
*****
Tiba-tiba Sanjaya berlutut dihadapan Dahlia dan memegang tangan Dahlia.
" Dahlia mustika... Will you marry me?" Ujar Sanjaya sambil melihat keatas kearah Dahlia yang masih terkejut dengan semua itu..
"Tuan...." Ujar Dahlia gemetar dan melepaskan tangannya yang dipegang Sanjaya.
Sementara semua yang ada ditempat itu, kecuali Leon dan Nadia terkejut bukan main. Mereka sangat heran seorang CEO dingin, tegas dan kejam seperti Sanjaya berlutut didepan seorang gadis biasa. Serta mengungkapkan lamaran nya dengan penuh gentleman.
Keadaan mendadak hening seperti kuburan. Tidak ada yang bersuara. Bahkan banyak dari karyawan merekam suasana langka itu dengan ponsel mereka.
"Tunggu sebentar. Jangan dijawab dulu.." Ujar Sanjaya sambil tersenyum.
"Leon, Nadia ...." panggil Sanjaya. Kedua orang kepercayaannya itu langsung mendekat memberikan sebuah kotak perhiasan dan bunga mawar merah serta sebuah alat cukur .
Sanjaya pun terlebih dahulu mengambil alat cukur dan cermin. Lalu berbalik membelakangi Dahlia.
Setelah beberapa saat membersih kan kumis dan berewoknya, Sanjaya selesai dan membuat terkejut semua orang. Mereka termasuk Shinta ternganga melihat penampilan Sanjaya yang berubah .
Sanjay berbalik ke arah Dahlia yang masih merunduk tidak menyadari kejadian itu. Lalu Sanjaya pun kembali berlutut dan mengambil bunga mawar dari tangan Nadia.
"Dahlia mustika... Will you marry me?" Ujar Sanjaya sambil tersenyum.
Dahlia menoleh dan terkejut bukan main. Tidak sadar Dahlia mundur selangkah. Air matanya lalu menghambur keluar dan tidak terbendung. Dahlia menutup mulutnya tidak percaya dengan penampakan sosok yang sangat dicintainya. Dan juga merasa heran dengan Sanjaya yang berubah menjadi Kevin.
Dahlia merasa seperti bermimpi. Dia terisak dan ....
"Mas Kevin?" Ujarnya di sela Isak.
Kevin pun tersenyum manis kepadanya dan mengangguk.
Tanpa sadar dan tanpa menghiraukan keadaan disekitar, Dahlia yang sudah tidak dapat membendung kebahagiaan berjongkok di hadapan Kevin dan menghambur kedalam pelukan Kevin dengan tangis yang semakin kencang. Kevin pun tanpa di perintah membalas pelukan Dahlia dan tanpa disadari bulir air mata bahagia pun jatuh dari sudut matanya.
Sementara Leon, Nadia, dan Frans yang tau akan semua itu ikut menitik kan air mata. Mereka ikut bahagia melihat pertemuan sepasang kekasih yang telah lama berpisah itu.
Sementara yang lain malah keheranan tidak mengerti apa yang terjadi.
" Mas Kevin kemana saja? kenapa tega meninggalkan Dahlia selama ini mas? Dahlia takut mas Kevin meninggalkan Dahlia. Dahlia kangen mas Kevin...hiks hiks hiks." ujar Dahlia di sela tangisnya.
"Nanti mas jelasin ya sayang.. sekarang mas butuh jawaban mu. Sekali lagi, Dahlia mustika...Will you marry me?" Ujar Kevin sambil melepaskan pelukannya.
"Yes. I Will.." Jawab Dahlia menerima bunga mawar merah itu dan kembali memeluk Kevin.
__ADS_1
Tepuk tangan bergemuruh..Mereka pun bersukacita melihat kebahagiaan itu.
"Tunggu dulu. Apa maksud semua ini? "Tanya pak Rian.
"Maaf pak, nanti akan saya jelaskan semua. Sekarang akan saya selesaikan dulu masalahnya." Jawab Kevin sambil berjalan menuju Shinta yang sekarang sangat ketakutan disamping Frans.
"Selamat datang tuan Kevin. Saya mohon maaf atas kejadian yang menimpa Dahlia , tuan." Ujar Frans sambil menjabat tangan Kevin dan di sambut hangat oleh Kevin sambil tersenyum.
"Terima kasih Frans. Ini bukan salah kamu. Tapi, ini kesalahan wanita sombong disamping mu." Ujar Kevin menunjuk ke arah Shinta
"Pak Kevin? maafkan saya .. saya tidak tau kalau Dahlia itu adalah......"
"Diam..." bentak Kevin membuat Shinta menciut.
"Tau atau tidak pun, kamu tidak berhak untuk melakukan semua itu. Dan saya akan hancurkan kamu beserta keluarga kamu. Bahkan kalau perlu saya akan membunuh kamu sekeluarga sekalipun." Teriak Kevin dengan aura membunuh. Membuat Shinta lemas tak berdaya. Dan jatuh terduduk. Sementara Frans bergerak menjauh.
"Tapi, saya masih punya hati. Mengingat hubungan mu dengan Frans, maka....."
"Tunggu... " terdengar suara yang tidak asing di telinga Kevin dan Shinta.
"Papa..." Teriak Shinta bangkit dan berlari memeluk pak Joni papanya.
Pak Joni melepas pelukan Shinta dan berjalan ke arah Kevin.
"Apa yang sedang terjadi pak? Dan apa yang dilakukan oleh Puteri saya?" tanya pak Joni yang merupakan direktur pemasaran di kantor tersebut
"O ... Jadi dia anak bapak?" Tanya kevin sinis ke arah Shinta.
" Benar, tuan. Dia anak saya. " Jawab pak Joni sambil menunduk.
"Asal anda tau. Anak anda sudah menghina dan menampar calon isteri saya. Dan saya tidak akan melepaskannya begitu saja. Saya akan membalas semuanya." Teriak Kevin membuat pak Joni terkejut dan menatap penuh amarah dengan shinta.
"Tolong jangan menghukum nya,tuan. Ini kesalahan saya yang tidak bisa menjaga dan mengajarkan hal baik kepada anak saya. Izin kan saya yang menghukumnya." Pinta pak Joni.
"Hmmmm. Baik.. Saya tidak akan menghukumnya dan saya mau melihat hukuman apa yang akan ada berikan kepadanya." ujar Kevin
Pak Joni segera berjalan ke arah Shinta , lalu....
"Plak....plak.."
"Dasar anak kurang ajar dan tak tau diuntung. Selalu saja membuat masalah." Ujar pak Joni menampar Shinta.
"Maaf kan Shinta pa. ..." Ujar Shinta berlutut di hadapan pak Joni.
__ADS_1
"Maaf ..maaf.. selalu dan selalu saja. Setelah minta maaf kamu akan lakukan kesalahan lagi. Aku sebagai ayah mu merasa sangat malu dengan kelakuan buruk mu." Ucap pak Joni bergerak menjauh.
"Shinta salah pa... Shinta janji tidak akan melakukan kesalahan lagi." Ujar Shinta lalu beralih ke arah pak Rian dan Dahlia.
"Dahlia... maaf kan aku. Aku memang salah dan besikap berlebihan kepadamu. Aku mohon maaf kan aku." Ujar Shinta dengan penuh harapan sambil berlutut di hadapan Dahlia .
Dahlia yang melihat kesungguhan Shinta menjadi tersentuh dan merasa iba. Lalu mengangkat tubuh Shinta dan memeluknya.
" Aku sudah memaafkan mu. Tapi, kamu harus berjanji untuk berubah lebih baik lagi."
"Aku janji Lia. Terimakasih sudah memaafkan ku. " Jawab Shinta sambil membalas pelukan Dahlia.
Semua yang ada ditempat itu, terkejut dan sekaligus kagum akan kerendahan hati dan sikap memaafkan yang ditunjukkan oleh Dahlia.
Kevin pun tersenyum melihat pemandangan itu. Dahlia sangat baik hati. Walaupun disakiti dia dengan mudah memaafkan.
"Pak Rian, saya juga minta maaf kepada bapak atas kelakuan saya yang tidak sopan." ujar Shinta kepada pak Rian.
"Sudahlah, nak Shinta. Seperti halnya Dahlia, saya pun sudah memaafkan nak Shinta. Semoga tidak mengulangi lagi hal seperti ini." Jawab pak Rian dengan tersenyum.
"Mas frans.... Aku minta maaf telah mempermalukan mu dengan sikap kekanak-kanakan ku. " Ujar Shinta kepada Frans.
Frans tersenyum.
"Pak Kevin... sekali lagi saya minta maaf" Ucap Shinta menunduk penuh rasa bersalah.
"Hmmm.. baiklah. Karena mood saya lagi baik dan calon isteri serta calon mertua saya sudah memaafkan kamu. Maka, saya pun memaafkan mu."
"Terima kasih pak.." Ujar Shinta menjabat tangan Kevin.
"Tapi, saya ada syarat.. kalau kamu terima saya akan memaafkan mu dan ayahmu." ujar Kevin sambil melirik tersenyum ke arah pak joni.
Pak Joni pun tersenyum karena sudah tau apa rencana Kevin.
" Saya mau kamu sampai waktu saya dan Dahlia menikah nanti, kamu akan menjadi asisten pribadi Dahlia. Karena, mulai saat ini Dahlia adalah direktur utama dikantor ini. Karena Frans akan membantu saya di kantor cabang di daerah xx dan menjadi direktur utama disana. Dan saya akan melihat kinerja serta ketulusan kamu dalam bekerja. Jika kamu lulus maka kamu akan baik baik saja. Tapi, jika kamu bermasalah, maka bukan kamu saja yang terima akibatnya tapi papamu akan saya pecat." ujar Kevin membuat Shinta kembali berpikir keras.
"Baik, tuan..." Jawab Shinta menyanggupi.
"Ada satu hal lagi... Selama kamu berpisah dengan Frans , saya mau kamu buktikan kepadanya bahwa kamu memang layak untuk pria sebaik Frans. Dan kamu harus terima syarat yang diajukan oleh orang kepercayaan saya. Sekaligus adik kandung dari Frans." Ucapan Kevin membuat suasana kembali tegang. Dan membuat mereka bertanya-tanya siapa sebenarnya yang dimaksud oleh Kevin. Karena tidak ada satupun orang termasuk Shinta yang mengetahui kalau adik dari Frans adalah orang yang penting dan kepercayaan Kevin.
Mereka semua hanya bisa menunggu dan melihat apalagi yang akan terjadi selanjutnya.
"Apa dan siapa maksud tuan?" tanya Shinta .
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=