Dahlia Kembang Desa

Dahlia Kembang Desa
LEON SANG ASISTEN KEJAM


__ADS_3

Setelah itu Sanjaya segera menarik pelan tangan Dahlia, dan membawa nya dari tempat itu menuju ke ruangannya..


"kamu tidak apa apa kan?" tanya Sanjaya kepada Dahlia setelah sampai di depan ruangannya.


" Saya tidak apa apa, tuan. maaf ini semua salah saya..saya....." Sanjaya menaruh jari telunjuk nya di bibir mungil Dahlia .membuat Dahlia terdiam dengan dada berdegup kencang.


"ssstttt... sudah tidak usah dipikirkan. walaupun kamu salah, tapi tidak seharusnya dia berbuat seperti itu. sekarang kamu masuk dan jika ada apa apa lagi, kamu beritahu ke saya. " ujar Sanjaya melepas kan jari di bibir Dahlia dan melangkah menuju kantornya


Sementara itu di tempat lain yang masih dalam area kantor.


"Plaakkkk...."


"Ahhhhhh...."


terdengar suara memilukan dari mulut seorang wanita yang tak lain adalah Mini.. tangan kekar Leon menarik baju dan mendorong keras tubuh Mini hingga tersungkur.


" Kamu sudah tau kan apa yang akan terjadi jika tuan Sanjaya marah?? maka kemarahan saya akan lebih dahsyat dari tuan muda. kamu sudah memberikan aib bagi perusahaan ini dengan tindakan semena mena kamu.. sekarang rasakan kemarahan saya.." ujar Leon sambil melayang kan sebuah tendangan telak ke arah perut Mini.. membuat wanita itu terpental dan membentur tembok.


Nadia dan karyawan lain yang masih berada di tempat dan melihat kejadian itu ternganga .. selama ini mereka hanya mendengar bahwa sosok sang asisten lebih kejam dari Sanjaya. dan sekarang mereka semua melihat bukti dari kekejaman Leon.. sekali ia murka bahkan membunuh satu orang pun semudah dia membunuh seekor lalat..Suasana hening semua terdiam ketakutan, termasuk Nadia yang merasa sangat ketakutan .


"ahhhhhhhhhhh....." seru Mini.. lalu darah segar keluar dari mulut nya.. sudah di pastikan kondisi Mini tidak baik baik saja.


"a..a..ampun t...t..uan..ma..ma.maafkan saya" ujar Mini bersimpuh seraya memohon ampun.


" maaf kata mu??" ujar Leon sambil menarik kerah baju Mini dan menatap dengan mata merah menyala.


" Kamu sudah tau bahwa tuan sanjaya dibalik sikap angkuh dan dinginnya tidak pernah sekalipun menghina bawahannya.. tapi, kamu sudah melakukan hal yang sangat di benci oleh tuan muda..dan ini akibat dari perbuatan mu. " ujar Leon sambil mengarah kan tinjunya ke muka Mini..


" Jangan... jangan lakukan " teriak seseorang sambil menahan tangan Leon yang tinggal beberapa senti dari muka Mini.


Leon menoleh ke arah samping.. dan dilihatnya Nadia dengan air mata terurai ketakutan.


Leon pun melepaskan cengkeramannya.


" kamu selamat..kalau saja tidak ada yang menghentikan ku , sudah ku pastikan hari ini adalah hari pemakaman mu.... " ujar Leon sambil menunjuk ke arah Mini. sedang kan Mini hanya terduduk merasakan sakit yang amat sangat akibat dari pukulan Leon.


"BRAMMMM..." Teriak Leon.


"iya, tuan" jawab Bram menghampiri.

__ADS_1


" bawa dia dari sini. buang dia ke tempat terpencil, sebelum nya kamu bawa dia ke rumah sakit, obati dia dan jangan sampai dia menampakkan batang hidungnya kehadapan tuan muda.. jika itu sampai terjadi, maka kau yang akan ku bunuh..." teriak Leon dengan tatapan membunuh ke arah Bram. membuat Bram pun ketakutan setengah mati.


" gila.. tuan Leon lebih kejam dan berbahaya dari tuan muda.. tidak punya rasa iba sedikitpun kepada korbannya.." batin Bram


" jangan mengumpat ku.. atau kau akan bernasib sama dengan wanita jalang ini" teriak Leon kepada Bram.


"ti...tidak, tuan.satya tidak berani.." jawab Bram.


" lakukan sekarang, jangan sampai ada media yang tau..dan semua harus diam" perintah Leon.


" baik, tuan." jawab Bram .


Bram berjalan ke arah Mini dan dengan kasar dia menyeret mini keluar dari kantor lewat pintu belakang.supaya, tidak seorang pun mengetahui hal itu.


Nadia dan seluruh karyawan yang ada di tempat itu, hanya bisa menarik nafas dengan tengkuk merinding. mereka benar benar syok melihat kekejaman Leon.. LEON SANG ASISTEN KEJAM...Itulah julukan yang sangat pas untuk Leon.


" Kalian semua yang melihat kejadian ini, harap tutup mulut kalian. jika, tidak kalian akan merasakan hal yang sama bahkan saya tidak akan segan segan mencabut nyawa kalian" ujar Leon mengancam seluruh karyawan yang ada.


" b....baik, tuan" jawab mereka serempak.


" Sekarang bubar dan lanjutkan pekerjaan kalian." teriak Leon. seluruh karyawan pun langsung bergegas meninggalkan tempat itu..


" iya gue juga. jantung gue serasa berhenti berdetak. mudah mudahan gue gak melakukan kesalahan seperti Mini.." jawab temannya.


"iya.gue juga. ayo kita kerja lagi, daripada kita kena masalah" ujar nya sambil berlalu.


seketika suasana di tempat itu menjadi hening. Tinggal Leon dan Nadia ..Nadia pun melangkah menuju ke ruangannya.


" tunggu.." panggil Leon.


Nadia terkejut dan ketakutan ..seluruh tubuhnya bergetar. tapi, saat itu dia merasakan ada tangan kekar yang sudah melingkar di perutnya. dan memeluknya dari belakang.


" kamu mau kemana, sayang?" tanya Leon dengan dagu berada di pundak Nadia.


" aku..aku mau ke ruangan ku,mas" jawab Nadia gemetar.


" kenapa ,sayang? kenapa kamu gemetar?" tanya Leon kebingungan .


" aku..aku..aku takut,mas. baru kali ini aku melihat mu seperti ini. aku merasa ini bukan dirimu. mas yang selama ini ku kenal adalah sosok yang lembut dan penyayang, walaupun cuek dan dingin.tapi, hari ini aku melihat mas sangat berbeda. aku sangat takut .." ujar Nadia sambil menangis.

__ADS_1


Leon membalik kan tubuh Nadia sehingga otomatis Nadia berhadapan dengan Leon..Leon menangkup kan tangannya ke wajah Nadia yang mulus, lalu mengangkat nya perlahan. sehingga netra mereka bertemu.


" Maaf kan mas ,sayang. ini lah diri mas. mas akan seperti ini, jika ada yang mengusik ketenangan tuan muda dan keluarganya.dan mas rela bertaruh nyawa demi melindungi dan membela orang yang sudah sangat baik pada, mas.."


" tapi, mas aku ..aku takut jika mas nanti berbuat seperti itu pada Nadia."


" tidak akan, sayang.. sekejam kejam nya mas, mas tidak akan pernah menyakiti orang terdekat mas. apalagi orang yang sangat mas cintai. mas sangat mencintai kamu, sayang. mas janji akan melindungi kamu dengan seluruh hidup mas."


" benarkah, mas tidak akan menyakiti Nadia?"


" iya sayang. mas janji."


" terima kasih, mas." ujar Nadia lalu menghambur ke pelukan Leon. melabuhkan kepalanya di dada Leon. dia percaya bahwa Leon tidak akan melakukan nya pada dirinya.


Leon pun menyambut pelukan tunangannya itu, dan mengecup lembut puncak kepala Nadia.


" kenapa, kamu hentikan mas tadi?" tanya Leon.


" Nadia hanya tidak ingin mas menjadi seorang pembunuh dan masuk penjara.Nadia ingin selalu ada disamping mas. Nadia sayang sama mas. Nadia tidak mau kehilangan mas. hiks...hiks..."ujar Nadia menangis.


Leon mengangkat wajah Nadia dan menghapus air mata Nadia dengan penuh kasih sayang.


lalu mengecup lembut bibir indah Nadia. Nadia yang tadinya sempat kaget, tidak menolak perlakuan orang yang sangat dicintainya itu.. Nadia pun membalas ciuman Leon dengan hangat.


setelah cukup lama mereka saling *******, akhirnya Leon melepaskan ciumannya. Leon tidak mau kelewatan batas sehingga merugikan apalagi merusak kesucian kekasihnya itu.


lalu Leon mengecup kening Nadia dengan penuh cinta.


" ayo, kita kembali ke ruangan sayang. takut nanti ada yang melihat." ujar Leon sambil menggandeng tangan Nadia menuju kantor mereka.


Sementara para karyawan yang melihat kemesraan mereka,berdecak kagum dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi. mereka semua terbuai melihat kemesraan sepasang kekasih itu.


hampir seluruh karyawan di perusahaan itu tau hubungan antara Leon dan Nadia.. kecuali karyawan magang atau karyawan baru.


mereka tetap menatap Leon dan Nadia sampai mereka hilang di balik pintu ruangan masing masing..


setelah itu, para karyawan dan pun menghembuskan nafas kasar..mereka kembali teringat akan kejadian mengerikan tadi.


tidak sedikit dari mereka yang ada di lantai itu mengelus dada mereka. sungguh kejadian yang tidak akan mungkin bisa mereka lupakan.

__ADS_1


*********


__ADS_2