Dahlia Kembang Desa

Dahlia Kembang Desa
PERTEMUAN 2


__ADS_3

\=\=\=\=\=\=\=


" hai sayang,...aku merindukanmu...aku sangat mencintaimu..." ujar Kevin memegang dagu Dahlia..di tariknya dagu sang kekasih perlahan , hingga semakin dekat... tanpa disadari bibir mereka hampir bertemu......


kring...kring...kring...


"astaghfirullah... ternyata cuma mimpi.." gumam Dahlia yang terbangun karena kerasnya suara alarm..


"kak Kevin..sudah 3 tahun kita tak bertemu..aku sangat merindukanmu..apa kakak juga merasa kan apa yang aku rasakan saat ini? kerinduan ku sangat besar..hingga aku merasa sudah tak kuat memendamnya ..kakak datanglah ...datanglah kak..hiks...hiks...hiks.."


tak terasa airmata kerinduan tumpah dari sudut mata indah Dahlia.. Dahlia sungguh merasakan kerinduan akan sosok kekasih hatinya dan juga tunangannya itu.. hingga dia menangis sesenggukan sambil duduk bertopang lutut diatas tempat tidur sederhananya..


kring...kring...kring....


kembali alarm membuyarkan lamunannya..


"astaghfirullah...sudah waktunya sholat subuh..sebaiknya aku sholat dulu..semoga dengan sholat aku bisa merasa tenang.." gumam Dahlia sambil mengusap air matanya..


Dengan langkah gontai Dahlia berjalan menuju kamar mandi, lalu mengambil air wudhu.. sesaat kemudian dia sudah lengkap dengan mukenah berwarna putih bersih menambah kecantikannya..lalu Dahlia pun segera melaksanakan ibadahnya.


setelah beberapa saat Dahlia pun menyelesaikan ibadahnya dan mengangkat tangannya seraya berdoa..


"Ya Allah.. ampunilah dosa hamba, dosa kedua orang tua hamba, dosa orang orang terdekat hamba baik yang kami sengaja atau tidak sengaja.. tunjukkan lah kepada hamba jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhoi...tuntunlah hamba agar selalu menjalankan perintahMu serta menjauhi segala laranganMu..buka kanlah pintu Rizki mu untuk hamba dan berikanlah hamba kekuatan serta kesehatan... "..." pertemukan lah hamba dengan orang yang sangat hamba rindukan..berikanlah hamba kekuatan untuk menjaga hati ini hanya untuknya ...permudahkan lah pertemuan kami...jika memang dia adalah jodoh hamba,permudahkan lah semuanya...hanya kepada Mu hamba memohon petunjuk...amin"


Dahlia berdoa dengan sangat khusyuk sampai sampai airmatanya pun mengalir deras..setelah berdoa , dia pun melanjutkan dengan mengaji...


setelah selesai mengaji, Dahlia merasa ada kelegaan di hatinya..lalu dia pun segera beranjak, melipat mukenah dan sajadahnya, setelah itu beranjak ke dapur untuk membuat sarapan..dia memasak nasi goreng kesukaannya dengan telor ceplok..


sarapan pun telah masak dan di letakkan di meja belajarnya..karena tempat nya adalah kost an maka tidak ada meja makan..


lalu Dahlia segera membersih kan diri...tidak lama kemudian Dahlia selesai membersihkan diri dan tubuhnya terasa sangat segar...setelah berganti pakaian menggunakan atasan kemeja lengan panjang berwarna putih dan rok panjang berwarna hitam .tidak lupa pula menggunakan hijab berwarna senada dengan bajunya..kemudian berdiri di depan cermin, Dahlia pun memakai make up yang tidak terlalu tebal dan lipstik tipis berwarna pink.. Dahlia sebenarnya tidak suka berdandan terlalu berlebihan..tapi kecantikan alami dengan kulit pipi putih mulus tanpa jerawat,karena sering terkena air wudhu..tanpa polesan make up pun aura kecantikan alaminya tetap terlihat..


setelah semua dirasa siap, Dahlia melirik jam Beker disamping tempat tidurnya sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi..Dahlia segera menghabiskan sarapannya..lalu bersiap untuk berangkat ke kantor, Dahlia sengaja berangkat lebih pagi, karena ini adalah hari pertamanya bekerja, dan dia tidak mau terlambat sehingga memberikan kesan negatif..


Sesampainya di kantor, Dahlia bergegas menuju ke ruang HRD untuk bertemu dengan Bu Tiwi.. kebetulan Bu Tiwi sudah tiba di kantor.


" assalamualaikum" ujar Dahlia sambil mengetuk pintu.


" waalaikumsalam..silahkan masuk" jawab Bu Tiwi mempersilahkan


Dahlia pun masuk...


" pagi Bu, apa saya terlambat?" tanya Dahlia


" eeh Dahlia .. sudah sampai? hmmm tidak sama sekali.. kamu tidak terlambat bahkan kamu datang lebih awal..oya, silahkan duduk." ujar Bu Tiwi sambil mempersilahkan Dahlia untuk duduk


" terima kasih Bu Tiwi..Oya, maaf saya mengganggu ibu pagi pagi begini..saya sengaja datang lebih awal , ini hari pertama saya bekerja.. saya masih bingung dengan pekerjaan saya.. makanya saya minta tolong ibu untuk membantu menjelaskan kepada saya.." pinta Dahlia..


" hmmm.. baiklah.. saya akan jelas kan garis besarnya saja... posisi kamu adalah sebagai sekretaris pribadi pak Sanjaya, CEO di perusahaan ini..nantinya kamu akan membantu semua pekerjaan beliau.." jelas Bu Tiwi.


" hmmm.. kalau saya boleh bertanya, bagai mana CEO kita Bu?" tanya Dahlia penasaran..


" yang pastinya tuan muda Sanjaya adalah putra tunggal dari tuan Michael Sanjaya..setahu ibu tuan muda jarang bertegur sapa dengan bawahannya..tuan muda lebih tepatnya bersifat dingin dan lumayan kejam..beliau tidak suka terlambat apa lagi dengan karyawan yang melakukan kesalahan.. bahkan, beliau tidak segan segan memarahi serta memecat karyawan yang bermasalah..dalam dua bulan ini saja sudah 5 sekretaris yang dia pecat..jadi ibu harap, kamu mampu untuk bertahan..." terang Bu Tiwi..


Dahlia termenung mencoba mencerna setiap perkataan Bu Tiwi.. terselip rasa takut, dan gugup membuat Dahlia agak gemetar ..tapi , dalam hati dia coba menguatkan diri dan mental nya..karena pekerjaan ini sangat diinginkannya..


" hmmm... baik Bu..terimakasih penjelasannya.. saya akan berusaha bekerja sebaik mungkin dan berusaha tidak membuat kesalahan..setelah mendengar penjelasan ibu, jujur saya takut sekali dan merasa tegang.." ujar Nadia mengungkapkan perasaannya..


" iya Dahlia..kamu harus semangat.. Oya, sepertinya tuan sudah datang, baru saja tuan muda, tuan Leon asisten pribadinya beserta sekretaris tuan Leon sudah naik ke ruangannya..jadi kamu boleh segera ke sana, ..." ujar bi Tiwi.

__ADS_1


" baik Bu.. sekali lagi terima kasih..saya pergi dulu. assalamualaikum" ujar dahlia berpamitan..


setelah keluar dari ruangan HRD, Dahlia pun menuju lift khusus untuk CEO dan tamu penting perusahaan..karena Bu Tiwi memberitahukan kepadanya bahwa hanya lift itu yang bisa menuju langsung ke ruangan sang CEO.


Ting


pintu kotak besi itu pun terbuka , Dahlia pun menekan tombol 20, lantai paling atas tempat ruangan kerjanya nanti berada.. tidak lama kemudian, Dahlia pun sampai di tempat yang dia tuju..


" bismillahirrahmanirrahim" ucapnya sebelum mengetuk pintu ruangan yang bertuliskan CEO


tok...tok...tok...


" masuk.." terdengar suara barithon dari dalam ruangan


ceklek...


Dahlia pun membuka pint...


" assalamualaikum.. selamat pagi tuan" sapa Dahlia sopan sambil membungkukkan badan hormat.


"waalaikumsalam, selamat pagi"


Dahlia pun mengangkat kepalanya dan mencoba melihat ke arah suara tersebut.. tepat di depannya duduklah seorang lelaki yang tampan , wajahnya tertutupi berewok dan kumis yang menampilkan kesan garang, dan dingin...


dalam hatinya berkata bahwa sosok didepannya sangat mengerikan...Nadia pun bergidik ngeri..dan berdoa semoga dia baik baik saja..


sementara lelaki yang bukan lain adalah sang pemilik perusahaan, menatap ke arah Dahlia..pandangan mereka bertemu..


deg...


Sanjaya, begitu sering dipanggil oleh bawahan dan rekan bisnisnya.. Sanjaya yang tidak lain adalah Kevin tunangan sekaligus orang yang sangat di nantikan serta dirindukan oleh Dahlia..tapi Dahlia tidak mengetahuinya.. sementara kevin Sanjaya yang sudah mengetahui hal itu, tampak terkejut dengan pemandangan didepannya...


" tahan Kevin.. kamu harus tahan.. ingat rencanamu.. jangan sampai ketahuan..kamu harus tau dulu seberapa besar rasa cinta dan kesetiaan Dahlia setelah lama berpisah darimu.. tunggu lah beberapa waktu lagi" hati Kevin berkata dan menahan gejolak rindu yang sudah hampir meledak..


Kevin kembali mengubah ekspresi datar dan dinginnya..


" duduk" perintahnya tegas.


Dahlia pun duduk mengikuti perintah Kevin..ada sedikit keraguan dan gugup yang dirasakan oleh Dahlia..


" siapa namamu?" tanya Kevin basa basi , padahal sebenarnya dia sudah tau benar degan gadis yang ada di depannya..


" s..s..saya Dahlia mustika, tuan.. biasa di panggil Dahlia.." jawab Dahlia .


" kamu tau jabatan mu apa?" tanya Sanjaya ketus..dan tatapannya tajam ibarat sebuah tombak yang siap bersarang di tubuh lawan bicaranya..


" iya tuan..saya sekretaris tuan.." jawab Dahlia agak terbata bata


" hmmmm..." ujar Sanjaya berdehem..lalu menekan interkomnya..


" Leon , ajak sekretaris kamu keruangan saya segera" perintah Sanjaya setengah berteriak. ta pa memperdulikan Dahlia yang tertunduk di depannya.


" permisi tuan" ujar suara di depan pintu


" masuk" perintah Sanjaya


" ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya lelaki yang bernama Leon.


" temani saya rapat setelah ini.. dan Nadia ajarkan sekretaris baru ini tentang tugas tugas dia.. jangan sampai ada yang terlewatkan dan jangan sampai ada kesalahan." perintah Sanjaya

__ADS_1


" baik tuan" jawab Leon dan Nadia.


" kenal kan saya Leon dan ini sekretaris saya Nadia" ujar Leon


" saya Dahlia tuan..." jawab Dahlia..


" Dahlia?? ini benar kamu Dahlia?" seru Nadia terkejut...


"kak Nadia?" ujar Dahlia juga tak kalah terkejutnya..ada rasa senang bertemu dengan sahabat yang sudah dianggap sebagai kakak kandungnya itu..


" kakak tidak menyangka akan bisa bertemu kamu disini dahlia ..kakak senang sekali.."seru Nadia sambil memeluk Dahlia.


" Dahlia juga gak nyangka kalau bisa ketemu kakak disini..kakak apa kabar?? " tanya Dahlia sambil membalas pelukan Nadia.


" kakak baik Dahlia..." sambil melepas pukannya.." kamu cantik sekali Dahlia " puji Nadia


"ah kakak bisa saja.. kakak bahkan lebih cantik dari saya" jawab Dahlia merendah..


"hmmmm" Sanjaya berdehem , sehingga membuat Dahlia dan Nadia menoleh karena mereka tidak sadar bahwa sedang berada di hadapan sang CEO...


" saya minta kalian bekerja dan bukan saling melepas rindu..." teriak Sanjaya marah...


" Nadia segera ajak Dahlia ke ruangan kamu dan ajari dia .. saya mau setelah saya selesai rapat, Dahlia sudah mulai bertugas..kalau tidak, hari ini juga saya pecat ...." teriak Kevin.. membuat suasana mencekam..aura dingin langsung menyelimuti.. membuat Dahlia dan Nadia ketakutan..


"hmmm... Untung saja cuma sandiwara.. kalau tidak bisa pingsan saya" Nadia membathin..


" astaghfirullah.. benar kata Bu Tiwi , tuan Sanjaya ini benar benar menakutkan..tampang sangar dan perkataan nya juga kasar.. pantas saja sekretaris sekretaris sebelum saya pada gak betah...wong bos nya menakutkan begini...semoga saja saya kuat" bathin Dahlia ketakutan


" kalian berdua memaki saya?" bentak Kevin sambil berdiri..


" tidak berani tuan"


" tidak tuan"


Jawab Nadia dan Dahlia serempak.


" kalau begitu segera keluar dari ruangan saya dan kerjakan apa yang saya perintahkan barusan" ujar Sanjaya masih berteriak.


" b..b.. baik tuan..kami permisi" jawab Nadia seraya membungkukkan badan diikuti Dahlia...lalu Nadia pun menarik tangan Dahlia keluar ruangan tersebut..


tinggal Kevin dan Leon di ruangan itu..sejenak suasana menjadi hening.. setelah pintu ruangan tertutup,.....


" tuan, yakin akan tetap melanjutkan sandiwara ini?" tanya Leon ragu.


" tentu saja.. " jawab sanjaya tegas dan pasti


" apa tuantidak takut kalau akhirnya nanti Dahlia kecantol dengan karyawan atau rekan bisnis tuan?? ingat tuan Dahlia itu cantik dan pasti banyak yang menyukainya" ujar Leon memperingatkan


" tenang saja Leon. aku akan tetap menjalan kan rencana ini, sampai aku tau kejelasannya..dan untuk menghindari hal yang kamu takutkan tadi, apa guna nya kamu dan Nadia..bukan kah kalian berdua punya banyak cara dan akal, supaya tidak seorang pun yang berani mendekati bahkan mengganggu Dahlia?" ujar sanjaya..Leon pun mengangguk tanda setuju.


" hmmm baik lah tuan..saya akan sepenuhnya mendukung rencana tuan..saya harap berhasil dan tuan bisa segera menikahi tunangan yang sangat tuan rindukan ini..dan segera bisa hua.hua tuan.." ujar Leon sambil tersenyum menggoda.


" sialan kamu.. dasar mesum.." ujar Leon sambil memukul pundak Leon, membuat Leon meringis kesakitan.


" baik lah, ayo kita segera ke ruang rapat..jangan lupa siapkan semua berkasnya" perintah Sanjaya


" baik tuan..semua sudah siap" tegas Leon...


lalu mereka berdua berjalan beriringan menuju ruang rapat..

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


__ADS_2