaan kedua insan berlainan jenis yang sedang kasmaran tersebut...serentak keduanya menoleh.......