Dahlia Kembang Desa

Dahlia Kembang Desa
RENCANA BERHASIL


__ADS_3

Setelah kepergian Dahlia ke kantor cabang, sanjaya memanggil Leon dan Nadia keruangannya.


Beberapa menit kemudian, kedua orang itu pun sudah hadir di depannya.


Mereka pun duduk berhadapan. Dimana Leon dan Nadia duduk berdampingan di sofa didepan Sanjaya.


" Ada apa tuan memanggil kami berdua?" Tanya Leon.


" Tenang dan santai saja. Saya mau memberitahukan bahwa tidak lama lagi kamu bisa melamar Nadia. " Ujar Sanjaya dengan senyum kebahagiaan membuat Leon dan Nadia terkejut.


" Maksud , tuan?" tanya Nadia.


Sanjaya akhirnya menceritakan semua yang sudah terjadi. Leon dan Nadia pun tersenyum bahagia sambil berpegangan tangan.


"Terus, rencana selanjutnya bagaimana ,tuan?" Tanya Leon.


" Sebentar lagi saya akan menghubungi kakak Nadia yaitu Frans yang menjabat sebagai direktur dikantor cabang kita. Saya akan perintahkan dia untuk membuat acara yang tidak akan pernah Dahlia lupakan seumur hidupnya." Ujar Sanjaya sambil tersenyum.


Setelah kepergian Leon dan Nadia, Sanjaya pun kembali melanjutkan pekerjaan nya dengan penuh semangat dan kebahagiaan.


*******


Setelah berpamitan dengan nenek dan adiknya, Dahlia bergegas menuju kantor sesuai dengan yang diperintahkan oleh Sanjaya.


Tidak berapa lama, Dahlia pun sampai di kantor tujuan.


Dengan semangat Dahlia menuju ke meja resepsionis untuk menanyakan apa direktur sudah sampai atau belum.


Tapi, belum sampai di tempat yang dia tuju....


"Brukkkk"


Tanpa sengaja Dahlia menabrak seseorang.


" Hai kamu. punya mata tidak? " teriak orang yang di tabrak.


" Maaf nona. Saya tidak sengaja." Jawab Dahlia sambil melihat orang yang ditabraknya.


"Kamu...." Ujar mereka berbarengan.


"Heh gadis kampungan. Apa yang kamu lakukan disini? Aku tau kamu ingin melamar pekerjaan disini kan? " Ujar Shinta dengan sombong dan sinis .


" Maaf Shinta , saya tidak ada urusan dengan mu. Dan saya tidak mau berurusan dengan mu." Jawab Dahlia sambil berlalu dan tidak menghiraukan Shinta.


" Tunggu...!!" Teriak Shinta membuat Dahlia kembali menghentikan langkah dan berbalik menghadap Shinta.


"Plakkkk" Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Dahlia membuat dia meringis kesakitan.


" Enak saja kamu pergi. Kamu menabrak saya dan sekarang enak saja mau pergi." Ujar Shinta dengan berkacak pinggang.


"Tapi, saya kan sudah minta maaf.Saya tidak sengaja. Dan kamu menampar saya ." Ujar Dahlia.

__ADS_1


"Hei anak kampung miskin. Itu belum seberapa. Dan saya pastikan kamu tidak akan bisa bekerja di tempat ini." Ujar Shinta dengan angkuhnya.


Karyawan lain yang sudah datang berkerumun melihat ke arah tersebut.


"Wah siapa gadis itu? Cantik sih tapi kenapa dia berani sekali membuat masalah dengan pacarnya direktur? wah kasihan sekali dia" ujar salah satu karyawan dengan temannya . Dan semua itu didengar oleh Dahlia.. Dahlia sangat terkejut mendengar pacar kenyataan itu.


" Sebelum saya menghukum mu lebih berat lagi, apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Shinta .


"Maaf saya hanya ingin bertemu dengan tuan Frans" jawab Dahlia .


"Hahahha. Apa saya tidak salah dengar? Seorang gadis kampung miskin seperti kamu mau bertemu dengan Frans? Apa kamu tidak tau siapa saya?" Tanya Shinta dengan angkuh.


"Saya hanya disuruh oleh..."


"Saya tidak mau tau. Dan saya tidak izinkan kamu ketemu dengan pacar saya." Teriak Shinta.


" Maaf Shinta, Saya tidak perduli kamu siapanya tuan Frans. Saya hanya ingin melakukan tugas yang di perintahkan kepada saya untuk menyerahkan berkas ini kepada tuan Frans." Ujar Dahlia.


"Kamu berani menjawab ku?" teriak Shinta marah.


"Saya hanya melakukan tugas saya" Jawab Dahlia tenang.


"Kurang ajar.... " Teriak Shinta sambil mengangkat tangan untuk menampar Dahlia kedua kalinya.


Dahlia hanya memejamkan matanya. Tapi, dia tidak merasakan pukulan dari Shinta. Lalu membuka matanya, dan melihat sesosok pria paruh baya di depannya memegang tangan Shinta. Dan Shinta pun tak kalah terkejutnya.


"Hei siapa lagi kamu? Berani sekali kamu mencampuri urusan saya." Marah Shinta kepada pria itu.


"Maaf nona, saya bukan mau mencampuri urusan nona. Tapi, apa tidak bisa nona sedikit lembut? Saya lihat kejadian tadi bukan unsur kesengajaan." Jawab pria itu tenang.


"Ternyata kamu ayah dari anak kampung miskin ini?" Ujar Shinta menghina.


"Jaga bicara anda nona. Walaupun kami miskin dan kampungan, tapi kami masih punya adab dan sopan santun." Jawab pak Rian ayah Dahlia dengan sedikit kesal.


" Siapa kamu? Berani sekali kamu membentak saya? Setahu saya, kamu hanya seorang kepala kebersihan disini. Dan kamu tau siapa saya? Saya pastikan Frans akan memecatmu hari ini juga. Dan melempar kamu beserta anak kamu dari kantor ini keluar." Teriak Shinta dengan sangat marah.


"Saya tidak takut. Saya tidak takut dipecat dan saya lebih memilih tidak bekerja disini asal dapat melindungi anak saya" Tantang pak Rian


"Kurang ajar ...." Ujar Shinta sambil menampar pak Rian.


"Plakkkkk..."


"Agghhhhh...." terdengar suara Shinta mengadu kesakitan.


Ternyata sebelum Shinta menampar pak Rian, terlebih dahulu Dahlia terkena tamparan Dahlia.


"Ka...mu...."


"Ya. Aku tidak akan membalas apa yang kamu lakukan kepada saya. Tapi, jika kamu menyakiti ayah saya, maka saya tidak akan tinggal diam. Saya akan melindungi dan menjaga ayah saya." Ujar Dahlia dengan penuh kemarahan membuat Shinta terkejut.


"Security....." Teriak Shinta... Dan 2 orang yang berbadan tegap dengan pakaian keamanan pun berlari kearahnya.

__ADS_1


"Iya nona..." jawab security tersebut.


"Seret mereka berdua keluar , sekarang.!" Perintah Shinta.


"Baik , nona" Jawab kedua security tersebut segera menarik tangan pak Rian dan Dahlia keuar.


"Tunggu!!..." Terdengar suara seseorang menghentikan aksi kedua petugas keamanan yang sedang menarik paksa Dahlia dan ayahnya.


"Dahlia?.." Ujar Frans dengan terkejut melihat siapa yang sudah ditarik paksa oleh petugas keamanan itu.


"Tuan Frans" Jawab Dahlia membungkuk kan badan.


"Apa yang terjadi?" Tanya Frans sambil mendekat ke arah Dahlia.


"Sebaiknya tuan tanyakan kepada wanita yang mengaku sebagai pacar tuan itu?" Jawab Dahlia sambil menunjuk ke arah Shinta.


" Shinta.....?" Ujar Frans sambil menoleh kearah Shinta.


"Sayang... Dia gadis kampung itu yang bersalah. Dia sengaja menabrak ku. Pundak ku sakit sayang ditabrak olehnya." Ujar Shinta sambil bergelayut manja di lengan Frans.


"Kamu tau siapa Dahlia?" Tanya Frans.


"Tau lah . Siapapun tau dia adalah gadis kampung, jelek, miskin...."


"Cukup...." terdengar teriakan yang sangat keras. Semua orang menoleh ke arah suara tersebut .


"Selamat datang tuan" Ujar semuanya menundukkan kepala setelah tau suara itu adalah Sanjaya yang tak lain adalah CEO mereka.


Sanjaya yang diikuti oleh Nadia dan juga Leon berjalan ke arah mereka.


Melihat kedatangan Sanjaya, timbul niat jahat di hati shinta . Dia merasa ini saatnya menghancurkan Dahlia . Dengan percaya diri, tanpa diperintah pub Shinta menceritakan semua nya.


"Tuan, harus menghukumnya.Dia memang tidak tau malu dan tidak tau diri berani masuk ke kantor ini yang sudah jelas bukan levelnya" Ujar Shinta .


"Diam...." Bentak Sanjaya.


Hal itu membuat Shinta terkejut.


"Saya mau semua yang menyaksikan kejadian tadi tetap ditempat dan tidak ada satupun yang meninggalkan tempat ini" Perintah Sanjaya.


"Baik, tuan." Jawab semua orang.


Lalu Sanjaya berjalan menuju ke arah Dahlia yang sedang menunduk. Dahlia sangat takut, tidak bisa membayangkan kehancuran keluarga nya setelah semua perbuatannya.


Ayah Dahlia pun turut ketakutan .Dia juga merasa bersalah telah ikut dalam keributan itu.


"Tuan, maaf kan saya. Saya tidak sengaja menabrak dan menamparnya." Ujar Dahlia .


"Saya juga minta maaf tuan. Anak saya melakukan ini karena membela saya, biar saya yang terima hukuman, tuan" Ujar pak Rian seraya berlutut. Hal itu membuat Sanjaya terkejut dan refleks dia mengangkat tubuh pak Rian supaya berdiri lagi.


Setelah pak Rian berdiri, selanjutnya Sanjaya pun menoleh dan berdiri di hadapan Dahlia.

__ADS_1


Sesaat kemudian, Semua orang yang ada di tempat itu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Sanjaya......


######


__ADS_2