Dahlia Kembang Desa

Dahlia Kembang Desa
OSB HARI PENUTUP


__ADS_3

"Tut.. Tut..."


"Halo..." terdengar suara dari seberang telepon.


" Leon, kamu sudah terima foto yang q kirim barusan kan? cepat kamu selidiki tentang foto itu dan jangan sampai ada hal terkecilpun yang terlewatkan"...perintah Kevin.


" memangnya dia siapa tuan?..cantik sekali..aku boleh kenalan gak tuan?" ujar Leon menggoda Kevin.. walaupun apa yang diucapkan Leon adalah kejujuran.memang foto itu sungguh sangat cantik, sampai membuat Leon terpana dan berdecak kagum.


" Kurang ajar, kupecat kamu nanti dan tidak ku berikan sepeserpun pesangon buat mu, jika kamu macam-macam" gerutu Kevin marah.


"hahhahha... sabar tuan, saya hanya menggoda, jangan marah tuan" ujar Leon sambil tertawa.


" Diam kamu.. cepat laksanakan ..aku mau 1x24 jam informasi sudah ada di tanganku..kalau tidak kamu akan terima akibatnya" ujar Kevin sambil mengepalkan tangannya.


"oke tuan. tapi siapa namanya dan ada dimana dia?" tanya Leon sambil bersungut.."sial kalau ada maunya selalu terburu-buru, dikira gampang apa cari informasi?uhhhh dasar CEO jahanam". maki Leon dalam hati.


" Kurang ajar.. kamu mengutuk ku dalam hati hahhhh???ku potong lidah mu baru tau rasa.. dasar jomblo abadi" teriak Kevin disambut tawa oleh Leon di seberang.


"Gak salah tuan sebut saya jomblo abadi? bukan nya tuan juga jomblo??seharusnya sesama jomblo jangan saling memaki tuan...hahhahha" jawab Leon mengejek tuannya.


"Breng**k.. kamu sudah berani ya mengejek ku? mau ku pecat sekarang juga?" ujar Kevin kesal.


"kalau tuan pecat saya, berarti saya gak jadi cari informasi dong?" ya sudah pecat aja tuan." Ujar Leon masih meledek.. karena dia sudah tau karakter Kevin..semarah apapun Kevin padanya, Kevin tidak akan memecatnya..karena Leon adalah asisten,sahabat sekaligus saudara yang sangat dipercaya dan disayang oleh kevin.dan Leon pun sudah bersumpah untuk mengabdikan dirinya , bahkan nyawanya sendiri untuk melindungi Kevin..


" uhhhh... tunggu aku pulang. akan ku buat perhitungan pada mu." ancam Kevin


" ampun tuan... baik saya tidak lagi bercanda tuan..sekarang saya serius.. siapa namanya dan dia tinggal dimana?" ujar Leon ketakutan..karena kalau sampai Kevin marah besar dan pulang, Leon sudah membayangkan apa yang akan dilakukan Kevin padanya.. yang paling ditakutkan Leon adalah hukuman memalukan dari Kevin..mulai dari mengepel apartemen sampai memijit Kevin..sungguh memalukan.


" Baiklah . dengarkan baik-baik.. tidak ada pengulangan.. namanya Dahlia dan dia tinggal di desa xx dekat tempat ku mengajar. aku mau 1x24 jam informasi itu sudah ada ditangan ku..ingat itu" perintah Kevin tegas.


" baik tuan . akan saya laksanakan.. tapi, .."


"Tapi apa???...kamu tidak mau melakukannya?" potong Kevin dengan nada tinggi.


" Bukan tuan..bukan itu.. hanya ada masalah di kantor yang harus saya sampaikan ke tuan.."


" masalah apa? bukannya ada papa yang bisa bantu kamu? atau kamu tidak mampu lagi menjalankan perusahaan,sehingga aku harus turun tangan?" ujar Kevin kesal.


" bukan tuan.. saya sangat sanggup melakukan semuanya.. hanya saja , kali ini masalahnya hanya tuan yang bisa menyelesaikannya". ujar Leon membuat Kevin makin penasaran.

__ADS_1


"maksud kamu? ada masalah apa Leon?"ujar Kevin penasaran.


"Begini saja tuan.. Setelah informasi tentang gadis itu saya dapatkan, saya akan langsung menemui tuan dan menjelaskan semua permasalahannya kepada tuan." Leon menjelaskan.


" hmmm.. baiklah saya setuju..setelah kamu dapat kan informasi.. segera datang ke sini. temui saya dan jelas kan semuanya" ujar Kevin .


"baik tuan, akan saya lakukan secepatnya" jawab Leon menyanggupi.


" Ya sudah, sekarang kamu lanjutkan tugas mu..aku masih ada urusan" ujar Kevin langsung mematikan telepon.


" kurang a*ar ini anak..kebiasaan buruk selalau memutuskan telpon seenaknya..memang tidak pernah berubah.." gerutu leon.


Leon bingung bagaimana caranya dia harus mendapatkan informasi tentang gadis itu dengan cepat.Setelah memutar otaknya , Leon teringat pada sekretaris nya yang juga berasal dari daerah tersebut..segera Leon memanggil sekretarisnya.


"Nadiaaaaa...." teriak Leon keras


"astaghfirullah" ujar Nadia kaget setelah mendengar teriakan Leon.. buru-buru Nadia berlari ke ruangan Leon.


"tok..tok..tok.."


"Permisi tuan, ini saya Nadia"ujar Nadia.


" Masuk" ujar Leon dengan nada ketus.


Leon yang melihat aksi nadia, timbul isengnya untuk menjahili sekretaris cantik tersebut..


" iya benar.. kamu melakukan kesalahan besar, jika kamu tidak mau membantu saya"..ujar Leon membuat Nadia gemetar.


" Apa kesalahan saya,tuan?" tanya Nadia dengan wajah memelas. Nadia kebingungan ,karena menurut dia, dia tidak melakukan kesalahan apapun.. tadi semua berkas sudah ditandatangan dan disetujui Leon tanpa ada revisi kesalahan dari berkas tersebut.


" Sudah berapa tahun kamu kerja disini?" tanya Leon sinis


" ti...tiga tahun , tuan" jawab Nadia gemetar.


" terus, selama tiga tahun ini kamu pernah berfikir untuk beristirahat dari pekerjaanmu?" ujar Leon membuat Nadia semakin lemas.


" beristirahat? apa kah itu berarti aku akan dipecat?? kesalahan apa yang q perbuat sehingga aku harus dipecat ? aku sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk membantu orang tua ku..kalau aku dipecat apa yang akan ku katakan kepada orang tua ku?mereka pasti akan sangat sedih".. batin Nadia. tanpa terasa bulir bening jatuh mengalir dari sudut mata indahnya.


Melihat hal itu Leon semakin bersemangat mengerjai Nadia.. karena Leon tau Nadia adalah karyawan yang sangat loyal pada perusahaan. dia tidak pernah melakukan kesalahan dan pekerjaannya selaku rapi..cuma sikap polos Nadia membuat Leon semakin ingin mengerjainya.

__ADS_1


" Mulai hari ini kamu istirahat dari pekerjaanmu.. Dan kamu bisa pulang kampung hari ini juga...ini untuk mu..." ujar Leon menyerahkan sebuah amplop berwarna cokelat kepada nadia.melihat hal itu Nadia pun menangis.


" Tidak tuan, saya tidak akan menerimanya.. sebesar apapun kesalahan saya, tolong maaf kan saya. saya berjanji akan memperbaikinya tuan.. saya akan terima hukuman apapun atas kesalahan saya.." ujar Nadia sambil menangis..


" Benarkah? kamu akan melakukan apa saja" pancing Leon.


"Untuk kesalahan saya ..ssaayaa siap tuan"...jawab Nadia terbata-bata


" Ya sudah. kalau begitu cepat ambil amplop itu..."tunjuk Leon.


"Tapi tuan.... saya mohon jangan pecat saya..saya sanggup melakukan apa saja asal tuan jangan pecat saya.. saya sangat membutuhkan pekerjaan ini tuan...hiks hiks.." Nadia menangis keras.. karena saking takutnya di pecat, Nadia lemas akhirnya berlutut di hadapan Leon...Leon pun kaget ...


"Hei bangun Nadia. apa yang kamu lakukan? kenapa berlutut?" ucap Leon kaget dan bingung. " aduh kenapa jadi begini? aku kan hanya ingin mengerjainya. kenapa dia malah menangis?"


"Tidak tuan...sssaayaa... saya akan tetap berlutut memohon agar tuan jangan pecat saya..hiks..hiks..."ujar Nadia memohon.


"Apa alasan kamu supaya saya tidak memecat kamu??" tanya Leon.


Nadia berusaha menghentikan tangisnya..setelah reda dan agak tenang, walaupun masih terisak, Nadia menjawab.


" Tuan, saya berasal dari daerah terpencil di luar pulau.. keluarga saya miskin.. ayah dan ibu saya hanya petani... " Nadia menyeka airmatanya.. kemudian melanjutkan ceritanya.


" Saya mempunyai seorang kakak laki-laki, dulu waktu saya masih sekolah banyak yang menghina dan mencaci maki saya dan kakak saya..waktu saya mau kuliah dan pada saat itu kakak saya sudah kuliah semester 3.. saya pun mengutarakan keinginan saya kepada ayah dan ibu.. ayah dan ibu syok berat mendengar permintaan saya..karena keadaan saat itu sangat tidak mengizinkan saya untuk kuliah.. ayah dan ibu tidak punya biaya sama sekali..sedangkan untuk makan pun, kami mengirit cuma bisa makan dua kali sehari.. sampai ada tetangga yang kaya bilang ke saya dan orang tua saya, bahwa saya dan kakak saya tidak akan mampu kuliah dan jadi orang berhasil karena kami miskin....ayah, ibu, saya dan kakak sangat sedih mendengar hal itu.. saya pun merasa sangat terpukul.." kembali Nadia mengusap air matanya yang semakin deras mengalir. Sementara Leon pun terhanyut dalam kesedihan karena memikirkan nasib keluarga Nadia yang tidak ada ubahnya dengan penderitaannya..


"sampai seminggu setelah itu, saya sakit karena kurang makan dan kurang istirahat memikirkan semuanya...saya berjuang belajar giat sampai saya selalu dapat juara kelas..bahkan saya kehilangan waktu bermain hanya untuk belajar..saya sangat putus asa.. sampai saya jatuh sakit..sedang kan keinginan saya untuk kuliah sangat besar.. sampai akhirnya ayah memutuskan untuk menjual sawah satu-satunya harta yang dimiliki untuk biaya saya kuliah.. mendengar hal itu saya pun menolak.. karena kalau sawah itu dijual maka kami bisa-bisa tidak makan.. itu adalah mata pencaharian satu-satunya untuk keluarga saya..saya memutuskan untuk menyerah dan tidak melanjutkan untuk kuliah.. sampai pada saat kakak saya pulang dari bekerja mendengar semuanya.. kakak mengatakan bahwa dia akan berhenti kuliah Dan fokus kerja.. lalu mendaftarkan saya untuk kuliah.. mendengar hal itu saya senang dan sekaligus hancur...saya senang bisa kuliah, tapi saya hancur karena kakak sudah berkorban untuk saya...hiks... hikss....." sejenak hening..


" Setelah kakak menjelaskan kepada saya, akhirnya saya menerima dan bertekad akan menyelesaikan kuliah sebaik mungkin..lalu setelah saya lulus , saya mengajukan lamaran menjadi sekretaris di sini... Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa membantu keluarga saya..membangun rumah sederhana, dari hasil gaji saya.. lalu saya pun membalas pengorbanan kakak saya, saya biayai kuliah kakak saya sampai sekarang sudah hampir selesai dan sudah mau wisuda... tapi kenyataan pahit harus saya terima hari ini..pekerjaan yang sangat saya cintai dan membantu meringankan beban keluarga harus hilang atas kesalahan yang tidak tau saya lakukan...saya masih punya cita-cita membahagiakan orang tua saya..hiks hikssss...." tangis Nadia semakin keras.


Leon tanpa sadar matanya juga basah mendengar kisah Nadia..Leon pun larut dalam kesedihan..seorang asisten dingin, tegas dan juga kejam akhirnya runtuh. terperosok dalam permainannya sendiri.


"Nadia, bangunlah..." ujar Leon sambil mengangkat bahu Nadia dan mengarahkannya duduk di kursi yang berada di depan Leon..


Sedangkan Nadia masih menangis..Leon pun memberikan tisu kepada Nadia... setelah beberapa saat, Nadia pun tenang dan sudah tidak menangis lagi. tapi isakan nya masih terdengar jelas.


" Nadia, sudah jangan menangis dan jangan berprasangka buruk dulu.. kamu kan belum tau apa yang sebenarnya" terang Leon


" Ta..tapi pak.. itu sudah jelas pesangon saya.. berarti saya dipecat" ujar Nadia. Leon yang akhirnya sadar dengan apa yang dipikirkan Nadia tertawa terbahak-bahak.


"Hahahhahhaha...."

__ADS_1


"Kenapa bapak ketawa?" tanya Nadia heran.


\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2