
tok..tok..tok.
"masuk"
"ini pak, kopi nya" ujar Dahlia sambil menyodorkan gelas kopi ke arah Sanjaya..
"haaaaaaaaa??????" ujar Sanjaya menaikkan alis nya, membuat Dahlia terkejut..
"kamu itu bisa kerja atau nggak sih?" tanya Sanjaya marah
" maksud tuan?" tanya Dahlia heran.
" Kenapa kamu bawakan saya kopi?" Sanjaya balik bertanya..
"sial ini orang...tadi bukannya dia sendiri yang minta di bikinin kopi?kok sekarang dia yang malah marah marah? dasar bos sedenggggg" maki Dahlia dalam hati
" jangan mengumpat ku" teriak Sanjaya sanmbil mengarahkan telunjuk nya tepat di wajah Dahlia..
" Ma..maaf pak..saya tidak berani... " jawab Dahlia semakin ketakutan melihat tatapan membunuh Sanjaya, membuat lututnya lemas.
"sekali lagi saya tanya , kenapa kamu bawakan saya kopi?" bentak Sanjaya..
" loh...bukannya tadi bapak sendiri yang minta kopi?" tanya Dahlia sambil mengernyitkan dahinya.
" bodoh..bodoh.. bodoh..kamu sebenarnya niat kerja gak sih??" ujar Sanjaya dengan emosi meluap luap.
" maaf tuan..saya memang bodoh, dan saya akui itu. tapi, saya benar benar ingin bekerja.dan saya yakin sudah menjalankan apa yang tuan perintahkan..jadi, dimana sebenarnya letak kesalahan saya?" protes Dahlia dengan suara agak tinggi .
" masih nanya juga .. mana kertas peraturan yang sudah di berikan Nadia kepada mu? tunjukkan sekarang." perintah Sanjaya.
Dahlia segera berlari mengambil kertas peraturan di dalam tasnya..lalu menyerahkan nya kepada Sanjaya..
" ini .... pak" ujar Dahlia sambil memberikan kertas itu kepada Sanjaya .namun, langsung ditepis oleh Sanjaya.
" tidak usah berikan kepada saya.. kamu sekarang baca peraturan no 3.." perintah Sanjaya.
__ADS_1
Dahlia pun menurut dan membaca nya dengan keras.
" peraturan no 3: tuan Sanjaya hanya minum teh hijau panas, dengan gula di pisah" setelah membaca. Dahlia terdiam. kalau memang cuma minum teh hijau, kenapa tadi minta kopi? gumam Dahlia
" sudah jelas kan??"
" sudah pak.tapi....."
" tapi, apa? kamu nyalahin saya kalau minta kopi?" ujar Sanjaya sinis.
" iya, pak.tadi bapak pesan kopi. jadi saya buatkan kopi" terang Dahlia berargumen.
" bodoh.. kamu ini bodoh sekali.. saya hanya mengetes kamu. saya mau lihat sebatas mana kemampuan dan daya ingat kamu..baru hal sekecil ini saja kamu tidak bisa melakukan dengan benar. bagai mana kalau nanti saya minta kamu urus perusahaan di saat saya tidak di tempat. kamu pasti tidak bisa." ujar Sanjaya semakin marah dengan mata berkilat .
" ta.. tapi, tuan. saya hanya menjalankan perintah tuan.walaupun saya tau bahwa tuan memang biasa minum teh hijau, saya tetap melakukan apa yang tuan perintahkan .saya rasa , saya tidak salah." jawab Dahlia membela diri.
" apaaaaa?? kamu tidak salah?? jadi kamu bilang saya yang salah?" teriak Sanjaya semakin kesal.
" ti..ti..Bu..bukan begitu maksud saya tuan..."
" kamu dengarkan..jika kamu mau berhasil dan menjadi orang yang sukses, salah satunya adalah jangan terlalu mudah percaya dan melakukan apa yang di perintahkan orang lain.dalam perusahaan terlalu banyak musuh yang suatu saat bisa menjatuhkan kamu. jika kamu sepolos itu, maka kamu akan dengan mudah dijatuhkan oleh lawan kamu. seperti contoh tadi. saya memang menyuruh kamu membuat kopi, itu saya lakukan untuk mengetes kamu. kamu sudah tau kalau saya tidak bisa minum kopi dan hanya minum teh hijau.seharusnya, sebelum kamu bertindak, alangkah baiknya kamu bertanya atau menegur terlebih dahulu. kenapa saya minta kopi, bukannya saya hanya minum teh hijau? harus nya itu yang kamu tanyakan..tapi, bukan karena saya ini atasan kamu , kamu langsung nyelonong melaksanakan perintah saya. coba seandainya ada seseorang yang memerintahkan kamu untuk melakukan hal yang tidak baik dan kamu mengetahui hal itu tidak baik. dikarenakan atasan kamu yang memberi perintah, maka kamu lakukan. dan atas pekerjaan yang kamu lakukan, kamu malah merugikan perusahaan.. jadi, dalam hal ini yang saya butuhkan adalah ketelitian bukan kepolosan.. apa kamu mengerti?" ujar Kevin menekan kan kata mengerti kepada Dahlia yang sedang tertunduk, yang sedari tadi mendengarkan Sanjaya menerangkan dengan panjang lebar.
" kamu mengerti tidak , Dahlia ?" teriak Sanjaya kembali.
" ya, tuan.. saya mengerti. dan saya berjanji akan lebih berhati hati lagi dalam bekerja. saya berjanji untuk berusaha tidak mengecewakan tuan.. saya minta maaf tuan" jawab Dahlia sambil menunduk dalam.
" hmmm.. sekarang kamu boleh keluar.. saya masih banyak pekerjaan..pusing saya meladeni kamu.." usir Sanjaya.
" iya pak, sekali lagi saya minta maaf. permisi" ujar Dahlia seraya berlalu.
" astaghfirullah, kenapa sih orang ini jutek dan kejamnya minta ampun..dia yang salah kok saya yang dimarahin?tapi, ada benarnya juga apa yang dibilang si brengsek itu...ahhh.. yang penting aq selamat dan bisa keluar sejenak dari ruangan neraka itu" ujar Dahlia bergumam sambil mengurut dadanya.
Sebelum menuju ke ruangannya , terlebih dahulu Dahlia menuju pantry dan mengambil air mineral dingin yang ada di lemari pendingin. saat ini seluruh tubuhnya panas dan berkeringat akibat dari peristiwa tadi. dan menurutnya dengan minum air dingin, bisa mendinginkan suhu tubuh dan pikirannya. sambil meminum air nya, Dahlia segera bergerak menuju ke ruangannya.
"brukkkkkk"
__ADS_1
tanpa di sengaja Dahlia menabrak seseorang, dan botol air yang di pegangnya terlempar tepat ke arah orang yang di tabraknya dan sudah pasti pakaian orang tersebut basah..
"aaaaaaaaaaaaaa" teriak seseorang.
Dahlia mendongak dan melihat sesosok gadis yang menggunakan pakaian seksi. dan gadis itulah yang terkena air minum.
" hei jalang... apa kamu gak punya mata? " teriak wanita itu kepada Dahlia.
"ma..maaf mbak.. saya tidak sengaja..saya bersihkan ya mbak" jawab Dahlia sambil mengambil tisu dan mencoba mengeringkan baju wanita itu.
plaaakkk
tangan Dahlia terasa sakit, karena dipukul dengan keras pada saat akan membersih kan baju wanita yang ada di depannya.
.
"auuuuuu..." keluh Dahlia .." kenapa mbak mukul saya?" tanya Dahlia protes.
" siapa yang suruh kamu sentuh saya?" ujarnya berkacak pinggang.
"saya hanya ingin membantu mbak..kenapa mbak malah marah marah ?" ujar Dahlia membela diri.
sejenak wanita itu terdiam. matanya intens melihat penampilan Dahlia dari atas sampai ke bawah.lalu tersenyum sinis, dia tau kalau Dahlia adalah karyawan baru. terlintas dalam hatinya berniat untuk membalas dengan kejam.
" kamu karyawan baru ya?" tanya wanita itu.
" iya mbak. kok mbak tau? kenalin saya Dahlia mbak. saya..."
" tentu saya tau.. saya dapat melihat dari dandanan kamu. karyawan baru, dandanan kampungan.pakaian lusuh..kerja jadi OG saja gak becus. kamu tau harga baju saya ini mungkin sama dengan 10 kali lipat gaji kamu sebagai OG disini..."
" tapi mbak saya bukan OG..saya..."
" alahhhhhh... kalau tidak OG pasti kamu cleaning Service baru .. sekarang saya mau kamu ganti rugi.."
"tapi, mbak. saya baru bekerja dan saya belum dapat gaji. jadi, saya gak bisa sekarang mbak.. nanti setelah gajian baru saya ganti ya..saya mohon mbak..saya minta maaf" ujar Dahlia ketakutan dengan wajah memelas.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=