Dahlia Kembang Desa

Dahlia Kembang Desa
OSB 2


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 07.30.. seluruh siswa MANxxx berkumpul di lapangan sekolah. kebetulan hari itu adalah hari Senin dan merupakan hari pertama masuk sekolah.. kepala sekolah, dewan guru, staf TU dan seluruh siswa bersiap-siap untuk melakukan upacara bendera..


upacara berlangsung sangat khidmat dari awal sampai akhir..setelah selesai upacara seluruh siswa memperlihatkan wajah ceria. bukan tanpa alasan mereka semua bangga telah menyelesaikan tugas mereka hari itu, demi mempertahan kan dan menikmati nilai luhur perjuangan para pahlawan pembela bangsa, yang rela menukar nyawa mereka demi tercapainya kemerdekaan bangsa ini.


Tapi, walaupun upacara telah selesai di laksanakan, semua siswa dan kepala sekolah beserta dewan guru masih berada di lapangan tersebut . karena mereka semua masih menunggu pengumuman yang biasanya akan di sampaikan oleh kepala sekolah atau guru yang lain.


Dibagian depan terlihat kepala sekolah dan beberapa guru seperti sedang membicara kan sesuatu yang cukup serius. Sampai pada akhirnya kepala sekolah menuju mimbar.


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh" ujar kepala sekolah mengucap salam.


" Waalaikumsalam warahmatullahi wa barokatuh" jawab seluruh siswa tanpa terkecuali. Sejenak kemudian suasana kembali hening. Seluruh siswa fokus kepada apa yang disampaikan oleh kepala sekolah mereka.


Setelah berbasa-basi kepada semua yang hadir akhirnya bapak kepsek melanjutkan perkataannya.


" Setelah...." Terdiam sejenak.


Semua masih terfokus dengan apa yang akan di sampaikan kepsek.


" Setelah..... Sekian...ehmmm..ehmmm" Pak Kepsek batuk kecil sambil menutup mulutnya. Semua yang hadir kaget dan bingung apa yang sebenarnya terjadi. Berbagai macam dugaan hadir di pikiran mereka.


" *Apa bapak sakit?"


" Apa bapak marah*?"


Banyak lagi yang ada dipikiran siswa yang berdiri didepan pak Kepsek tersebut. mereka semua bingung termasuk seluruh guru dan staf TU yang ada didepan.


Mereka semuanya kebingungan, karena tidak biasanya kepala sekolah seperti itu. Beliau yang dikenal siswa dan guru-guru adalah sosok yang tegas dan cukup menakutkan. Jarang berkata-kata, lebih mementingkan perbuatan daripada omongan.


Tapi, tiba-tiba pak kepsek melanjutkan..


" Setelah...."


Sekian lama.. aku menunggu..


Untuk kedatangan mu..


Bukan kah engkau..


Telah berjanji, kita jumpa disini.


Datanglah.. Kedatangan mu ku tunggu..


Telah lama...telah lama ku menunggu...


Semua siswa yang hadir benar-benar kaget. Tidak terkecuali dengan dewan guru dan staf TU yang berbaris rapi di belakang pak kepsek..


Sebuah lagu yang sangat dikenal .. ya lagu dari H.Rhoma Irama. seorang raja dangdut Indonesia.

__ADS_1


Dan yang paling membuat kagum adalah mereka semua tidak pernah melihat kejadian langka itu.. sosok yang pendiam dan tegas bisa bernyanyi sangat merdu dan tidak kalah merdu dengan penyanti aslinya.


Semua yang hadir masih bengong, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Sesaat kemudian, tepuk tangan riuh menggema disertai suitan yang melengking dari para siswa menambah ramainya suasana. Mereka tampak kaget dan bahagia dengan apa yang mereka lihat dan dengar hari ini.


" Sherly, cubit aku..." ujar Shinta kepada Sherly yang berdiri di samping kirinya sambil bertepuk tangan.


" Shera, cepat cubit aku.." pinta nya sekali lagi kepada Shera yang ada di samping kanannya. Shera yang masih kebingungan tanpa membuang waktu langsung mengikuti apa yang di perintahkan Shinta.


" Awwww... kenapa lo mencubit gue dengan keras?, sakit tau" ujar Shinta bersungut-sungut kepada Shera.


Shera malah lebih kaget lagi, mendengar apa yang diucapkan Shinta barusan.


" Lo yang nyuruh gue nyubit, terus Lo yang marah." Shera mendengus kesal.


" Tau nih Shinta aneh" seru Sherly menimpali..


Shinta tersenyum sendiri..membuat kedua temannya saling bertatap heran.


" Lo kenapa Shinta? " tanya Sherly.


" Iya, Lo kesambet ya? atau Lo udah .... " ujar Shera sambil menilang kan kedua jari telunjuknya di jidatnya sendiri..sementara Sherly reflek menyentuh dahi Shinta dengan punggung tangannya.


" Hei apa yang kalian lakukan?? aku gak gila tau.... enak aja ngomong aku gila" maki Shinta dengan kesal.


Sementara Sherly juga menatapnya dengan penuh rasa heran.


" Haaaa???" Shinta membelalak.


" Apa kalian sudah sebodoh itu?" ujar Shinta.


" Maksud Lo?" ujar kedua temannya serempak.


"ehmmm.." baru saja Shinta mau menjelaskan sesuatu. tiba-tiba terdengar suara.


" Terima kasih. terimakasih.. " ujar pak kepsek sambil mengangkat tangannya membuat suasana hening ..


" Terimakasih sekali lagi.. dan bagi yang mau tanda tangan saya, setelah selesai boleh antri di ruangan saya. yang mau foto juga boleh" ujar kepsek sambil melambaikan tangan seolah beliau adalah seorang artis yang lagi konser.


Mendengar ucapan pak kepsek tersebut, tak ayal suasana jadi riuh kembali..bahkan lebih riuh dan ramai dari yang pertama..bahkan semua bertepuk tangan sambil tertawa terbahak-bahak. Mendengar apa yang diucapkan oleh sosok laki-laki yang sangat dihormati di sekolah tersebut.


" Tau gak kenapa gue suruh Lo berdua cubit gue barusan?" tanya Shinta kepada ke 2 sahabatnya. kedua orang yang ditanya terdiam..sambil berpandangan dan mengernyitkan dahi.


" Nggak" jawab mereka kompak.


" Duh oon nya gak sembuh-sembuh nih kalian berdua" ujar Shinta seenaknya membuat keduanya kesal.

__ADS_1


" Maksud Lo?"


" Aduh Sherly. emang Lo dari tadi gak memperhatikan?"


" Maksud Lo apa sih?"


" Aduh .... ternyata Lo juga sama oon nya kayak Sherly." ujar Shinta seenaknya.


" Haaaaa?" ujar Shera kaget , matanya melotot.


Shinta tersenyum kecil, lalu melanjutkan.


" Apa kalian gak merasa ada yang aneh hari ini?" Shinta bertanya.. kedua orang yang ditanya bengong sejenak lalu berpikir..


" Gak ada tuh. biasa aja ." jawab shera.


" Apa???" ujar Shinta Yang sekarang kaget mendengar jawaban Shera.


" Gue tau. pak kepsek hari ini yang aneh. benarkan, Shinta?" jawab Sherly.


" Pinter... " ujar Shinta sambil mengacungkan jempol kearah Sherly.


" Apanya yang aneh?" Shera menunjukkan muka polosnya.


" Astaghfirullah..." Shinta dan Sherly kompak menepuk jidat mereka masing-masing.


" Sudahlah, nanti kita bicarakan pas dikantin. Sekarang Lo pikir aja sendiri dan fokus dengar apa yang pak kepsek sampaikan. siapa tau nanti pas istirahat Lo tau yang kami maksud" Shinta mengajak kedua temannya untuk diam.


Shera mengikuti apa yang diucapkan Shinta lalu diam. Dalam hati nya berkata...


" Ada apa yang? apa yang aneh? perasaan biasa aja deh. Ah ngapaiin bingung, pusing sendiri. Mending nunggu istirahat aja , nanya ke mereka berdua"


Kembali ke pak kepsek yang sudah melanjut kan pidatonya, setelah keadaan kembali tenang.


" Anak-anak semua.... tidak terasa setelah libur panjang, kita semua berkumpul disini. Di sekolah yang kita cintai ini. Tempat kalian semua menimba ilmu sebanyak-banyaknya, demi mengejar dan meraih cita-cita kalian semua di masa depan. Bapak sebagai kepala sekolah disini berpesan, agar kalian semua jangan mudah berpuas diri dengan apa sudah kalian raih selama ini" terdiam sejenak lalu melanjutkan.


" Apa yang kalian dapat sebelumnya, belum ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang ada di dunia ini. Jika kalian berpuas diri dengan apa yang telah kalian capai sekarang ini, maka kalian akan jalan di tempat. Serta tidak ada perubahan. Maka belajar lah lebih giat lagi dan raih apa yang sudah menjadi cita-cita kalian di masa depan. Apa bisa di mengerti?"


" Mengerti pak." jawab semua nya serempak.


" Baik lah..bapak sangat yakin dengan kalian semua.kalian semua pasti bisa melakukannya. Sebelum bapak tutup, ada baiknya bapak perkenalkan diri dulu kepada siswa-siswi kelas 10 yang baru masuk dan merupakan siswa-siswi baru di sekolah ini. Saya Syahrial kuncoro,M.pd. Biasa di panggi pak Syahrial.. Saya sebagai kepala sekolah berharap kepada siswa-siswi senior kelas 11 dan 12 untuk dapat memberikan contoh yang baik bagi adik kelasnya. dan klas 10 bisa mencontoh prestasi yang sudah di raih oleh kakak kelas kalian..belajar dan bersainglah untuk menjadi yang terbaik dengan persaingan yang jujur dan adil. tanpa ada kecurangan...."


" Dikarenakan cuaca sudah mulai panas. bapak akan menyudahi pidato ini. dan dikarena kan ini adalah hari pertama siswa baru..maka kita akan melakukan perkenalan dan pengenalan siswa baru dan lingkungan sekolah. Yang biasanya disebut Orientasi Siswa Baru( OSB) , yang selanjutnya akan bapak serah kan kepada pembina OSIS dan pengurus OSIS. Semoga semuanya bisa bekerjasama . Dengan ini kegiatan OSB resmi saya buka...."


tok.. tok.. tok


pak Syahrial mengetuk mikropon 3 kali pertanda acara OSB sudah dibuka. dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah.

__ADS_1


__ADS_2