
Dahlia sedang dilanda kebingungan. Dahlia tidak tau apa yang sebenarnya ingin
dibicarakan oleh tuan Sanjaya kepadanya. Tiba-tiba Sanjaya memanggilnya dan mengatakan ada hal yang sangat penting yang ingin dibicarakan kepadanya, dan itu bukan masalah pekerjaan tapi masalah pribadi.
Dengan langkah gontai dan beribu pertanyaan, Dahlia pun menuju ke ruangan CEO. Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, Dahlia pun duduk di sofa tepat berhadapan dengan Sanjaya.
"Ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan mu Dahlia. Saya harap kamu tidak mengecewakan saya." Ujar Sanjaya membuka pembicaraan. Sementara Dahlia hanya bisa menundukkan kepala. Ada sedikit kecemasan di dalam dirinya.
"Ada hal penting apa yang ingin tuan bicarakan kepada saya? Apakah saya sudah membuat kesalahan?" Tanya Dahlia.
"Hmmm. Semua tergantung dengan jawaban yang kamu berikan. Jika jawaban kamu tidak mengecewakan saya, maka itu bukan jadi sebuah kesalahan. Tapi, jika nanti jawaban mu mengecewakan saya, maka itu akan jadi sebuah kesalahan besar dan kamu akan menerima resiko dari kesalahan tersebut." Tutur Sanjaya membuat Dahlia semakin merasa lemas ketakutan. Dahlia semakin dalam menunduk tanpa berani mengangkat kepalanya.
" Ada satu hal yang ingin saya sampaikan kepadamu Dahlia . Setelah sekian waktu ini kamu bekerja dengan saya, saya merasa ada yang aneh dengan perasaan saya. Dahlia aku mencintaimu... aku ingin kau menjadi istriku.." Ujar Sanjaya membuat Dahlia tersentak kaget dan otomatis mengangkat wajahnya. Dahlia menatap tajam ke arah Sanjaya . Namun tidak tampak sedikitpun ada kebohongan dari wajah Sanjaya.
" Apa.. tuan serius dengan ucapan tuan? Apa saya tidak salah dengar?" Tanya Dahlia.
" Saya sangat serius. Dalam masalah perasaan, saya tidak akan pernah bermain-main. Jadi, bagaimana jawaban mu?" Tanya Sanjaya dengan suara sedikit meninggi.
Dahlia tertegun, tidak tau apa yang harus dilakukan. Sanjaya memang baik dibalik sikap dingin nya. Dan juga sangat tampan, idaman setiap gadis yang menatapnya. Tapi, dalam hati Dahlia tidak ada sedikit pun rasa kepadanya. Yang ada hanya kekaguman sebagai orang yang dihormati sebagai seorang bawahan kepada atasannya. Karena didalam hatinya cuma ada satu nama Kevin. Walaupun sudah sekian lama tidak berjumpa dengan Kevin. Dahlia sangat yakin bahwa Kevin adalah jodohnya dan pasti akan bertemu entah kapan pun waktunya.
Akhirnya, setelah sekian lama berperang dengan pikirannya sendiri, Dahlia sudah yakin dengan jawabannya sendiri. Setelah memejamkan mata dan menarik nafas dalam, Dahlia pun memberanikan diri untuk menjawab.
" Sebelumnya saya minta maaf tuan. Selama saya bekerja dengan tuan, saya merasa tuan adalah orang yang sangat baik dibalik sikap tegas dan dingin yang tuan miliki. Saya sangat mengagumi sikap dan cara tuan dalam memimpin perusahaan ini. Tuan selalu tegas dalam memberikan keputusan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kemajuan perusahaan. Tapi, dalam masalah ini, jujur saya tidak punya sedikitpun rasa kepada tuan selain dari rasa kagum. Jadi sekali lagi saya minta maaf, karena saya tidak bisa tuan." jawab Dahlia , kemudian menunduk dan meremas jarinya sendiri . Menunggu keputusan yang akan diterima dari jawabannya .
__ADS_1
" Jadi, kamu menolak saya?" Tanya Sanjaya dengan suara berat dan aura dingin menyeruak.
" Angkat kepalamu. Aku paling tidak suka menghadapi orang yang berbicara sambil menundukkan kepala. " Perintah Sanjaya membuat Dahlia refleks mengangkat kepalanya dan menatap Sanjaya.
Dahlia semakin ketakutan melihat tatapan membunuh serta aura dingin yang dikeluarkan oleh Sanjaya. Dahlia pun sudah pasrah dengan keadaan itu.
"Jelaskan apa alasan mu menolak ku? Apa aku kurang tampan? Atau aku kurang kaya? Atau kamu sudah punya pacar? Karena setahuku selama kamu bekerja tidak ada seorang lelaki pun yang dekat dengan mu. Jawab....!!!!" Bentak Sanjaya dengan nada penuh kekecewaan.
"Ma..ma..maaf, tuan. Tuan tampan, tuan juga kaya dan saya yakin tuan adalah type pria sempurna Dimata para gadis, termasuk saya. Tapi,...." perkataan Dahlia terputus oleh perkataan Sanjaya.
" Kenapa kamu menolak? bukan kah kamu sendiri mengatakan saya adalah pria sempurna? katakan dengan jelas apa alasan mu? dan janga membuat saya semakin murka." Ujar Sanjaya setengah berteriak, membuat Dahlia semakin ketakutan.
Menolak berarti membuat Sanjaya meledak dengan kemarahan. Tapi, menerima akan membuat dirinya dan juga Sanjaya akan tersiksa dengan hubungan tanpa cinta.
Sanjaya yang mendengar cerita itu pun, tersenyum bahagia . Walaupun Dahlia tidak sempat melihat senyuman itu.
" Itu sudah sangat lama Dahlia.. Apa sampai saat ini kamu belum juga mau membuang perasaan mu? Dan kamu juga tidak tau, apakah pria itu sudah menikah atau belum sekarang. Dan aku yakin jika pria yang kamu cinta dan kamu sebut sebagau tunangan mu itu, saat ini sudah melupakan kamu dan sudah punya pasangan." Ujar Sanjaya dengab senyum meledek .
"Brakkkkk...." Dahlia berdiri setelah menggebrak meja. Hal itu membuat Sanjaya sedikit terkejut sekaligus tersenyum melihat sisi lain dari Dahlia.
"Bisakah tuan tidak berkata yang tidak seharusnya tentang tunangan saya? Saya sangat yakin bahwa dia tidak seperti itu. Kami saling mencintai dan kami punya komitmen. Anda lihat cincin ini tuan? Ini adalah tanda kami saling mencintai. Dan sampai kapanpun saya tidak akan pernah membuka hati saya untuk pria lain. Kecuali, dia sendiri yang mendatangi saya dan meminta saya untuk melakukannya." Ujar Dahlia marah sambil berkacak pinggang.
"Apa kamu yakin? apa kamu sanggup terima semua resiko dari jawaban kamu? " tanya Sanjaya dengan tersenyum.
__ADS_1
" Saya sangat yakin, tuan. Jadi, apapun yang akan tuan lakukan pada saya, akan saya terima dengan senang hati. Dan saya tegaskan kepada tuan saya tidak akan pernah menyesal. Walaupun tuan mau memecat saya sekalipun saya tidak perduli. Dan sekali lagi saya minta maaf . Saya tidak bisa menerima cinta tuan. Karena cinta saya hanya untuk tunangan saya seorang. Dan saya harap tuan bisa mengerti dan tidak memaksa saya." Tegas Dahlia.
" Hmmm.. baik lah kalau begitu. Jawaban kamu sangat mengecewakan saya. Baru pertama kali dalam hidup seorang Sanjaya ditolak oleh wanita. Padahal sangat banyak diluar sana wanita yang ingin menjadi pasangan hidup saya. Dan kamu membuang kesempatan itu. Dan saya pastikan kamu akan menyesal." Ancam Sanjaya.
" Maaf tuan. Saya tidak akan menyesal dengan semua yang sudah saya putuskan. Silahkan sekarang apa keputusan anda dan saya siap terima." Ujar Dahlia menantang.
" Baik jika itu keinginan mu. Menimbang cara kerja kamu cukup baik di sini. Maka, saya tidak akan memecat kamu. Tapi, akan saya pindahkan kamu ke kantor cabang. Dan akan saya turunkan jabatan kamu. Serta gaji kamu saya turunkan 75%. " Ujar Sanjaya.
" Baik saya terima semuanya. Saya lebih baik bekerja sebagai karyawan rendahan dengan gaji kecil daripada harus berpura-pura suka dengan anda. Karena saya tidak mau mempermainkan perasaan orang lain." Ujar Dahlia menyanggupi.
" Oke hari ini juga kamu saya pindahkan. Sekarang juga kamu keluar dari ruangan saya, dan bereskan semua peralatan kamu. Saya mau besok pagi kamu harus segera datang ke kantor yang saya tugaskan. Dan ingat jika kamu mangkir atau lari, saya pastikan kamu, nenek dan adik kamu serta ayah dan ibu tiri kamu akan menderita ." ujar Sanjaya.
Perkataan Sanjaya ibarat petir di siang hari tanpa hujan. Membuat Dahlia terkejut setengah mati.
"Apa maksud tuan? darimana tuan tau tentang keluarga saya?" Tanya Dahlia gemetar ketakutan.
" Kamu tau siapa saya? Akan sangat mudah bagi saya untuk melakukan semua itu. Jadi, jika kamu ingin keluargamu aman, maka ikuti apa yang saya perintahkan. Sekarang juga keluar dari ruangan saya. "Teriak Sanjaya marah .
Tanpa basa-basi Dahlia pun langsung berlalu dari ruangan itu dengan wajah tegang penuh ketakutan.
Sementara Sanjaya tertawa terbahak-bahak melihat ketakutan Dahlia. Dia sangat senang ternyata rencananya berhasil. Dia sudah tau seberapa besar rasa cinta Dahlia kepadanya.
*******
__ADS_1