
Drrrrtttt.... drttttt.... drttttt
handphone Nadia bergetar, membangunkan tidur siangnya. Nadia meraih ponsel tersebut dan melihat siapa yang menelepon. kaget Nadia melihat nama di telepon.. ya telpon itu dari Leon.
"ehh..ehmmm... halo pak Leon" ujar Nadia
"assalamualaikum, Nadia"
"waalaikumsalam,pak Leon"
" waduh ada yang baru bangun tidur nih" canda Leon
"wah... kok pak Leon tau? " jawab Nadia kaget, sambil celingak-celinguk melihat keluar jendela kamarnya.mencari keberadaan Leon.
"hahhahha.. tau lah .. itu suara kamu berat , menandakan kamu baru bangun tidur" jawab leon.
"ehh..ehh.. iya pak, maaf saya ketiduran....."
" gimana, capek ya?"
"iya pak, saya istirahat sebentar. 15 menit lagi saya dan ibu akan kerumah Tante yang dekat rumah Dahlia. sekaligus hari ini saya pastikan informasi sudah saya dapat" ujar Nadia mantap.
" hmmm.. baik lah.. saya mengandalkan kamu..oh iya, gimana hadiah nya? orang tua dan kakak mu suka kan?" tanya Leon
" Sebelumnya terimakasih ya pak, sudah memberikan hadiah yang sangat mahal.. dan keluarga saya sangat suka dan berterimakasih atas kebaikan bapak.. tapi, saya heran kenapa bapak berikan hadiah ponsel mahal kepada bapak, ibu dan kak Frans?" tanya Nadia
Leon tersenyum..
"tidak apa-apa..anggap aja sebagai hadiah perkenalan dan kerja keras kamu selama ini" jawab Leon berbohong.. padahal hadiah itu sebenarnya, karena Leon tergerak hatinya mendengar cerita Nadia . dan jauh di lubuk hatinya Leon menyukai dan jatuh hati pada Nadia sejak lama..tapi , Leon malu mengungkapkan dan gengsi..
"ohhh... sekali lagi terima kasih banyak ya pak Leon."
" ya sudah sekarang kamu bersiap-siap.. setelah dapat informasi, kamu langsung beritahu ke saya. "
" baik pak."
"ya sudah, saya matikan dulu telponnya. saya harus mengikuti meeting dengan klien. assalamualaikum"
__ADS_1
"waalaikumsalam."
Tut..Tut..Tut...
sambungan terputus.. Nadia segera ke kamar mandi dan mandi.. setelah itu Nadia yang sudah merasa segar kembali, segera ber ganti pakaian dan memoles tipis make up di wajah cantiknya.
setelah itu dia pun segera keluar kamar menuju ruang tamu.. sementara di ruang tamu sudah ada ibu Hartati, pak Soleh, Frans dan Bram yang menoleh ke arah suara langkah..mereka semua terpukau.
" wah kok pada bengong?? gak pernah lihat orang cantik ya" ujar Nadia melihat mereka bengong.. Bram langsung menunduk.
" waduh anak ayah dan ibu cantik sekali.." puji pak Soleh.. Nadia pun melangkah menuju ibunya dan memeluk nya.
" iya nih.. adik kecil kakak cantik banget. seperti bidadari" puji Frans membuat Nadia merona dan malu dia membenamkan kepalanya ke dada ibunya.
Nadia yang memakai dress tanpa lengan, panjang selutut. warna merah cerah sangat kontras dengan kulit putih dan mengenakan tas kecil di pundaknya. menambah anggun ..
" ya sudah, ibu juga sudah siap.. ayo kita berangkat.." ujar Bu Hartati..
" pak , kak Frans , Nadia dan ibu pergi dulu ya" ujar Nadia sambil mencium punggung tangan pak Soleh dan Frans .
sementara Bram sigap keluar terlebih dahulu setelah membungkukkan badan ke arah pak Soleh dan Frans. Bram sudah bersiap membuka pintu mobil sementara para pengawal pun sudah segar setelah istirahat dan membersihkan diri mereka sudah siap di dalam mobil.
Tante indah yang kebetulan sedang duduk di teras ditemani om Arif suaminya. terkejut melihat ada mobil mewah yang datang.. dan bingung setelah melihat empat orang berbadan tegap dan berpakaian lengkap dengan jas hitam keluar dari mobil di belakang.
Tante indah dan om Arif ketakutan melihat wajah sangat mereka..dan yang paling membuat mereka terkejut adalah dua sosok yang keluar dari mobil mewah di depan, setelah seorang dengan pakaian sama membuka pintu mobil.
Nadia dan Bu Hartati turun, tersenyum kepada Tante indah dan om Arif.. saking terkejutnya mereka sampai terduduk lemas di tempatnya. Nadia langsung berlari menuju tantenya.. Bu Hartati di bantu Bram membawa bungkusan buah tangan yang mereka beli di swalayan tadi beserta beberapa paperbag yang di bawa Nadia dari kota tempatnya bekerja...
"Tante...." teriak Nadia menghambur kepelukan Tante indah...Nadia sudah dianggap anak sendiri oleh pasangan itu , karena mereka belum diberi kesempatan memiliki anak..
" Nadia kangen..." ujar Nadia menangis bahagia di pelukan Tante indah..
" tan..Tan..Tante juga kangen " ujar Tante indah terbata-bata sambil mencium kening keponakan yang sudah dianggap anak sendiri oleh nya dan suami..sementara Bu Hartati tersenyum melihat tingkah manja putrinya ke pada istri dari adik suaminya itu.
" sama om gak kangen ya?" terdengar suara serak yang terdengar lembut.
" ommmm...." Nadia melepas kan pelukan Tante indah dan beralih memeluk erat om Arif..om Arif pun membalas pelukan hangat keponakan sekaligus putri tercintanya..om Arif mengecup kepala Nadia dan meneteskan air mata kebahagiaan..
__ADS_1
kerinduan yang di rasakan pasangan suami istri itu sama halnya dengan yang dirasakan oleh Bu Hartati dan pak Soleh.. Nadia yang semenjak kecil di asuh oleh keluarga Arif menjadikan keluarga itu merasa kebahagiaan yang tiada Tara.
setelah melepas rindu mereka pun masuk ke dalam rumah.. Nadia menggandeng tangan om nya, sementara Tante indah menggandeng tangan Bu Hartati.. Bram dan ke empat pengawal hanya duduk di teras di temani kopi dan cemilan. mereka menolak masuk dan lebih memilih mencari angin di teras itu.
\=\=\=\=\=\=
Kevin yang baru pulang dari sekolah, setelah selesai makan siang bersama om Syahrial, Tante Rini , Ardi dan bela adik sepupunya, segera melangkah menuju kamar nya dan ingin beristirahat siang.
drttttt...drtttt... drttttt.
Leon yang sudah selesai meeting mendengar panggilan ponselnya pun mengangkat telpon tersebut.
" hei br*****k, kenapa lama sekali angkat telpon nya" bentak suara keras dari seberang telpon. membuat Leon menjauhkan ponsel dari telinganya ..
" ada apa sih teriak-teriak? memangnya gak bisa apa ngomong pelan-pelan?" teriak Leon balik
" kurang ajar.... berani kamu bentak aku sekarang?" maki Kevin
" maaf tuan.. habisnya, tuan teriak seolah-olah saya tuli.. ada apa tuan?" tanya Leon..
"uhhhh.. mana informasinya?"
" hahhhh??? baru 4. jam yang lalu tuan minta dan saya baru mengutus orang bergerak mencari informasi"
" uhhhh .. lama sekali...pokok nya saya tidak mau tau, secepatnya informasi harus dapat"...
"gak sabaran amat ini orang" gumam Leon..
" apa kamu bilang?" teriak Kevin
" ngg...nggak tuan.. tuan tenang saja.. nanti secepatnya informasi akan kita dapat" ujar Leon mantap
" ingat, kalau terlambat kamu akan rasakan akibatnya..."Ujar Kevin mengancam sambil memutuskan telpon..
Leon mengumpat kesal.. karena kebiasaan Kevin selalu memutuskan telpon tanpa pemberitahuan...
\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
***LANJUT NANTI MALAM YA...
MINTA DUKUNGAN VOTE, LIKE DAN KOMEN SERTA KRITIK DAN SARANNYA YA READERS SEMUA🙏🙏🙏🙏***