
Satu jam berlalu.. rapat pun telah selesai tanpa kendala yang berarti. Sanjaya dan Leon pun keluar dari ruang rapat menuju ruang CEO.
Sementara itu Dahlia yang sudah selesai mendapat pengajaran dari nadia , segera menuju ke dalam ruangannya yang berada di samping ruang Sanjaya.
Setelah membuka ruangannya, Dahlia pun terbelalak melihat ruangan nya. seluruh desain dan furniture yang ada di dalam ruangan itu, sesuai dengan mimpi nya selama ini. warna cat dinding biru muda di selingi warna putih dan di sertai dengan laptop warna pink. semua warna kesukaan Dahlia . tidak satupun terlewat.
Dahlia pun bertanya tanya dalam hati..
". ruangan ini kenapa semuanya adalah favorit ku? dari warna dan desain nya semua sesuai dengan karakter ku? apa ini kebetulan atau memang bos yang mengetahui kesukaanku?....ah gak mungkin. ini ku rasa hanya kebetulan.tapi, aku senang dan sangat bersemangat didalam ruangan ini. serasa di dalam kamar ku sendiri, tapi jauh lebih besar dan lebih mewah dari kamar ku..hmmm.. sementara CEO kejam itu masih rapat, ada baiknya aku menghubungi nenek. aku ingin berbagi kebahagiaan dengan nenek"
Tut...Tut... Tut...
"halo assalamualaikum.." terdengar jawaban dari dalam handphonenya.
"waalaikumsalam,nek..apa kabar?" tanya Dahlia
" Alhamdulillah nak. kabar nenek dan adikmu Rita baik baik saja..kamu sendiri gimana keadaan mu? apa kamu sedang kesusahan nak?" tanya nenek khawatir.
" Alhamdulillah nek, Dahlia sehat dan tidak kurang suatu apa pun.. Dahlia kangen sama nenek dan Rita.." terang Dahlia memupus kekhawatiran nenek nya
"syukurlah nak kalau kamu baik baik saja. oya gimana kuliah mu, dan apa kamu sudah dapat kerja?"
" kuliah Dahlia lancar nek.. iya nek, Alhamdulillah sekarang Dahlia sudah kerja enak. Dahlia jadi sekretaris pribadi pak CEO..."
"apaaaaa? sekretaris pribadi?? jangan bilang kalau kamu jadi sekretaris yang dandanannya seksi seperti di sinetron itu.. itu dosa besar nak kalau kamu sengaja mengumbar aurat kamu..." teriak nenek halimah marah..
" nek.. sabar dulu. Dahlia kan belum selesai bicara. Dahlia tidak pernah membuka aurat nek. bahkan membuka hijab Dahlia pun tidak pernah.. Dahlia kerja sebagai sekretaris pribadi tuan Sanjaya CEO perusahaan terbesar di negara ini yaitu MBS grup. dan Dahlia sangat bersyukur dengan anugerah yang telah Tuhan berikan kepada Dahlia.. selain gajinya besar, dan tuan Sanjaya kelihatannya baik, walaupun dingin, keras dan kejam. tapi, Dahlia yakin Dahlia bisa nek dan akan berusaha yang terbaik. supaya , Dahlia bisa membahagiakan nenek dan Rita.." terang Dahlia meredakan kekhawatiran neneknya..
" kamu yakin? dan kamu gak bohong kan nak? " tanya nenek halimah masih kurang percaya.
"iya nek. dan disini juga ternyata ada kak Nadia "
" Nadia ponakannya tetangga kita?"
" iya nek. kak Nadia itu"
"Alhamdulillah kalau begitu nenek senang mendengarnya."
"iya nek. oya nek ada satu lagi. nenek tau gak, ruangan Dahlia sangat indah dan rapi, semua warna kesukaan Dahlia. "
" oya? nanti kirim fotonya ya, nenek juga mau lihat."
" gimana kalau kita video call aja nek?"
" hmmm .. boleh juga. nenek juga udah kangen lihat kamu sayang.."
Dahlia pun mengalihkan ke panggilan video.
" gimana nek, bagus kan ruangan Dahlia?"
tanya Dahlia bangga
" wah kak, ruangannya luas sekali. indah juga.. seperti rumah saja" ternyata ada adiknya Rita disana .
" iya dek. nah sekarang kamu juga harus rajin belajar supaya nanti bisa kerja seperti kakak" ujar Dahlia .
__ADS_1
" iya kak, pasti.. Rita juga akan kerja di tempat bagus seperti itu nanti." balas Rita.
"bagus. itu baru adiknya kakak.. ya sudah berikan pada nenek" pinta Dahlia
Rita pun menuruti keinginan kakaknya dan memberikan ponsel kepada neneknya , sambil tetap berada di samping neneknya.
" gimana nek, bagus kan? dan nenek percaya kan kalau Dahlia gak bohong?"
" iya nak. kamu beruntung sekali. tapi ingat, kamu harus kerja yang rajin. gunakan kesempatan sebaik mungkin. usahakan jangan membuat kesalahan, supaya pekerjaan kamu lancar. dan jaga diri kamu. karena kesucian diri kamu lebih penting dari pekerjaan.. ingat , jangan sampai kamu jadi seperti yang di sinetron, sekretaris merayu bos lalu menikah jadi simpanan atau hamil di luar nikah..."
" astaghfirullah nek, Dahlia tidak akan melakukan itu. Dahlia berjanji akan jaga diri. dan jika memang ada kejadian seperti itu, maka Dahlia akan keluar dari pekerjaan ini." terang Dahlia sambil berjanji
" oya nek, Dahlia kerja dulu ya. kapan kapan Dahlia telpon lagi. jaga kesehatan nenek ya"
" iya nak. ya sudah, kamu lanjut lanjut kerja dulu. nenek tutup telponnya ya. assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab Dahlia. lalu sambungan telpon pun terputus..Dahlia pun segera menuju kursi kerjanya dan melihat jadwal yang akan di kerjakan oleh bosnya lalu mempersiapkan beberapa berkas yang harus di tanda tangani.
*****
Sementara itu, tanpa diketahui oleh Dahlia , Sanjaya dan Leon yang sudah selesai rapat, secara tidak sengaja melihat Dahlia tersenyum sambil berbicara di teleponnya.
" dia bahagia sekali, sampai tertawa lepas begitu.. siapa yang dia telpon? apa pacarnya?" ujar Sanjaya kepada Leon yang ada disampingnya.
" mana saya tau dia telponan sama siapa tuan..tapi, saya rasa dia tidak sedang menelepon pacarnya. paling keluarganya. karena, yang saya tau nona Dahlia tidak punya pacar tuan..." jawab Leon
" hmmm . ya sudah. ayo ke ruangan ku sekarang" ujar Sanjaya. Leon pun langsung mengekor di belakang.
sesampainya di ruangan , Sanjaya pun langsung duduk di kursi kebesarannya. melihat ke arah Nadia yang ada di ruangan di depannya. yang kebetulan kelihatan dari ruangannya yang di desain tembus pandang kalau dari dalam, tapi tidak terlihat dari luar.
" tidak ada. kamu boleh keluar dan panggil Dahlia ke ruangan saya sekarang" perintah Leon
" baik tuan." jawab Leon sambil melangkah keluar.
tok...tok..tok..
" permisi tuan" terdengar suara dari arah pintu.
" masuk" perintah Sanjaya
setelah Dahlia masuk ke dalam ruangan..
" duduk" perintah Sanjaya datar sambil menunjuk kursi di depannya
" apa Nadia sudah memberitahukan apa tugas mu?" tanya Sanjaya sedikit nada membentak.
" su..si..sudah tuan" jawab Dahlia tergagap
" hmmmm.. baiklah kalau kamu sudah tau semuanya. dan perlu kamu ingat, saya sangat tidak suka kesalahan. sekali kamu melakukan kesalahan, tidak ada maaf buat kamu dan saya pastikan kamu akan keluar dari sini dalam keadaan yang sangat tidak baik. kamu mengerti?" bentak Sanjaya.
Dahlia yang mendengar bentakan Sanjaya hanya bisa menunduk Dangan keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya..
" hei.. kenapa diam?kamu tidak dengar apa yang saya bilang?kamu mengerti tidak?" bentak Sanjaya melihat Dahlia hanya diam.
"sa.. saya mengerti tuan" jawab Dahlia ketakutan
__ADS_1
" kenapa kamu menunduk? angkat kepalamu" Dahlia pun perlahan dengan rasa takut mengangkat kepalanya. sesaat kemudian pandangan mereka bertaut.
deg..deg...
jantung Sanjaya berdegup kencang.. kerinduan yang selama ini dipendam nya kembali menyeruak..ingin rasanya dia memeluk gadis pujaan nya yang ada di depannya..
"ahhhhhh .. kenapa begini? aku sangat ingin meluapkan kerinduanku. tapi, tahan Kevin.. ya aku harus tahan, aku harus tau bagaimana perasaannya dan seberapa besar cintanya padaku" ujar Sanjaya dalam hati
"ahhhh.. kenapa jantung ku berdegup kencang? ketakutan yang tadi kurasakan mendadak hilang. kenapa aku merasa sangat dekat dengan orang ini? aku merasa kerinduan ku pada kak Kevin memudar hanya dengan melihat nya. tapi dia bukan kak Kevin, dia hanya seorang CEO yang kejam dan suka membentak. ahhhh.. kenapa aku jadi pusing?" ujar Dahlia dalam hati.
" hei kenapa kamu bengong? " tegur Sanjaya membuyarkan lamunan Dahlia.
" mm..mm..maaf tuan" jawab Dahlia kembali menunduk.
" sekarang kamu keluar dan kembali ke ruangan mu" perintah Sanjaya.
" bbbbbaik tuan. permisi" jawab Dahlia sambil berdiri dan setengah berlari keluar. belum sampai pintu , Dahlia teringat berkas yang harus ditanda tangani..dan memberanikan diri kembali ke arah Sanjaya.
" hei apa kamu tuli? saya bilang keluar. kenapa malah kembali ke sini?" bentak Sanjaya marah .
" mmmmmaaaaff tuan. saya hanya ingin memberitahu bahwa jadwal tuan bertemu klien dari perusahaan B sekalian makan siang di restoran A...."
" iya saya tau..sekarang kamu keluar.saya masih banyak pekerjaan" perintah Sanjaya.
"tapi tuan...."
" apa lagi? kamu mau membantah saya?mau saya pecat sekarang juga?" ujar Sanjaya marah dengan suara tinggi
"ti..ti..tidak tuan" jawab Dahlia gemetar.lututnya terasa seperti mau lepas.
" kalau tidak, kenapa masih disini?"
" sa..sa..saya hanya mau menyerahkan berkas untuk anda tangani tuan" jelas Dahlia.
" kenapa gak bilang dari tadi?"
"haaaa?" teriak Dahlia kaget lalu menutup mulut nya." gimana mau bilang kalau anda dari tadi ngoceh melulu tuan.saya mana sempat bilang yang ada saya ketakutan. dasar bos tidak tau diri" gumam Dahlia dalam hati
"kenapa mengumpat saya?berani kamu hah?" teriak Sanjaya sambil melotot.
"saya.saya..tidak mengumpat tuan" jawab Dahlia.
" ya sudah berikan berkasnya.. letakkan di meja. nanti saya tanda tangani.. sekarang bikin kan saya kopi" perintah Sanjaya
" baik tuan" jawab Dahlia sambil meletakkan berkas itu di meja Sanjaya..tanpa disadari kembali Dahlia tertegun memandang wajah garang bos nya itu.. Dahlia merasa sangat mengenalnya..tapi Dahlia bingung itu siapa.
" kenapa malah bengong lagi.. cepat keluarrrrrrr" teriak Sanjaya..
" ba..baik tuan" ujar Dahlia segera berlalu cepat, setelah terlebih dahulu membungkukkan badan nya.
"selamat..jantung ku serasa mau copot" gumam Dahlia setelah keluar dari ruangan Sanjaya sambil mengelus dadanya. lalu segera menuju ke pantry untuk membuat kopi yang di pesan bos nya...
******
\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1