
\=\=\=\=\=
Tanpa menjawab pertanyaan Shinta. Kevin menoleh ke arah Leon dan Nadia. Lalu menjentikkan jarinya.
"Kakak......" terdengar teriakan seorang gadis yang tak lain adalah Nadia. Nadia berlari menghambur ke dalam pelukan Frans.
Frans pun menyambut pelukan adiknya dengan sangat bahagia. Lalu mengecup puncak kepala adiknya.
Semua orang tanpa terkecuali terkejut dan tidak menyangka sama sekali, kalau Nadia adalah orang kepercayaan Kevin dan adik kandung dari direktur utama mereka.
Shinta pun yang melihat hal itu terhenyak. Karena dia tau bahwa Nadia adalah orang yang sudah menganggap Dahlia sebagai adiknya sendiri. Dan Nadia selalu menyelamatkan dan melindungi Dahlia dari semua kejahilan Shinta beberapa waktu yang lalu.
Flashback on
Disebuah restoran tampak Nadia berjalan tergesa. Dia sudah janjian untuk makan siang dengan sahabat yang sudah dianggapnya sebagai adik kandung nya sendiri yaitu Dahlia.
Kebetulan itu sudah jam makan siang, mereka berjanji untuk makan siang bersama sekaligus sambil bercengkrama.
"Brukkkkk.."
Dengan tidak sengaja, Nadia menabrak seorang gadis cantik. Dan Nadia tau kalau gadis itu adalah pacar kakaknya alias calon kakak iparnya. Nadia tau karena beberapa waktu lalu Frans pernah mengirim fotonya.
" Maaf..." Ujar Nadia sambil tersenyum.
"Kamu punya mata nggak? Jalan seenaknya saja nabrak orang. Emang kamu kira ini jalan nenek moyang mu?" Sergah gadis yang tak lain adalah Shinta sambil mendorong tubuh Nadia . Untung Dahlia melihat kejadian itu dan menangkap tubuh Nadia . Sehingga Nadia tidak sampai terjatuh.
"Shinta?" Ujar Dahlia yang mengenal Shinta.
"Dahlia kamu kenal dia?" tanya Nadia .
"Iya kak. Shinta ini kakak kelas Lia ." jawab Dahlia tersenyum.
__ADS_1
"O ... Jadi kalian berdua saling mengenal? Wah... Kebetulan dong . Ternyata ini hari sial ku. Bertemu dengan dua orang kampungan yang miskin. Lihat aja dandanan kalian tidak ubahnya seorang pembantu. " hina Shinta membuat Dahlia dan Nadia langsung tertunduk malu. Karena, dilihat orang banyak.
Memang kalau dari segi dandanan, Shinta lebih diatas mereka berdua. Shinta lebih modis dan terkesan elegan. Sedangkan mereka berdua hanya sederhana .
"Maaf.. Maaf saya tidak sengaja. Tadi saya sedang terburu-buru." Terang Nadia.
"Byurrrrr...."
Shinta mengambil gelas yang berisi air di meja dekat dia berdiri dan menyiram ke wajah Nadia membuat sebagian baju Nadia basah.
"Enak saja kamu hanya minta maaf. Ini balasan untuk kamu yang sudah menabrak ku. Dasar wanita rendahan. Gak Sudi aku bersentuhan dengan mu walaupun secara tidak sengaja." Ujar Shinta marah sambil berlalu.
"Dasar wanita sombong. Kamu akan terima balasannya nanti. Kamu pasti akan menyesal dengan kesombonganmu" . Teriak Nadia.
"Kamu berani ancam saya? Kita lihat nanti kamu atau aku yang akan menyesal" Jawab Shinta sambil berlalu.
Flashback off
" Kamu....?" Ujar Shinta tergagap melihat Nadia .
Shinta hanya merunduk menyesali semua perbuatannya. Orang yang dimaki dan direndahkan ternyata adalah adik dari orang yang sangat dicintainya. Seketika wajah Shinta menjadi pucat. Kalau seandainya waktu bisa diputar, ingin rasanya dia menjadi orang yang baik. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Yang ada hanya penyesalan.
"Kamu kenal dia ,dek?" Tanya Frans
"Siapa yang tidak tau dengan pacar kakak. Didepan kakak bersikap sangat lembut, anggun dan baik. Tapi, dibelakang kakak dia adalah seorang yang sombong, angkuh dan suka merendahkan orang lain." Terang Nadia.
"Maksud kamu apa ,dek?" Tanya Frans bingung.
"Nadia, maaf kan aku ya..Jangan pisahkan aku dengan mas Frans. Aku sangat mencintai mas Frans.." Ujar Shinta memelas.
Nadia tidak menghiraukan perkataan Shinta .
__ADS_1
"Kak, Nadia mau tanya. Apa kakak benar-benar cinta dan sayang sama dia? " Tanya Nadia kepada Frans sambil menunjuk Shinta yang berdiri merunduk di depannya.
"Iya, dek. Kakak sangat mencintai Shinta ..Tapi..."
"Cukup kak.." Potong Nadia.
"Hmmm.. Baik lah. Karena kakak ku sangat mencintai kamu, maka akupun akan memaafkan kamu demi kebahagiaan kakak yang sangat menyayangi ku. Tapi, aku ada syaratnya. Selama kamu menjadi asisten Dahlia , dan selama kamu tidak berada disamping kakak ku. Karena, seperti yang dijelaskan tuan Kevin tadi, bahwa kakak ku akan ditugaskan dikota lain. Maka selama itu kamu tidak boleh menghubungi kakak ku. Dan ingat, aku akan mengawasi mu. Kalau sampai kamu melanggar, akibatnya aku akan menyuruh kakak ku untuk meninggalkan kamu...Bagaimana?" Tanya Nadia. Membuat Shinta terkejut. Bagaimana mungkin, satu hari saja tidak berkomunikasi dengan Frans membuat Shinta sudah seperti orang gila. Apalagi dalam waktu yang lama. Tentu saja Shinta keberatan. Tapi, sebelum ia membantah....
"Aku setuju.." Jawab Frans mantap.
Jawaban itu membuat semua terheran. Bagaimana dengan mudahnya Frans menyanggupi permintaan Nadia. Bukan tanpa alasan. Selama ini Shinta terlalu manja kepada Frans. Bahkan terkadang terkesan mengganggu pekerjaan Frans. Terkadang kalau tidak membalas chat atau mengangkat telepon, Shinta akan ngambek. Padahal pada saat itu Frans sedang ada meeting.
Frans setuju karena berfikir, mungkin dengan kejadian ini, Shinta bisa berubah lebih dewasa dan tidak seperti anak kecil lagi.
" Tapi, mas....." protes Shinta.
"Nadia adalah adik ku satu satunya. Aku melindungi, menyayangi dan mencintainya dari dia lahir. Jadi kebahagiaan adik ku adalah kebahagiaan ku. Aku mencintai mu Shinta. Tapi, aku lebih mementingkan adik ku. Jika, dia menyuruhku untuk meninggalkan mu saat ini juga, maka akan aku lakukan. Sekarang, dia meminta syarat kecil itu. Aku tentu sangat menyetujui nya. Dan, jika kamu memang tidak setuju, maka kita bisa putus saat ini juga" Jelas Frans dengan tegas dan wajah serius.
Hal itu membuat Shinta terkejut. Bagaimana pun juga, Shinta sangat mencintai Frans. Walaupun dalam hati kecilnya menolak persyaratan Nadia. Tapi, melihat keseriusan Frans membuat Shinta tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau dia menolak, maka dia dan Frans akan putus hubungan. Dan Shinta tidak menginginkan itu. Akhirnya mau tidak mau , walaupun dengan berat hati Shinta menyanggupi.
" Baik, aku setuju. Tapi, ku mohon jangan libatkan papaku . Karena ini salahku, jadi aku yang akan bertanggungjawab." Jawab Shinta dengan pasti.
Jawaban itu mengundang senyum dari semua yang ada disitu. Mereka bersyukur atas kebesaran hati Shinta. Mereka berharap keangkuhan, kesombongan Shinta akan hilang.
"Good job." Ujar Kevin sambil mengacungkan jempol kepada Nadia dan Shinta .
"Untuk semua nya. Karena masalah sudah selesai, dan kebetulan saya lagi berbahagia, maka hari ini kegiatan kantor akan saya liburkan. Dan untuk merayakan kebahagiaan ini, dalam 2 jam kedepan saya minta semua tanpa terkecuali untuk hadir di restoran Y di dekat pantai B. Saya sudah memesan tempat itu, dan akan mengadakan pesta . Jadi, saya mengundang semuanya untuk hadir. Silahkan bersiap dan 2 jam lagi kita berkumpul ditempat itu. " Terang Kevin.
Seluruh karyawan kantor bersorak heboh. Mereka sangat senang diberi libur dan diajak berpesta .
Mereka pun tidak menyangka kalau Kevin Sanjaya yang terkenal arogan, dingin dan kejam bisa bersikap sangat baik seperti yang mereka lihat saat ini.
__ADS_1
Mereka pun berpamitan untuk bersiap menuju tempat tersebut dengan hati yang gembira dan penuh suka cita. Tanpa ketegangan dan ketakutan seperti yang dirasakan sebelumnya .
######