
*******
Di dalam ruangan Sanjaya, Dahlia masih terisak dan terlihat masih sangat syok dengan kejadian tadi. Dahlia bisa melihat kekejaman dari atasannya. Dahlia tidak habis pikir, bagaiman jika kesalahan itu terjadi padanya. Apa dia juga akan bernasib sama ?
" Bagaimana keadaan mu?" tanya Sanjaya , memecah kesunyian dan mengejutkan Dahlia yang sedang duduk di sofa.
" Baik, tuan" jawab Dahlia singkat.
" Baiklah, kalau begitu apa jadwalku setelah ini?" tanya Sanjaya .
" Tuan ada jadwal ketemu klien dari HCA grup, membahas tentang penandatangan kontrak kerjasama dengan HCA grup. Itu dilaksanakan sambil makan siang, tuan." terang Dahlia
" Hmmm.. baiklah. Sekarang kamu persiapkan semuanya, dan kamu akan ikut dengan ku. Sekaligus kamu yang akan menggantikan Leon melakukan presentasi. Saya harap kamu tidak akan mengecewakan saya."
" Saya, tuan?" tanya Dahlia dengan ketidakpercayaan akan apa yang di ucapkan oleh Sanjaya.
" Kamu belum tuli, kan?"
" Tapi, tuan.... Biasanyakan tuan Leon yang akan mendampingi tuan. Dan saya belum berpengalaman dengan presentasi. Apalagi ini adalah kerjasama besar. Peluang investasi besar yang akan tuan dapat, jika kerjasama ini berhasil..."
" Teruss???"
" Saya hanya takut akan mengacaukan semuanya. Karena ini adalah yang pertama kali bagi saya"
" Kalau sudah tau, makanya kamu sekarang bersiap. Dan jangan lakukan kesalahan. Jika kamu lakukan itu, maka kamu akan tau akibatnya." ancam Sanjaya membuat Dahlia bergidik ngeri.
" Apa tidak sebaiknya ajak tuan Leon saja , tuan?"
" Kamu mau membantah saya?" ujar Sanjaya dengan tatapan tajam.
" Ti..ti..tidak, tuan. Saya hanya..."
" Saya tidak suka di bantah. Kerjakan sekaran, atau keluar dari ruangan saya dan bawa semua barang-barang mu." ujar Sanjaya marah.
" Baik, tuan. Saya akan mendampingi tuan. Saya permisi. Saya akan persiapkan semuanya." jawab Dahlia
******
Di ruangan Dahlia , Dahlia merasa sangat frustasi. Dahlia tidak lagi mengingat masalah tadi. Tapi, dia sanagt takut dengan meeting klien yang akan dilakukan siang nanti.
" Ahhhhhhhhhhh.... apa yang harus aku lakukan? Aku belum pernah melakukannya, aku sangat takut membuat kesalahan..." ujar Dahlia sambil memegang kepalanya.
" Lebih baik aku meminta bantuan kak Nadia" ujar Dahlia sambil menuju ke ruangan Nadia .
Tok...tok...tok...
" Masuk.." terdengar suara Nadia .
__ADS_1
" Ma..maaf kak. Saya tidak tau kalau kakak sedang ada tamu." ujar Dahlia sambil menutup pintu kembali. Karena , melihat ada seorang lelaki yang sedang duduk berhadapan dengan Nadia dan memunggunginya.
" Mau kemana?" terdengar suara lelaki itu. Dahlia menoleh ..
" Tuan Leon?" seru Dahlia .
" Gak usah kaget. Sini duduk." ujar Leon sambil menunjuk ke arah kursi di sampingnya.
" Tapi..."
" Sudah, sini duduk." panggil Nadia . Dahlia pun menuruti perkataan Nadia dan duduk disamping Leon.
" Ada apa ,dek? " tanya Nadia ramah.
" Mmmmm.. itu..anu..." jawab Dahlia gugup sambil melirik ke arah Leon yang duduk dengan santai.
" Gak usah takut dengan saya. Bicara saja." ujar Leon mengetahui ketakutan Dahlia.
" Iya dek, gak usah takut. " Sambung Nadia.
" Kak,,,, Dahlia disuruh tuan Sanjaya menemaninya, dan melakukan presentasi di depan klien dari HCA grup. Ini kali pertama buat Dahlia , Dahlia takut akan menggagalkan semuanya ,kak." Terang Dahlia sambil tertunduk memainkan jari jari indahnya.
" Hahahhaha... akhirnya.... hahhahha.." Leon terbahak mendengar pengakuan Dahlia . Leon sudah tau kalau ini semua adalah rencana Sanjaya. Leon tau Sanjaya tidak akan membiarkan Dahlia jauh darinya, apalagi setelah kejadian tadi. Dia tau betul jika Sanjaya akan bertindak untuk melindungi Dahlia, dan ingin Dahlia berada terus disampingnya, dengan alasan menemani ketemu klien.
" Kenapa tuan tertawa? Dan apa maksud tuan mengatakan akhirnya?" tanya Dahlia keheranan.
" Ah.. tidak ada apa apa. Maksud saya adalah akhirnya ada juga yang menggantikan menemani si kutub Utara itu. Dan saya bisa santai sejenak..hahhahha.." Leon kembali tergelak, membuat Dahlia mengernyitkan dahi.
" Dek, ini kesempatan kamu untuk menunjukkan kemampuan kamu, lakukanlah yang terbaik. Jangan lewatkan kesempatan ini. Ikutlah dengan tuan muda.." ujar Nadia memberi semangat.
" Tapi..."
" Tidak ada tapi tapian. Saya yakin kamu bisa. Kamu hanya perlu mempresentasikan dengan baik. Dan hilangkan kegugupan kamu. Jika nanti kamu gugup, tarik nafas dan keluarkan perlahan. Benar kata Nadia , ini adalah kesempatan kamu untuk menunjukkan kemampuan kamu." Terang Leon membuat Dahlia hanya bisa menarik nafas panjang.
" Betul kata mas Leon ,dek. Kakak juga pernah merasakan apa yang kamu rasakan. Memang gugup, tapi jika kamu sendiri mempunyai niat yang besar untuk melakukannya, maka kakak yakin kamu bisa mengalahkan kegugupan kamu. Dan kakak yakin kamu pasti bisa. Kamu harus semangat , dek." Ujar Nadia kembali memberi semangat.
" Hmmm... baiklah, kak. Dahlia akan berusaha keras. Semoga nanti Dahlia bisa melakukan yang terbaik. Terima kasih atas masukan kakak dan tuan Leon.. Lia akan persiapkan mental sebaik mungkin. Lia permisi dulu kak, tuan." ujar Dahlia pamit menuju ke ruangannya.
****
Sanjaya dan Dahlia sudah sampai di restoran xx tempat berlangsungnya pertemuan dengan klien dari HCA grup.
Ketika sudah memasuki restoran, terlihat ada dua orang yang berpakaian rapi sudah duduk di meja.
" Tuan Gerald..." Sapa Sanjaya.
" Hai tuan Sanjaya..silahkan duduk." jawab seorang pria tampan yang tidak lain adalah Direktur HCA grup.
__ADS_1
Sanjaya dan Dahlia pun duduk berdampingan di hadapan Gerald beserta asisten nya.
" Saya Kevin Sanjaya dan ini sekretaris saya Dahlia .. " ujar Sanjaya memperkenalkan dirinya dan Dahlia sambil mengulurkan tangannya.
Gerald menyambut uluran tangan Sanjaya dan mengulurkan tangan kepada Dahlia . Tapi, Dahlia hanya menangkup kan tangan di depan dadanya dan tidak menyambut tangan Gerald. Gerald sedikit terkejut. Namun akhirnya tersenyum.
" Hemmm.. Tuan Sanjaya. Sekretaris anda cantik dan berbeda dari yang lain. Dari segi penampilan, dia sopan dan tertutup. Berbeda dengan sekretaris biasanya yang berpakaian seksi. Dan jujur saya baru kali ini di tolak untuk berjabat tangan." ujar Gerald mengungkapkan kekaguman serta kekecewaannya.
Sanjaya hanya tersenyum dan melirik Dahlia seolah memberikan kesempatan untuk Dahlia memberikan penjelasan. Dahlia pun langsung tanggap.
" Maaf tuan Gerald. Saya tidak bermaksud menolak berjabat tangan dengan anda. Tapi, saya hanya melakukan yang sebenarnya bahwa kita bukan muhrim. Jadi, haram hukumnya untuk bersentuhan." jawab Dahlia menjelaskan. Membuat Gerald beserta asistennya termenung dan Sanjaya hanya tersenyum.
" Baiik tuan Gerald . Saya tau anda orang yang sibuk, ada baiknya kita mulai sekarang." tegas Sanjaya yang sudah tidak nyaman karena Gerald tidak melepaskan pandangan kagum nya kepada Dahlia.
" Hemmm.. Baiklah , kita mulai sekarang" ujar Gerald.
Dahlia segera melakukan presentasi dengan baik dan lancar. Membuat Sanjaya sangat senang dan Gerald semakin kagum dengan sosok Dahlia..
Setelah mendengar semua presentasi Dahlia, akhirnya dengan mudah Gerald menyetujui kerjasama antara kedua perusahaan tersebut.
Setelah selesai, mereka pun melanjutkan acara makan siang.
" Semuanya sudah selesai, dan kami akan segera kembali ke kantor. Semoga kerjasama kita akan berjalan dengan baik tuan Gerald." ujar Sanjaya.
" Saya sangat senang bisa bekerjasama dengan perusahaan anda tuan Sanjaya. Tapi, sebelum berpisah, apa saya boleh mengajak nona Dahlia untuk makan malam?" tanya Gerald membuat Sanjaya terkejut.
Sanjaya menoleh ke arah Dahlia dan Dahlia pun menoleh kearahnya .
" Saya serahkan kepada orang yang bersangkutan, tuan Gerald." jawab Sanjaya mencoba tenang. Dalam hati Sanjaya sangat berharap Dahlia tidak menerima ajakan Gerald. Karena, dia tidak rela melepas orang yang dicintainya pergi makan malam bersama pria asing yang baru dikenal.
" Bagaimana , nona?, Anda bersedia menerima ajakan saya?" tanya Gerald kepada Dahlia dengan tersenyum.
Dahlia menoleh sekilas kepada Sanjaya. Dan Sanjaya hanya menatap datar.
" Maaf ,tuan. Saya tidak terbiasa makan malam dan saya juga tidak terbiasa pergi dengan orang yang baru saya kenal" tolak Dahlia dengan sopan.
" Hmmm.. Oke gak apa apa. Boleh, saya minta alamat atau nomor ponsel mu?"
" Maaf, tuan. Sekali lagi saya minta maaf. Saya tidak bisa memberikan nya. Dan saya harap kita bertemu hanya masalah pekerjaan tidak untuk yang lain." jawab Dahlia sambil tersenyum.
Gerald tentu saja sangat kecewa dan malu. Tidak ada yang pernah menolak keinginan atau tawarannya . Bahkan , selama ini biasanya para wanita lah yang mengajaknya duluan berkenalan , bertukar nomor ponsel atau mengajak makan malam.
Sementara Sanjaya menghembuskan nafas pertanda dia sangat lega mendengar penolakan Dahlia.
" Tapi....."
" Saya rasa urusan kita sudah selesai ,tuan Gerald. Saya dan sekretaris saya akan kembali ke kantor. Kami permisi" ujar Sanjaya sambil berdiri dan menjabat tangan Gerald dan asistennya.
__ADS_1
" Menarik....." Seringai menakutkan di perlihatkan oleh Gerald memandang kepergian Sanjaya dan Dahlia .
****